Bab 18 : My Little Bride.

"iya rain, aku memang sudah gila, semenjak ada kamu yang datang dan sangat menyayangi Aleta aku menjadi gila". Allan mencengkeram lengan kecil Raina.

"apa salahku?"

"karena kamu menyadarkan aku, bahwa semua yang terjadi pada Aleta adalah salahku". Allan berkaca-kaca.

"aku bersedia membesarkan Aleta, tapi tidak dengan menjadi istrimu". Raina mencoba meloloskan diri dari Allan.

"rain, aku berjanji, aku akan membebaskan dirimu sesuka hatimu hingga nanti cinta itu tumbuh di antara kita".

"jika cinta tidak pernah tumbuh, apa yang akan kamu lakukan padaku?" Raina putus asa.

"aku akan menjadikanmu mamanya untuk selamanya". Allan hanya tidak mampu mengungkapkan perasaannya, sebenarnya dia telah memiliki perasaan kepada Raina sejak awal pertemuan mereka.

"aku tidak berminat". jawab Raina tegas.

"Aku tidak sedang membuat penawaran". tegukan terakhir dari botol minuman itu menyelesaikan percakapan mereka, Allan pergi meninggalkan Raina yang masih membatu di dapur.

-

Sepulangnya Bu Lidya dan pak William dari luar kota, Allan memberi tahu bahwa dia dan Raina telah setuju atas pernikahan itu. Raina juga sama sekali tidak membantahnya karena dia tidak tega melunturkan senyum bahagia yang ada di wajah kedua orangtuanya.

Sebelum acara pernikahan di gelar, pak William telah melakukan konferensi pers, mengabarkan tentang rencana pernikahan anak sulung dan anak angkatnya, beliau menceritakan tentang seluruh kejadian yang mempertemukan beliau dan Raina, semua orang bertepuk tangan.

Tidak lupa tentang Aleta, tentang bayi kecil yang di tinggalkan pacar Allan di depan rumah karena lahir di luar nikah. Semua orang diam, hening, namun ketika Aleta keluar dengan di gendong Allan akhirnya mereka kembali memberi dukungan dan pujian karena Allan mampu bertanggung jawab hingga putrinya tumbuh menjadi gadis yang manis.

-

Rumah megah milik keluarga William di dekorasi se demikian rupa, pelaminan super mewah di datangkan langsung dari Semarang beserta MUA kenamaan asal kota tersebut, puluhan ikat bunga beraneka ragam menumpuk di halaman untuk menghiasi pelaminan, semua orang sibuk, kecuali Aleta, Raina dan Allan, mereka berada di kamar masing-masing.

Raina tampak ayu dengan riasan pengantin Jawa, Allan menatapnya tanpa berkedip, setelah melakukan Ijab Qobul mereka duduk di pelaminan, menyalami satu persatu tamu yang datang dengan senyum palsu untuk menyenangkan hati orangtuanya. Menjelang sore Raina berganti baju dan membaur dengan tamu undangan yang hadir.

Bu Lidya sangat bahagia, melihat kedua anaknya bersanding sebagai suami istri, Aleta sama sekali tidak mau jauh dari Raina, dia mengekor kemanapun Raina pergi menemui tamu kedua orang tuanya, sedangkan Allan entah pergi kemana, mungkin bergabung dengan tamu yang merupakan relasi bisnis atau teman semasa dia menjadi seorang tentara.

Waktu di rasa terlalu cepat bagi Raina, rumah mereka telah sepi, hanya beberapa orang dari tim dekorasi yang masih lalu lalang mengatur ulang tempat pesta untuk acara resepsi tahap dua yang akan di gelar esok hari.

Di resepsi kedua, pak William dan Bu Lidya mengundang semua teman sekolah mereka, sekalian mengadakan reuni, meski usia pak William dan Bu Lidya terpaut 11 tahun tapi mereka tampak sangat serasi, saling menyayangi dan menghormati.

"rain, kamu capek?" tanya Allan ketika melihat Raina duduk sambil membersihkan sisa makeup di meja rias.

"iya".

"malam ini kamu tidur di kamar Aleta aja, besok gantian aku". Allan mengambil pakaian yang ada di lemarinya, kini dia harus berbagi lemari dengan istrinya.

"iya"

"mau aku bantu bersihin yang item-itemnya itu?" Allan menunjuk paes yang ada di dahi Raina, sebenarnya tadi orang rias pengantin menawarkan diri untuk membersihkannya, tapi Raina menolah karena ingin segera pergi dari keramaian.

"nggak usah".

"rain, kamu dosa lho udah kaya gini".

"dosa apa?" jawab Raina seolah dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang di katakan Allan.

"kamu itu sekarang udah jadi istri, apapun yang kamu lakukan itu bisa terhitung ibadah atau dosa".

"maksudnya?"

"pelajari sendiri, aku juga baru menikah jadi belum paham". Allan terkikik geli.

Sudah hampir tengah malam dan Raina masih sibuk membersihkan polesan paes yang seperti tinta hitam itu.

Allan berinisiatif membantunya, kali ini Raina tidak menolak, dia sendiri sudah putus asa dengan itu. Setelah melihat tutorial di YouTube Allan mengambil sebuah sendok dari dapur, mengikis perlahan paes itu ke arah atas agar sisanya tidak jatuh di wajah cantik Raina. Dengan segera paes itu hampir bersih, Raina bisa bernafas lega.

Setelah mandi, Raina segera keluar untuk pergi ke kamar Aleta, tapi ternyata di sana ada Bu Lidya, entah kenapa beliau ada disana. Raina berniat pergi ke kamarnya yang lama, tapi kamar itu juga sudah di gunakan oleh sahabat Bu Lidya semasa sekolah yang datang dari luar kota, semua barang Raina yang tidak seberapa banyak juga telah di pindah ke kamar Allan.

"kenapa balik lagi?" Allan heran ketika melihat Raina masuk kamarnya dengan menggigit bibir bawahnya.

"mama di kamar Aleta, kamar lamaku di pakai tamu mama". sorot mata Raina terlihat putus asa.

"ya sudah kamu istirahat di sini, aku ke bawah mau ngopi". Allan beranjak pergi, sepertinya dia mau menjaga janjinya pada Raina.

"terserah". Raina duduk di sofa, melihat HPnya di penuhi ucapan selamat oleh teman-teman kuliahnya.

Raina tersenyum getir, dengan pernikahan ini, dia di keluarkan dari kampusnya, di DO karena dianggap melanggar peraturan dasar kampusnya.

OK, mulai sekarang dia tidak memiliki masa depan, yang harus dia lakukan adalah mengikuti alur permainan Allan.

Malam ini, dia tidur di tepi ranjang, tangannya memegang erat selimut untuk untuk menutup mulutnya, meredam Isak agar tak bersuara.

"Al, kok kamu di sini, kamu nggak menemani Raina?" tanya pak William saat melihat putranya duduk di kursi taman belakang sendirian.

"Allan belum ngantuk pa".

"apa ada sesuatu?"

"nggak pa, Allan sama Raina baik-baik saja".

"kenapa kalian tidak melakukannya? dulu aja waktu sama Valerie nyosor sampe keluar Aleta". pak William menggoda putra semata wayangnya.

"ah papa, besok masih ada resepsi kasian Raina kalo kecapean".

"ah baiklah, papa tidur dulu, kamu masuklah, angin malam tidak baik untuk kesehatan". pak William menepuk pundak putranya.

Jam 2 malam Raina terbangun karena panggilan alam, dia melihat keadaan kamar yang gelap, dia membuka selimutnya, mengintip pakaiannya yang ternyata masih lengkap. Matanya tertuju pada Allan, laki-laki itu tidur di atas sofa dengan celana pendek dan sweater, Raina yang tidak tega lantas menyelimuti Allan seperti saat di rumah sakit waktu itu.

Raina tidak bisa tidur lagi, matanya melirik kiri kanan, mengambil HPnya untuk melihat dunia luar, dia menemukan film Korea yang dulu dia sukai, judulnya My Little Bride. Film tentang seorang laki-laki bernama Park sang min yang di jodohkan dengan gadis kecil bernama suh boen yang usianya selisih sekitar 10 tahun, mereka di besarkan bersama seperti saudara, karena kakek mereka bersahabat. Hampir sama dengan kisahnya dengan Allan, tapi apakah kisah mereka juga memiliki akhir yang sama? biarkan waktu yang menjawab.

Terpopuler

Comments

Ana Khadijah

Ana Khadijah

pengantennya korea rasa jawa ayu tenan

2021-01-09

3

An-nur

An-nur

ini sebenernya rumah pak william situbondo apa semarang sih

2021-01-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Tuduhan korupsi.
2 Bab 2 : Bertemu pak William.
3 Bab 3 : Allan Sebastian.
4 Bab 3 : Menjadi tersangka.
5 Bab 5 : Putusan Hakim.
6 Bab 6 : Kepergian pak Mada.
7 Bab 7 : Ada apa dengan Aleta?
8 Bab 8 : kedatangan Monica.
9 Bab 9 : Papanya Aleta.
10 Bab 10 : Kehancuran karir Allan.
11 Bab 11 : Makan malam dengan keluarga Chaniago.
12 Bab 12 : Om Jojo.
13 Bab 13 : Pergi ke pantai.
14 Bab 14 : Alergi Aleta kambuh.
15 Bab 15 : Janji kelingking Raina.
16 Bab 16 : Pilihan sulit.
17 Bab 17 : Ciuman pertama.
18 Bab 18 : My Little Bride.
19 Bab 19 : Menepati janji.
20 Bab 20 : Rubah betina.
21 Bab 21 : Pembahasan yang membuat tidak nyaman.
22 Bab 22 : Tanda merah.
23 Bab 23 : Rona merah jambu.
24 Bab 24 : Penyakit kelamin.
25 Bab 25 : Apa boleh?
26 Bab 26 : Keberanian Raina.
27 Bab 27 : Pengakuan Monica.
28 Bab 28 : Tuhan maha membolak-balikkan hati.
29 Bab 29 : Spinocerebellar Ataxia.
30 Bab 30 : Ada apa dengan Allan?
31 Bab 31 : Ucapan terima kasih dari pak William.
32 Bab 32 : Monica menjadi buronan.
33 Bab 33 : Mesin capit.
34 Bab 34 : Takut kehilangan Aleta.
35 Bab 35 : Apa aku tidak boleh bahagia?
36 Bab 36 : Kepergian Allan.
37 Bab 37 : Lamaran yang terlambat.
38 Bab 38 : Luka.
39 Bab 39 : Penghiburan dari Aleta.
40 Bab 40 : Obat kangen.
41 Bab 41 : Kehamilan Raina.
42 Bab 42 : Penyelesaian masalah part I
43 Bab 43 : Penyelesaian masalah part II
44 Bab 44 : Penyelesaian masalah part III
45 Bab 45 : Penyelesaian masalah part IV
46 Bab 46 : Terkuak fakta.
47 Bab 47 : Hari ulang tahun Aleta.
48 Bab 48 : Penyesalan pak William.
49 Bab 49 : Kapten Ri.
50 Bab 50 : kecantikan Valerie.
51 Bab 51 : Cemburu.
52 Bab 52 : Perubahan.
53 Bab 53 : Jatuh cinta lagi.
54 Bab 54 : Pelajaran untuk Allan dan Carter.
55 Bab 55 : Stalking.
56 Bab 56 : Sebuah peringatan.
57 Bab 57 : Albani Julian Sebastian.
58 Bab 58 : Makan siang bersama.
59 Bab 59 : oke?
60 Bab 60 : Sindiran Bu Lidya.
61 Bab 61 : Kamu tidak gila, tapi sinting !!
62 Bab 62 : Ada apa dengan Alex?
63 Bab 63 : Pendonor untuk Alex.
64 Bab 64 : Tentang Aleta.
65 Bab 65 : Ali cemburu.
66 Bab 66 : The end.
67 Extra part
68 Extra part
69 Novel baru
70 Novel baru lagi
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Bab 1 : Tuduhan korupsi.
2
Bab 2 : Bertemu pak William.
3
Bab 3 : Allan Sebastian.
4
Bab 3 : Menjadi tersangka.
5
Bab 5 : Putusan Hakim.
6
Bab 6 : Kepergian pak Mada.
7
Bab 7 : Ada apa dengan Aleta?
8
Bab 8 : kedatangan Monica.
9
Bab 9 : Papanya Aleta.
10
Bab 10 : Kehancuran karir Allan.
11
Bab 11 : Makan malam dengan keluarga Chaniago.
12
Bab 12 : Om Jojo.
13
Bab 13 : Pergi ke pantai.
14
Bab 14 : Alergi Aleta kambuh.
15
Bab 15 : Janji kelingking Raina.
16
Bab 16 : Pilihan sulit.
17
Bab 17 : Ciuman pertama.
18
Bab 18 : My Little Bride.
19
Bab 19 : Menepati janji.
20
Bab 20 : Rubah betina.
21
Bab 21 : Pembahasan yang membuat tidak nyaman.
22
Bab 22 : Tanda merah.
23
Bab 23 : Rona merah jambu.
24
Bab 24 : Penyakit kelamin.
25
Bab 25 : Apa boleh?
26
Bab 26 : Keberanian Raina.
27
Bab 27 : Pengakuan Monica.
28
Bab 28 : Tuhan maha membolak-balikkan hati.
29
Bab 29 : Spinocerebellar Ataxia.
30
Bab 30 : Ada apa dengan Allan?
31
Bab 31 : Ucapan terima kasih dari pak William.
32
Bab 32 : Monica menjadi buronan.
33
Bab 33 : Mesin capit.
34
Bab 34 : Takut kehilangan Aleta.
35
Bab 35 : Apa aku tidak boleh bahagia?
36
Bab 36 : Kepergian Allan.
37
Bab 37 : Lamaran yang terlambat.
38
Bab 38 : Luka.
39
Bab 39 : Penghiburan dari Aleta.
40
Bab 40 : Obat kangen.
41
Bab 41 : Kehamilan Raina.
42
Bab 42 : Penyelesaian masalah part I
43
Bab 43 : Penyelesaian masalah part II
44
Bab 44 : Penyelesaian masalah part III
45
Bab 45 : Penyelesaian masalah part IV
46
Bab 46 : Terkuak fakta.
47
Bab 47 : Hari ulang tahun Aleta.
48
Bab 48 : Penyesalan pak William.
49
Bab 49 : Kapten Ri.
50
Bab 50 : kecantikan Valerie.
51
Bab 51 : Cemburu.
52
Bab 52 : Perubahan.
53
Bab 53 : Jatuh cinta lagi.
54
Bab 54 : Pelajaran untuk Allan dan Carter.
55
Bab 55 : Stalking.
56
Bab 56 : Sebuah peringatan.
57
Bab 57 : Albani Julian Sebastian.
58
Bab 58 : Makan siang bersama.
59
Bab 59 : oke?
60
Bab 60 : Sindiran Bu Lidya.
61
Bab 61 : Kamu tidak gila, tapi sinting !!
62
Bab 62 : Ada apa dengan Alex?
63
Bab 63 : Pendonor untuk Alex.
64
Bab 64 : Tentang Aleta.
65
Bab 65 : Ali cemburu.
66
Bab 66 : The end.
67
Extra part
68
Extra part
69
Novel baru
70
Novel baru lagi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!