"Tante rain, Aleta kan ngga sakit, kok di infus". tanya Aleta kepada Raina yang menunduk lemah memandangi tangan Aleta yang terhubung dengan kantung infus.
"ini biar Aleta cepet gede sayang". Aleta hanya mengangguk, bibir kecilnya tidak berhenti tersenyum ketika melihat cartoon favoritnya.
"Tante, whistling itu artinya apa?" tanya Aleta saat melihat peppa pig di hpnya.
"eh... whistling itu bersiul sayang".
"ohh, bersiul, eyang papa suka bersiul". senyum Aleta mengembang lebar, tidak terlihat ada beban dalam hatinya, Raina hanya bisa berdoa, semoga yang dia alami tidak menimbulkan trauma di kemudian hari.
"Aleta makan ya sayang? Tante rain suapi". sekali lagi, Aleta hanya mengangguk.
Raina dengan sabar menyuapi Aleta hingga bubur dalam mangkuknya berkurang setengah, sedangkan Allan tak kunjung kembali.
"udah ya Tante, Aleta udah kenyang". kata Aleta.
"iya sayang".
"Tante rain baik, nggak kaya mbak Marni suka maksa". Raina mengurut dadanya, mengingat lagi perlakuan Marni.
"mulai sekarang, tante rain yang akan nyiapin Aleta tiap hari, oke sayang?"
"oke Tante".
Beberapa saat kemudian Aleta telah tertidur, Raina sibuk membereskan pakaian Aleta yang tadi diantar oleh seorang bodyguard.
"rain, kamu nggak istrahat?" tanya Allan, Raina tidak menyadari kedatangan Allan karena pikirannya melayang ke mana-mana.
"ah, nggak mas, nanti saja".
"kamu pulang aja rain, biar Aleta di tunggui perawat".
"nggak mas, saya mau di sini nungguin Aleta". jawab Raina di dengan air mata hampir jatuh.
"kenapa kamu nangis?" tanya Allan heran melihat mata Raina berkaca-kaca.
"Raina sedih mas, kenapa baru sekarang semua ini terungkap, Raina ngga bisa bayangin kaya apa hari-hari Aleta selama ini". Raina mulai terisak, Allan hanya bisa menghela nafasnya dalam-dalam.
"semenjak dia lahir, aku nggak pernah sekalipun memperhatikan Aleta". kata Allan dengan nada penuh keputusasaan. Raina yang sedang menangis mendongak menatapnya.
"Aleta di tinggalkan di depan rumah saat usianya 3hari, bahkan tali pusarnya belum lepas". Allan lagi-lagi menghela nafasnya yang berat karena sesak menahan tangis.
"maksudnya?" tanya Raina tidak paham dengan perkataan Allan.
"Valerie, ibunya aleta yang kecewa melaporkan tindakanku pada atasanku, lalu aku di pecat secara tidak hormat dari kesatuan-ku".
"kenapa?"
"valerie menolak saat akan aku nikahi, dia hanya memeras ku dengan selalu meminta uang dalam jumlah yang banyak semenjak dia tau bahwa dia hamil, semakin hari tabunganku semakin menipis, aku bosan selalu di ancam, jadi aku menantang dia untuk melaporkanku, dan akhirnya dia benar-benar melakukan nya". Allan tersenyum kecut mengingat kejadian itu.
"lalu, kemana dia sekarang?"
"dia kembali menjadi sexy dance di tempat bilyard dimana kamu bertemu dulu, aku tergoda dengan kecantikannya, hingga semua itu terjadi". Allan beranjak ke ranjang Aleta, membenarkan selimutnya.
"kamu tau arti nama Alleta?" tanya Allan dengan senyum di bibirnya.
"ketenangan? nama anak tetangga Raina juga Alleta" jawab Raina penuh keyakinan.
"bukan, Alleta artinya Allan lepas tangan ". Allan tertawa geli sendiri. "mama yang menamai dia begitu, karena waktu itu aku bener-bener lepas tangan atas Aleta, hingga tes DNA keluarpun aku masih menolak fakta bahwa dia anakku".
"ah, iya juga ya". Raina ikut tertawa.
"terima kasih rain, karena kamu semua ini terungkap". Raina hanya mengangguk.
Alleta Gianni Sebastian.
-
Satu bulan kemudian.
"rain, kuliah kamu mulai bulan depan kan sayang?" tanya Bu Lidya pada Raina.
"iya ma, bulan ini mulai". jawab Raina sembari menyuapi Aleta.
"nanti kita cari baby sitter untuk Aleta dari yayasan aja ya Al, biar kalo ada apa-apa ada yang nanggung". kata pak William.
"iya terserah". jawab Allan kembali dingin pada Alleta setelah beberapa hari lalu Monica datang, entah apa yang dia lakukan hingga Allan bisa berubah drastis pada Aleta.
Setelah beberapa hari mencari yayasan yang bonafit, akhirnya Seorang wanita berusia 40an datang kerumah, dia masih energik, senyumnya tulus, dan juga sopan, namanya mbak Rini.
"mbak, ini Aleta, Aleta pernah mengalami hal yang berat, jadi jangan kasar ya sama dia". kata Raina memperkenalkan Rini dengan Aleta, awalnya Aleta terlihat takut, tapi lama-kelamaan dia bisa terbiasa dengan Rini.
-
Raina sudah mulai masuk kuliah, setiap hari dia berangkat dengan menaiki mobil diantar oleh seorang sopir, sebagai anak jenderal maka Raina juga harus mendapat perlakuan yang layak.
Dalam beberapa hari Raina telah terkenal, selain karena kecantikannya juga karena pangkat pak William.
Hari-hari yang di lalui Raina sama seperti anak seumuran nya, ke kampus, nongkrong sebentar baru pulang, beberapa teman laki-laki mendekati Raina, tapi tidak ada satupun yang menarik perhatian Raina.
Raina di anggap baik oleh para mahasiswi namun dianggap sombong oleh para mahasiswa karena siapapun yang mendekatinya pasti dia tolak, bahkan cowok paling terkenal di kampusnya pun tidak dapat menembus benteng pertahanan Raina.
Bagi Raina, pacaran adalah hal mewah yang belum mampu dia lakukan, selain karena harus sukses terlebih dahulu, Raina juga memikirkan keluarga pak William yang telah memberinya kenyamanan, dia tidak ingin kejadian seperti Allan menimpa dirinya jika sampai dia tergoda duniawi.
-
"Rain, nanti malam ikut bapak sama Mama ya, kita makan malam sama keluarga kolega bapak ". kata pak William kepada anak gadisnya.
"iya pak". Raina tidak pernah sekalipun membantah pak William, bahkan terbersit untuk melakukannya saja tidak.
"nanti kita pergi bertiga, Allan nggak mau ikut". kata Bu Lidya.
"Aleta?"
"biar di rumah sama Allan". jawab Bu Lidya santai.
Malam harinya Raina ikut Kedua orang tuanya ke sebuah restoran mewah, dia mengenakan dress turtleneck lengan panjang warna hitam yang pas untuk tubuh rampingnya, sangat indah untuk dipandang mata. Ditambah lagi rambut panjang sepinggang yang dia gerai begitu saja, menimbulkan kesan sexy.
Raina buru-buru keluar kamar setelah menyadari bahwa dia terlalu lama mematut diri, saat membuka pintu dia berpapasan dengan Allan, mereka berhadapan, Allan tertegun melihat Raina yang tampil berbeda dari biasanya.
"kamu mau pergi pakai itu?"
"iya. kenapa mas?"
"ganti !! kamu kaya mau narik perhatian om-om kalo pake kaya gituan". jawab Allan sambil melenggang pergi. Raina kebingungan lantas masuk ke kamar dan ganti baju lagi.
"rain, kamu cantik sekali, yuk kita berangkat". Bu Lidya menatap kagum pada anak gadisnya yang mengenakan dress a-line lengan panjang warna peach yang mengagumkan.
"iya ma". Raina tersenyum ketika Bu Lidya mengaitkan tangannya pada pada tangan Raina.
Keduanya begitu akrab, tidak akan ada yang menyangka bahwa Raina adalah anak angkat yang baru beberapa bulan menjadi anggota keluarga William.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
sherly
ternyata
2023-05-26
0
Fitria Dafina
Allan mulai protektif nie..
2021-02-28
1
Cristal
lanjut yah
2021-01-08
2