Penyakit Dita

Sementara itu di waktu yang sama, dalam ruang rawat pak Anwar, bapak dari Luna.

Seorang wanita cantik dengan kulit putih, rambut lurus, dan mata bulat, datang ke tempat tersebut.

"Assalamu'ala'ikum, Bu Lilis?" sapa wanita cantik itu.

"Wa'alaikumsalam." Wanita paruh baya itu menengok pada arah pintu. "Eh, Nyonya Dita, silakan masuk!" Lilis mengarahkan Dita agar duduk di sebuah kursi samping ranjang putih tempat suaminya tertidur berbaring.

"Terima kasih, Bu." Dita pun langsung mengambil posisi di tempat yang telah ditunjukkan oleh Lilis.

"Luna, masih di kampusnya, Nyonya! Anak itu belum pulang." Lilis mengira kedatangan Dita ke tempatnya karena ingin bertemu Luna.

Sebagai seorang ibu yang menjadi tempat anaknya berkeluh kesah, Lilis tahu, jika hari ini adalah jatuhnya tenggat waktu yang diberikan oleh Dita untuk Luna membuat keputusan.

"Ah, masalah itu, saya sudah membuat janji temu dengan Luna nanti malam. Sekarang saya sengaja kemari untuk membesuk Pak Anwar." Dita menjawab sambil tersenyum.

"Ouh, begitu. Kalau begitu maaf, ya! Saya tidak punya suguhan apa-apa." Lilis tiba-tiba menjadi serba salah dan canggung ketika orang semacam Dita datang untuk sengaja berkunjung.

"Tidak perlu repot-repot. Sebenarnya, saya juga ingin mengatakan sesuatu pada anda." Dita menatap Lilis yang duduk bersebelahan dengannya.

"Mengatakan apa ya, Nyonya?" tanya Lilis penasaran.

"Ini sebenarnya tentang rahasia yang saya simpan." Dita memulai ceritanya. "Tapi Bu Lilis harus janji tidak menceritakan ini pada siapapun apalagi suami saya. Untuk Luna sendiri, dia sudah tau."

'Apa jangan-jangan masalah penyakit itu?' batin Lilis.

"Sebenarnya, saya memiliki penyakit di dalam rahim saya, Bu! Hal ini yang membuat saya tidak berani untuk hamil." Dita menunduk lesu.

"Penyakit itu adalah kista ovarium dan akhir-akhir ini, kista itu berkembang dan menyebabkan terjadinya endometriosis."

Lilis mendengar cerita Dita dengan seksama, dia memang sudah mendengar jika Dita memiliki penyakit dalam rahimnya, namun saat itu Luna tidak bercerita apa penyakit Dita secara tepatnya.

"Saya berusaha keras menyembunyikan penyakit ini agar suami dan orang terdekat saya tidak tahu." Kali ini Dita mengeluarkan air matanya. Pipi pucat itu menjadi agak memerah karena gejolak emosional pemiliknya.

Lilis mengambil selembar tisu dan memberikannya pada Dita.

"Beberapa tahun terakhir saya mencoba mengobati penyakit ini. Saya berusaha menahan rasa sakit yang ditimbulkan. Namun, keluarga suami saya terus mengharapkan keturunan. Saya tidak tau harus berbuat apa, jika saya memaksakan untuk program hamil, maka itu akan membahayakan nyawa saya." Dita mengiba di hadapan Lilis.

Dan benar saja, air mata Lilis luruh mendengar cerita wanita cantik di depannya ini. "Nyonya yang sabar, ya. Seandainya Luna menjadi istri kedua pak Edric, bagaimana dengan hati dan perasaan Nyonya? Tidak ada wanita yang benar-benar ikhlas diduakan oleh suaminya."

"Saya sudah menyelidiki, Luna wanita baik, Bu. Saya ikhlas jika suami saya memiliki anak dari rahim Luna," jawab Dita menguatkan hatinya.

Lilis termenung sejenak.

"Ah iya, Bu Lilis. Maaf ya, saya sudah harus pergi sekarang." Dita melihat jam dari benda yang melingkar di pergelangan kanannya.

"Iya, maaf saya tidak bisa menjamu apa-apa!"

"Tidak masalah," jawab Dita. "Oh, iya. Ini ada sedikit dari saya, diterima ya Bu!" Dita menyerahkan sebuah amplop ke tangan Lilis.

"Tidak usah repot-repot!" Lilis hendak menolak amplop tersebut namun Dita memaksanya untuk menerima dan langsung pergi.

Dita keluar dengan wajah agak memerah karena habis menangis.

Dia berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan langkah bak seorang model. Tubuhnya yang sintal dengan lekuk bak gitar Spanyol itu berlenggak-lenggok dengan indah sepanjang koridor.

Wanita itu menengadahkan telapak tangannya ke samping. Sang pengawal langsung mengerti, dia langsung memberikan tisu untuk majikannya.

Dita langsung menghapus sisa air mata itu dengan sekali usap, wajah itu pun terlihat segar kembali.

Sisa tisu ia berikan kembali ke pengawal untuk dibuang.

Wajah angkuhnya kembali terpasang, membuat seluruh orang yang berpapasan dengannya menjadi rendah diri.

Terpopuler

Comments

lilies susanto

lilies susanto

kena karma sakit beneran baru tau rasa

2022-08-24

0

Mella Soplantila Tentua Mella

Mella Soplantila Tentua Mella

thor apa benar dita pnya penyakit kista....semangka 😁😁😁😘😘😘💪💪

2022-08-16

0

Indriyani Iin

Indriyani Iin

beneran ga sih Dita punya pnyakit kista?
jngn² cuma modus aja tuh ..
kalo emang bener cuma modus,kesian Luna dan keluarganya 😭

2021-09-02

3

lihat semua
Episodes
1 Syarat
2 Luna dan Dosen Killer
3 Suaminya Adalah Calon Suamiku
4 Pasangan Aneh
5 Hamili Dia
6 Alasan Sebenarnya
7 Usianya Mencurigakan
8 Masih Dilema
9 Tamu Spesial Itu ...
10 Mengapa Sakit Hati?
11 Dekil, Pembuat Susah Hidup Orang
12 Permohonan
13 Konflik Masa Lalu
14 Konflik Masa Lalu 2
15 Jadikan Dia Istri Kedua
16 Jika Gagal, Kita Pisah
17 Belum Memutuskan
18 Keceplosan
19 Keputusan Luna
20 Penyakit Dita
21 Membicarakan Keputusan
22 Harus Resign
23 Sampai Di Apartemen
24 Sampai Di Apartemen 2
25 Terkunci
26 Kunci yang Hilang
27 Tak Usah Ditemani, Aku Hanya Istri Bohongan
28 Edric Bertemu Calon Mertua
29 Meminta Izin
30 Pernikahan
31 SAH
32 Honeymoon
33 Honeymoon 2
34 Suara Kamera Mencurigakan
35 Tidur Seranjang
36 Keringanan
37 Percakapan Di Rooftop
38 Cita-Cita Luna
39 Baik atau Mudah Dimanfaatkan?
40 Merasa Bersalah
41 Berniat Untuk Pulang
42 Istri Pura-Pura yang Tak Dianggap
43 Hal yang Paling Membahagiakan Istri
44 Erotisme Dalam Kamar Mandi
45 Luna Kembali
46 Kunjungan
47 Rasa yang Menggetarkan
48 Menangislah Padaku
49 Ke Dokter Kandungan
50 USG
51 Tidak Jadi USG
52 Diminta Ke Rumah Orang Tua
53 Sindiran Ibu
54 Memilih Ke Apartemen
55 Membuat Getuk Ala Luna
56 Berdua Di Apartemen
57 Mandul?
58 Menghilangkan Jarak Antara Kita
59 Rasa Ingin Menjaga
60 Pesan dari Ibu
61 Memenuhi Undangan
62 Syukuran
63 Syukuran 2
64 Usai Syukuran
65 Kapan Ibu Punya Cucu?
66 Dituduh Mandul
67 Edric Mabuk
68 Edric Mabuk 2
69 Sadar
70 Bicara Berdua
71 Sebelum Berangkat Lagi
72 Senyuman Dosen Killer
73 Dita Minta Maaf
74 Jangan Panggil Pak
75 Jangan Panggil Pak 2
76 Kebahagian Edric, Kegalauan Dita
77 Ancaman Dita
78 Ancaman Dita 2
79 Keegoisan Dita
80 Kelicikan Dita
81 Luna Di Perantauan
82 Luna Di Perantauan 2
83 Kepergian Pak Anwar
84 Hilangnya Luna, Kepanikan Edric
85 Kondisi Luna
86 Berita yang Mulai Tersebar
87 Kekecewaan Sahabat
88 Fitnah Dita
89 Asal-Usul Luna
90 Leo
91 Kesaksian Leo
92 Riona, Tetangga Baru
93 Edric Mempersiapkan Perceraian
94 Keraguan Di Hati Luna
95 Salah Orang
96 Riona yang Penasaran
97 Panti Asuhan Tempat Luna dan Liona dahulu
98 Mengumpulkan Bukti
99 Pergi Ke Rumah Tua
100 Ketegangan Di Rumah Tua
101 Ketegangan Di Rumah Tua 2
102 Dita Berfoya-Foya
103 Dita Berkunjung Ke Rumah Tua
104 Evakuasi Jenazah
105 Antara Luna dan Riona
106 Darah pada Kain Kuning
107 Perceraian Edric dan Dita
108 Kekacauan Di Apartemen
109 Pengakuan Riona
110 Misteri Darah pada Kain Kuning
111 Kepulangan Riona
112 Misteri Darah pada Kain Kuning 2
113 Leo dan Riona
114 Hari Pertama Kembali
115 Kehamilan Luna
116 Ke Rumah Luna
117 Pertemuan
118 Aku Hamil, Mas!
119 Mencari Bukti Lagi
120 Leo Sadar, Dita Sakit
121 Penyakit Dita
122 Dita Depresi
123 Ternyata Leo Tahu
124 Meninggalnya Brian
125 Happy Ending
126 Memaafkan
127 Suamiku Seorang Raja
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Syarat
2
Luna dan Dosen Killer
3
Suaminya Adalah Calon Suamiku
4
Pasangan Aneh
5
Hamili Dia
6
Alasan Sebenarnya
7
Usianya Mencurigakan
8
Masih Dilema
9
Tamu Spesial Itu ...
10
Mengapa Sakit Hati?
11
Dekil, Pembuat Susah Hidup Orang
12
Permohonan
13
Konflik Masa Lalu
14
Konflik Masa Lalu 2
15
Jadikan Dia Istri Kedua
16
Jika Gagal, Kita Pisah
17
Belum Memutuskan
18
Keceplosan
19
Keputusan Luna
20
Penyakit Dita
21
Membicarakan Keputusan
22
Harus Resign
23
Sampai Di Apartemen
24
Sampai Di Apartemen 2
25
Terkunci
26
Kunci yang Hilang
27
Tak Usah Ditemani, Aku Hanya Istri Bohongan
28
Edric Bertemu Calon Mertua
29
Meminta Izin
30
Pernikahan
31
SAH
32
Honeymoon
33
Honeymoon 2
34
Suara Kamera Mencurigakan
35
Tidur Seranjang
36
Keringanan
37
Percakapan Di Rooftop
38
Cita-Cita Luna
39
Baik atau Mudah Dimanfaatkan?
40
Merasa Bersalah
41
Berniat Untuk Pulang
42
Istri Pura-Pura yang Tak Dianggap
43
Hal yang Paling Membahagiakan Istri
44
Erotisme Dalam Kamar Mandi
45
Luna Kembali
46
Kunjungan
47
Rasa yang Menggetarkan
48
Menangislah Padaku
49
Ke Dokter Kandungan
50
USG
51
Tidak Jadi USG
52
Diminta Ke Rumah Orang Tua
53
Sindiran Ibu
54
Memilih Ke Apartemen
55
Membuat Getuk Ala Luna
56
Berdua Di Apartemen
57
Mandul?
58
Menghilangkan Jarak Antara Kita
59
Rasa Ingin Menjaga
60
Pesan dari Ibu
61
Memenuhi Undangan
62
Syukuran
63
Syukuran 2
64
Usai Syukuran
65
Kapan Ibu Punya Cucu?
66
Dituduh Mandul
67
Edric Mabuk
68
Edric Mabuk 2
69
Sadar
70
Bicara Berdua
71
Sebelum Berangkat Lagi
72
Senyuman Dosen Killer
73
Dita Minta Maaf
74
Jangan Panggil Pak
75
Jangan Panggil Pak 2
76
Kebahagian Edric, Kegalauan Dita
77
Ancaman Dita
78
Ancaman Dita 2
79
Keegoisan Dita
80
Kelicikan Dita
81
Luna Di Perantauan
82
Luna Di Perantauan 2
83
Kepergian Pak Anwar
84
Hilangnya Luna, Kepanikan Edric
85
Kondisi Luna
86
Berita yang Mulai Tersebar
87
Kekecewaan Sahabat
88
Fitnah Dita
89
Asal-Usul Luna
90
Leo
91
Kesaksian Leo
92
Riona, Tetangga Baru
93
Edric Mempersiapkan Perceraian
94
Keraguan Di Hati Luna
95
Salah Orang
96
Riona yang Penasaran
97
Panti Asuhan Tempat Luna dan Liona dahulu
98
Mengumpulkan Bukti
99
Pergi Ke Rumah Tua
100
Ketegangan Di Rumah Tua
101
Ketegangan Di Rumah Tua 2
102
Dita Berfoya-Foya
103
Dita Berkunjung Ke Rumah Tua
104
Evakuasi Jenazah
105
Antara Luna dan Riona
106
Darah pada Kain Kuning
107
Perceraian Edric dan Dita
108
Kekacauan Di Apartemen
109
Pengakuan Riona
110
Misteri Darah pada Kain Kuning
111
Kepulangan Riona
112
Misteri Darah pada Kain Kuning 2
113
Leo dan Riona
114
Hari Pertama Kembali
115
Kehamilan Luna
116
Ke Rumah Luna
117
Pertemuan
118
Aku Hamil, Mas!
119
Mencari Bukti Lagi
120
Leo Sadar, Dita Sakit
121
Penyakit Dita
122
Dita Depresi
123
Ternyata Leo Tahu
124
Meninggalnya Brian
125
Happy Ending
126
Memaafkan
127
Suamiku Seorang Raja

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!