PERHATIAN!
Sebelum membaca episode cerita novel ini, Silahkan dukung author dengan mengklik Suka ❤️, Bintang⭐, Beri Komentar pada cerita novel ini.
Jangan lupa *Mengikuti* akun author juga ya☺️ ditunggu ya dukungannya dari kalian. Karena dukungan kalianlah untuk menyemangati author menulis episode selanjutnya.
"Sayang ... dengerin Mama dulu. Pernikahan kamu masih beberapa minggu lagi, Sayang. Daniel pasti sembuh dan akan ingat janji kamu, Sayang. Daniel pasti pulang sebelum pernikahan kamu berlangsung," jawab Dia meyakinkan Dissa.
"Tapi, Ma. Kalau Daniel kenapa-napa gimana, Ma? Siapa yang jagain Daniel di sana?" Dissa menangis.
"Dissa, kamu harus sabar, ya. Ini ujian yang diberikan Tuhan kepada kamu dan Daniel. Daniel akan baik-baik saja di sana. Di sana juga ada dokter yang handal yang akan menjaga Daniel. Sekarang, kamu istirahat, ya."
Dissa hanya mengangguk, lalu berbaring diatas ranjangnya.
Hari demi hari, telah dia jalani. Tanpa kehadiran Daniel yang mendampinginya di saat dia jatuh sakit.
Dissa yang masih berbaring lemas di atas tempat tidur, terus saja menangis. Dia memikirkan, bagaimana keadaan Daniel sekarang? Apa Daniel sudah siuman atau masih koma? Lalu, Bagaimana dengan pernikahannya yang beberapa bulan lagi dilaksanakan jika Daniel tidak bangun dari komanya?" Itulah pertanyaan yang sama selalu menguasai dirinya.
Dia menyesal memberi izin dengan keberangkatan Daniel di area perbatasan Gaza. Tapi, harus bagaimana lagi. Semua sudah terjadi dan tidak bisa dicegah kembali.
"Daniel..." panggil Dissa yang sedang duduk bersandar di tempat tidur dan menatap beberapa foto dirinya bersama Daniel yang sedang merayakan hari jadinya.
***
Beberapa hari lalu, Dissa mendengar bahwa Daniel mengalami luka tembak yang serius. Dissa sempat jatuh sakit saat mengetahui keadaan Daniel yang katanya belum sadarkan diri.
Dissa duduk di atas ranjangnya. Sudah tiga hari, semenjak mendengar kabar buruk tentang Daniel, Dissa tak mau makan dan jatuh sakit. Dila—ibu Dissa tak kuasa menahan tangisannya, melihat Dissa yang seperti ini.
"Sayang ... makan dulu, ya," ucap Dila menatap wajah pucat Dila.
"Dissa enggak lapar, Ma," balas Dissa dengan nada lemah.
"Tapi sayang, kalau kamu enggak makan, nanti kamu terus-terusan sakit gimana, Sayang?" tanya Dila. Dissa hanya diam.
"Ma ... Daniel, Ma. Gimana pernikahan Dissa sama Daniel, Ma? Daniel koma, Ma. Daniel tidak lupa dengan janji Dissa, ‘kan?" tanya Dissa tiba-tiba.
"Sayang ... dengerin Mama dulu. Pernikahan kamu masih beberapa minggu lagi, Sayang. Daniel pasti sembuh dan akan ingat janji kamu, Sayang. Daniel pasti pulang sebelum pernikahan kamu berlangsung," jawab Dia meyakinkan Dissa.
"Tapi, Ma. Kalau Daniel kenapa-napa gimana, Ma? Siapa yang jagain Daniel di sana?" Dissa menangis.
"Dissa, kamu harus sabar, ya. Ini ujian yang diberikan Tuhan kepada kamu dan Daniel. Daniel akan baik-baik saja di sana. Di sana juga ada dokter yang handal yang akan menjaga Daniel. Sekarang, kamu istirahat, ya."
Dissa hanya mengangguk, lalu berbaring diatas ranjangnya.
***
Hari demi hari, telah dia jalani. Tanpa kehadiran Daniel yang mendampinginya di saat dia jatuh sakit.
Dissa yang masih berbaring lemas di atas tempat tidur, terus saja menangis. Dia memikirkan, bagaimana keadaan Daniel sekarang? Apa Daniel sudah siuman atau masih koma? Lalu, Bagaimana dengan pernikahannya yang beberapa bulan lagi dilaksanakan jika Daniel tidak bangun dari komanya?" Itulah pertanyaan yang sama selalu menguasai dirinya.
Dia menyesal memberi izin dengan keberangkatan Daniel di area perbatasan Gaza. Tapi, harus bagaimana lagi. Semua sudah terjadi dan tidak bisa dicegah kembali.
"Daniel..." panggil Dissa yang sedang duduk bersandar di tempat tidur dan menatap beberapa foto dirinya bersama Daniel yang sedang merayakan hari jadinya.
***
Daniel melihat Dissa yang tersenyum bahagia ke arahnya. “Dissa ... Tunggu aku, Dissa. Aku akan segera kembali ke Indonesia. Aku sudah janji sama kamu. Aku akan Kembali sebelum pernikahan kita berlangsung.” ucap Daniel yang berdiri di hadapan Dissa di alam mimpinya.
Daniel terbangun dari komanya setelah melihat mimpinya yang begitu jelas dan nyata akan janjinya kepada Dissa. Janji bahwa dia harus segera kembali ke Indonesia karena beberapa minggu lagi akan melangsungkan pernikahan mereka.
“Bud, berapa lama aku tidak sadarkan diri?” tanya Daniel dengan suara seraknya.
“Daniel, kamu udah sadar?” tanya Budi disusul helaan napas lega.
“Bud, pernikahanku gimana?” tanya Daniel lagi.
“Oh, ayolah! Kamu habis mengalami masa kritis, tapi kamu masih saja menanyakan perihal pernikahan? Pernikahanmu masih sebulan lagi,” kata Budi dengan nada kesal.
“Situasi di sini, sudah lumayan aman, kan? Aku harus segera pulang ke Indonesia, Bud. Aku udah janji ke Dissa, sebelum hari pernikahan kami, aku harus pulang ke Indonesia," jelas Daniel.
“Tentu aku paham, Daniel. Lebih baik kamu hubungi Dissa terlebih dahulu. Kemarin Dissa sakit setelah mendengar kabar kamu tertembak. Aku akan menghubungi Dokter Agus kalau kamu mau pulang ke Indonesia," ucap Budi.
Mendengar kondisi Dissa dari Budi yang seperti itu membuat Daniel merasa bersalah meninggalkan Dissa. Semenjak ke Gaza, Daniel memang jarang menghubungi Dissa karena kondisi di Gaza belum membaik seperti sekarang ini.
“Terima kasih, Bud. Kamu memang teman terbaik," ucap Daniel sembari memeluk Budi.
Daniel berusaha keras untuk menghubungi Dissa, tapi tak ada respon dari Dissa. Daniel sedikit panik ketika hanya terdengar “Mohon maaf, nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.”
“Bud, nomor Dissa gak aktif," ucap Daniel.
“Positif aja, Dan. Mungkin dia tidur, atau baterainya low bat. Nanti kamu hubungi Dissa lagi. Aku mau hubungi Dokter Agus dulu," balas Budu, meyakinkan Daniel.
***
Budi menghubungi Dokter Agus jika Daniel akan pulang secepatnya ke Indonesia. Budi meminta dokter Agus untuk segera mengirimkan Dokter pengganti ke Gaza.
Kondisi Gaza memang sedikit membaik dari sebelumnya, tapi Budi khawatir akan ada perang susulan jika tak ada Dokter pengganti Daniel.
“Halo, Dokter Agus." ucap Budi dari telepon di ponselnya.
“Halo, ada apa Dokter Budi?” tanya Agus.
“Begini, Dok. Dokter Daniel akan pulang ke Indonesia. Tolong segera kirimkan Dokter pengganti ke Gaza secepatnya.” ucap Budi.
“Bagaimana kondisi di Gaza sekarang, Dokter Budi? Apa semua baik-baik saja? Persediaan makanan semuanya aman, ‘kan? Nanti malam saya sendiri yang akan terbang ke Gaza untuk menggantikan Dokter Daniel,” ucap Dokter Agus melalui telepon.
“Baik, Dokter Agus. Terima kasih," balas Budi menutup sambungan teleponnya.
Jesika yang sempat mendengar percakapan antara Dokter Budi dan Dokter Agus, segera menghampiri Budi. “Daniel akan pulang ke Indonesia? Aku akan ikut Daniel pulang bersama ke Indonesia," ucap Jesika tiba-tiba.
“Enggak bisa gitu, Jes. Kamu masih harus bertugas di sini. Aku gak akan biarkan kamu merusak acara Daniel dan Dissa, Dokter Jesika yang terhormat,” balas Budi, penuh dengan penekanan.
"Sialan! Budi sudah tau rencanaku," gumam Jesika di dalam hati. Setelah itu, Jesika meninggalkan Budi.
Daniel mencoba menelepon Dissa lagi, seperti yang diperintahkan oleh Budi. Ketika mendengar suara Dissa, Daniel sedikit lega. Daniel merindukan sesosok Dissa yang biasanya selalu memberikan senyuman sebagai bentuk semangat untuknya.
“ Halo,” sapa Dissa.
“Halo, Sayang! Kamu baik-baik saja, kan? Kenapa nomor kamu tidak aktif tadi?” tanya Daniel.
“Aku baik-baik saja, Daniel. Tadi ponsel aku low bat," balas Dissa.
“Syukurlah, Dissa. Aku kira ada apa-apa sama kamu," ucap Daniel yang mengkhawatirkan Dissa.
“Daniel, kamu masih ingat janji kamu, kan? Pernikahan kita sebentar lagi,” kata Dissa.
“Aku masih ingat janjiku, Dissa. Secepatnya aku akan pulang," balas Daniel.
“Aku rindu kamu, Daniel," ucap Dissa.
“Aku lebih rindu kamu. Ya sudah, aku matikan teleponnya. Nanti aku hubungi kamu lagi," ucap Daniel mematikan teleponnya.
...******Jangan Lupa dukung cerita ini ya, dengan cara mengklik vote, rate, like dan beri komentar ya pada cerita ini*****...
...*****Untuk mengetahui episode selanjutnya silahkan follow aku juga ya supaya aku lebih semangat up ceritanya*******...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
blackonix_29
Waduh, sepertinya akan ada masalah baru lagi nih gara2 si Jessica dalam pernikahan mereka ntar
2021-02-20
0
Chococips
hadir kembali thorr dengan membawa 5 like semangat😻
ditunggu feedback nya "IPA IPS Jadi penghalang"❤️
2021-01-03
0