Keputusan Luna

Luna dan Edric masih saling terdiam, okeduanya sama-sama belum mengeluarkan suara.

Usai perkuliahan tadi, Luna dipanggil ke ruangan Edric. Namun sudah beberapa menit Luna berada di ruangan ini, bahkan Edric si dosen killer itu sama sekali belum mengatakan apa maksudnya memanggil Luna kemari.

Tik tik tik

Suara jarum jam berdetik

Sret sret sret

Suara kertas yang dibolak-balik karena Edric sedang memeriksa resume yang dibuat mahasiswanya.

"Pak, maafin Luna, Pak! Saya tadi tidak sengaja keceplosan. Tapi, saya tidak berniat untuk membocorkan rahasia kita, Pak. Sungguh!" Luna mengacungkan dua jarinya. Namun Edric masih berkutat pada kertas-kertas di hadapannya, dan tak menggubris Luna.

'Kalau masih sibuk kenapa harus panggil orang lain, sih? Gak tau apa, kalau orang juga punya kesibukan, bukan cuma dia saja." Luna menggerutu dalam hatinya.

Tak lama kemudian.

Treek

Akhirnya Edric menekan tuas pulpen sehingga ujung pena tersebut masuk pada wadahnya. Pria berwajah tampan nan serius itu pun menyimpan pulpennya dalam saku kemeja.

"Huuuuft." Edric menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.

"Jadi, bagaimana keputusanmu Luna? Kau tau kan, hari ini kau harus bertemu istriku dan menjelaskan keputusanmu." Edric menatap pada Luna.

Gadis dengan rambut terkuncir itu masih menunduk, ia menganggukkan kepala sebagai jawaban atas pertanyaan Edric.

"Sudah punya jawabannya?" tanya Edric lagi.

"Sudah!"

"Bagaimana jawabanmu?"

"Saya akan membantu Pak Edric dan nyonya Dita." Luna menjawab tegas dan penuh keraguan.

"Apa yang membuatmu begitu yakin menerima tawaran ini?" Edric malah terlihat ragu pada Luna.

"Ya, saya akui. Saya butuh uang yang ditawarkan nyonya Dita untuk saya dan keluarga, namun saya juga punya hati. Sebagai sesama perempuan, saya ingin membantu nyonya Dita. Meskipun saya tidak pernah mengalaminya, tapi saya mengerti apa yang nyonya Dita rasakan." Bola mata Luna yang bening itu memancarkan ketulusan.

Luna merasa iba, di kala mendengar Dita memiliki penyakit yang akan merenggut nyawanya. Gadis itu memiliki sifat yang mudah merasa tidak tega pada orang lain. Luna merasakan cinta Dita pada Edric sangat tulus, hanya saja Dita harus memperlihatkan sikap kuat di hadapan Edric agar pria itu tak curiga dengan penyakit yang diderita oleh Dita.

Bagi Luna, itu adalah pengorbanan yang luar biasa.

Edric melihat Luna yang memancarkan ketulusan dari ekspresi wajah gadis itu. 'Iba dengan kondisi Dita, apa maksudnya?' batin Edric. 'Apa Luna tahu, masalah Dita dengan keluargaku? Apa itu yang menyebabkan Luna iba pada Dita?' Edric bertanya-tanya.

"Maksudmu?" Edric mencoba mengonfirmasi dugaannya.

"Pak Edric tidak perlu tahu, ini urusan perempuan." Senyum Luna mengiringi perkataannya, hal itu membuat Edric terkesiap. Apalagi lesung di pipi kiri Luna menambah manis wajah tersebut.

Edric segera mengalihkan pandangannya. "Hmmm, baiklah. Aku harap kau tidak menyesal dengan keputusan yang kau ambil. Dan aku mohon, jaga rahasia kita yang merencanakan program bayi tabung!" balas Edric sambil melihat ke jendela.

"Iya, Pak! Saya akan menjaga rahasia ini dari nyonya Dita."

"Pergilah!"

Luna pun berbalik dan hendak meninggalkan ruangan tersebut. Namun tiba-tiba ..., "Luna!" Edric memanggil kembali.

"I-iya, Pak?" Luna menghentinkan langkah dan kembali menghadap Edric. "Ada apa, Pak?"

"Tugasmu? Apa kau tidak berniat mengumpulkannya?" ujar Edric dengan suara bariton nan dinginnya.

"Ah, eh ... iya Pak! Maaf saya lupa." Luna pun mengeluarkan buku tugasnya, dan mengambil selembar kertas polio yang terselip di dalamnya.

Dengan langkah canggung Luna mendekati meja Edric dan meletakkan kertas tersebut.

"Hmm, pergilah!" Edric mengambil kertas tersebut.

'Sekali dekil tetap dekil!'

Terpopuler

Comments

Dina Hafana

Dina Hafana

Luna bisa lebih sopan apalagi sama dosen. Anggap wali orang tua. Katain dosen termasuk tdk beretika, apalagi dengan kemampuan yg biasa2

2021-03-03

3

Sri Mawardi

Sri Mawardi

yg ku tau kalau dekil tu ,uda jelek item jorok lagi iru baru dekil

2021-02-14

0

Amira Adzkia

Amira Adzkia

dekil kenapa kok panggil dekil ya thor🤔

2021-02-05

0

lihat semua
Episodes
1 Syarat
2 Luna dan Dosen Killer
3 Suaminya Adalah Calon Suamiku
4 Pasangan Aneh
5 Hamili Dia
6 Alasan Sebenarnya
7 Usianya Mencurigakan
8 Masih Dilema
9 Tamu Spesial Itu ...
10 Mengapa Sakit Hati?
11 Dekil, Pembuat Susah Hidup Orang
12 Permohonan
13 Konflik Masa Lalu
14 Konflik Masa Lalu 2
15 Jadikan Dia Istri Kedua
16 Jika Gagal, Kita Pisah
17 Belum Memutuskan
18 Keceplosan
19 Keputusan Luna
20 Penyakit Dita
21 Membicarakan Keputusan
22 Harus Resign
23 Sampai Di Apartemen
24 Sampai Di Apartemen 2
25 Terkunci
26 Kunci yang Hilang
27 Tak Usah Ditemani, Aku Hanya Istri Bohongan
28 Edric Bertemu Calon Mertua
29 Meminta Izin
30 Pernikahan
31 SAH
32 Honeymoon
33 Honeymoon 2
34 Suara Kamera Mencurigakan
35 Tidur Seranjang
36 Keringanan
37 Percakapan Di Rooftop
38 Cita-Cita Luna
39 Baik atau Mudah Dimanfaatkan?
40 Merasa Bersalah
41 Berniat Untuk Pulang
42 Istri Pura-Pura yang Tak Dianggap
43 Hal yang Paling Membahagiakan Istri
44 Erotisme Dalam Kamar Mandi
45 Luna Kembali
46 Kunjungan
47 Rasa yang Menggetarkan
48 Menangislah Padaku
49 Ke Dokter Kandungan
50 USG
51 Tidak Jadi USG
52 Diminta Ke Rumah Orang Tua
53 Sindiran Ibu
54 Memilih Ke Apartemen
55 Membuat Getuk Ala Luna
56 Berdua Di Apartemen
57 Mandul?
58 Menghilangkan Jarak Antara Kita
59 Rasa Ingin Menjaga
60 Pesan dari Ibu
61 Memenuhi Undangan
62 Syukuran
63 Syukuran 2
64 Usai Syukuran
65 Kapan Ibu Punya Cucu?
66 Dituduh Mandul
67 Edric Mabuk
68 Edric Mabuk 2
69 Sadar
70 Bicara Berdua
71 Sebelum Berangkat Lagi
72 Senyuman Dosen Killer
73 Dita Minta Maaf
74 Jangan Panggil Pak
75 Jangan Panggil Pak 2
76 Kebahagian Edric, Kegalauan Dita
77 Ancaman Dita
78 Ancaman Dita 2
79 Keegoisan Dita
80 Kelicikan Dita
81 Luna Di Perantauan
82 Luna Di Perantauan 2
83 Kepergian Pak Anwar
84 Hilangnya Luna, Kepanikan Edric
85 Kondisi Luna
86 Berita yang Mulai Tersebar
87 Kekecewaan Sahabat
88 Fitnah Dita
89 Asal-Usul Luna
90 Leo
91 Kesaksian Leo
92 Riona, Tetangga Baru
93 Edric Mempersiapkan Perceraian
94 Keraguan Di Hati Luna
95 Salah Orang
96 Riona yang Penasaran
97 Panti Asuhan Tempat Luna dan Liona dahulu
98 Mengumpulkan Bukti
99 Pergi Ke Rumah Tua
100 Ketegangan Di Rumah Tua
101 Ketegangan Di Rumah Tua 2
102 Dita Berfoya-Foya
103 Dita Berkunjung Ke Rumah Tua
104 Evakuasi Jenazah
105 Antara Luna dan Riona
106 Darah pada Kain Kuning
107 Perceraian Edric dan Dita
108 Kekacauan Di Apartemen
109 Pengakuan Riona
110 Misteri Darah pada Kain Kuning
111 Kepulangan Riona
112 Misteri Darah pada Kain Kuning 2
113 Leo dan Riona
114 Hari Pertama Kembali
115 Kehamilan Luna
116 Ke Rumah Luna
117 Pertemuan
118 Aku Hamil, Mas!
119 Mencari Bukti Lagi
120 Leo Sadar, Dita Sakit
121 Penyakit Dita
122 Dita Depresi
123 Ternyata Leo Tahu
124 Meninggalnya Brian
125 Happy Ending
126 Memaafkan
127 Suamiku Seorang Raja
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Syarat
2
Luna dan Dosen Killer
3
Suaminya Adalah Calon Suamiku
4
Pasangan Aneh
5
Hamili Dia
6
Alasan Sebenarnya
7
Usianya Mencurigakan
8
Masih Dilema
9
Tamu Spesial Itu ...
10
Mengapa Sakit Hati?
11
Dekil, Pembuat Susah Hidup Orang
12
Permohonan
13
Konflik Masa Lalu
14
Konflik Masa Lalu 2
15
Jadikan Dia Istri Kedua
16
Jika Gagal, Kita Pisah
17
Belum Memutuskan
18
Keceplosan
19
Keputusan Luna
20
Penyakit Dita
21
Membicarakan Keputusan
22
Harus Resign
23
Sampai Di Apartemen
24
Sampai Di Apartemen 2
25
Terkunci
26
Kunci yang Hilang
27
Tak Usah Ditemani, Aku Hanya Istri Bohongan
28
Edric Bertemu Calon Mertua
29
Meminta Izin
30
Pernikahan
31
SAH
32
Honeymoon
33
Honeymoon 2
34
Suara Kamera Mencurigakan
35
Tidur Seranjang
36
Keringanan
37
Percakapan Di Rooftop
38
Cita-Cita Luna
39
Baik atau Mudah Dimanfaatkan?
40
Merasa Bersalah
41
Berniat Untuk Pulang
42
Istri Pura-Pura yang Tak Dianggap
43
Hal yang Paling Membahagiakan Istri
44
Erotisme Dalam Kamar Mandi
45
Luna Kembali
46
Kunjungan
47
Rasa yang Menggetarkan
48
Menangislah Padaku
49
Ke Dokter Kandungan
50
USG
51
Tidak Jadi USG
52
Diminta Ke Rumah Orang Tua
53
Sindiran Ibu
54
Memilih Ke Apartemen
55
Membuat Getuk Ala Luna
56
Berdua Di Apartemen
57
Mandul?
58
Menghilangkan Jarak Antara Kita
59
Rasa Ingin Menjaga
60
Pesan dari Ibu
61
Memenuhi Undangan
62
Syukuran
63
Syukuran 2
64
Usai Syukuran
65
Kapan Ibu Punya Cucu?
66
Dituduh Mandul
67
Edric Mabuk
68
Edric Mabuk 2
69
Sadar
70
Bicara Berdua
71
Sebelum Berangkat Lagi
72
Senyuman Dosen Killer
73
Dita Minta Maaf
74
Jangan Panggil Pak
75
Jangan Panggil Pak 2
76
Kebahagian Edric, Kegalauan Dita
77
Ancaman Dita
78
Ancaman Dita 2
79
Keegoisan Dita
80
Kelicikan Dita
81
Luna Di Perantauan
82
Luna Di Perantauan 2
83
Kepergian Pak Anwar
84
Hilangnya Luna, Kepanikan Edric
85
Kondisi Luna
86
Berita yang Mulai Tersebar
87
Kekecewaan Sahabat
88
Fitnah Dita
89
Asal-Usul Luna
90
Leo
91
Kesaksian Leo
92
Riona, Tetangga Baru
93
Edric Mempersiapkan Perceraian
94
Keraguan Di Hati Luna
95
Salah Orang
96
Riona yang Penasaran
97
Panti Asuhan Tempat Luna dan Liona dahulu
98
Mengumpulkan Bukti
99
Pergi Ke Rumah Tua
100
Ketegangan Di Rumah Tua
101
Ketegangan Di Rumah Tua 2
102
Dita Berfoya-Foya
103
Dita Berkunjung Ke Rumah Tua
104
Evakuasi Jenazah
105
Antara Luna dan Riona
106
Darah pada Kain Kuning
107
Perceraian Edric dan Dita
108
Kekacauan Di Apartemen
109
Pengakuan Riona
110
Misteri Darah pada Kain Kuning
111
Kepulangan Riona
112
Misteri Darah pada Kain Kuning 2
113
Leo dan Riona
114
Hari Pertama Kembali
115
Kehamilan Luna
116
Ke Rumah Luna
117
Pertemuan
118
Aku Hamil, Mas!
119
Mencari Bukti Lagi
120
Leo Sadar, Dita Sakit
121
Penyakit Dita
122
Dita Depresi
123
Ternyata Leo Tahu
124
Meninggalnya Brian
125
Happy Ending
126
Memaafkan
127
Suamiku Seorang Raja

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!