Resepsi kedua hanya berlangsung sampai sore, karena tema acaranya santai jadi Raina dan Allan tidak perlu menjadi pajangan di pelaminan seperti hari kemarin, mereka langsung membaur dengan tamu undangan.
"wah, menantumu cantik sekali ya di". puji salah seorang teman SMA Bu Lidya.
"sangat cantik sekali". Bu Lidya menimpali ucapan temannya itu.
Hampir semua tamu undangan memuji Raina, senyum tulus yang mengembang di bibir Raina menambah kecantikannya menjadi berlipat ganda.
Raina tidak bahagia, tapi dia juga tidak menderita, bagaimanapun dia juga telah hidup di keluarga Sebastian selama ini, dan itu juga berarti dia tidak usah takut mendapat mertua yang jahat seperti di senetron-sinetron karena mama angkatnya sendiri yang menjadi mertuanya.
Jam 4 sore acaranya sudah selesai, Raina ke kamar Allan untuk mandi, dia berpapasan dengan Allan yang baru saja keluar dari kamar mandi, lelaki itu hanya mengenakan handuk di pinggangnya, dada bidang dan berototnya tampak nyata di depan mata Raina.
"aaaaaa ... ". teriak Raina , dia segera menutup mata dan membalikkan badan.
"maaf rain, aku akan segera memakai baju". Allan membuka lemari, suaranya bisa di dengar oleh Raina. "sudah rain". lanjut Allan.
"aku akan mandi". Raina segera masuk ke kamar mandi, mengguyur tubuhnya dengan air panas dari shower.
Bayangan tubuh sixpack Allan menari-nari di pelupuk matanya yang terpejam. Raina memukul kepalanya sendiri, merasa bahwa hati dan otaknya menghianatinya.
"rain, jangan lama-lama mandinya, Aleta rewel nyariin kamu". Allan mengetuk pintu karena Raina telah lebih dari setengah jam di dalam kamar mandi.
"iya mas, ini sudah selesai". berbalut dress warna abu-abu muda berbahan kaos Raina segera keluar dari kamar mandi, aroma sabun yang semerbak membuat junior Allan bereaksi.
"mas ,dimana sisirnya?"Allan tidak mendengarnya karena Raina mencicit dengan suara yang hanya mampu di dengar oleh telinganya sendiri. Raina membuka laci kecil yang ada di meja rias, tapi tidak ada sisir, dia malah menemukan bungkusan kecil mirip obat panas dalam dengan tulisan "mencegah ejakulasi dini, memperpanjang, memperbesar tanpa efek samping". What the hell? Raina melempar benda itu ke dalam laci lagi.
Dia bergidik, meninggalkan Allan yang masih asik dengan laptopnya.
"dasar berandal mesum, laki-laki penuh tipu daya". Omelan Raina terdengar oleh telinga Bu Lidya.
"kenapa sayang?"
"ah, mama, nggak kenapa-kenapa kok ma". jawab Raina sambil membuka pintu kamar Aleta.
"Hai Aleta, Aleta nyari Tante rain ya?"
"iya Tante, Aleta pengen sama Tante rain". gadis kecil itu bergelayut di lengan Raina ketika dia sampai di kamarnya.
"Aleta, sekarang panggilnya bukan Tante lagi ya, tapi mama". Bu Lidya mengoreksi panggilan Aleta terhadap Raina.
"a.. Aleta punya mama sekarang?" Aleta melonjak-lonjak di atas tempat tidurnya, tangan Raina memegang tangan anak sambungnya itu.
"jangan loncat-loncat, nanti jatuh sayang". Raina menangkap tubuh Aleta yang sudah lebih gemuk dari yang pertama di lihatnya.
"malam ini Tante, eh mama, bobo sama Aleta ya?" Sorot mata Aleta terlihat bahagia, Raina dengan senang hati menerima permintaanya, lagipula dia juga tidak ingin tidur dengan Allan.
"iya sayang, dengan senang hati". Raina duduk di karpet bulu di kamar Aleta, menemani anaknya bermain Lego.
"lhoh sayang, mama rain sekarang Bobonya sama papa, Aleta nanti di temenin eyang mama ya?" Gadis kecil itu tampaknya ingin memprotes jawaban Bu Lidya, dan itu yang di harapkan Raina. namun sayang, bukan protes keras yang di layangkan Aleta, gadis kecil itu segera mengangguk setelah mendengar penjelasan neneknya.
"ehm.. Raina ngga apa-apa kok ma kalau harus nemenin Aleta tidur, lagian itu kan memang tujuan Raina menikah dengan mas Allan, agar bisa menjadi mama bagi Aleta".
"nggak sayang, kamu sudah punya tanggung jawab lain, kamu punya suami yang harus kamu berikan haknya". Bu Lidya menepuk pundak Raina, membuat gadis itu teringat dengan barang temuannya di laci meja rias tadi.
"iya ma".
"nanti setelah Aleta tidur kembalilah ke kamarmu, Allan pasti sudah menunggu". Raina hanya mengangguk.
Setelah lebih dari 2 jam meninggalkan anak beranak itu, Bu Lidya membuka pintu kamar Aleta kembali, setelah berpapasan dengan Allan di dapur.
"rain, bangun nak, biar mama yang di sini". Bu Lidya menggoyang tubuh Raina, Raina mengerjap, lalu menyadari kehadiran Bu Lidya.
Dengan malas Raina beranjak, menuruti permintaan mamanya, dia segera kembali ke kamar Allan, di dalam kamar Raina tidak melihat tanda-tanda keberadaan Allan, karena sudah terlalu lelah, Raina akhirnya tertidur pulas hingga pagi.
-
Kehidupan pernikahan Raina dan Allan berjalan tanpa adanya hal janggal jika di lihat dari luar, mereka tidur satu kamar setiap hari.
"rain, malam ini aku ada undangan makan malam, kamu siap-siap, acaranya jam 7, mungkin nanti aku pulang mepet isya, jadi kamu siapkan pakaianku, siapkan yang senada dengan yang kamu pakai". Raina hanya mengangguk lalu mencium tangan suaminya, satu kebiasaan baru Raina.
Setelah mengantar Allan ke depan, tugas Raina belum selesai, dia harus mengantar Aleta ke sekolah, menungguinya hingga pulang.
Rutinitas yang bisa di bilang membosankan, namun Raina sangat menikmatinya, Allan juga menepati janji untuk tidak menyentuh Raina, mereka telah 80% menjadi suami istri,saling berbagi suka dan duka, Raina tetap menganggap Allan sebagai abangnya, tempatnya dan Aleta berlindung, sedangkan Allan entah menganggap Raina sebagai apa, naluri lelakinya meronta-ronta ketika menatap Raina.
Raina selalu menceritakan apapun yang dia alami kepada Allan, begitupun sebaliknua. Tadi malam, sebelum tidur Raina menceritakan bahwa Aleta minggu depan akan ada pertunjukan balet, para orang tua di minta hadir, Aleta meminta di belikan sepatu roda, mamanya Bilqis menyindir Raina sebagai simpanan om-om dan sebagainha, Allan mendengarkan Raina dengan seksama lalu menanggapi hal-hal yang perlu dia tanggapi, meski ada sebuah guling yang menjadi sekat di antara mereka.
Allan masih berhubungan dengan Monica, wanita itu tidak memiliki malu sama sekali, dia selalu datang ketika Bu Lidya dan pak William sedang pergi ke luar kota bahkan beberapa kali dia menginap, Allan benar-benar menepati janjinya, dia membawa Monica untuk menyalurkan kebutuhannya.
Johan telah hilang entah kemana, setelah pernikahan Raina dan Allan mereka tidak pernah lagi bersua.
Malam ini, Raina yang sedang menyisir rambut Aleta mendengar derap langkah kaki Monica, rasa sakit menjalari seluruh tubuhnya, bagaimana tidak, suaminya tidur dengan wanita lain di ranjang mereka, Raina memang menyadari arti dirinya untuk Allan, tapi menyaksikan hal itu sendiri sungguh sangat menyakitkan.
"mama, Tante Monica kesini lagi?"
"iya sayang, nanti sebentar lagi juga pulang"
"iya ma, mama peluk Aleta ya, Aleta pengen sama mama terus".
"mama disini sayang, mama nggak kemana-kemana, mama akan selalu ada buat Aleta". bisik Raina sembari membelai wajah putrinya.
"mama benci nggak sama Tante Monic?"
"kita nggak boleh benci sama orang sayang, nanti hati kita jadi keras kaya batu, kita doakan saja, semoga dia berubah, nggak seperti itu lagi". Dengan kecupan hangat di ujung kepala Aleta, Raina mengantarnya ke alam mimpi, mimpi indah tanpa adanya Monica disana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
sherly
ngk modal kamu Allan kalo mau gituan Ama Monic di hotel donk, ngk punya hati kamu emang sialan
2023-05-26
0
Leni Ani
kok mamanya ngaj ngeh ya kl alan masih berhubungan sm monika
2021-05-25
1
Aprillia
eeeh..si monkey berani bertamu kl g ada orgtuanya allan.
tapi thor....kok monica yg sll nyamperin ke rumah allan ya??
2021-03-03
3