Daniel Menyapa

PERHATIAN!

Sebelum membaca episode cerita novel ini, Silahkan dukung author dengan mengklik Suka ❤️, Bintang⭐, Beri Komentar pada cerita novel ini.

Jangan lupa *Mengikuti* akun author juga ya☺️ ditunggu ya dukungannya dari kalian. Karena dukungan kalianlah untuk menyemangati author menulis episode selanjutnya.

Sebuah spanduk berbentuk landscape yang digantungkan di depan ruangan jurusan administrasi. Dissa dan Ayu yang berjalan menatap ke arah depan, mata Mereka menoleh ke arah beberapa spanduk tersebut.

"Dissa, lihat itu di spanduk bewarna kuning. Ternyata kakak kelas kita yang seangkatan kita, dia ikut lomba menulis opini dan menang sebagai juara favorit. Aduh keren banget sih kakak itu, udah ganteng dan pintar lagi," ucap Ayu seraya menunjukkan jari telunjuknya ke arah spanduk kuning yang tergantung rapi itu.

Mata Dissa mengikuti arah jari Ayu yang menunjuk pada spanduk kuning dan betapa terkejutnya dia bahwa orang yang berada di dalam spanduk itu ternyata seorang pria yang dilihatnya tadi.

"Iya," jawab Dissa menatap bola matanya malas ke arah Ayu. Dia sudah tahu sebentar lagi, pria itu akan menjadi bahan topik gosipnya nanti.

"Ya elah...kamu kok biasa saja sih, selalu deh kamu ini gak bisa bedain mana yang bening atau tidak," balas Ayu menatap kesal ke arah Dissa.

Baru saja, Dissa ingin membalas perkataan Ayu, tiba-tiba ponselnya berdering yang menunjukkan ada paling masuk nomor yang tidak dikenalnya.

"Siapa ini menelponku, dengan nomor tidak ku kenal " gumam Dissa menatap ke layar ponsel.

"Aku angkat saja, barangkali ada penting," ujar Ayu menatap kedua bola mata Dissa dan dia mengangkat panggilan masuk dari ponselnya.

"Hallo," ucap Dissa.

"Hallo Nona muda cantik, masih kenal denganku," balas seseorang yang sedang menelponnya.

Dissa yang mendengar suara orang itu sangat familiar didengarnya tetapi dia lupa siapa orang itu. Dia mulai berpikir sejenak, siapa orang yang sedang menelponnya.

"Daniel?" tanya Dissa.

"Iya telat sekali jawabnya. Dissa, bisakah kita bertemu siang nanti di Kafe Mager dulu," ujar Daniel.

"Tidak mau," balas Dissa singkat. dia mematikan panggilan sepihak.

"Tut...Tut...Tut... kok dimatiin telepon aku padahal aku belum selesai bicara, hadeh dasar cewek sombong. Dia kira aku tidak sibuk apa untuk saat ini, meluangkan waktuku mengabarinya setelah banyaknya pasien yang akan ku periksa," gumam Daniel menatap kesal dengan sikap wanita yang dikenalnya.

***

"Siapa, Dissa?" tanya Ayu menatap Dissa yang sedang memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.

"Orang tidak penting, sudahlah lebih baik kita langsung pulang saja. Aku sepertinya ingin beristirahat saja di mensionku," jawab Dissa.

"Baiklah," ujar Ayu.

Mereka berjalan ke arah parkiran mobil dan melajukan mobilnya menuju kediaman Mension Dissa.

Mobil telah sampai di depan kediaman Mension, Dissa membuka seat belt pada dirinya dan membukakan pintu mobil.

"Terima kasih," ucap Ayu berusaha menyindir kepada Dissa yang berada di hadapannya.

"Sama-sama," jawab Dissa polos.

Di depan kediaman Mension, Dissa berjalan masuk ke arah pintu mension tanpa menghiraukan keberadaan para Maid dan bodyguard yang menyapanya.

Dissa menaiki Lift untuk memudahkan dirinya menuju kamarnya yang berada di lantai tiga. Di mensionnya terdapat 3 tingkat lantai, memiliki tangga dan lift untuk khusus dirinya ataupun keluarganya yang boleh menggunakannya. Di lantai Ketiga berisi 3 ruang kamar, di lantai kedua terdapat 2 ruang kamar dan 1 ruang kerja, 1 ruang olahraga yang biasa digunakan untuk mengurus tubuhnya yang terlihat gemuk. Di tingkat lantai pertama terdapat 4 ruangan kamar. Terakhir di lantai dasar terdapat 5 ruang kamar dan 8 ruang kamar belakang di khususkan untuk ditempatkan kepada para Maid dan bodyguard di mensionnya.

Dissa yang telah menggunakan pakaian santai berupa baju kaos hitam polos dan celana jeans berwarna abu ukuran pendek di atas lututnya. Dia merebahkan dirinya di atas kasur king size di dalam kamarnya. Dia membuka aplikasi novel online di ponselnya dan mulai memilah berbagai cerita romantis yang diinginkan. Saat sedang membaca novel kesukaannya, tiba-tiba terdapat pemberitahuan pesan masuk dari salah satu akun medsosnya.

Dengan mengklik pemberitahuan aplikasi tersebut, secara otomatis dia mengetahui siapa yang telah memfollow akunnya di Instagram dan dia mulai membaca pesannya.

"Hay!" ucap seorang pria.

"Siapa dia? Berani sekali dia langsung chat di akun aku, aku langsung blokir sajalah pasti ini heters. Tapi, aku cek dulu akun siapa ini," gumam Dissa melacak akun orang yang menggunakan foto profil anime pria, dan berani mengirimkan pesan dan memfollow akunnya.

"Akun terkunci, hmmm.... sepertinya aku perlu balas pesannya dan follback balik akunnya, supaya bisa memudahkan aku mengetahui punya siapa akun ini," gumamnya seraya menunggu persetujuan follback dari akunnya.

Setelah menunggu beberapa menit, pemberitahuan follback telah disetujui dan dengan cekatan Dissa membuka profil akun itu dan betapa terkejutnya akun pria itu adalah milik Daniel.

"Daniel, katakan apa yang kamu inginkan," tanya Dissa melalui pesan di medsosnya.

"Tidak ada, aku cuma mau mengobrol denganmu dan ingin lebih dekat denganmu," jawab Daniel.

"Oh!" balas Dissa.

"Kamu sudah makan siang?" tanya Daniel basa basi untuk memulai percakapannya.

"Belum," jawab Dissa singkat.

"Makanlah, nanti kamu sakit kalo kamu sakit tidak ada lagi yang nantinya mau nyakitin aku, hhhhhhe," balas Daniel sambil menyisipkan emoji menampilkan gigi melalui pesan chatnya.

"Terus masalah buat kamu, kalo aku sakit ya gak bakalan nyakitin kamu karena kamu bukan siapa-siapa aku," ucap Dissa tegas dari balasan chatnya.

Baru saja membuka balasan dari Daniel, tiba-tiba Ayu menelpon Dissa.

"Assalamualaikum Dissa," suara Ayu yang berada di dalam ponsel Dissa.

"Wa'alaikumsalam, ada apa?" tanya Dissa.

"Dissa, besok pagi temani aku ke kampus lagi karena di kampus ada salah satu kakak tingkat kita yang pandai menulis berita tentang kampus dan katanya dia bisa menjelaskan cara menulis opini yang baik dan dengan senang hati memberikan tips menulis dan hal-hal yang tidak perlu ditulis," jelas Ayu panjang lebar.

"Mau gak ya?" Dissa berusaha berpikir sejenak tawaran dari Ayu melalui panggilan di ponselnya.

"Ayolah Dissa, gak ribet kok kita cukup datang dan ketemu sama kakak itu dan kita boleh bertanya apapun," bujuk Ayu dari panggilan di ponselnya. "Apa kamu mau nilai c kamu terpampang jelas di daftar nilai? Kalo aku sih gak mau dan makanya berusaha ikut tips terakhir dari dosen," ujar Ayu yang sedang membuka beberapa buku di atas meja kamarnya.

"Okelah, besok jemput aku lagi ke kampusnya ya dan aku tunggu di mensionku," balas Dissa langsung mematikan panggilan dari Ayu dan tanpa mendengarkan penjelasan selanjutnya dari Ayu.

Ayu yang mendapatkan panggilannya dimatikan, kini dia hanya menghela nafas dan mengerti keadaan bahwa temannya ini benar-benar cewek sombong dan tidak menghargai.

Dissa yang mendengar suara keroncong dari perutnya, dia menaruh ponselnya di atas meja belajar dan melangkahkan kakinya menuju pintu kamar dan membukanya untuk berjalan ke arah pintu lift. Namun, saat dia mau masuk, dia merasakan tangannya ditarik oleh seseorang. Dia menoleh ke arah belakang untuk melihat tangan siapa yang menariknya dan ekspresi wajahnya yang semulanya datar kini berubah menjadi terkejut karena mendapatkan seseorang yang dikenalnya.

...***Jangan Lupa dukung cerita ini ya, dengan cara mengklik vote, rate, like dan beri komentar ya pada cerita ini*...

...*Untuk mengetahui episode selanjutnya silahkan follow aku juga ya supaya aku lebih semangat up ceritanya***...

Terpopuler

Comments

blackonix_29

blackonix_29

Dissa kyknya agak berubah ya sombongnya pas pacaran sama daniel

2021-02-04

0

Chococips

Chococips

Hai Thor aku mampir lagi nih dengan membawa like😻 jangan lupa feedback keceritaku "IPA IPS Jadi Penghalang" yaa ditunggu❤️

2020-12-30

0

🌸EɾNα🌸

🌸EɾNα🌸

Ceritanya keren ditunggu up nya Thor 👍
jangan lupa feedback ke ceritaku ya
"Kekasih Simpanan Tuan Muda"
makasih 😍

2020-12-30

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Fitting Baju Pengantin
3 Hari Pertama Kerja
4 Daniel Terluka
5 Flashback
6 Persyaratan Wisuda
7 Daniel Menyapa
8 Belajar Menulis Artikel
9 Bertemu Daniel
10 Dissa Panik
11 Daniel Memeriksa Dissa
12 Bertemu Mama Daniel
13 Pria yang Menyebalkan
14 Daniel Mencintai Kekurangan Dissa
15 Daniel Operasi
16 Kekecewaan Dissa
17 Dissa Mencari Kebenaran
18 Dissa Sedih
19 Rencana Kepulangan Daniel
20 Dissa Sakit Hati
21 Jesika Kalah
22 Membatalkan Acara Pernikahan
23 Heron Marah
24 Penawaran Jesika
25 Hati Yang Kau Sakiti
26 Visual Pemain
27 Daniel Menenangkan Dissa
28 Epilog
29 S2. Bertemu Budi
30 S2. Bulan Madu
31 S2. Kedatangan Zico
32 S2. Rencana Kerja Di Daerah Mematikan
33 S2. Dugaan Dissa
34 S2. Melakukan Pencarian
35 S2. Criss Meminta Pertolongan
36 S2. Mengobati Criss
37 S2. Model Dadakan
38 S2. Kebusukan Jesika
39 S2. Menjemput Daniel
40 S2. Vaksin Simulasi
41 S2. Dissa Tertabrak
42 S2. Menerima Tawaran Kerjasama
43 S2. Informasi Menarik
44 S2. Perang lagi
45 S2. Pernikahan Yang Tak Diinginkan
46 S2. Menyelamatkan Dissa
47 S2. Janji Suci Kenzo
48 S2. Adikku Tersayang
49 S2. Kau Milikku
50 S2. Permainan Terakhir Kenzo
51 S2. Menekankan Dissa Agar Mencintaiku
52 S2. Menyembunyikan Dissa
53 S2. Jangan Menghalangiku
54 S2. Lepaskan Aku
55 S2. Dissa Terkejut
56 S2. Perkelahian Tak Bisa Dihindarkan
57 S2. Diki Mendapatkan Vaksin
58 S2. Kebaikan Dila
59 S2. Nick Professional
60 S2. POV Diki
61 S2. Dedi Terkejut
62 S2. Perhatian Nick
63 S2. Papa
64 S2. Kenyataan Yang Sebenarnya
65 S2. Diki Adalah Anakmu
66 S2. Dissa Terharu
67 S2. Dissa Mendoakan Kenzo Dengan Tulus
68 S2. Morning Kiss
69 S2. Menemui Diki dan Meminta Maaf
70 S2. Daniel Menyusul Dissa
71 S2. Daniel, Minumlah
72 S2. Dedi Pulang
73 S2. Takdir Diki
74 S2. Dissa Curiga
75 S2. Dedi Terlihat Tua
76 S2. Keputusan Criss
77 S2. Kebosanan Diki
78 S2. Jika Kita Berjodoh
79 S2. Kapan kah Mulai Mencintainya?
80 S2. Sikap Dissa Yang Berlebihan
81 S2. Merawat Diki
82 S2. Menunggu Kedatangan Novi
83 S2. Kejutan
84 S2. Menahan Tawa
85 S2. Memeriksa Dissa
86 S2. Keputusan Novi
87 S2. Kabar Kedatangan Jesika di Indonesia
88 S2. Saran Dedi
89 S2. Kabar Jesika Hamil
90 S2. Dissa Salah Mengambil Paket Barang
91 S2. Membawa Dissa Ke Rumah Sakit
92 S2. Harapan Nick
93 S2. Dissa Kritis
94 S2. Daniel Posesif
95 S2. Menemui Bidan Ratna
96 S2. Mimpi Buruk
97 S2. Obat Penahan Rasa Sakit
98 S2. Nick Terkejut
99 S2. Menolong Jesika
100 S2. Kemarahan Nick
101 S2. Nick Yang Sebenarnya
102 S2. Jesika Keguguran
103 S2. Terima Kasih
104 S2. Melamar Jesika
105 S2. Rencana Acara Pernikahan
106 S2. Kejujuran Diki
107 S2. Satu Minggu
108 S2. Selalu Bersama - Tamat
109 Informasi
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Prolog
2
Fitting Baju Pengantin
3
Hari Pertama Kerja
4
Daniel Terluka
5
Flashback
6
Persyaratan Wisuda
7
Daniel Menyapa
8
Belajar Menulis Artikel
9
Bertemu Daniel
10
Dissa Panik
11
Daniel Memeriksa Dissa
12
Bertemu Mama Daniel
13
Pria yang Menyebalkan
14
Daniel Mencintai Kekurangan Dissa
15
Daniel Operasi
16
Kekecewaan Dissa
17
Dissa Mencari Kebenaran
18
Dissa Sedih
19
Rencana Kepulangan Daniel
20
Dissa Sakit Hati
21
Jesika Kalah
22
Membatalkan Acara Pernikahan
23
Heron Marah
24
Penawaran Jesika
25
Hati Yang Kau Sakiti
26
Visual Pemain
27
Daniel Menenangkan Dissa
28
Epilog
29
S2. Bertemu Budi
30
S2. Bulan Madu
31
S2. Kedatangan Zico
32
S2. Rencana Kerja Di Daerah Mematikan
33
S2. Dugaan Dissa
34
S2. Melakukan Pencarian
35
S2. Criss Meminta Pertolongan
36
S2. Mengobati Criss
37
S2. Model Dadakan
38
S2. Kebusukan Jesika
39
S2. Menjemput Daniel
40
S2. Vaksin Simulasi
41
S2. Dissa Tertabrak
42
S2. Menerima Tawaran Kerjasama
43
S2. Informasi Menarik
44
S2. Perang lagi
45
S2. Pernikahan Yang Tak Diinginkan
46
S2. Menyelamatkan Dissa
47
S2. Janji Suci Kenzo
48
S2. Adikku Tersayang
49
S2. Kau Milikku
50
S2. Permainan Terakhir Kenzo
51
S2. Menekankan Dissa Agar Mencintaiku
52
S2. Menyembunyikan Dissa
53
S2. Jangan Menghalangiku
54
S2. Lepaskan Aku
55
S2. Dissa Terkejut
56
S2. Perkelahian Tak Bisa Dihindarkan
57
S2. Diki Mendapatkan Vaksin
58
S2. Kebaikan Dila
59
S2. Nick Professional
60
S2. POV Diki
61
S2. Dedi Terkejut
62
S2. Perhatian Nick
63
S2. Papa
64
S2. Kenyataan Yang Sebenarnya
65
S2. Diki Adalah Anakmu
66
S2. Dissa Terharu
67
S2. Dissa Mendoakan Kenzo Dengan Tulus
68
S2. Morning Kiss
69
S2. Menemui Diki dan Meminta Maaf
70
S2. Daniel Menyusul Dissa
71
S2. Daniel, Minumlah
72
S2. Dedi Pulang
73
S2. Takdir Diki
74
S2. Dissa Curiga
75
S2. Dedi Terlihat Tua
76
S2. Keputusan Criss
77
S2. Kebosanan Diki
78
S2. Jika Kita Berjodoh
79
S2. Kapan kah Mulai Mencintainya?
80
S2. Sikap Dissa Yang Berlebihan
81
S2. Merawat Diki
82
S2. Menunggu Kedatangan Novi
83
S2. Kejutan
84
S2. Menahan Tawa
85
S2. Memeriksa Dissa
86
S2. Keputusan Novi
87
S2. Kabar Kedatangan Jesika di Indonesia
88
S2. Saran Dedi
89
S2. Kabar Jesika Hamil
90
S2. Dissa Salah Mengambil Paket Barang
91
S2. Membawa Dissa Ke Rumah Sakit
92
S2. Harapan Nick
93
S2. Dissa Kritis
94
S2. Daniel Posesif
95
S2. Menemui Bidan Ratna
96
S2. Mimpi Buruk
97
S2. Obat Penahan Rasa Sakit
98
S2. Nick Terkejut
99
S2. Menolong Jesika
100
S2. Kemarahan Nick
101
S2. Nick Yang Sebenarnya
102
S2. Jesika Keguguran
103
S2. Terima Kasih
104
S2. Melamar Jesika
105
S2. Rencana Acara Pernikahan
106
S2. Kejujuran Diki
107
S2. Satu Minggu
108
S2. Selalu Bersama - Tamat
109
Informasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!