Luna dan Dosen Killer

Hati yang gelisah itu ia bawa saat belajar di kampus. Pembelajaran saat kuliah pun menjadi tidak fokus karena tawaran aneh dari seorang wanita yang baru di kenal oleh Luna.

"Aku diminta menikah dengan suaminya?" gumam Luna.

"Menikah dengan suami siapa, Lun?" tanya Rina, teman kuliah Luna.

"Ah, nggak! Nggak nikah sama suami siapa-siapa kok." Luna berusaha menyangkal kata-katanya yang tak sengaja ia katakan saat melamun barusan.

Rina memberingsut. "Ya sudah, kukira kamu yang mau menikah. Hahaha!" Rina menertawakan kawannya.

"Selamat pagi! Fessenden bab senyawa aromatis. Pagi ini, semua sudah buat resumenya?" Tanpa basa-basi, seorang dosen dengan perawakan jangkung dan tubuh agak berisi, masuk ke kelas tersebut lalu menagih tugas yanh diberikan pada mahasiswanya minggu lalu.

"What? Gue lupa,"

"Untung, udah ngerjain, ngasal sih,"

"Iiiish, inget aja sih tu dosen,"

Para mahasiswa saling berbisik satu sama lain, mereka mengeluh akan sikap ke-killer-an dosen yang satu ini.

"Rin ...? Kamu udah?" Luna melirik pada temannya.

"Udah, kenapa? Jangan bilang kamu belum?" selidik Rina.

Bersamaan dengan pertanyaan Rina yang diungkapkan sambil bisik-bisik itu, sang dosen juga bertanya pada mahasiswanya. "Yang belum, ngacung!" Suaranya sedingin es, seakan mengeluarkan uap dari mulutnya setiap kali ia berucap.

Tanpa menjawab pertanyaan Rina, Luna mengacungkan tangannya bersama dengan satu orang mahasiswa yang lain.

Rina menyebikkan bibirnya.

"Hmmmm, si Luna! Aku mah udah kapok dapet D tahun lalu, makanya sekarang nyoba lebih giat lagi, eeeh si Oneng Loneng malah sengaja." Rina berbisik sambil memutar bola matanya.

Luna tidak memedulikan perkataan Rina yang sedang mengoceh. Dia pun mengikuti instruksi dari dosen killer itu untuk keluar dari ruang kelas dan membuat resume dengan segera. Sungguh sial!

"Dekil!" umpat Luna begitu ia keluar kelas. Ia langsung duduk di sisi koridor sebelah pintu kelasnya.

"Dekil?" ucap salah seorang teman yang juga sedang dihukum seperti Luna, dia Leo, pria itu pun duduk di samping Luna.

"Iya, desen killer!" ujar Luna sinis sambil menyobek-nyobekkan kertas di tangannya.

"Maksa banget akronimnya!" ledek Leo.

"Biarin, wong dia emang panteng disebut desen, nggak pantes jadi dosen sih!" protes Luna terhadap sang dosen yang hanya berani ia lakukan saat di belakangnya.

"Udah, kan ada hikmahnya juga dihukum sama pak Edric?" ujar Leo menenangkan.

"Nggak ada hikmahnya, yang ada, mungkin aku dapet D lagi!"

"Ada kok? Kamu aja yang kurang bersyukur, makanya gak bisa mengambil hikmahnya dari kejadian ini."

Luna menaikkan sebelah alisnya. "Emang, apa hikmahnya?"

"Hikmahnya itu, aku bisa berduaan sama kamu." Leo sengaja menyenggol lengan Luna dengan sikunya.

"Iish!" Luna pun langsung menggeser posisinya menjauhi Leo. "Tukang modus!"

Setengah jam berlalu, Luna sudah menyelesaikan resumenya, namun Leo sepertinya masih belum menyelesaikan tugasnya.

"Akhirnya!" Luna pun meremas jemarinya hingga berbunyi, dia juga menekuk-nekuk lehernya ke kanan dan kiri hingga mengeluarkan suara 'Kretek' berkali-kali.

Leo mengamati Luna yang sedang melakukan 'Relaksasi Ala Luna' itu. "Udah kayak abis jadi kuli bangunan aja, cuma nulis resume doang sampe segitunya."

"Terima kasih atas pujiannya!" Luna langsung bangkit dan mengetuk pintu kelas. Dia meninggalkan Leo yang masih sibuk dengan buku dan pulpennya.

Tok tok tok

"Masuk!"

Dengan tangan sedikit gemetaran, Luna membuka pintunya. Gadis itu berjalan masuk kelas dengan wajah tertunduk, dia merasa jika seluruh mahasiswa seakan sedang memperhatikannya.

"I-ini, Pak!" Luna menyerahkan resumenya dan langsung berbalik ke tempat duduknya.

"Mau ke mana?" tanya Edric, si dosen killer.

"Du-du ...,"

"Diam di sini!"

"Baik, Pak!" Luna mengurungkan niatnya untuk kembali ke tempat duduknya. Dia berdiri lagi tepat di depan meja dosen.

"Ini sih, bukan resume. Ini kayak catetan buku anak SMP!" Edric membanting buku itu ke lantai.

Dengan sabar Luna memungut bukunya, dan ia seketika berdiri sambil mengangkat buku itu.

"Dekil, sialan, lo!"

Plak

Buku yang tadi dilempar oleh Edric kini mengenai pipinya akibat pukulan dari Luna.

***

Bersambung ...

Terpopuler

Comments

sakura

sakura

..,

2025-03-04

0

Alanna Th

Alanna Th

aq mah mhswi teladan; selama kuliah gk ada yg ngulang, nilai selalu cemerlang. sayang utk brsosialisasi dg mhswi lain yg tak baik, aq gk bisa, shg aq cuma kuliah 1 smstr tok. skrg baru nyesel 😥😞😩

2022-08-13

0

Sisca Wilujeng

Sisca Wilujeng

mampir kak...

2022-04-21

0

lihat semua
Episodes
1 Syarat
2 Luna dan Dosen Killer
3 Suaminya Adalah Calon Suamiku
4 Pasangan Aneh
5 Hamili Dia
6 Alasan Sebenarnya
7 Usianya Mencurigakan
8 Masih Dilema
9 Tamu Spesial Itu ...
10 Mengapa Sakit Hati?
11 Dekil, Pembuat Susah Hidup Orang
12 Permohonan
13 Konflik Masa Lalu
14 Konflik Masa Lalu 2
15 Jadikan Dia Istri Kedua
16 Jika Gagal, Kita Pisah
17 Belum Memutuskan
18 Keceplosan
19 Keputusan Luna
20 Penyakit Dita
21 Membicarakan Keputusan
22 Harus Resign
23 Sampai Di Apartemen
24 Sampai Di Apartemen 2
25 Terkunci
26 Kunci yang Hilang
27 Tak Usah Ditemani, Aku Hanya Istri Bohongan
28 Edric Bertemu Calon Mertua
29 Meminta Izin
30 Pernikahan
31 SAH
32 Honeymoon
33 Honeymoon 2
34 Suara Kamera Mencurigakan
35 Tidur Seranjang
36 Keringanan
37 Percakapan Di Rooftop
38 Cita-Cita Luna
39 Baik atau Mudah Dimanfaatkan?
40 Merasa Bersalah
41 Berniat Untuk Pulang
42 Istri Pura-Pura yang Tak Dianggap
43 Hal yang Paling Membahagiakan Istri
44 Erotisme Dalam Kamar Mandi
45 Luna Kembali
46 Kunjungan
47 Rasa yang Menggetarkan
48 Menangislah Padaku
49 Ke Dokter Kandungan
50 USG
51 Tidak Jadi USG
52 Diminta Ke Rumah Orang Tua
53 Sindiran Ibu
54 Memilih Ke Apartemen
55 Membuat Getuk Ala Luna
56 Berdua Di Apartemen
57 Mandul?
58 Menghilangkan Jarak Antara Kita
59 Rasa Ingin Menjaga
60 Pesan dari Ibu
61 Memenuhi Undangan
62 Syukuran
63 Syukuran 2
64 Usai Syukuran
65 Kapan Ibu Punya Cucu?
66 Dituduh Mandul
67 Edric Mabuk
68 Edric Mabuk 2
69 Sadar
70 Bicara Berdua
71 Sebelum Berangkat Lagi
72 Senyuman Dosen Killer
73 Dita Minta Maaf
74 Jangan Panggil Pak
75 Jangan Panggil Pak 2
76 Kebahagian Edric, Kegalauan Dita
77 Ancaman Dita
78 Ancaman Dita 2
79 Keegoisan Dita
80 Kelicikan Dita
81 Luna Di Perantauan
82 Luna Di Perantauan 2
83 Kepergian Pak Anwar
84 Hilangnya Luna, Kepanikan Edric
85 Kondisi Luna
86 Berita yang Mulai Tersebar
87 Kekecewaan Sahabat
88 Fitnah Dita
89 Asal-Usul Luna
90 Leo
91 Kesaksian Leo
92 Riona, Tetangga Baru
93 Edric Mempersiapkan Perceraian
94 Keraguan Di Hati Luna
95 Salah Orang
96 Riona yang Penasaran
97 Panti Asuhan Tempat Luna dan Liona dahulu
98 Mengumpulkan Bukti
99 Pergi Ke Rumah Tua
100 Ketegangan Di Rumah Tua
101 Ketegangan Di Rumah Tua 2
102 Dita Berfoya-Foya
103 Dita Berkunjung Ke Rumah Tua
104 Evakuasi Jenazah
105 Antara Luna dan Riona
106 Darah pada Kain Kuning
107 Perceraian Edric dan Dita
108 Kekacauan Di Apartemen
109 Pengakuan Riona
110 Misteri Darah pada Kain Kuning
111 Kepulangan Riona
112 Misteri Darah pada Kain Kuning 2
113 Leo dan Riona
114 Hari Pertama Kembali
115 Kehamilan Luna
116 Ke Rumah Luna
117 Pertemuan
118 Aku Hamil, Mas!
119 Mencari Bukti Lagi
120 Leo Sadar, Dita Sakit
121 Penyakit Dita
122 Dita Depresi
123 Ternyata Leo Tahu
124 Meninggalnya Brian
125 Happy Ending
126 Memaafkan
127 Suamiku Seorang Raja
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Syarat
2
Luna dan Dosen Killer
3
Suaminya Adalah Calon Suamiku
4
Pasangan Aneh
5
Hamili Dia
6
Alasan Sebenarnya
7
Usianya Mencurigakan
8
Masih Dilema
9
Tamu Spesial Itu ...
10
Mengapa Sakit Hati?
11
Dekil, Pembuat Susah Hidup Orang
12
Permohonan
13
Konflik Masa Lalu
14
Konflik Masa Lalu 2
15
Jadikan Dia Istri Kedua
16
Jika Gagal, Kita Pisah
17
Belum Memutuskan
18
Keceplosan
19
Keputusan Luna
20
Penyakit Dita
21
Membicarakan Keputusan
22
Harus Resign
23
Sampai Di Apartemen
24
Sampai Di Apartemen 2
25
Terkunci
26
Kunci yang Hilang
27
Tak Usah Ditemani, Aku Hanya Istri Bohongan
28
Edric Bertemu Calon Mertua
29
Meminta Izin
30
Pernikahan
31
SAH
32
Honeymoon
33
Honeymoon 2
34
Suara Kamera Mencurigakan
35
Tidur Seranjang
36
Keringanan
37
Percakapan Di Rooftop
38
Cita-Cita Luna
39
Baik atau Mudah Dimanfaatkan?
40
Merasa Bersalah
41
Berniat Untuk Pulang
42
Istri Pura-Pura yang Tak Dianggap
43
Hal yang Paling Membahagiakan Istri
44
Erotisme Dalam Kamar Mandi
45
Luna Kembali
46
Kunjungan
47
Rasa yang Menggetarkan
48
Menangislah Padaku
49
Ke Dokter Kandungan
50
USG
51
Tidak Jadi USG
52
Diminta Ke Rumah Orang Tua
53
Sindiran Ibu
54
Memilih Ke Apartemen
55
Membuat Getuk Ala Luna
56
Berdua Di Apartemen
57
Mandul?
58
Menghilangkan Jarak Antara Kita
59
Rasa Ingin Menjaga
60
Pesan dari Ibu
61
Memenuhi Undangan
62
Syukuran
63
Syukuran 2
64
Usai Syukuran
65
Kapan Ibu Punya Cucu?
66
Dituduh Mandul
67
Edric Mabuk
68
Edric Mabuk 2
69
Sadar
70
Bicara Berdua
71
Sebelum Berangkat Lagi
72
Senyuman Dosen Killer
73
Dita Minta Maaf
74
Jangan Panggil Pak
75
Jangan Panggil Pak 2
76
Kebahagian Edric, Kegalauan Dita
77
Ancaman Dita
78
Ancaman Dita 2
79
Keegoisan Dita
80
Kelicikan Dita
81
Luna Di Perantauan
82
Luna Di Perantauan 2
83
Kepergian Pak Anwar
84
Hilangnya Luna, Kepanikan Edric
85
Kondisi Luna
86
Berita yang Mulai Tersebar
87
Kekecewaan Sahabat
88
Fitnah Dita
89
Asal-Usul Luna
90
Leo
91
Kesaksian Leo
92
Riona, Tetangga Baru
93
Edric Mempersiapkan Perceraian
94
Keraguan Di Hati Luna
95
Salah Orang
96
Riona yang Penasaran
97
Panti Asuhan Tempat Luna dan Liona dahulu
98
Mengumpulkan Bukti
99
Pergi Ke Rumah Tua
100
Ketegangan Di Rumah Tua
101
Ketegangan Di Rumah Tua 2
102
Dita Berfoya-Foya
103
Dita Berkunjung Ke Rumah Tua
104
Evakuasi Jenazah
105
Antara Luna dan Riona
106
Darah pada Kain Kuning
107
Perceraian Edric dan Dita
108
Kekacauan Di Apartemen
109
Pengakuan Riona
110
Misteri Darah pada Kain Kuning
111
Kepulangan Riona
112
Misteri Darah pada Kain Kuning 2
113
Leo dan Riona
114
Hari Pertama Kembali
115
Kehamilan Luna
116
Ke Rumah Luna
117
Pertemuan
118
Aku Hamil, Mas!
119
Mencari Bukti Lagi
120
Leo Sadar, Dita Sakit
121
Penyakit Dita
122
Dita Depresi
123
Ternyata Leo Tahu
124
Meninggalnya Brian
125
Happy Ending
126
Memaafkan
127
Suamiku Seorang Raja

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!