Keesokan harinya Bu Widya sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah semakin membaik. Bulan sangat senang melihat Ibunya sudah segar kembali, sudah bisa makan dengan lahap. Mamih Bela sudah menyuruh Bintang untuk mengantarkan Bu Widya dan Bulan pulang. Atas perintah Mamih juga Bintang hari ini harus cuti untuk menjemput Bulan dan PDKT dengan Bulan.
Menurut Mamih buat apa sih Bintang ngoyo mencari cuan jika tidak ada yang dinafkahi. Sekarang targetnya bukan cuan lagi, tapi istri. Nyari cuan sampai lupa nyari istri.
Bintang ke rumah sakit sambil membawa kursi roda. Kursi roda yang ia beli memang dihadiahkan untuk Bu Widya agar Bu widya tidak terus tidur di kasur. Kasihan pasti bosan. Dengan menggunakan kursi roda juga Bu Widya bisa di ajak jalan-jalan di luar komplek, menghirup udara segar.
Bulan saat itu sedang merapikan barang-barang yang akan dibawa pulang. Bintang mengetuk pintu ruang rawat inap Bu Widya.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsallam." Bintang lalu masuk kedalam sambil membawa kursi roda.
Bulan menghampiri Bintang, "Makasih ya Mas, udah mau repot bantuin saya,"ucap Bulan sambil tersenyum manis. Haduh Bintang langsung meleleh dipanggil suami. Ada sensasi tersendiri ketika Bulan Bulan memanggilnya dengan panggilan Mas secara langsung.
"Ini buat Ibu." Bintang menyerahkan kursi roda yang ia beli pada Bulan.
"Mas, ini pasti mahal, ya Allah, Mas baik banget sih, kemarin juga tante Bela sudah bantu bayar biaya rumah sakit, sekarang Mas Bintang malah beliin Ibu kursi roda."
"Nggak apa-apa, biar Ibu nggak bosen di kasur terus Lan."
"Makasih ya Mas." Haduh lembut banget suara Bulan, Bintang jadi ketagihan di panggil Mas nih. Haha jadi kasir Maret-maret aja Tang, pasti dipanggil Mas terus.
Bintang membopong Bu Widya lalu diletakan dikursi roda. Bintang mengambil alih tas yang dibawa Bulan untuk dibawanya. Gentle banget yah Mas Bin. Bulan yang bagian mendorong kursi roda.
Mereka bergegas keluar dari rumah sakit. Bintang kembali membopong Bu Widya dan memasukannya ke dalam mobil, lalu melipat kursi rodanya setelah itu dimasukan ke dalam bagasi mobil. Bulan duduk di kursi belakang bersama Ibunya.
"Acih a as Tang," ucap Ibu sambil tersenyum ke arah Bintang.
"Kata Ibu makasih Mas Bintang."
Bintang mengangguk, "Sama-sama, Ibu cepat sehat yah." Bintang menyalakan mobilnya, mobil mulai berjalan meninggalkan rumah sakit menuju kontrakan Bulan.
Bulan memandang Bintang dengan tatapan lain, Bulan merasa Bintang begitu baik padanya, Bulan juga merasa sepertinya Bintang mulai perhatian padanya. Tapi siapa sih yang menolak pesona Mas Bintang, kecuali mantan pacarnya itu, ah mungkin saat itu mata mantan pacarnya sedang kotoken😆.
Tapi saat ini Bulan tidak ingin merespon terlalu berlebihan, Bulan takut dianggap matre atau memanfaatkan keluarga tante Bela. Haduh Bul Bul, kenapa sih selalu baik gitu.
Bulan mulai memperhatikan lebih intens wajah Mas Bintang dari samping. Hidung mancungnya begitu terlihat dari samping. Haduh, hidungnya gemesin, ngajakin berumah tangga.😆 Bulu matanya terlihat lentik. Bibirnya yang berisi, kissable banget. Haduh perawan nih, mulai treveling ke surga dunia nih otak Bulan.
Apa mungkin sih Mas Bintang tercipta untuk menggantikan Mas Arkan. Kalau benar sih, Bulan juga nggak nolak. Tapi Bulan selalu mengingatkan pada dirinya sendiri. Nggak boleh terlihat murahan di depan Mas Bintang, walaupun sebenarnya pengen banget disale gede-gedean.😆😆😆
Tidak ada kebahagian yang didapat dengan mudah. Terkadang memang kita mendapatkan kebahagiaan dengan cara yang menyakitkan dan melalui banyak hal yang tidak kita inginkan. Bulan berharap Kelak pasti akan dipertemukan dengan seseorang yang akan memberinya cinta dan kebahagiaan yang luar biasa.
Bulan memberikan arahan jalan ke kontrakannya. Sesampainya dikontrakan seperti biasa, Bintang mengelurkan kursi rodanya lalu membantu Bu Widya duduk di kursi roda, barulah menenteng tas jinjing yang berisi pakaian Bulan dan Bu Widya.
Bintang begitu prihatin saat melihat isi di dalam kontrakan Bulan. Kontrakan tiga petak, dengan kasur tipis dan perabot seadanya. Namun Bintang semakin kagum dengan Bulan yang menerima keadaan ini walaupun sebelumnya Bulan orang yang cukup berada. Bulan selalu bersyukur. Level kebahagiaan setiap orang itu berbeda-beda, bagi Bulan, melihat senyuman Ibu saja sudah membuat Bulan bahagia.
Dalam hidup, tak ada satu pun yang benar-benar permanen atau kekal. Dan salah satu ciri orang yang benar-benar bahagia adalah ia bisa menerima hal ini dan bisa menyambut kehidupan dengan tangan terbuka. Satu hal yang paling sederhana sekalipun jika dilakukan dengan sikap terbuka akan menjadi sumber kebahagiaan. Jika selama ini kita merasa belum bisa benar-benar merasa bahagia, mungkin itu karena kita belum memutuskan untuk bahagia.
Bu Widya kini terbaring dikasur tipis sambil menonton televisi. Sementara Bulan membuatkan kopi instan untuk Mas Bintang.
"Di minum Mas kopinya, maaf yah nggak seenak di cafe, ini cuma kopi instan."
"Kalau tangan kamu yang ngaduk, pasti tetep enak rasanya," ucap Bintang. Bulan mesem manis dong dipuji bujang ganteng.
"Maaf yah Mas, kontrakan saya brantakan, ya beginilah kondisi saya saat ini Mas." Wajah Bulan berubah sendu.
"Nggak apa-apa, Mas nggak mandang kontrakannya, tapi Mas lebih seneng memandang kamu Lan." Ciat Bujang lapuk, kalau gombal langsung hajar, nggak pake kode-kode lagi ah, keburu berkarat.😆😆
"Ih Mas Bintang ih." Bulan jadi salah tingkah deh. Haduh kok malah deg-degan gini sih.
"Kenapa?"
"Jangan gitu ah, nanti saya Geer Mas, saya kan cuma kentang, haduh beda jauh sama Mas."
"Tidak peduli bagaimana kamu, saya rasa cinta tidak butuh alasan."
Hallo, Hallo Bandung, maksudnya apa nih? nembak atau apa nih.🤭🤭🤭
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
( Thor, ngegantung😆 Gebug Online yak😆 Maaf Esmeralda, Otor udah ngantuk berat ini, maaf baru up, hari ini molor terus✌️✌️ tau ih ngantukan banget, nempel kasur, tewas. Begitu bae)
Jangan lupa, like, komen Vote, oh ya jangan lupa, bantu Buka lagi yah novel kekasih halal, besok terakhir penentuan level nih, bantu baca lagi ya, eh buka aja, nggak usah dibaca juga nggak apa-apa. Makasih sebelumnya readers kece badai.
Salam sayang,
Santypuji
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Afnita
enak dong klo kentang bisa digoreng cocol dg saos pasti mak nyus 😂😂
2021-11-19
0
fauzi
langsung nembk nih
2021-11-03
0
Ade Rahmatullah
Hehehe..... mantap thor dg bhs yg santuy
2021-10-17
0