Konflik Masa Lalu 2

"Tidak bisakah kamu untuk tidak membahasnya sekarang? Kamu hanya perlu diam sayang, biar aku yang mengerjakan semuanya!" ujar Edric sambil meninggalkan tanda di bahu Dita yang terbuka.

"Eeeuungh." Dita melenguh karena sentuhan yang diberikan Edric. "Tapi kau harus janji!"

"Apa itu?" tanya Edric sambil tetap mencumbu pada istrinya.

"Kau harus mau tes kesuburan besok di rumah sakit." Dita memberikan syarat.

"Fine sayang, apapun itu untuk bercinta denganmu malam ini." Edric sudah bergelut dengan gairah, nafsunya sudah tak bisa ia tahan lagi dan harus segera dituntaskan saat itu juga.

Hampir dua jam mereka melakukan aktivitas panas yang sarat akan birahi. Mereka berdua pun bermandikan peluh sisa percintaan berdua. Dan akhirnya keduanya tertidur pulas dengan saling berpelukan.

Edric mengedarkan pandangan ke luar jendela dari ruang kantornya. Ia selalu merasakan rindu setiap dirinya mengingat Dita. Betapa wanita itu sangat dipujanya, hanya Dita yang mampu menggetarkan seluruh raga hingga merasuk ke dalam sukmanya.

Pria dengan tubuh atletis itu pun kembali duduk di kursinya. Ia membuka laci meja kerjanya dan mengambil sebuah map coklat dari dalamnya.

"Sebenarnya, apa yang kau inginkan dari pemeriksaan ini?" gumam Edric sambil memandangi map dengan logo rumah sakit tersebut.

Edric membuka kembali surat keterangan yang berada di dalamnya. Surat yang mereka buat lima tahun lalu dan mereka dapatkan dari dokter spesialis kesuburan.

Dalam surat tersebut dinyatakan jika keduanya memiliki kesuburan yang baik dan tidak ada satu pun di antara mereka yang memiliki masalah infertilitas.

Hanya saja, lagi-lagi masalah ini kembali pada Tuhan Yang Maha Esa yang memberi kehidupan. 'Seandainya keluargaku tidak mempermasalahkan keturunan dari kami, mungkin aku tidak perlu melibatkan orang lain dalam rumah tangga ini.' Edric merenungi jalan rumah tangganya.

Sebuah getaran terdengar dari saku celana Edric, ponselnya menerima panggilan. Pria itu pun segera mengambil dan mengangkatnya.

"Halo sweetheart?" Sapa Edric pada orang yang meneleponnya, siapa lagi jika bukan Dita.

"Bagaimana sayang? Sudah bertemu Luna?"

"Aku sudah berbicara dengan Luna, sesuai dengan permintaanmu."

"Bukan permintaanku seorang sayang, ini juga demi kelancaran rencana kita. Kau sudah membuatnya menyetujui tawaran kita?"

"Emmm, ya ... sepertinya sudah."

"Ah, kau terdengar meragukan."

"Maafkan aku, Sayang."

"Sudahlah, kita bahas lagi nanti. Bisakah kau jemput aku sekarang?"

"Kau masih meeting di kantormu?"

"Aku sudah selesai, kau mau makan siang bersama?"

"Itu yang selalu kutunggu, sweetheart."

"Aku tutup teleponnya, ya!"

Mereka pun mengakhiri panggilan itu. Edric pun bergegas untuk segera menjemput istrinya yang baru selesai mengadakan pertemuan di kantornya.

Dita adalah seorang wanita pebisnis. Perusahaan yang ia miliki merupakan warisan dari Hendro, almarhum suaminya yang sangat kaya raya.

Bahkan rumah sakit tempat bapak Luna dirawat juga merupakan salah satu bagian dari kekayaannya.

Hendro sudah tidak memiliki orang tua, dia juga tidak memiliki saudara kandung. Sehingga semua aset milik Hendro dikuasai oleh Dita, sesuai dengat surat wasiat yang dibuat oleh pria itu sebelum meninggal.

Namun, meskipun Dita memiliki banyak kekayaan dari mantan suaminya itu, Edric tidak ingin aji mumpung memanfaatkan kekayaan istrinya.

Edric tetap menghormati Dita yang ingin mengelola bisnis warisan tersebut. Sementara Edric tetap pada cita-citanya sejak dulu, yakni menjadi dosen kimia di salah satu universitas ternama di ibu kota.

Edric memarkirkan mobilnya di parkiran gedung perusahaan milik Dita. Pria itu pun mengirim pesan pada istrinya.

[Sweetheart, aku sudah sampai. Turunlah!]

***

Bersambung ...

Terpopuler

Comments

lilies susanto

lilies susanto

janda tajir tapi menyebalkan,

2022-08-24

1

lihat semua
Episodes
1 Syarat
2 Luna dan Dosen Killer
3 Suaminya Adalah Calon Suamiku
4 Pasangan Aneh
5 Hamili Dia
6 Alasan Sebenarnya
7 Usianya Mencurigakan
8 Masih Dilema
9 Tamu Spesial Itu ...
10 Mengapa Sakit Hati?
11 Dekil, Pembuat Susah Hidup Orang
12 Permohonan
13 Konflik Masa Lalu
14 Konflik Masa Lalu 2
15 Jadikan Dia Istri Kedua
16 Jika Gagal, Kita Pisah
17 Belum Memutuskan
18 Keceplosan
19 Keputusan Luna
20 Penyakit Dita
21 Membicarakan Keputusan
22 Harus Resign
23 Sampai Di Apartemen
24 Sampai Di Apartemen 2
25 Terkunci
26 Kunci yang Hilang
27 Tak Usah Ditemani, Aku Hanya Istri Bohongan
28 Edric Bertemu Calon Mertua
29 Meminta Izin
30 Pernikahan
31 SAH
32 Honeymoon
33 Honeymoon 2
34 Suara Kamera Mencurigakan
35 Tidur Seranjang
36 Keringanan
37 Percakapan Di Rooftop
38 Cita-Cita Luna
39 Baik atau Mudah Dimanfaatkan?
40 Merasa Bersalah
41 Berniat Untuk Pulang
42 Istri Pura-Pura yang Tak Dianggap
43 Hal yang Paling Membahagiakan Istri
44 Erotisme Dalam Kamar Mandi
45 Luna Kembali
46 Kunjungan
47 Rasa yang Menggetarkan
48 Menangislah Padaku
49 Ke Dokter Kandungan
50 USG
51 Tidak Jadi USG
52 Diminta Ke Rumah Orang Tua
53 Sindiran Ibu
54 Memilih Ke Apartemen
55 Membuat Getuk Ala Luna
56 Berdua Di Apartemen
57 Mandul?
58 Menghilangkan Jarak Antara Kita
59 Rasa Ingin Menjaga
60 Pesan dari Ibu
61 Memenuhi Undangan
62 Syukuran
63 Syukuran 2
64 Usai Syukuran
65 Kapan Ibu Punya Cucu?
66 Dituduh Mandul
67 Edric Mabuk
68 Edric Mabuk 2
69 Sadar
70 Bicara Berdua
71 Sebelum Berangkat Lagi
72 Senyuman Dosen Killer
73 Dita Minta Maaf
74 Jangan Panggil Pak
75 Jangan Panggil Pak 2
76 Kebahagian Edric, Kegalauan Dita
77 Ancaman Dita
78 Ancaman Dita 2
79 Keegoisan Dita
80 Kelicikan Dita
81 Luna Di Perantauan
82 Luna Di Perantauan 2
83 Kepergian Pak Anwar
84 Hilangnya Luna, Kepanikan Edric
85 Kondisi Luna
86 Berita yang Mulai Tersebar
87 Kekecewaan Sahabat
88 Fitnah Dita
89 Asal-Usul Luna
90 Leo
91 Kesaksian Leo
92 Riona, Tetangga Baru
93 Edric Mempersiapkan Perceraian
94 Keraguan Di Hati Luna
95 Salah Orang
96 Riona yang Penasaran
97 Panti Asuhan Tempat Luna dan Liona dahulu
98 Mengumpulkan Bukti
99 Pergi Ke Rumah Tua
100 Ketegangan Di Rumah Tua
101 Ketegangan Di Rumah Tua 2
102 Dita Berfoya-Foya
103 Dita Berkunjung Ke Rumah Tua
104 Evakuasi Jenazah
105 Antara Luna dan Riona
106 Darah pada Kain Kuning
107 Perceraian Edric dan Dita
108 Kekacauan Di Apartemen
109 Pengakuan Riona
110 Misteri Darah pada Kain Kuning
111 Kepulangan Riona
112 Misteri Darah pada Kain Kuning 2
113 Leo dan Riona
114 Hari Pertama Kembali
115 Kehamilan Luna
116 Ke Rumah Luna
117 Pertemuan
118 Aku Hamil, Mas!
119 Mencari Bukti Lagi
120 Leo Sadar, Dita Sakit
121 Penyakit Dita
122 Dita Depresi
123 Ternyata Leo Tahu
124 Meninggalnya Brian
125 Happy Ending
126 Memaafkan
127 Suamiku Seorang Raja
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Syarat
2
Luna dan Dosen Killer
3
Suaminya Adalah Calon Suamiku
4
Pasangan Aneh
5
Hamili Dia
6
Alasan Sebenarnya
7
Usianya Mencurigakan
8
Masih Dilema
9
Tamu Spesial Itu ...
10
Mengapa Sakit Hati?
11
Dekil, Pembuat Susah Hidup Orang
12
Permohonan
13
Konflik Masa Lalu
14
Konflik Masa Lalu 2
15
Jadikan Dia Istri Kedua
16
Jika Gagal, Kita Pisah
17
Belum Memutuskan
18
Keceplosan
19
Keputusan Luna
20
Penyakit Dita
21
Membicarakan Keputusan
22
Harus Resign
23
Sampai Di Apartemen
24
Sampai Di Apartemen 2
25
Terkunci
26
Kunci yang Hilang
27
Tak Usah Ditemani, Aku Hanya Istri Bohongan
28
Edric Bertemu Calon Mertua
29
Meminta Izin
30
Pernikahan
31
SAH
32
Honeymoon
33
Honeymoon 2
34
Suara Kamera Mencurigakan
35
Tidur Seranjang
36
Keringanan
37
Percakapan Di Rooftop
38
Cita-Cita Luna
39
Baik atau Mudah Dimanfaatkan?
40
Merasa Bersalah
41
Berniat Untuk Pulang
42
Istri Pura-Pura yang Tak Dianggap
43
Hal yang Paling Membahagiakan Istri
44
Erotisme Dalam Kamar Mandi
45
Luna Kembali
46
Kunjungan
47
Rasa yang Menggetarkan
48
Menangislah Padaku
49
Ke Dokter Kandungan
50
USG
51
Tidak Jadi USG
52
Diminta Ke Rumah Orang Tua
53
Sindiran Ibu
54
Memilih Ke Apartemen
55
Membuat Getuk Ala Luna
56
Berdua Di Apartemen
57
Mandul?
58
Menghilangkan Jarak Antara Kita
59
Rasa Ingin Menjaga
60
Pesan dari Ibu
61
Memenuhi Undangan
62
Syukuran
63
Syukuran 2
64
Usai Syukuran
65
Kapan Ibu Punya Cucu?
66
Dituduh Mandul
67
Edric Mabuk
68
Edric Mabuk 2
69
Sadar
70
Bicara Berdua
71
Sebelum Berangkat Lagi
72
Senyuman Dosen Killer
73
Dita Minta Maaf
74
Jangan Panggil Pak
75
Jangan Panggil Pak 2
76
Kebahagian Edric, Kegalauan Dita
77
Ancaman Dita
78
Ancaman Dita 2
79
Keegoisan Dita
80
Kelicikan Dita
81
Luna Di Perantauan
82
Luna Di Perantauan 2
83
Kepergian Pak Anwar
84
Hilangnya Luna, Kepanikan Edric
85
Kondisi Luna
86
Berita yang Mulai Tersebar
87
Kekecewaan Sahabat
88
Fitnah Dita
89
Asal-Usul Luna
90
Leo
91
Kesaksian Leo
92
Riona, Tetangga Baru
93
Edric Mempersiapkan Perceraian
94
Keraguan Di Hati Luna
95
Salah Orang
96
Riona yang Penasaran
97
Panti Asuhan Tempat Luna dan Liona dahulu
98
Mengumpulkan Bukti
99
Pergi Ke Rumah Tua
100
Ketegangan Di Rumah Tua
101
Ketegangan Di Rumah Tua 2
102
Dita Berfoya-Foya
103
Dita Berkunjung Ke Rumah Tua
104
Evakuasi Jenazah
105
Antara Luna dan Riona
106
Darah pada Kain Kuning
107
Perceraian Edric dan Dita
108
Kekacauan Di Apartemen
109
Pengakuan Riona
110
Misteri Darah pada Kain Kuning
111
Kepulangan Riona
112
Misteri Darah pada Kain Kuning 2
113
Leo dan Riona
114
Hari Pertama Kembali
115
Kehamilan Luna
116
Ke Rumah Luna
117
Pertemuan
118
Aku Hamil, Mas!
119
Mencari Bukti Lagi
120
Leo Sadar, Dita Sakit
121
Penyakit Dita
122
Dita Depresi
123
Ternyata Leo Tahu
124
Meninggalnya Brian
125
Happy Ending
126
Memaafkan
127
Suamiku Seorang Raja

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!