"Pokoknya aku tidak mau tau, Edric. Kamu harus bisa menghamili Luna!" tegas Dita.
"Kamu sudah kehilangan akal sehatmu, Dita!" Edric menatap penuh amarah pada istrinya, dia pun menyambar kunci mobil yang ia letakkan di atas meja.
Bunyi gemerincing itu mengiringi kepergian Edric bersamaan dengan gebrakkan pintu.
Luna agak terperanjat mendengar suara pintu yang dibanting, namun lain halnya dengan Dita. Wanita itu tampak santai, dan hanya tersenyum ringan.
"Sudahlah, jangan pedulikan dia." Dita benar-benar bisa mengatur ketenangannya, apa mereka ini suami istri sungguhan? Semua yang melihat drama ini pasti berpikir demikian, termasuk Luna.
"Luna, seandainya kau tau, aku ini sudah berusia 48 tahun. Aku sudah terlalu tua untuk hamil. Sementara Edric, dia masih muda usia kami terpaut tiga belas tahun. Pernikahan kami sendiri sudah berjalan hingga lima belas tahun, kebersamaan kami tidak sebentar, bukan?" Dita berbicara pada Luna dengan intonasi yang sangat teratur, suaranya terdengar tenang kali ini.
Berbeda dengan saat ia berbicara dengan Edric tadi, wajah yang penuh amarah, mata yang menatap nyalang dan sangat tajam. Seakan ia sangat membenci usulan Edric yang ingin menggagalkan rencana ini. Sebenarnya apa yang terjadi dengan pernikahan mereka? Batin Luna terus bertanya-tanya.
Tapi yang lebih mengherankan dalam pikiran Luna yaitu, 'Apa benar nyonya Dita sudah setua itu? Dia terlihat berusia tiga puluh tahunan!'
"Selain karena usia, sebenarnya ada satu hal lagi. Saya akan ceritakan padamu, tapi kau harus berjanji untuk tidak membocorkannya pada Edric atau siapapun itu. Kau sanggup?" tanya Dita.
"I-iya Nyonya!" Luna hanya bisa mengangguk.
"Aku memiliki penyakit yang tak bisa disembuhkan dalam rahimku, jika aku hamil maka itu akan membahayakan nyawaku." Dita berkata dengan suara yang lebih pelan, bahkan cenderung berbisik.
"Kau mengerti 'kan, sekarang? Mengapa aku memintamu menjadi istri kedua Edric?" tanya Dita lagi.
Luna mengangguk. "Tapi, Nyonya ...?" Luna ragu untuk melanjutkan kalimatnya.
"Apa?" ujar Dita sambil menyesap secangkir teh hijau dengan aroma mint.
"Emmm ... mengapa ... mengapa ... harus saya? Mengapa Nyonya tidak meminta wanita lain yang lebih pantas, lebih matang? Nyonya tahu sendiri ... sa-saya masih ku-kuliah," jawab Luna agak gugup.
"Karena kamu yang paling pantas, Luna. Aku sudah mengamati semua wanita yang berada di dekat Edric. Termasuk kamu sebagai mahasiswanya. Aku tau, kamu membenci suamiku karena dia sering menghukum dirimu dan memberi nilai jelek padamu. Itu alasan pertamaku, kamu benci suamiku, kamu tidak mungkin jatuh cinta padanya, benar kan?" Dita tersenyum penuh arti ke arah Luna.
"Dan yang kedua, karena aku melihat kamu butuh uang untuk kuliah, dan untuk orang tuamu. Jadi ini win win solution, bukan?" lanjut Dita lagi.
Luna terdiam sejenak.
"Lalu, bagaimana jika pak Edric menolak saya. Atau dia menginginkan wanita yang lain, mungkin?" tanya Luna lagi.
"Edric itu urusanku, Luna!" Dita memasang wajah dingin seperti sebelumnya.
Daripada seperti seorang istri yang patuh pada suami, pasangan Dita-Edric ini lebih terlihat seperti seorang ibu yang mengatur anaknya.
"Ah, iya. Nyonya, maaf bila saya lancang. Apa benar nyonya berusia 48 tahun?" tanya Luna memberanikan diri.
"Hahaha, semua orang menanyakan itu. Tentu betul sekali, mungkin jika melihat penampilanku, orang tidak akan percaya. Aku melakukan beberapa treatment di Korea. Bahkan, wajah ini juga yang membuat Edric jatuh cinta padaku."
***
Bersambung ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Adreena
Nanti saat Luna hamil...eldric sudah jatuh cinta sama Luna...Dita di lepas
2023-03-05
0
Faridah Hassan
ni
2023-01-06
0
lilies susanto
pantesan lucinta Luna ikut2 oplas😅,terinspirasi dari baca novel😅
2022-08-23
0