Belajar Menulis Artikel

PERHATIAN!

Sebelum membaca episode cerita novel ini, Silahkan dukung author dengan mengklik Suka ❤️, Bintang⭐, Beri Komentar pada cerita novel ini.

Jangan lupa *Mengikuti* akun author juga ya☺️ ditunggu ya dukungannya dari kalian. Karena dukungan kalianlah untuk menyemangati author menulis episode selanjutnya.

Daniel yang sedang memeriksa beberapa pasien di bagian UGD, dikejutkan dengan adanya Panggilan darurat dari perusahaan industri. Siap maupun tidak siap, Daniel tetap mematuhinya dalam bekerja, itulah resiko bagi seorang dokter berkompeten di rumah sakit ternama tersebut.

Daniel menyuruh beberapa dokter lain yang menangani pasiennya. Setelah itu, dia membuka masker dan melepaskan peralatan medis di tangannya. Dia mengambil beberapa peralatan medis yang dibutuhkan untuk datang ke mension pemilik dari perusahaan industri terkaya kedua di dunia.

Kini mobil yang dikendarai oleh Daniel telah sampai di depan mension megah bergaya Eropa di hadapannya. Dia membuka pintu mobil dan tidak lupa menguncinya.

Daniel berjalan ke arah pintu depan mension. Disana, dia telah disambut oleh beberapa maid dan bodyguard.

"Permisi, apa benar ini alamat rumahnya Pak Dedi Richard?" tanya Daniel kepala salah satu bodyguard yang berbaris rapi di hadapannya.

Bodyguard itu maju satu langkah dari tempat barisnya. "Benar Tuan, mari silahkan masuk ke dalam ruangan lantai 3 karena di dalam kamar, Tuan Dedi sudah menunggu," jawab Bodyguard tersebut mempersilahkan Daniel berjalan masuk ke dalam mension dan bodyguard tersebut menuntunnya masuk ke dalam lift agar lebih cepat menuju ruangan Tuan Dedi.

"Terima kasih," balas Daniel tersenyum tulus di hadapan bodyguard yang telah membantunya.

"Ting," pintu lift terbuka dan Daniel telah tiba di lantai 3.

Daniel berjalan menyelusuri beberapa bagian ruangan yang dilewatinya. Disana, dia hampir kebingungan karena tidak tahu tata letak tempat ruangan Tuan Dedi. Baru saja, dia ingin mengambilkan ponsel dari saku celananya, datanglah seorang maid yang menuntunnya berjalan ke arah ruangan kamar paling ujung di lantai 3.

"Terima kasih, ucap Daniel di hadapan maid tersebut.

"Iya sama-sama, saya permisi dulu Tuan," balas Maid.

"Baiklah," ujar Daniel seraya mengetuk pintu kamar dan berjalan masuk ke dalam.

"Dokter Daniel, sudah datang. Tolong langsung obati istri saya," ujar Dedi menatap ke arah Daniel.

"Baiklah, saya izin mau memeriksa keadaan istri, Tuan", balas Daniel mulai membuka beberapa peralatan media yang dibawanya dan mulai mengecek suhu tubuh Nyonya besarnya. Setelah mengecek seluruh tubuh Nyonya, dia membereskan beberapa peralatan medis dan memasukkan ke dalam tasnya.

Daniel berjalan ke arah Tuan Dedi dan memberitahukan keadaan istrinya. "Begini Tuan, sepertinya istrinya kelelahan dan membutuhkan banyak istirahat. Nanti saya akan menyuruh asisten saya untuk memberikan obat sesuai resep yang saya tulis ini dan saya harap Tuan bisa menunggu sebentar lagi. Sebab, assisten saya sedang menyiapkan obat yang diberikan kepada istri Tuan," jelas Daniel panjang lebar.

"Baiklah, silahkan duduk di sofa itu ya Dok. Nanti dokter capek berdiri terus," ujar Dedi memecahkan suasana tegangnya terhadap Daniel.

"Iya, terima kasih," balas Daniel tersenyum penuh arti menatap kedua bola mata Dedi.

Daniel berjalan ke arah sofa dan mendudukkan dirinya disana. Daniel mengambil ponsel dari saku celananya untuk memeriksa keadaan data rumah sakit. Setelah menyelesaikan tugasnya, dia membuka aplikasi medsosnya untuk mencari nama wanita yang membuat dirinya penasaran. dia mengetik nama yang carinya di dalam daftar pencarian dan akhirnya dia berhasil menemukan seorang wanita itu, dia memfollow akun medsosnya dan mulai memberi pesan dari medsos tersebut.

Setelah menunggu setengah jam, akhirnya assistennya datang membawakan beberapa obat yang diberikan kepada Dedi. Daniel mengambil obat itu dari assistennya dan dia memberikan penjelasan kepada Dedi tentang obat tersebut.

Daniel yang telah menyelesaikan penjelasannya kepada Dedi, dia meminta pamit undur diri. Lalu, dia melangkahkan kakinya menuju pintu kamar dan membukanya. Ketika dia keluar dari pintu kamar, dia melihat seseorang yang dia inginkan.

Daniel berjalan mengikuti seorang wanita itu yang berada di depannya dan saat wanita itu memasuki pintu lift, dengan sigapnya dia menarik tangan wanita itu dan wanita itu menoleh ke arahnya.

"Kamu!" ucap Dissa terkejut, menatap ke arah Daniel yang sedang memegang tangannya.

Daniel melepaskan genggaman tangannya di tangan Dissa. "Maaf," ucap Daniel.

"Ngapain kamu, disini? Jangan-jangan kamu mau maling?" tanya Dissa menatap curiga ke arah Daniel.

"Tidak, aku disini diundang oleh Tuan Dedi untuk memeriksa istrinya," jawab Daniel.

"Benarkah? Berarti Mama aku, kenapa?" tanya Dissa merasa khawatir dengan keadaan mamanya.

"Tenanglah dulu, tadi Nyonya hanya kelelahan dan butuh istirahat. Aku sudah memberikan obat untuk nyonya agar cepat sembuh," jelas Daniel menatap Dissa di hadapannya dan pandangannya teralihkan dengan suatu benda yang melekat di tangannya.

"Jam tangannya bagus juga ya, kamu pake. aku pikir kamu tidak mau menggunakan pemberian dariku," sindir Daniel menatap jam tangan berwarna merah di lengan Dissa.

Dissa menatap jam tangan bewarna merah yang dikenakannya dan berusaha menyembunyikannya dari hadapan Daniel.

"Apa'an sih, GR banget jadi orang. Tadi itu aku terpaksa menggunakan jam tangan ini karena tadi aku terlambat," jawab Dissa memberikan alasan klasik kepada Daniel. "Ya sudah, sekarang aku mau melihat keadaan mama ku dulu, " Dissa berjalan ke arah kamar mamanya dan meninggalkan Daniel yang binggung di tempat.

***

Kini Daniel telah melajukan mobilnya menuju apartemen di kota Selindung. Tidak perlu membutuhkan waktu yang lama, cukup 20 menit telah sampai di apartemennya.

Daniel memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk ke arah ruang apartemen elitnya. Dia membuka sepatu dan kaos kakinya, dia melepaskan jas putihnya dan menjatuhkan diri ke arah sofa empuknya.

"Capek sekali hari ini, sepertinya aku harus mandi terlebih dahulu, setelah itu aku langsung beristirahat saja," gumam Daniel berjalan ke arah kamar mandi.

***

Keesokan harinya, Dissa telah bersiap-siap untuk pergi bersama Ayu ke kampus dan mereka telah tiba di dalam kampus.

"Ayu, dimana kakak tingkat yang mau mengajari kita cara menulis opini dengan baik?"tanya Dissa berjalan di samping Ayu dan menoleh ke arah kesana kesini untuk menemukan maksud dari Ayu.

"Itu dia, kata aku kemarin kakak tingkatnya," jawab Ayu mengarahkan jari telunjuknya ke arah seorang lelaki yang sedang duduk di pinggir mushola.

"Oh, itu orangnya. Baiklah, ayo langsung kesana," ucap Denise dengan semangat empat lima.

Mereka yang telah sampai di depan musholla kampus, membuka sepatu mereka dan duduk di pelataran mushola.

"assalamualaikum kak," ucap Dissa dan Ayu bersamaan.

"Wa'alaikumsalam, iya ada apa?" tanya Andrean menatap ke arah kedua perempuan tersebut.

"Kak, aku mau tanya, Bagaimana cara menulis opini dengan baik dan benar?" tanya Dissa to the point.

"Sebenarnya, dalam memulai menulis opini, kita harus mengenali terlebih dahulu masalah apa yang akan kita angkat dan akan dibahas dalam setiap paragraf pada kalimat. Tata cara penulisan, gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca dan cantumkan pengertian, masalah dalam kehidupan dan menurut pendapat para ahli. Pada kalimat terakhir, sisipkan saja pendapat kalian mengenai topik judul opini yang ditulis. Misalnya, kamu ingin menulis tentang masalah penggunaan kacamata, itu dijabarkan sesuai penjelasan Kakak tadi. Harus ada pengertian dari kacamata, ciri-cirinya, Masalah yang terjadi di kehidupan, menurut pendapat para ahli dan terakhir menulis saran kamu terhadap masalah dari kacamata tersebut. Maka, si pembaca lebih mengerti apa kamu jabarkan dalam penulisan opinimu itu," jelas Andrean panjang lebar.

"Oh begitu," sahut Dissa dan Ayu secara bersamaan.

"Kak, bagaimana cara menyusun kata pada paragraf kalimat itu biasanya menggunakan bahasa yang baik dan menarik, itu semua kalimat harus kita buat sendiri untuk ditulis," tanya Ayu polos.

"Iyalah, tidak boleh copas dan itu hasil karya diri sendiri maka pihak koran akan menerbitkan opinimu jika layak untuk dibaca," jawab Andrean menatap ke arah Ayu.

"Oke deh kak, terima kasih kak atas penjelasannya," sahut Dissa dan Ayu.

"Iya sama-sama. Selamat mencoba dan ditunggu kabar terbaru dari hasil karya kalian berdua," ucap Andrean tulus menatap kedua adek tingkatnya.

...***Jangan Lupa dukung cerita ini ya, dengan cara mengklik vote, rate, like dan beri komentar ya pada cerita ini*...

...*Untuk mengetahui episode selanjutnya silahkan follow aku juga ya supaya aku lebih semangat up ceritanya***...

Terpopuler

Comments

blackonix_29

blackonix_29

Wkwkwk bagus penjelasannya, beda dari penjelasan yg ada di sekolah

2021-02-04

1

sella surya amanda

sella surya amanda

visual nya mana thor?

2020-12-31

0

Chococips

Chococips

Hai Thor aku mampir lagi nih dengan membawa like episode terbaru😻 jangan lupa feedback keceritaku "IPA IPS Jadi Penghalang" yaa ditunggu❤️

2020-12-30

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Fitting Baju Pengantin
3 Hari Pertama Kerja
4 Daniel Terluka
5 Flashback
6 Persyaratan Wisuda
7 Daniel Menyapa
8 Belajar Menulis Artikel
9 Bertemu Daniel
10 Dissa Panik
11 Daniel Memeriksa Dissa
12 Bertemu Mama Daniel
13 Pria yang Menyebalkan
14 Daniel Mencintai Kekurangan Dissa
15 Daniel Operasi
16 Kekecewaan Dissa
17 Dissa Mencari Kebenaran
18 Dissa Sedih
19 Rencana Kepulangan Daniel
20 Dissa Sakit Hati
21 Jesika Kalah
22 Membatalkan Acara Pernikahan
23 Heron Marah
24 Penawaran Jesika
25 Hati Yang Kau Sakiti
26 Visual Pemain
27 Daniel Menenangkan Dissa
28 Epilog
29 S2. Bertemu Budi
30 S2. Bulan Madu
31 S2. Kedatangan Zico
32 S2. Rencana Kerja Di Daerah Mematikan
33 S2. Dugaan Dissa
34 S2. Melakukan Pencarian
35 S2. Criss Meminta Pertolongan
36 S2. Mengobati Criss
37 S2. Model Dadakan
38 S2. Kebusukan Jesika
39 S2. Menjemput Daniel
40 S2. Vaksin Simulasi
41 S2. Dissa Tertabrak
42 S2. Menerima Tawaran Kerjasama
43 S2. Informasi Menarik
44 S2. Perang lagi
45 S2. Pernikahan Yang Tak Diinginkan
46 S2. Menyelamatkan Dissa
47 S2. Janji Suci Kenzo
48 S2. Adikku Tersayang
49 S2. Kau Milikku
50 S2. Permainan Terakhir Kenzo
51 S2. Menekankan Dissa Agar Mencintaiku
52 S2. Menyembunyikan Dissa
53 S2. Jangan Menghalangiku
54 S2. Lepaskan Aku
55 S2. Dissa Terkejut
56 S2. Perkelahian Tak Bisa Dihindarkan
57 S2. Diki Mendapatkan Vaksin
58 S2. Kebaikan Dila
59 S2. Nick Professional
60 S2. POV Diki
61 S2. Dedi Terkejut
62 S2. Perhatian Nick
63 S2. Papa
64 S2. Kenyataan Yang Sebenarnya
65 S2. Diki Adalah Anakmu
66 S2. Dissa Terharu
67 S2. Dissa Mendoakan Kenzo Dengan Tulus
68 S2. Morning Kiss
69 S2. Menemui Diki dan Meminta Maaf
70 S2. Daniel Menyusul Dissa
71 S2. Daniel, Minumlah
72 S2. Dedi Pulang
73 S2. Takdir Diki
74 S2. Dissa Curiga
75 S2. Dedi Terlihat Tua
76 S2. Keputusan Criss
77 S2. Kebosanan Diki
78 S2. Jika Kita Berjodoh
79 S2. Kapan kah Mulai Mencintainya?
80 S2. Sikap Dissa Yang Berlebihan
81 S2. Merawat Diki
82 S2. Menunggu Kedatangan Novi
83 S2. Kejutan
84 S2. Menahan Tawa
85 S2. Memeriksa Dissa
86 S2. Keputusan Novi
87 S2. Kabar Kedatangan Jesika di Indonesia
88 S2. Saran Dedi
89 S2. Kabar Jesika Hamil
90 S2. Dissa Salah Mengambil Paket Barang
91 S2. Membawa Dissa Ke Rumah Sakit
92 S2. Harapan Nick
93 S2. Dissa Kritis
94 S2. Daniel Posesif
95 S2. Menemui Bidan Ratna
96 S2. Mimpi Buruk
97 S2. Obat Penahan Rasa Sakit
98 S2. Nick Terkejut
99 S2. Menolong Jesika
100 S2. Kemarahan Nick
101 S2. Nick Yang Sebenarnya
102 S2. Jesika Keguguran
103 S2. Terima Kasih
104 S2. Melamar Jesika
105 S2. Rencana Acara Pernikahan
106 S2. Kejujuran Diki
107 S2. Satu Minggu
108 S2. Selalu Bersama - Tamat
109 Informasi
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Prolog
2
Fitting Baju Pengantin
3
Hari Pertama Kerja
4
Daniel Terluka
5
Flashback
6
Persyaratan Wisuda
7
Daniel Menyapa
8
Belajar Menulis Artikel
9
Bertemu Daniel
10
Dissa Panik
11
Daniel Memeriksa Dissa
12
Bertemu Mama Daniel
13
Pria yang Menyebalkan
14
Daniel Mencintai Kekurangan Dissa
15
Daniel Operasi
16
Kekecewaan Dissa
17
Dissa Mencari Kebenaran
18
Dissa Sedih
19
Rencana Kepulangan Daniel
20
Dissa Sakit Hati
21
Jesika Kalah
22
Membatalkan Acara Pernikahan
23
Heron Marah
24
Penawaran Jesika
25
Hati Yang Kau Sakiti
26
Visual Pemain
27
Daniel Menenangkan Dissa
28
Epilog
29
S2. Bertemu Budi
30
S2. Bulan Madu
31
S2. Kedatangan Zico
32
S2. Rencana Kerja Di Daerah Mematikan
33
S2. Dugaan Dissa
34
S2. Melakukan Pencarian
35
S2. Criss Meminta Pertolongan
36
S2. Mengobati Criss
37
S2. Model Dadakan
38
S2. Kebusukan Jesika
39
S2. Menjemput Daniel
40
S2. Vaksin Simulasi
41
S2. Dissa Tertabrak
42
S2. Menerima Tawaran Kerjasama
43
S2. Informasi Menarik
44
S2. Perang lagi
45
S2. Pernikahan Yang Tak Diinginkan
46
S2. Menyelamatkan Dissa
47
S2. Janji Suci Kenzo
48
S2. Adikku Tersayang
49
S2. Kau Milikku
50
S2. Permainan Terakhir Kenzo
51
S2. Menekankan Dissa Agar Mencintaiku
52
S2. Menyembunyikan Dissa
53
S2. Jangan Menghalangiku
54
S2. Lepaskan Aku
55
S2. Dissa Terkejut
56
S2. Perkelahian Tak Bisa Dihindarkan
57
S2. Diki Mendapatkan Vaksin
58
S2. Kebaikan Dila
59
S2. Nick Professional
60
S2. POV Diki
61
S2. Dedi Terkejut
62
S2. Perhatian Nick
63
S2. Papa
64
S2. Kenyataan Yang Sebenarnya
65
S2. Diki Adalah Anakmu
66
S2. Dissa Terharu
67
S2. Dissa Mendoakan Kenzo Dengan Tulus
68
S2. Morning Kiss
69
S2. Menemui Diki dan Meminta Maaf
70
S2. Daniel Menyusul Dissa
71
S2. Daniel, Minumlah
72
S2. Dedi Pulang
73
S2. Takdir Diki
74
S2. Dissa Curiga
75
S2. Dedi Terlihat Tua
76
S2. Keputusan Criss
77
S2. Kebosanan Diki
78
S2. Jika Kita Berjodoh
79
S2. Kapan kah Mulai Mencintainya?
80
S2. Sikap Dissa Yang Berlebihan
81
S2. Merawat Diki
82
S2. Menunggu Kedatangan Novi
83
S2. Kejutan
84
S2. Menahan Tawa
85
S2. Memeriksa Dissa
86
S2. Keputusan Novi
87
S2. Kabar Kedatangan Jesika di Indonesia
88
S2. Saran Dedi
89
S2. Kabar Jesika Hamil
90
S2. Dissa Salah Mengambil Paket Barang
91
S2. Membawa Dissa Ke Rumah Sakit
92
S2. Harapan Nick
93
S2. Dissa Kritis
94
S2. Daniel Posesif
95
S2. Menemui Bidan Ratna
96
S2. Mimpi Buruk
97
S2. Obat Penahan Rasa Sakit
98
S2. Nick Terkejut
99
S2. Menolong Jesika
100
S2. Kemarahan Nick
101
S2. Nick Yang Sebenarnya
102
S2. Jesika Keguguran
103
S2. Terima Kasih
104
S2. Melamar Jesika
105
S2. Rencana Acara Pernikahan
106
S2. Kejujuran Diki
107
S2. Satu Minggu
108
S2. Selalu Bersama - Tamat
109
Informasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!