Mamih Bela dan Bulan

"Sip." Kuncoro mengacungkan jempolnya, sedangkan Mamih Bela begitu senang karena sebentar lagi akan mendapat calon mantu. Pip pip pip calon mantu, calon mantu, Ibu mertua sudah menunggu kehadiranmu.🤭

"Coba telfon sekarang lagi ngapain, pura-puranya nggak ada Mamih ya!" Perintah Mamih pada Kuncoro. Kuncoro pikir Mamih akan pulang, eh malah minta ditelfonin Bintang segala. Ngebet punya mantu sampai segitunya nih Mamih Bella.

Kuncoro langsung mengambil ponselnya, ia mencoba menelfon Bintang beberapa kali namun tidak diangkat oleh Bintang. Mamih mendesah perlahan. Berapa detik kemudian ponsel Kuncoro berbunyi, ada panggilan masuk dari Bintang. Kuncoro langsung mengangkat telfon dari Bintang. Mamih Bela begitu senang.

"Assalamualaikum, Pak Bos, yey dimana? udah siang tau, masih nangkring aja di cafe, apa jangan-jangan yey lagi jadi kang kopi juga, kerjaan yey banyak banget nih, akika pusing tujuh keliling, tujuh tikungan, tujuh tanjakan bos, yey jahara ih, cepet ke kantor yah,"ucap Kuncoro yang langsung saja ngebebel.

"Waalaikumsallam, nangkring di cafe lambemu, aku di rumah sakit nih."

"What? rumah sakit, ada apa gerangan pak bos di rumah sakit? rumah sakit mana Bos?"

"Beli mobil."

"Jangan bercanda yey bos."

"Lagi nengokin Ibunya Bulan di rumah sakit, sebentar lagi aku balik kantor, handle dulu seadanya yang kamu bisa."

Mendengar kata rumah sakit, Mamih Bela nampak panik. Mamih Bela berbisik pada Kuncoro agar Kuncoro menanyakan keberadaan rumah sakitnya.

"Bos, Yey di rumah sakit mana?"

"Harapan sehat, sudah dulu yah, nggak enak nih sama Bulan."

"Oh oke Bos."

Diseberang sana Bintang menutup telfonnya, Mamih Bela langsung menginterogasi ada apa Bintang di rumah sakit. Kuncoro menceritakan perihal Ibu Bulan yang sakit. Mamih Bela langsung tersenyum. Mamih Bela merasa akan mendapatkan calon mantu dalam waktu dekat. Mamih Bela sudah memiliki dua menantu, tapi kan laki-laki, tidak bisa diajak jalan-jalan. Anak perempuannya juga sudah sibuk mengurus rumah tangganya masing-masing. Jadi mendapat menantu perempuan adalah hal yang sangat Mamih Bela impikan.

"Mamih mau ke rumah sakit dulu yah, udah nggak sabar, pengen liat calon mantu seperti apa?"

"Eh Mamih." Mamih Bela keburu ngeloyor pergi. Kuncoro nampak panik, haduh Pak Bos pasti marah nih, akika jadi pusing beneran inih.

...***...

Bu Widya tidur begitu lelap, Bintang memilihkan kamar VIP agar Bu Widya dan Bulan bisa istirahat dengan nyaman. Bulan tengah duduk berdua dengan Bintang sambil menunggui Bu Widya.

"Bulan, kamu pucat sekali, saya belikan sarapan sama obat yah, jangan sampai kamu ikut sakit juga."

Bulan mengangguk, saat Bintang beranjak dari kursi, Bulan meraih jas Bintang yang masih terlihat rapi dan tampan.

"Makasih ya Pak Bos ganteng sudah menolong saya, sudah baik banget sama saya," ucap Bulan tersenyum manis walaupun wajahnya pucat.

"Jangan memuji berlebihan Lan."

"Tapi memang benar kok, ganteng, baik, murah hati, nggak sombong, paket komplit pokoknya." Bulan masih memegangi ujung jas Bintang.

"Pujian kamu ngrepotin hati saya Lan." Bintang bergegas keluar dari kamar rawat inap Bu Widya.

Bulan mengernyitkan dahinya, "Hah, ngerepotin hatinya? maksudnya gimana sih?" Ah sudah lah, tidur sebentar ah."

Bintang membelikan sarapan untuk Bulan dan vitamin agar Bulan segar kembali. Saat memasuki rumah sakit lagi, Bintang di kejutkan oleh tangan seseorang yang menggandengnya secara tiba-tiba.

"Astagfirullah, Mamih."

Mamih Bela tersenyum simpul, Bintang langsung menghentikan langkahnya. Mamih Bela menatap Bintang.

"Kenapa berhenti, ayo Mamih ikut."

"Sialan Kuncoro, awas nanti yah," umpat Bintang dalam hati.

"Mamih mau apa di sini?"

"Mau liat calon mantu." Mamih Bela tersenyum lagi.

"Apaan sih Mih? Mamih mau jodohin Bintang sama perawat disini?"

"Enggak, Mamih mau nengokin Ibunya calon mantu yang lagi dirawat di sini."

"Awas ya Kuncoro, lambemu tek sobek-sobek nanti." Bintang menggerutu dalam hati.

"Ayo, cepat jalan." Mamih memaksa Bintang agar Bintang menunjukan ruangan Bu Widya.

Bintang akhirnya terpaksa membawa Mamih Bela ke dalam ruangan tempat Bu Widya dirawat. Bintang hanya berharap semoga Mamihnya yang baik hati ini tidak macam-macam di dalam nanti.

Bintang membuka pintu ruang rawat inap Bu Widya, lalu masuk ke dalam bersama Mamihnya. Bintang melihat Bulan yang tengah tertidur lelap. Sementara Mamih Bela menghampiri Bu Widya dengan tatapan histeris. Mamih Bela menutup mulutnya dengan telapak tangannya.

"Widya."

Mamih Bela langsung menghampiri Bintang, "Ini Ibunya cewek yang kamu taksir?"

"Apaan sih Mih, Bintang sama Bulan cuma berteman."

Mamih malah tersenyum, "Ya deh sekarang teman, siapa tau besok jadi demen." Mamih Bela terkekeh.

Bulan yang mendengar suara orang mengobrol langsung membuka matanya. Bulan terkejut ketika melihat Bintang membawa wanita paruh baya.

"Maaf Pak Bos, saya ketiduran."

Mamih Bela dan Bintang menengok ke arah Bulan. Bulan dan Mamih Bela saling terkejut.

"Bulan."

"Tante Bela."

Mamih Bela langsung menghampiri Bulan lalu memeluknya. Kali ini Bintang yang merasa bingung.

"Ya Allah Bulan, kamu sehat, kamu pucat sekali, kamu juga kurus banget lhoo." Mamih Bela menatap Bulan dengan perasaan Iba.

Mamih Bela dan Bu Widya berteman cukup lama, Pak Arman dan Pak Permana adalah teman bisnis. Mereka berdua sering bertemu diacara makan malam bersama. Bulan juga tahu Mamih Bela saat diajak Ibunya makan bersama teman-temannya.

Bintang menghampiri Ibunya dan juga Bulan. Bintang meletakkan sarapan yang dibelinya di atas meja. Bintang lalu duduk di sebelah Bulan.

"Mamih sama Bulan saling kenal?"

Bulan mengangguk.

"Ya dong, kita sering ketemu, kamu sih kalau disuruh anter Mamih makan-makan nggak mau ikut,"celetuk Mamih Bela.

"Dih Mamih, ya nggak mau lah, yang bener aja, udah ganteng kece badai, tongkrongnya sama emak-emak,"ledek Bintang.

"Hais, dasar yah, udah sana balik kantor, kuncoro sendirian tuh, kerjaan kamu lagi banyak kan?"

"Bintang cuti hari ini Mih."

"Kerjaan lagi banyak malah cuti, sana pulang, biar Mamih yang jagain Bulan."

Bintang menepuk keningnya, "Mamih ih."

Mamih tersenyum lalu mengerlingkan matanya. Bintang beranjak dari tempat duduknya.

"Bulan, jangan lupa sarapan yah, ini sarapannya." Bintang memberikan sarapan yang ia beli pada Bulan.

"Makasih ya Pak Bos."

Bintang mengangguk, lalu bergegas keluar dari rumah sakit. Bintang akhirnya kembali lagi ke kantor untuk berduel dengan kuncoro.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

( Mak... kemarin rengking 25, ini kenapa mundur jadi 35, hayo dong, pengen masuk 20 besar nih🤭 biar bisa dikontrak disini😆😆😆)

Ditunggu Votenya, likenya, komennya juga, 150 komen yah🤭, seperti biasa.

Salam sayang,

Santypuji

Terpopuler

Comments

Tiwi Rahayu

Tiwi Rahayu

tunggu ya Kuncoro sebentar lagi diajak duel Sama pak bos Bintang akibat lambemu yang lemes bocorin kegiatan pdkt an pak bos sama bulan 🤭🤣🤣🤣

2023-09-01

0

Yulia Wijayanti

Yulia Wijayanti

aku bacanya ketawa2 sendiri thor

2021-11-23

0

Afnita

Afnita

hayo siapa yg menang duelnya bintang apa si cucok rempong yg menang 😂😂

2021-11-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!