Bab 16 : Pilihan sulit.

Raina terus memeluk Aleta setelah kepergian Allan, bibirnya terus bergumam merapal segala doa mengutuki laki-laki itu.

Baginya dirinya dan Aleta adalah dua anak manusia yang memiliki nasib yang bertolak belakang, Raina di lahirkan di dalam keluarga miskin yang serba kekurangan, namun berlimpah kasih sayang, sedangkan Aleta, dia tidak pernah merasakan tidur dengan memeluk baskom untuk menampung kebocoran namun dia juga tidak pernah merasakan hal sepele yang di namakan kasih sayang.

"rain". Bu Lidya masuk dengan wajah tegang, melihat anak gadisnya sedang menangis memeluk cucunya yang sakit.

"ma, mama udah pulang?"

"iya, mama ambil penerbangan pagi, Aleta kamu nggak apa-apa sayang?"

"Aleta udah sembuh kok eyang mama". jawab Aleta dengan senyum khas anak kecil.

"Allan di mana?" Bu Lidya mengedarkan pandangan mencari tanda-tanda keberadaan anak sulungnya.

"mas Allan baru aja pulang ma, abis nyuapin Aleta".

"nyuapin Aleta?" Seolah mendengar berita luar biasa, Bu Lidya sampai mengernyitkan dahinya.

"iya ma".

"Aleta, kemarin bisa sakit kenapa rain?"

"di kasih makan lobster sama mas Allan ma".

"eyang mama, Aleta nggak mau jalan-jalan sama papa lagi kalo ada Tante Monica". tiba-tiba gadis kecil itu bersuara.

"kenapa sayang?"

"kemarin Aleta di dorong biar masuk laut, terus pas Aleta kedinginan Tante Monic nggak mau gantiin baju Aleta".

"apa?" jawab Raina dan Bu Lidya serentak.

"iya ma, kemarin Aleta pulang bajunya basah". jelas Raina.

"keterlaluan !!". Bu Lidya segera mengambil Hpnya untuk menelpon Allan.

"halo".

"halo ma"

"kamu ke rumah sakit sekarang, mama tunggu, ajak Monica juga".

"kenapa?"

"nggak usah banyak tanya". Bu Lidya langsung mematikan telepon tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Bu Lidya mengepal erat hingga kuku jarinya yang lentik memutih, dia memeluk cucu kesayangannya dengan tatapan nanar, sedangkan Raina sibuk membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Beberapa saat kemudian, datanglah orang yang di tuduh Aleta, Monica dengan dress merah selutut tampak serasi dengan Allan yang tampan.

"duduk". hardik Bu Lidya pada dua orang tadi.

"kenapa sih?" Allan bergumam tapi aku masih bisa mendengarnya.

"pertama, Allan, Aleta itu anak kamu, kalau kamu tidak suka dengan dia, silahkan tinggalkan rumah mama, jangan berharap dapat warisan apapun dari keluarga Sebastian, lalu kamu, Monica, kalau kamu ingin menyingkirkan Aleta seperti dulu, saya akan pastikan kamu yang tersingkir dari dunia ini, sampai saya mati, saya tidak akan membiarkan kamu menyentuh Aleta dengan niat busukmu". Bu Lidya menunjuk-nunjuk wajah kedua manusia tadi bergantian.

Allan hanya terdiam, apa lagi Monica, matanya berkaca-kaca, mereka berdua menunduk, tidak mampu menatap Bu Lidya yang sedang kalap.

"keluar kamu sekarang, saya tidak sudi melihat kamu lagi, saya tidak perduli jika nanti mamamu datang dan memutuskan kerja sama usaha kami". Bu Lidya menantang dokter muda yang cantik itu.

"mah, mama jangan gitu, Allan cinta sama Monica".

"ikuti saja dia, tinggalkan kunci mobil dan dompet, silahkan ikuti dia". Tangan Bu Lidya mengulur ke arah pintu, mempersilahkan Allan pergi.

Monica berdiri, langkah kakinya di hentakkan sekuat tenaga yang menimbulkan kebisingan akibat ujung Hellsnya yang beradu dengan ubin rumah sakit.

Sedangkan Allan masih membatu, seolah dia juga merelakan kepergian Monica.

"kenapa nggak pergi?" sindir Bu Lidya.

"Allan juga sadar, kalau Monica ngga mungkin jadi mamanya Aleta". Sorot matanya sayu, seolah tidak ada pilihan dalam hidupnya. "Allan sangat menyayangi Monica, tapi sifatnya lama-lama membuat Allan muak". Melihat putranya telah sadar, Bu Lidya tersenyum senang.

"lupakan Monica, cari istri yang bisa menyayangi Aleta seperti Raina".

Seketika perasaan aneh muncul dalam hati Allan, selama ini dia memang tidak pernah menganggap Raina sebagai adik, melainkan dia tetap melihat Raina sebagai wanita.

"mama itu sudah tua, seharusnya mama menikmati masa tua mama setelah papamu pensiun, bukanya harus mengurus balita yang baru bertumbuh". lanjut bu Lidya.

"kita bisa sewa baby sitter kan?"

"mama udah nggak percaya sama baby sitter, Rini juga entah kemana ngga ada kabarnya". Bu Lidya mengerucutkan bibirnya.

"biar Aleta sama Raina aja ma".

"kamu kuliah rain, kamu harus jadi dokter yang hebat".

"Raina akan membalas kebaikan mama dan bapak dengan menjaga Aleta". Raina bersungguh-sungguh, baginya, gelar dokter tidaklah penting.

"baik, kalau itu kemauan kamu sendiri, mama turuti, asal kamu menikah dengan Allan".

Deg.

"ma, ngga gitu juga kali ma". Allan memprotes mamanya.

"kalau dia tidak bisa menjadi dokter untuk merawat anakmu, maka sudah seharusnya dia menjadi istrimu, jadi ibu rumah tangga juga bagus, dulu mama juga cuma tamatan SMA". Bu Lidya melenggang, mengambil minuman kemasan di meja sebelah ranjang Aleta, sepertinya dia haus setelah menumpahkan kekesalannya.

"ma, Raina iklas kalau harus menjaga Aleta tanpa imbalan apa-apa ma".

"kamu tinggal pilih, kuliah atau menjaga Aleta, karena kamu tidak akan bisa melakukan keduanya bersamaan". Raina menunduk, ingin rasanya dia menarik kata-kata yang tadi keluar dari mulutnya.

"kasian Raina dong ma kalo dikasih pilihan kaya gitu". Allan protes, mewakilkan Raina.

"kamu juga tinggal pilih, menikah dengan wanita lain yang belum tentu bisa menerima Aleta, atau menikah dengan Raina, meskipun dia adalah anak angkat mama, tapi tidak menutup kemungkinan untuk menikahkan kalian berdua".

Dalam hati Raina menyesal, kenapa arah pembicaraannya menjadi seperti ini, yang awalnya membahas Aleta, kenapa malah jadi ke masalah pernikahan antara dia dan Allan.

"Aleta, kamu mau kan Tante rain jadi mama kamu". Bu Lidya bertanya pada gadis kecil di atas ranjang yang sedang asik melihat kartun favoritnya dengan hp Raina.

"apa? Tante rain jadi mama Aleta?" matanya berbinar, seolah ada kebahagiaan yang terpancar, keinginannya selama ini kini di tawarkan untuk di kabulkan.

"mau?" tanya Bu Lidya lagi.

"mau" Aleta mengangguk keras, Raina melirik Allan yang mengusap wajahnya dengan kasar.

ceklek..

"pa..". sapa Allan pada pak William yang baru saja masuk ke kamar perawatan Aleta.

"wah, cucu eyang udah sembuh kayaknya".

"eyang papa, Tante rain mau jadi mama Aleta". kata-kata itu meluncur dengan lancar dari mulut gadis kecil itu, ia segera mengabarkan bahwa dia akan segera mendapat mama baru.

"apa?" pandangan pak William bergantian menatap kedua anaknya.

"bukan begitu pak.." Raina mencoba menjelaskan.

"bapak sangat terkejut, tapi itu adalah hal yang baik, jadi kamu bisa sepenuhnya menjadi keluarga Sebastian". Raina menutup mulutnya rapat-rapat, bahkan pak William juga mendukung istrinya.

"bagaimana Al? rain?" tanya Bu Lidya memastikan.

"Allan dan Raina butuh waktu untuk memikirkannya". entah kenapa, mereka berdua tidak menolak, meskipun tidak juga menerima perjodohan dadakan itu.

Hati Raina sangat kalut, bagaimana jika semua itu benar-benar terjadi?

Terpopuler

Comments

Etik Puji Astuti

Etik Puji Astuti

lanjut kk

2023-04-03

0

Aprillia

Aprillia

sudah trjawab perasaanku...
aw aw aw
authorny....MuaaAnTap 👍👍👍

2021-03-03

1

Fitria Dafina

Fitria Dafina

Wah Monika bakal jadi perusuh ini 🤔🤔

2021-02-28

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Tuduhan korupsi.
2 Bab 2 : Bertemu pak William.
3 Bab 3 : Allan Sebastian.
4 Bab 3 : Menjadi tersangka.
5 Bab 5 : Putusan Hakim.
6 Bab 6 : Kepergian pak Mada.
7 Bab 7 : Ada apa dengan Aleta?
8 Bab 8 : kedatangan Monica.
9 Bab 9 : Papanya Aleta.
10 Bab 10 : Kehancuran karir Allan.
11 Bab 11 : Makan malam dengan keluarga Chaniago.
12 Bab 12 : Om Jojo.
13 Bab 13 : Pergi ke pantai.
14 Bab 14 : Alergi Aleta kambuh.
15 Bab 15 : Janji kelingking Raina.
16 Bab 16 : Pilihan sulit.
17 Bab 17 : Ciuman pertama.
18 Bab 18 : My Little Bride.
19 Bab 19 : Menepati janji.
20 Bab 20 : Rubah betina.
21 Bab 21 : Pembahasan yang membuat tidak nyaman.
22 Bab 22 : Tanda merah.
23 Bab 23 : Rona merah jambu.
24 Bab 24 : Penyakit kelamin.
25 Bab 25 : Apa boleh?
26 Bab 26 : Keberanian Raina.
27 Bab 27 : Pengakuan Monica.
28 Bab 28 : Tuhan maha membolak-balikkan hati.
29 Bab 29 : Spinocerebellar Ataxia.
30 Bab 30 : Ada apa dengan Allan?
31 Bab 31 : Ucapan terima kasih dari pak William.
32 Bab 32 : Monica menjadi buronan.
33 Bab 33 : Mesin capit.
34 Bab 34 : Takut kehilangan Aleta.
35 Bab 35 : Apa aku tidak boleh bahagia?
36 Bab 36 : Kepergian Allan.
37 Bab 37 : Lamaran yang terlambat.
38 Bab 38 : Luka.
39 Bab 39 : Penghiburan dari Aleta.
40 Bab 40 : Obat kangen.
41 Bab 41 : Kehamilan Raina.
42 Bab 42 : Penyelesaian masalah part I
43 Bab 43 : Penyelesaian masalah part II
44 Bab 44 : Penyelesaian masalah part III
45 Bab 45 : Penyelesaian masalah part IV
46 Bab 46 : Terkuak fakta.
47 Bab 47 : Hari ulang tahun Aleta.
48 Bab 48 : Penyesalan pak William.
49 Bab 49 : Kapten Ri.
50 Bab 50 : kecantikan Valerie.
51 Bab 51 : Cemburu.
52 Bab 52 : Perubahan.
53 Bab 53 : Jatuh cinta lagi.
54 Bab 54 : Pelajaran untuk Allan dan Carter.
55 Bab 55 : Stalking.
56 Bab 56 : Sebuah peringatan.
57 Bab 57 : Albani Julian Sebastian.
58 Bab 58 : Makan siang bersama.
59 Bab 59 : oke?
60 Bab 60 : Sindiran Bu Lidya.
61 Bab 61 : Kamu tidak gila, tapi sinting !!
62 Bab 62 : Ada apa dengan Alex?
63 Bab 63 : Pendonor untuk Alex.
64 Bab 64 : Tentang Aleta.
65 Bab 65 : Ali cemburu.
66 Bab 66 : The end.
67 Extra part
68 Extra part
69 Novel baru
70 Novel baru lagi
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Bab 1 : Tuduhan korupsi.
2
Bab 2 : Bertemu pak William.
3
Bab 3 : Allan Sebastian.
4
Bab 3 : Menjadi tersangka.
5
Bab 5 : Putusan Hakim.
6
Bab 6 : Kepergian pak Mada.
7
Bab 7 : Ada apa dengan Aleta?
8
Bab 8 : kedatangan Monica.
9
Bab 9 : Papanya Aleta.
10
Bab 10 : Kehancuran karir Allan.
11
Bab 11 : Makan malam dengan keluarga Chaniago.
12
Bab 12 : Om Jojo.
13
Bab 13 : Pergi ke pantai.
14
Bab 14 : Alergi Aleta kambuh.
15
Bab 15 : Janji kelingking Raina.
16
Bab 16 : Pilihan sulit.
17
Bab 17 : Ciuman pertama.
18
Bab 18 : My Little Bride.
19
Bab 19 : Menepati janji.
20
Bab 20 : Rubah betina.
21
Bab 21 : Pembahasan yang membuat tidak nyaman.
22
Bab 22 : Tanda merah.
23
Bab 23 : Rona merah jambu.
24
Bab 24 : Penyakit kelamin.
25
Bab 25 : Apa boleh?
26
Bab 26 : Keberanian Raina.
27
Bab 27 : Pengakuan Monica.
28
Bab 28 : Tuhan maha membolak-balikkan hati.
29
Bab 29 : Spinocerebellar Ataxia.
30
Bab 30 : Ada apa dengan Allan?
31
Bab 31 : Ucapan terima kasih dari pak William.
32
Bab 32 : Monica menjadi buronan.
33
Bab 33 : Mesin capit.
34
Bab 34 : Takut kehilangan Aleta.
35
Bab 35 : Apa aku tidak boleh bahagia?
36
Bab 36 : Kepergian Allan.
37
Bab 37 : Lamaran yang terlambat.
38
Bab 38 : Luka.
39
Bab 39 : Penghiburan dari Aleta.
40
Bab 40 : Obat kangen.
41
Bab 41 : Kehamilan Raina.
42
Bab 42 : Penyelesaian masalah part I
43
Bab 43 : Penyelesaian masalah part II
44
Bab 44 : Penyelesaian masalah part III
45
Bab 45 : Penyelesaian masalah part IV
46
Bab 46 : Terkuak fakta.
47
Bab 47 : Hari ulang tahun Aleta.
48
Bab 48 : Penyesalan pak William.
49
Bab 49 : Kapten Ri.
50
Bab 50 : kecantikan Valerie.
51
Bab 51 : Cemburu.
52
Bab 52 : Perubahan.
53
Bab 53 : Jatuh cinta lagi.
54
Bab 54 : Pelajaran untuk Allan dan Carter.
55
Bab 55 : Stalking.
56
Bab 56 : Sebuah peringatan.
57
Bab 57 : Albani Julian Sebastian.
58
Bab 58 : Makan siang bersama.
59
Bab 59 : oke?
60
Bab 60 : Sindiran Bu Lidya.
61
Bab 61 : Kamu tidak gila, tapi sinting !!
62
Bab 62 : Ada apa dengan Alex?
63
Bab 63 : Pendonor untuk Alex.
64
Bab 64 : Tentang Aleta.
65
Bab 65 : Ali cemburu.
66
Bab 66 : The end.
67
Extra part
68
Extra part
69
Novel baru
70
Novel baru lagi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!