Aleta yang di pangku oleh Raina sedang tertawa melihat video Mr. Bean dalam YouTube, Marni melirik tajam dari kursi depan kemudi.
Karena Aleta di antar oleh Raina maka hari ini Marni memakai seragam baby sitter nya.
"Tante rain mau antar Aleta setiap hari?" tanya Aleta mengalihkan pandangan dari hp Raina.
"boleh, sebelum Tante mulai kuliah". kata Raina sambil menyisipkan anak rambut Aleta yang terurai.
"Aleta sayang sama Tante rain". Aleta memeluk Raina dengan erat, aroma minyak telon bercampur bedak bayi menenangkan Raina.
"Tante rain juga sayang sama Aleta".
Setalah beberapa jam di dalam kelas, Aleta akhirnya keluar untuk Snack time, beberapa keping biscuit dan satu buah pie susu di bawa sebagi bekal.
"Tante rain mau?"
"nggak sayang, untuk Aleta saja". Aleta makan dengan tenang, senyum mengembang di wajahnya yang cantik, Marni terus menekuk wajahnyanya, sesekali membenahi seragamnya karena sedikit kekecilan dan tidak nyaman untuk duduk.
Pandangan mata para wali murid yang lain menatap heran pada Raina dan Aleta, entah apa yang ada di pikiran Raina, tapi yang pasti itu bukan hal yang baik.
"selamat siang, anda mamanya Aleta?" tanya seorang wanita muda dengan seragam guru.
"ah, saya tantenya Bu".
"saya kira mamanya Aleta, saya ingin mengobrol sebentar sebenarnya". harapan sang guru pun pupus setelah mendengar jawaban Raina.
"boleh saya saja yang mewakili?"
"boleh kalau tidak keberatan, mari ikut dengan saya". guru tadi membimbing langkah Raina ke ruang guru.
"perkenalkan nama saya Miss Ella".
"saya Raina". mereka bersalaman tanda perkenalan.
"begini Bu, eh kak, bagaimana ya?" Miss Ella terlihat canggung dengan Raina.
"mbak saja Bu".
"biak, begini mbak Raina, Aleta itu pandai, tapi kenapa dia selalu terlihat mengantuk di kelas, dan mudah sekali terkejut, seperti tidak berkonsentrasi saat melakukan sesuatu".
"saya juga merasa begitu bu, namun saya tinggal bersama Aleta belum ada satu bulan, jadi saya belum sepenuhnya mengerti".
"ohh.. pantas saja, saya baru lihat anda, sebenarnya saya sudah konsultasi dengan pangasuhnya, tapi dia selalu bilang kalau Aleta itu suka tidur". Miss Ella menghela nafasnya.
"nanti sepulang sekolah saya akan mencoba bicara pada mama saya Bu".
"ehmm..maaf mbak, bolah saya bertanya?"
"silahkan Bu".
"kalau boleh saya tau, orang tua Aleta itu kemana ya mbak, kenapa tidak pernah datang ke sekolah sejak pertama Aleta masuk?".
"ah,papa mamanya di luar negeri Bu". jawab Raina asal-asalan karena sebenernya dia sendiri tidak tau siapa orang tua Raina.
"pantas saja tidak pernah hadir setiap ada rapat".
"iya Bu".
Sepulang sekolah, Raina akan menggantikan baju Aleta, namun di cegah oleh Marni, dengan alasan bahwa itu tugas Marni.
Di dalam kamarnya, Raina kepikiran dengan kata-kata Miss Ella yang menyinggung tentang orang tua Aleta, dia sendiri heran, kemana orang tua Aleta, sampai dia harus tinggal dengan kakek nenek dan omnya.
Setelah berganti baju Raina turun, dan menuju ke dapur, dia ingin membuatkan Snack untuk Aleta, pudding coklat dengan Fla vanila.
"mbak, boleh saya membuat makanan untuk Aleta?" tanya Raina pada seorang pembantu.
"silahkan mbak, mbak Raina butuh apa?" tanya pembantu itu dengan ramah.
"siapkan cetakannya saja mbak, saya ngga tau tempatnya.
"ini mbak pakai celemek dulu, saya ambilkan cetakannya.
Saat Raina sedang sibuk mengaduk puding yang mulai mendidih, terdengar suara seorang wanita datang mencari Allan.
"selamat siang Bi, Allan ada?"
"ngga ada mbak, mas Allan sama bapak ibu pergi, hanya ada mbak Raina".
"Raina siapa?"
"anak angkatnya bapak, mbak".
Raina membalikkan badan ketika mendengar namanya di sebut, dia terkejut ketika melihat wanita yang sangat cantik sedang menatapnya curiga.
"selamat pagi, saya Raina" . kata Raina sembari mengulurkan tangannya.
"Monika, pacarnya Allan". dia menegaskan kata 'pacar' dengan penekanan maksimal.
"saya anak angkatnya pak William".
"oh, kemana si anak nakal itu?"
"Aleta?"
"iya'.
"dia tidur". jawab Raina sembari menuang puding ke dalam cetakan.
Monica pun akhirnya pergi bersama pembantu bernama Lilis tadi ke kamar Aleta untuk menemui Marni.
-
Beberapa hari telah berlalu, perasaan Raina sudah membaik, dia memutuskan untuk mencari kampus hari ini dengan di temani Allan.
Dari meja makan pandangan mereka beralih pada gadis kecil yang sedang menuruni tangga dengan terusan lengan panjang lalu kaos kaki sampai ke lulut serta rambut di kuncir dua membuat Aleta sangat menggemaskan seperti boneka, Raina tidak tahan untuk tidak mencubit pipinya.
"cantiknya, anak siapa ini". kata Raina saat Aleta mendarat di kursi sebelahnya.
"anak papa". kata Aleta dengan melirik Allan, Allan juga menatap Aleta dengan tatapan mata dingin.
"rain, hari ini jadi cari kampus?" tanya Bu Lidya.
"jadi ma".
"Al, nanti anterin adik kamu cari kampus, yang bagus, sesuai dengan keinginan dia". kata pak William.
"kamu mau kuliah jurusan apa?" tanya Allan.
"belum tau mas, tapi kayaknya Raina ngga bisa jadi dokter, kalo inget rumah sakit, jadi inget bapak". Raina menunduk.
"oke, ambil jurusan yang kamu minat saja ya". kata Bu Lidya dengan lembut menepuk pundak Raina.
"terima kasih ma".
"hari ini Tante rain ngga nganter Aleta?" tanya Aleta sedih.
"Tante rain mau cari kampus sayang, Tante juga harus sekolah lagi biar pinter". jawab Bu Lidya.
"tapi nanti kalo udah pulang main lagi sama Aleta ya?"
"pasti sayang".
Raina menatap Aleta yang terus menguap, padahal kemarin dia telah tidur sejak sore, Raina jadi teringat dengan perkataan Miss Ella, selama ini dia mencari tau sendiri tentang kebiasaan Aleta, tapi tidak ada yang janggal, semua berjalan sebagaimana mestinya.
"mah, Aleta kok menguap terus ya, padahal udah tidur dari sore".
"mama juga heran, kenapa dia bisa ngantuk terus".
"dia juga sekarang kurus ya ma, ngga kaya kemarin". kata pak William.
"iya, susah makan soalnya". kata Bu Lidya, Raina tidak melanjutkan perkataannya karena memang tidak ada yang aneh dengan pola hidup Aleta.
-
"rain, kamu tau sekolahnya Aleta?" tanya Allan setelah mengambil brosur dari kampus yang bagus untuk Raina.
"tau mas, kenapa?"
"kita jemput Aleta dulu gimana, tapi ini baru jam 9?" kata Allan sembari melihat jam tangannya.
"pulangnya jam 10.30, masih ada waktu satu setengah jam".kata Raina.
"kita tungguin aja di depan sekolah, saya penasaran apa yang di lakukannya di sekolah, kenapa dia bisa senakal itu".
"nakal?"
"iya nakal".
"menurut Raina, Aleta ngga nakal kok mas".
"kata Marni dia nakal". kata Allan sambil membelokkan mobilnya menuju sekolah Aleta.
"sejak kapan Marni ngurus Aleta?"
"sejak Aleta berusia 2 tahun, pengasuhnya yang dulu pulang kampung karena ibunya sakit, lalu Monica merekomendasikan Marni karena Marni pernah merawat anak sahabatnya".
"ohh.. begitu, pantas saja mbak Monica dekat dengan mbak Marni".
"dari mana kamu tau?"
"mbak Monica pernah datang, pas mas Allan nggak di rumah".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Tiadayanglain
Orang kaya tapi goblok
Anak hmpir mati di siksa ayah nya santai aja
2023-03-20
0
Nanik Lestari
lemot memahami
2023-02-24
0
Fida gemoy 😉
wahhhj sepertinya ada udang dibalik bakwan nihhj¿🤔
2022-04-21
0