Jodoh Belum Terdeteksi

"Emm, maaf Bulan, nanti aja rapihin rambutnya di cafe yah, yuk ke cafe cepetan, saya juga udah mau pergi kerja lagi." Bintang merasa tidak kuat jika harus melihat pemandangan leher jenjang Bulan yang putih bersih. Sumpah Mih, Bintang nggak kuat Iman. Takut kerasukan Imin, bahaya nanti.

Bulan akhirnya membiarkan rambutnya tergerai. Bintang dan Bulan kembali ke Cafe berjalan kaki karena memang tidak terlalu jauh dari Cafe. Bintang melirik Bulan sambil terus berjalan. Ah rasanya, berasa ABG lagi jalan sama si Doi😆. Ingat dong Mas Bintang, dirimu sudah 31 tahun, bukan 13 tahun lhoo, jadi bukan kategori ABG lagi.

"Pak Bos."

"Hemm."

"Saya mau tanya nih."

"Tanya Apa?"

"Kenapa yah cowok tuh kalau janji suka sembarangan, ngasal gitu, jarang banget yang ditepatin, janji mau nikahin, janji nggak bakal selingkuh, janji sehidup semati, coba deh sebagai cowok itu kalau mau janji mending dipikir-pikir dulu gitu, janji tuh untuk ditepatin, bukan untuk di screenshot doang sama cewek, cape, memori penuh, ditepatin mah enggak." Bulan malah ngedumel di depan Bintang.

Bintang mengerutkan keningnya, "Ya itu mah cowok kamu kali, bukan saya, nggak semua cowok gitu Bulan, buktinya saya, saya malah yang ditinggal." Bintang tidak setuju dengan pernyataan Bulan.

Bulan malah tertawa, "Saya jadi penasaran, betina macam apa sih yang bisa menolak pesona pak bos, ganteng manis gini padahal,"ledek Bulan sambil mesem manis ke arah Bintang.

"Emang saya ganteng manis Lan?" tanya Bintang malu-malu.

"Iya lah," Bulan berlari kecil lalu berjalan di depan Bintang. Berjalan mundur sambil melihat Bintang.

"Tuh lihat, Pak bos tuh manis banget, hidungnya mancung, kulitnya exotis, badannya tinggi gede kaya gapura gang depan kontrakan," ucap Bulan sambil tergelak.

"Kok disamain sama gapura sih."

"Yang penting manisnya kan?" Ledek Bulan.

Bintang mesem manis sambil meraba wajahnya. Banyak sebenarnya yang memuji Bintang, tapi menurut Bintang, pujian Bulan itu tulus, tanpa ada maksud lain. Bintang merasa gantengnya jadi bertambah berlipat-lipat 😆.

Bulan dan Bintang sampai juga di Cafe jomblo. Bintang ikut masuk ke dalam, ia berbincang-bincang pada beberapa karyawan agar tutup mulut masalah tadi, tanpa sepengetahuan Bulan, Bintang juga memberi beberapa lembar uang pada karyawan cafe jomblo agar masalah tadi tidak sampai ke telinga bos cafe. Seandainya sampai terdengar pun, mereka semua wajib membela Bulan. Ah Mas Bintang, kok mendadak romantis gitu sih. Bikin baper ih. Cinta itu harus dibuktikan gaes. Eh emang cinta yah,hehe.

Bintang kembali lagi ke kantornya. Bulan juga kembali bekerja seperti biasanya. Jesika dan teman Bulan yang lainnya langsung meledek Bulan. Mereka berfikir Bintang adalah kekasih Bulan karena Bintang begitu baik pada Bulan.

...***...

Sore harinya sepulang dari kantor Bintang langsung bergegas ke kamar. Bintang mandi sore terlebih dahulu untuk menyegarkan tubuhnya setelah seharian beraktivitas. Selesai mandi dan berganti baju, Bintang menuju ruang TV. Di sana sudah ada Papihnya yang tengah menonton berita. Bintang ikut duduk di sebelah Papihnya lalu mencium tangan papihnya. Selang 5 menit kemudian, Mamihnya datang membawakan kopi untuk Papihnya.

"Kok Mamih tidak lihat kamu pulang?" tanya Mamih.

"Tadi langsung ke kamar Mih." Bintang menghampiri Mamihnya lalu mencium tangan Mamihnya. Kebiasaan itu tidak pernah hilang hingga Bintang dewasa.

"Gimana hari ini? sudah nemu calon belum?" Mamih melirik Bintang.

Bintang menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ya Ilahi Robi, itu lagi yang di bahas, lama-lama ketemu Mamih berasa horor😆. Dulu waktu pulang sekolah, yang ditanyakan Mamih soal pelajaran, sekarang yang ditanyakan selalunya tentang jodoh. Bintang jadi pengen balik lagi aja dah jadi anak sekolah.

"Belum terdeteksi Mih,"jawab Bintang asal.

"Kamu itu lagi cari jodoh apa lagi jadi jaksa sih Tang, segala belum terdeteksi segala."

"Mamih cantik, Bintang belum nemu ih."

"Ya soalnya kamu nggak nyari, kamu tunggu apa lagi sih, nunggu upin-ipin rambutnya gondrong? baru mau nyari?"

Hais, si Mamih rempong, Mamih nggak tau nih Bintang lagi berusaha setengah modar biar bisa dapetin jodoh yang terbaik, biar bisa dapetin menantu terbaik untuk keluarga Al Arav, biar dapet menantu yang nggak hanya pengen duitnya Bintang doang.

"Sabar Mih, mungkin belum waktunya, Mamih buatin kopi buat Bintang Mih, biar Papih ada teman ngopi,"ucap Papih Arav.

"Makanya punya istri, nanti ada yang buatin kopi," celetuk Mamih Bela sambil berlalu ke dapur.

"Iya nanti Bintang cari jodoh tukang kopi dah, biar Mamih seneng Bintang ada yang buatin kopi," teriak Bintang. Bintang langsung menutup mulutnya. Eits Mas Bin, ngomong apa sih ih.😆

Sambil menunggu Mamihnya membuatkan kopi, Bintang mengobrol dengan papihnya tentang perkembangan bisnis saat ini.

Kuncoro datang dengan harum seberbak seperti anak perawan yang baru mandi kembang tujuh rupa. Bintang langsung menutup hidungnya karena bau wangi Kuncoro begitu menyengat.

"Heh, pake minyak wangi seleter yah, bau dari ujung selatan sampai ujung utara."

Kuncoro cuma mesam mesem terus cekikikan. Mamih datang membawakan kopi untuk Bintang.

"Nih, kopi buatan Mamih, paling enak seantero rumah ini, coba saja nanti istri Bintang kaya apa, bisa buatin kopi seenak ini nggak."

"Mamih nih, bikin Bintang nafsu aja cari jodoh kang kopi," ledek Bintang. Kuncoro langsung melirik Bintang.

"Bos, yey beneran naksir sama ntu Barista." Kuncoro keceplosan deh.

"Hus, sembarangan."

"Barista siapa?" Mamih memandangi Kuncoro dan Bintang.

"Bukan Mih, itu mah kita lagi ngopi, terus kan dibuatin kopi sama Barista, ya Kan?" Bintang menyenggol siku Kuncoro yang duduk di sebelahnya.

"Iye Mamih, jangan curigaan gitu,"ucap Kuncoro.

"Kalau Bintang lagi deket sama cewek, kamu culik aja tuh ceweknya, bawa kesini yah." Mamih memerintah Kuncoro.

"Siap Mih." Kuncoro memberi tanda hormat pada Mamih.

"Oh ya nanti antar Mamih belanja ya."

"Kenapa nggak sama Papih sih Mih, malah sama Kuncoro," tanya Bintang.

"Hemm, boro-boro Papihmu Tang," sindir Mamih sambil melirik suaminya.

"Dulu aja waktu deketin Mamih, Mamih di ajakin jalan-jalan terus, sekarang sudah jadi suami malah anteng di rumah sama kantor doang," sambung Mamih.

"Ya namanya juga jodoh, nggak bakal kemana Mih,"ledek Bintang yang langsung ditimpuk bantal kursi oleh Mamihnya. Apes bener dah kena timpuk emak rempong.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

( Maaf baru up lagi zayeng, Ya Allah, masih kelarin rapot, dilemburin terus sampe jam 1 malam nih, badan mah udah merontah2 minta pijet2, ampun mak, rasanya kaya digebukin se RT ni badan. Ni dah selesai, besok tinggal print. Terus lg ada tukang jg d rumah, fix, melehoy ga bs isthrt, pokoke Ni tinggal badannya doang yang soak inih.😆😆😆

Salam sayang,

Santypuji

Terpopuler

Comments

NOiR🥀

NOiR🥀

kk kurang faham ya..bahasa nya😅kk asal dr Msia...suka jalur jln karya mu..belajar bahasa Indonesia

2023-01-09

1

Siti Nurhayati Yati

Siti Nurhayati Yati

😂😂😂😂

2023-01-07

0

Imas

Imas

ucapan itu bisa jadi doa kan?😅

2022-02-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!