Bab 20 : Rubah betina.

"Aleta nggak suka sama Tante Monica ma". kata Aleta lirih.

"kalo nggak suka, nggak usah di lihat sayang, anggap aja nggak ada". Senyum kecut terukir di bibir Raina, belakangan ini dia jarang tidur satu kamar dengan Allan, Bu Lidya dan pak William memutuskan untuk tinggal di Malang setelah pak William pensiun beberapa waktu lalu, mereka ingin menghabiskan masa tua dengan tenang, dan akan kembali ke rumah utama nanti saat Raina dan Allan memberi adik untuk Aleta.

-

LED clock di dinding menunjukkan pukul 18. 30, Raina yang telah bersiap sesuai permintaan Allan memakai dress hitam selutut tanpa lengan, simple, namun elegan, tak lupa dia juga menyiapkan pakaian untuk Allan, sebuah kaos turtle neck dan setelan jas berwarna abu-abu gelap. Raina sangat suka ketika melihat suaminya berpenampilan seperti itu.

Tak lama setelah menyiapkan semuanya, Raina kembali ke kamar Aleta, menyisir rapi rambut anak gadisnya, Aleta tampak cantik dengan rok tutu hitam dan atasan brukat abu-abu senada dengan ayah dan ibunya.

"hai Raina, halo Aleta, rapi banget, mau kemana?" Monica bersandar di pintu kamar Aleta.

Raina menulikan telinganya, dia enggan menanggapi pertanyaan Monica, baginya, Monica adalah sebuah jurang pemisah antara Raina dan Aleta untuk berada di sisi Allan, Monica adalah penyebab dari hancurnya masa depan Raina, jika saja dia mampu menjadi ibu yang baik bagi Aleta, kesengsaraan ini tidak akan di alaminya.

"hei, punya telinga nggak sih ini manusia dua?" Monica meninggikan suaranya, namun Raina tetap bungkam, menutup mulutnya rapat-rapat.

"hai sayang, kamu udah pulang?" Suara Monica berubah menjadi lembut, Raina melirik ke arah pintu, Allan berdiri sambil menatap anak dan istrinya.

"kamu kenapa di sini?" tanya Allan pada Monica.

"babe, kamu nggak inget ini hari apa?" Bisik Monica dengan suara manja, lalu di tariknya dasi Allan hingga bibir mereka bertemu. Allan yang terkejut langsung mundur selangkah menjauhi kekasihnya.

"ada Aleta". Kata Allan dengan nada tinggi.

"kenapa? Aleta juga ngga liat". kata Monica.

"kamu mau ngapain kesini?" Allan berjalan menuju kamarnya dan Raina.

"babe, ini anniversary kita loh, kamu nggak inget?" rubah betina itu mengikuti Allan masuk ke dalam kamar, lalu menutup pintunya, Raina hanya menggeleng pasrah.

"mama, Aleta benci sama papa".

"kenapa sayang?" Guratan kesedihan tampak di wajah Aleta.

"papa nggak kaya papanya temen-temen Aleta, papa jahat". gadis kecil itu mengepalkan tangan, seraya memeluk boneka kelinci kesayangannya.

"papa nggak jahat sayang, papa baik, papa beliin baju baru sama mainan buat Aleta". Raina mencoba menenangkan anak sambungnya, namun belaian lembut dan kecupan hangat sudah tidak mampu melunturkan kebencian dari gadis kecil itu, kilatan matanya masih berapi-api.

"rain, kamu sudah siap?" Allan berdiri di depan pintu, mengenakan pakaian yang telah di siapkan oleh Raina sebelumnya, dalam waktu sepersekian detik Raina hanya tertegun, menatap suami 80%nya.

"rain?" Allan mengernyitkan dahi, menyadari bahwa orang yang dia ajak bicara tidak mengindahkan pertanyaan nya.

"ah, iya mas, sudah".

"babe, seharusnya yang ikut dinner itu aku, bukan dia". Monica menghentakkan kakinya di lantai dengan kasarnya.

"semua orang tau, istri aku itu Raina, bukan kamu". Allan tampak malas meladeni Monica, gadis cantik itu terus bergelayut di lengan Allan , lipstiknya tampak belepotan dan tali tipis dres merah satin yang dia pakai melorot sebelah.

"aku tunggu kamu di kamar ya, cepetan pulang".sebelum keluar, Monica mencium bibir Allan sekilas, pria itu tampak terkejut, dia menatap putrinya yang mengintip dari balik kaki Raina.

"mas, cukup !! kalau memang kalian mau pergi berdua silahkan, tapi jangan pernah kalian tunjukkan hal menjijikkan semacam ini di hadapan Aleta". Raina mencengkeram kaos yang di pakai Allan tepat di bagian dada, jarak mereka begitu dekat.

"kamu cemburu?" Allan menatap bulir air mata yang hampir jatuh di mata Raina, air mata yang telah dia tahan sejak menyadari kehadiran Monica.

"aku?" Raina menyungging senyum di sebelah bibirnya, tanda hinaan untuk Allan suaminya.

"bagus kalau kalau kamu tidak cemburu, karena memang bukan hak kamu untuk cemburu". Seketika, senyum di bibir Raina hilang, tatapan matanya nanar, melihat punggung Allan yang telah berbalik menuju kamar mereka tempat di rubah betina bersemayam.

Hening

Hanya deru nafas Raina yang bersautan dengan suara pendingin ruangan yang terdengar, Aleta menunduk dengan tatapan kesedihan, Raina menyesal, kenapa dia telah menikah dengan pria tidak berperasaan semacam allan.

"rain, satu menit lagi saya tunggu di depan". Pria itu kembali, di bibirnya terlihat jelas noda lipstik berwarna merah terang.

Raina mengikuti Allan dengan menggandeng Aleta, di tangannya terdapat beberapa helai tisu. Allan berhenti, mencoba meraih Aleta untuk menggendongnya,gadis itu beringsut, mengambil langkah mundur menjauhi papanya.

"kenapa dia rain?"

"kamu menyakiti hatinya". bisik Raina sembari mengusapkan tisu pada bibir suaminya. Allan tidak menolak. "hapus ini, aku malu jika nanti client-mu mengira itu perbuatan ku". lanjutnya.

Allan melanjutkan penghapusan bukti ciuman panasnya dengan Monica, dia melirik Aleta, gadis kecil itu membuang pandangan ketika Allan menatapnya, padahal akhir-akhir ini hubungan mereka telah membaik berkat Raina.

"Aleta, mau papa gendong?" tawar Allan sambil merentangkan kedua tangannya di depan Aleta, namun sekali lagi, penolakan di tunjukkan dari sikap Aleta, gelengan kecil mempertegas bahwa dia kecewa dengan papanya.

Allan putus asa, dia berjalan menjauh, tangannya menarik rambutnya sendiri, terlihat jelas bahwa ada kebimbangan yang berkecamuk di hatinya saat ini. Raina segera menyusul langkah panjang suaminya, Aleta dengan setia menautkan tangannya dengan sang mama.

"maafkan aku rain". Kata keramat itu meluncur dari bibir Allan, jika biasanya Allan akan marah bila Raina dan Aleta tidak bertindak sesuai keinginannya namun kali ini dia benar-benar menyadari kesalahannya, dia meminta maaf terlebih dahulu, satu hal langka yang mungkin akaan Raina dengar seumur hidup sekali.

"untuk apa?"

"untuk semuanya". Allan menunduk, menatap Aleta yang menyembunyikan wajahnya di pangkuan Raina.

"minta maaf saja pada Aleta". Pandangan Raina menerawang ke luar jendela.

"Aleta, maafin papa ya". Allan merengkuh Aleta dalam pangkuannya dalam sekali gerakan, membuat Aleta tidak memiliki kesempatan untuk melawan.

"liat papa, jangan nunduk terus". lanjut Allan, Aleta mengangkat wajahnya, menatap pria yang dia panggil papa itu dengan malas.

"Aleta marah sama papa?" lanjutnya sembari mencium dahi Aleta yang di tutupi poni.

"Aleta benci kalau papa sama Tante Monica !!"

"kenapa?"

"seharusnya papa sayang sama mama dan Aleta, seperti papanya Bilqis, papanya Zora, papanya Ello,pokoknya papanya temen-temen Aleta, tapi papa sayangnya sama Tante Monica".

Deg

Allan terpaku, tidak tau harus menjawab apa pada perkataan anaknya, dia hanya memeluk Aleta, bersembunyi di balik rambut panjang anaknya.

"papa nangis?"

Terpopuler

Comments

sihat dan kaya

sihat dan kaya

air mata buaya tu C Allan.... sikit² nangis ... konon sedih.... tp tak insaf²... pooodhaaaa

2024-07-04

0

sherly

sherly

papamu gatel

2023-05-26

0

Enita Triana

Enita Triana

move on dong lan

2021-08-21

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Tuduhan korupsi.
2 Bab 2 : Bertemu pak William.
3 Bab 3 : Allan Sebastian.
4 Bab 3 : Menjadi tersangka.
5 Bab 5 : Putusan Hakim.
6 Bab 6 : Kepergian pak Mada.
7 Bab 7 : Ada apa dengan Aleta?
8 Bab 8 : kedatangan Monica.
9 Bab 9 : Papanya Aleta.
10 Bab 10 : Kehancuran karir Allan.
11 Bab 11 : Makan malam dengan keluarga Chaniago.
12 Bab 12 : Om Jojo.
13 Bab 13 : Pergi ke pantai.
14 Bab 14 : Alergi Aleta kambuh.
15 Bab 15 : Janji kelingking Raina.
16 Bab 16 : Pilihan sulit.
17 Bab 17 : Ciuman pertama.
18 Bab 18 : My Little Bride.
19 Bab 19 : Menepati janji.
20 Bab 20 : Rubah betina.
21 Bab 21 : Pembahasan yang membuat tidak nyaman.
22 Bab 22 : Tanda merah.
23 Bab 23 : Rona merah jambu.
24 Bab 24 : Penyakit kelamin.
25 Bab 25 : Apa boleh?
26 Bab 26 : Keberanian Raina.
27 Bab 27 : Pengakuan Monica.
28 Bab 28 : Tuhan maha membolak-balikkan hati.
29 Bab 29 : Spinocerebellar Ataxia.
30 Bab 30 : Ada apa dengan Allan?
31 Bab 31 : Ucapan terima kasih dari pak William.
32 Bab 32 : Monica menjadi buronan.
33 Bab 33 : Mesin capit.
34 Bab 34 : Takut kehilangan Aleta.
35 Bab 35 : Apa aku tidak boleh bahagia?
36 Bab 36 : Kepergian Allan.
37 Bab 37 : Lamaran yang terlambat.
38 Bab 38 : Luka.
39 Bab 39 : Penghiburan dari Aleta.
40 Bab 40 : Obat kangen.
41 Bab 41 : Kehamilan Raina.
42 Bab 42 : Penyelesaian masalah part I
43 Bab 43 : Penyelesaian masalah part II
44 Bab 44 : Penyelesaian masalah part III
45 Bab 45 : Penyelesaian masalah part IV
46 Bab 46 : Terkuak fakta.
47 Bab 47 : Hari ulang tahun Aleta.
48 Bab 48 : Penyesalan pak William.
49 Bab 49 : Kapten Ri.
50 Bab 50 : kecantikan Valerie.
51 Bab 51 : Cemburu.
52 Bab 52 : Perubahan.
53 Bab 53 : Jatuh cinta lagi.
54 Bab 54 : Pelajaran untuk Allan dan Carter.
55 Bab 55 : Stalking.
56 Bab 56 : Sebuah peringatan.
57 Bab 57 : Albani Julian Sebastian.
58 Bab 58 : Makan siang bersama.
59 Bab 59 : oke?
60 Bab 60 : Sindiran Bu Lidya.
61 Bab 61 : Kamu tidak gila, tapi sinting !!
62 Bab 62 : Ada apa dengan Alex?
63 Bab 63 : Pendonor untuk Alex.
64 Bab 64 : Tentang Aleta.
65 Bab 65 : Ali cemburu.
66 Bab 66 : The end.
67 Extra part
68 Extra part
69 Novel baru
70 Novel baru lagi
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Bab 1 : Tuduhan korupsi.
2
Bab 2 : Bertemu pak William.
3
Bab 3 : Allan Sebastian.
4
Bab 3 : Menjadi tersangka.
5
Bab 5 : Putusan Hakim.
6
Bab 6 : Kepergian pak Mada.
7
Bab 7 : Ada apa dengan Aleta?
8
Bab 8 : kedatangan Monica.
9
Bab 9 : Papanya Aleta.
10
Bab 10 : Kehancuran karir Allan.
11
Bab 11 : Makan malam dengan keluarga Chaniago.
12
Bab 12 : Om Jojo.
13
Bab 13 : Pergi ke pantai.
14
Bab 14 : Alergi Aleta kambuh.
15
Bab 15 : Janji kelingking Raina.
16
Bab 16 : Pilihan sulit.
17
Bab 17 : Ciuman pertama.
18
Bab 18 : My Little Bride.
19
Bab 19 : Menepati janji.
20
Bab 20 : Rubah betina.
21
Bab 21 : Pembahasan yang membuat tidak nyaman.
22
Bab 22 : Tanda merah.
23
Bab 23 : Rona merah jambu.
24
Bab 24 : Penyakit kelamin.
25
Bab 25 : Apa boleh?
26
Bab 26 : Keberanian Raina.
27
Bab 27 : Pengakuan Monica.
28
Bab 28 : Tuhan maha membolak-balikkan hati.
29
Bab 29 : Spinocerebellar Ataxia.
30
Bab 30 : Ada apa dengan Allan?
31
Bab 31 : Ucapan terima kasih dari pak William.
32
Bab 32 : Monica menjadi buronan.
33
Bab 33 : Mesin capit.
34
Bab 34 : Takut kehilangan Aleta.
35
Bab 35 : Apa aku tidak boleh bahagia?
36
Bab 36 : Kepergian Allan.
37
Bab 37 : Lamaran yang terlambat.
38
Bab 38 : Luka.
39
Bab 39 : Penghiburan dari Aleta.
40
Bab 40 : Obat kangen.
41
Bab 41 : Kehamilan Raina.
42
Bab 42 : Penyelesaian masalah part I
43
Bab 43 : Penyelesaian masalah part II
44
Bab 44 : Penyelesaian masalah part III
45
Bab 45 : Penyelesaian masalah part IV
46
Bab 46 : Terkuak fakta.
47
Bab 47 : Hari ulang tahun Aleta.
48
Bab 48 : Penyesalan pak William.
49
Bab 49 : Kapten Ri.
50
Bab 50 : kecantikan Valerie.
51
Bab 51 : Cemburu.
52
Bab 52 : Perubahan.
53
Bab 53 : Jatuh cinta lagi.
54
Bab 54 : Pelajaran untuk Allan dan Carter.
55
Bab 55 : Stalking.
56
Bab 56 : Sebuah peringatan.
57
Bab 57 : Albani Julian Sebastian.
58
Bab 58 : Makan siang bersama.
59
Bab 59 : oke?
60
Bab 60 : Sindiran Bu Lidya.
61
Bab 61 : Kamu tidak gila, tapi sinting !!
62
Bab 62 : Ada apa dengan Alex?
63
Bab 63 : Pendonor untuk Alex.
64
Bab 64 : Tentang Aleta.
65
Bab 65 : Ali cemburu.
66
Bab 66 : The end.
67
Extra part
68
Extra part
69
Novel baru
70
Novel baru lagi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!