Bab 8 : kedatangan Monica.

Aleta yang di pangku oleh Raina sedang tertawa melihat video Mr. Bean dalam YouTube, Marni melirik tajam dari kursi depan kemudi.

Karena Aleta di antar oleh Raina maka hari ini Marni memakai seragam baby sitter nya.

"Tante rain mau antar Aleta setiap hari?" tanya Aleta mengalihkan pandangan dari hp Raina.

"boleh, sebelum Tante mulai kuliah". kata Raina sambil menyisipkan anak rambut Aleta yang terurai.

"Aleta sayang sama Tante rain". Aleta memeluk Raina dengan erat, aroma minyak telon bercampur bedak bayi menenangkan Raina.

"Tante rain juga sayang sama Aleta".

Setalah beberapa jam di dalam kelas, Aleta akhirnya keluar untuk Snack time, beberapa keping biscuit dan satu buah pie susu di bawa sebagi bekal.

"Tante rain mau?"

"nggak sayang, untuk Aleta saja". Aleta makan dengan tenang, senyum mengembang di wajahnya yang cantik, Marni terus menekuk wajahnyanya, sesekali membenahi seragamnya karena sedikit kekecilan dan tidak nyaman untuk duduk.

Pandangan mata para wali murid yang lain menatap heran pada Raina dan Aleta, entah apa yang ada di pikiran Raina, tapi yang pasti itu bukan hal yang baik.

"selamat siang, anda mamanya Aleta?" tanya seorang wanita muda dengan seragam guru.

"ah, saya tantenya Bu".

"saya kira mamanya Aleta, saya ingin mengobrol sebentar sebenarnya". harapan sang guru pun pupus setelah mendengar jawaban Raina.

"boleh saya saja yang mewakili?"

"boleh kalau tidak keberatan, mari ikut dengan saya". guru tadi membimbing langkah Raina ke ruang guru.

"perkenalkan nama saya Miss Ella".

"saya Raina". mereka bersalaman tanda perkenalan.

"begini Bu, eh kak, bagaimana ya?" Miss Ella terlihat canggung dengan Raina.

"mbak saja Bu".

"biak, begini mbak Raina, Aleta itu pandai, tapi kenapa dia selalu terlihat mengantuk di kelas, dan mudah sekali terkejut, seperti tidak berkonsentrasi saat melakukan sesuatu".

"saya juga merasa begitu bu, namun saya tinggal bersama Aleta belum ada satu bulan, jadi saya belum sepenuhnya mengerti".

"ohh.. pantas saja, saya baru lihat anda, sebenarnya saya sudah konsultasi dengan pangasuhnya, tapi dia selalu bilang kalau Aleta itu suka tidur". Miss Ella menghela nafasnya.

"nanti sepulang sekolah saya akan mencoba bicara pada mama saya Bu".

"ehmm..maaf mbak, bolah saya bertanya?"

"silahkan Bu".

"kalau boleh saya tau, orang tua Aleta itu kemana ya mbak, kenapa tidak pernah datang ke sekolah sejak pertama Aleta masuk?".

"ah,papa mamanya di luar negeri Bu". jawab Raina asal-asalan karena sebenernya dia sendiri tidak tau siapa orang tua Raina.

"pantas saja tidak pernah hadir setiap ada rapat".

"iya Bu".

Sepulang sekolah, Raina akan menggantikan baju Aleta, namun di cegah oleh Marni, dengan alasan bahwa itu tugas Marni.

Di dalam kamarnya, Raina kepikiran dengan kata-kata Miss Ella yang menyinggung tentang orang tua Aleta, dia sendiri heran, kemana orang tua Aleta, sampai dia harus tinggal dengan kakek nenek dan omnya.

Setelah berganti baju Raina turun, dan menuju ke dapur, dia ingin membuatkan Snack untuk Aleta, pudding coklat dengan Fla vanila.

"mbak, boleh saya membuat makanan untuk Aleta?" tanya Raina pada seorang pembantu.

"silahkan mbak, mbak Raina butuh apa?" tanya pembantu itu dengan ramah.

"siapkan cetakannya saja mbak, saya ngga tau tempatnya.

"ini mbak pakai celemek dulu, saya ambilkan cetakannya.

Saat Raina sedang sibuk mengaduk puding yang mulai mendidih, terdengar suara seorang wanita datang mencari Allan.

"selamat siang Bi, Allan ada?"

"ngga ada mbak, mas Allan sama bapak ibu pergi, hanya ada mbak Raina".

"Raina siapa?"

"anak angkatnya bapak, mbak".

Raina membalikkan badan ketika mendengar namanya di sebut, dia terkejut ketika melihat wanita yang sangat cantik sedang menatapnya curiga.

"selamat pagi, saya Raina" . kata Raina sembari mengulurkan tangannya.

"Monika, pacarnya Allan". dia menegaskan kata 'pacar' dengan penekanan maksimal.

"saya anak angkatnya pak William".

"oh, kemana si anak nakal itu?"

"Aleta?"

"iya'.

"dia tidur". jawab Raina sembari menuang puding ke dalam cetakan.

Monica pun akhirnya pergi bersama pembantu bernama Lilis tadi ke kamar Aleta untuk menemui Marni.

-

Beberapa hari telah berlalu, perasaan Raina sudah membaik, dia memutuskan untuk mencari kampus hari ini dengan di temani Allan.

Dari meja makan pandangan mereka beralih pada gadis kecil yang sedang menuruni tangga dengan terusan lengan panjang lalu kaos kaki sampai ke lulut serta rambut di kuncir dua membuat Aleta sangat menggemaskan seperti boneka, Raina tidak tahan untuk tidak mencubit pipinya.

"cantiknya, anak siapa ini". kata Raina saat Aleta mendarat di kursi sebelahnya.

"anak papa". kata Aleta dengan melirik Allan, Allan juga menatap Aleta dengan tatapan mata dingin.

"rain, hari ini jadi cari kampus?" tanya Bu Lidya.

"jadi ma".

"Al, nanti anterin adik kamu cari kampus, yang bagus, sesuai dengan keinginan dia". kata pak William.

"kamu mau kuliah jurusan apa?" tanya Allan.

"belum tau mas, tapi kayaknya Raina ngga bisa jadi dokter, kalo inget rumah sakit, jadi inget bapak". Raina menunduk.

"oke, ambil jurusan yang kamu minat saja ya". kata Bu Lidya dengan lembut menepuk pundak Raina.

"terima kasih ma".

"hari ini Tante rain ngga nganter Aleta?" tanya Aleta sedih.

"Tante rain mau cari kampus sayang, Tante juga harus sekolah lagi biar pinter". jawab Bu Lidya.

"tapi nanti kalo udah pulang main lagi sama Aleta ya?"

"pasti sayang".

Raina menatap Aleta yang terus menguap, padahal kemarin dia telah tidur sejak sore, Raina jadi teringat dengan perkataan Miss Ella, selama ini dia mencari tau sendiri tentang kebiasaan Aleta, tapi tidak ada yang janggal, semua berjalan sebagaimana mestinya.

"mah, Aleta kok menguap terus ya, padahal udah tidur dari sore".

"mama juga heran, kenapa dia bisa ngantuk terus".

"dia juga sekarang kurus ya ma, ngga kaya kemarin". kata pak William.

"iya, susah makan soalnya". kata Bu Lidya, Raina tidak melanjutkan perkataannya karena memang tidak ada yang aneh dengan pola hidup Aleta.

-

"rain, kamu tau sekolahnya Aleta?" tanya Allan setelah mengambil brosur dari kampus yang bagus untuk Raina.

"tau mas, kenapa?"

"kita jemput Aleta dulu gimana, tapi ini baru jam 9?" kata Allan sembari melihat jam tangannya.

"pulangnya jam 10.30, masih ada waktu satu setengah jam".kata Raina.

"kita tungguin aja di depan sekolah, saya penasaran apa yang di lakukannya di sekolah, kenapa dia bisa senakal itu".

"nakal?"

"iya nakal".

"menurut Raina, Aleta ngga nakal kok mas".

"kata Marni dia nakal". kata Allan sambil membelokkan mobilnya menuju sekolah Aleta.

"sejak kapan Marni ngurus Aleta?"

"sejak Aleta berusia 2 tahun, pengasuhnya yang dulu pulang kampung karena ibunya sakit, lalu Monica merekomendasikan Marni karena Marni pernah merawat anak sahabatnya".

"ohh.. begitu, pantas saja mbak Monica dekat dengan mbak Marni".

"dari mana kamu tau?"

"mbak Monica pernah datang, pas mas Allan nggak di rumah".

Terpopuler

Comments

Tiadayanglain

Tiadayanglain

Orang kaya tapi goblok
Anak hmpir mati di siksa ayah nya santai aja

2023-03-20

0

Nanik Lestari

Nanik Lestari

lemot memahami

2023-02-24

0

Fida gemoy 😉

Fida gemoy 😉

wahhhj sepertinya ada udang dibalik bakwan nihhj¿🤔

2022-04-21

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Tuduhan korupsi.
2 Bab 2 : Bertemu pak William.
3 Bab 3 : Allan Sebastian.
4 Bab 3 : Menjadi tersangka.
5 Bab 5 : Putusan Hakim.
6 Bab 6 : Kepergian pak Mada.
7 Bab 7 : Ada apa dengan Aleta?
8 Bab 8 : kedatangan Monica.
9 Bab 9 : Papanya Aleta.
10 Bab 10 : Kehancuran karir Allan.
11 Bab 11 : Makan malam dengan keluarga Chaniago.
12 Bab 12 : Om Jojo.
13 Bab 13 : Pergi ke pantai.
14 Bab 14 : Alergi Aleta kambuh.
15 Bab 15 : Janji kelingking Raina.
16 Bab 16 : Pilihan sulit.
17 Bab 17 : Ciuman pertama.
18 Bab 18 : My Little Bride.
19 Bab 19 : Menepati janji.
20 Bab 20 : Rubah betina.
21 Bab 21 : Pembahasan yang membuat tidak nyaman.
22 Bab 22 : Tanda merah.
23 Bab 23 : Rona merah jambu.
24 Bab 24 : Penyakit kelamin.
25 Bab 25 : Apa boleh?
26 Bab 26 : Keberanian Raina.
27 Bab 27 : Pengakuan Monica.
28 Bab 28 : Tuhan maha membolak-balikkan hati.
29 Bab 29 : Spinocerebellar Ataxia.
30 Bab 30 : Ada apa dengan Allan?
31 Bab 31 : Ucapan terima kasih dari pak William.
32 Bab 32 : Monica menjadi buronan.
33 Bab 33 : Mesin capit.
34 Bab 34 : Takut kehilangan Aleta.
35 Bab 35 : Apa aku tidak boleh bahagia?
36 Bab 36 : Kepergian Allan.
37 Bab 37 : Lamaran yang terlambat.
38 Bab 38 : Luka.
39 Bab 39 : Penghiburan dari Aleta.
40 Bab 40 : Obat kangen.
41 Bab 41 : Kehamilan Raina.
42 Bab 42 : Penyelesaian masalah part I
43 Bab 43 : Penyelesaian masalah part II
44 Bab 44 : Penyelesaian masalah part III
45 Bab 45 : Penyelesaian masalah part IV
46 Bab 46 : Terkuak fakta.
47 Bab 47 : Hari ulang tahun Aleta.
48 Bab 48 : Penyesalan pak William.
49 Bab 49 : Kapten Ri.
50 Bab 50 : kecantikan Valerie.
51 Bab 51 : Cemburu.
52 Bab 52 : Perubahan.
53 Bab 53 : Jatuh cinta lagi.
54 Bab 54 : Pelajaran untuk Allan dan Carter.
55 Bab 55 : Stalking.
56 Bab 56 : Sebuah peringatan.
57 Bab 57 : Albani Julian Sebastian.
58 Bab 58 : Makan siang bersama.
59 Bab 59 : oke?
60 Bab 60 : Sindiran Bu Lidya.
61 Bab 61 : Kamu tidak gila, tapi sinting !!
62 Bab 62 : Ada apa dengan Alex?
63 Bab 63 : Pendonor untuk Alex.
64 Bab 64 : Tentang Aleta.
65 Bab 65 : Ali cemburu.
66 Bab 66 : The end.
67 Extra part
68 Extra part
69 Novel baru
70 Novel baru lagi
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Bab 1 : Tuduhan korupsi.
2
Bab 2 : Bertemu pak William.
3
Bab 3 : Allan Sebastian.
4
Bab 3 : Menjadi tersangka.
5
Bab 5 : Putusan Hakim.
6
Bab 6 : Kepergian pak Mada.
7
Bab 7 : Ada apa dengan Aleta?
8
Bab 8 : kedatangan Monica.
9
Bab 9 : Papanya Aleta.
10
Bab 10 : Kehancuran karir Allan.
11
Bab 11 : Makan malam dengan keluarga Chaniago.
12
Bab 12 : Om Jojo.
13
Bab 13 : Pergi ke pantai.
14
Bab 14 : Alergi Aleta kambuh.
15
Bab 15 : Janji kelingking Raina.
16
Bab 16 : Pilihan sulit.
17
Bab 17 : Ciuman pertama.
18
Bab 18 : My Little Bride.
19
Bab 19 : Menepati janji.
20
Bab 20 : Rubah betina.
21
Bab 21 : Pembahasan yang membuat tidak nyaman.
22
Bab 22 : Tanda merah.
23
Bab 23 : Rona merah jambu.
24
Bab 24 : Penyakit kelamin.
25
Bab 25 : Apa boleh?
26
Bab 26 : Keberanian Raina.
27
Bab 27 : Pengakuan Monica.
28
Bab 28 : Tuhan maha membolak-balikkan hati.
29
Bab 29 : Spinocerebellar Ataxia.
30
Bab 30 : Ada apa dengan Allan?
31
Bab 31 : Ucapan terima kasih dari pak William.
32
Bab 32 : Monica menjadi buronan.
33
Bab 33 : Mesin capit.
34
Bab 34 : Takut kehilangan Aleta.
35
Bab 35 : Apa aku tidak boleh bahagia?
36
Bab 36 : Kepergian Allan.
37
Bab 37 : Lamaran yang terlambat.
38
Bab 38 : Luka.
39
Bab 39 : Penghiburan dari Aleta.
40
Bab 40 : Obat kangen.
41
Bab 41 : Kehamilan Raina.
42
Bab 42 : Penyelesaian masalah part I
43
Bab 43 : Penyelesaian masalah part II
44
Bab 44 : Penyelesaian masalah part III
45
Bab 45 : Penyelesaian masalah part IV
46
Bab 46 : Terkuak fakta.
47
Bab 47 : Hari ulang tahun Aleta.
48
Bab 48 : Penyesalan pak William.
49
Bab 49 : Kapten Ri.
50
Bab 50 : kecantikan Valerie.
51
Bab 51 : Cemburu.
52
Bab 52 : Perubahan.
53
Bab 53 : Jatuh cinta lagi.
54
Bab 54 : Pelajaran untuk Allan dan Carter.
55
Bab 55 : Stalking.
56
Bab 56 : Sebuah peringatan.
57
Bab 57 : Albani Julian Sebastian.
58
Bab 58 : Makan siang bersama.
59
Bab 59 : oke?
60
Bab 60 : Sindiran Bu Lidya.
61
Bab 61 : Kamu tidak gila, tapi sinting !!
62
Bab 62 : Ada apa dengan Alex?
63
Bab 63 : Pendonor untuk Alex.
64
Bab 64 : Tentang Aleta.
65
Bab 65 : Ali cemburu.
66
Bab 66 : The end.
67
Extra part
68
Extra part
69
Novel baru
70
Novel baru lagi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!