Mamih Rempong

Keluarga Al Arav sudah berkumpul di meja makan. Mamih Bela sudah menyiapkan berbagai macam menu sarapan, ada roti tawar beserta selainya, ada pancake juga, tidak lupa jus buah untuk penunjang vitamin dan antioksidan, bagus untuk kulit, Mamih Bela memang menolak tua, ia begitu menjaga kesehatan kulitnya dengan baik. Jadi walaupun sudah mempunyai cucu tapi cantiknya tidak luntur. Hahah luntur, memangnya celana levis gocapan, segala luntur.

Papih Arman Al Arav sudah rapi dengan setelah jas warna abu-abu, rambut disisir ke samping style ala Mamih Bela. Kata Mamih Bela, nyisir rambut suami itu sunah. Gampang, dapat pahala lagi, sambil nyisir sambil ngitungin uban suami, biar nggak boring.😆😆

Di depan Mamih Bela ada laki-laki tampan rupawan, Bintang Al arav anak bungsu Mamih Bela yang berusia 31 tahun. Jika tahun depan tidak menikah juga, Mamih Bela akan membuat sertifikat bujang lapuk untuk putranya itu. Mamih Bela begitu gemas dengan putra bungsunya itu, hatinya entah terbuat dari apa hingga sulit move on dari mantan pacarnya yang sudah menghianatinya, bahkan sudah mantenan dengan laki-laki selingkuhannya itu. Ingin sekali Mamih Bela menggetok kepala Bintang dengan centong nasi agar ia sadar, Bintang, wanita di luaran sana itu banyak banget lhoo. Mau cari yang kaya Sendal Jenner juga ada, yang kaya Selena Goes juga banyak, kenapa kamu masih saja belum move on dari wanita yang rahimnya gatal itu.

Di samping Bintang ada Kuncoro, Raditya Kuncoro. Keponakan dari Mamih Bela. Orang tua Kuncoro meninggal karena kecelakaan pesawat saat perjalanan bisnis. Raditya Kuncoro dulunya hidup di luar negri bersama kedua orangtuanya. Pergaulan yang tidak sehat menjadikan Kuncoro sedikit lekong, ingin sekali Mamih Bela memasukan Kuncoro ke dalam pesantren agar bisa kembali seperti sedia kala.

Mamih bela adalah keluarga satu-satunya yang bisa menolongnya. Mamih Bela akhirnya merawat Kuncoro dan menjadikan Kuncoro sebagai asisten pribadi Bintang. Agar Bintang juga selalu dalam pengawasan Mamihnya. Menjaga anak laki-laki juga sama beratnya seperti menjaga anak perempuan. Jangan sampai anak laki-laki Mamih menebar benih dimana-mana. Hais Bintang kan Jomblo akut sejak ditinggal kawin mantan pacar, mau menebar benih dimana, di empang 😆. Si anak bujang itu hanya memikirkan kerjaan, kerjaan dan kerjaan sampai lupa usianya sudah kepala tiga.

"Bintang, pokoknya Mamih nggak mau tahu, tahun ini kalau kamu belum dapat jodoh, Mamih akan jodohkan kamu dengan anak teman arisan Mamih,"ucap Mamih sambil mengoleskan selai coklat.

"Jangan mulai lagi deh Mih,"jawab Bintang dengan mimik muka kesal.

"Ya Allah, ingat umur dong, sudah 31 lhoo, kakak mu, Lintang sama Pelangi sudah kasih Mamih 3 cucu, lah kamu istri saja belum punya, ah jangankan istri, calon saja belum ada, bagaimana mau kasih Mamih cucu."

"Nah itu, Mamih sudah punya 6, itu sudah banyak Mih, jangan kemaruk deh." Bintang selalu saja berkelit.

"6 kok banyak, cita-cita Mamih itu mau punya cucu 11, jadi kamu harus nambahin 5." Mamih menodongkan kelima jarinya di depan wajah putranya.

Bintang yang saat itu tengah menelan pancake mendadak terasa seret. Ya Allah Gusti, 5 dari Hongkong, Mamih ini, suka ngadi-ngadi kalau minta sesuatu.

"Kenapa? keberatan? kamu normal kan Bintang?"

Bintang melirik Mamihnya, "Astagfirullah Mamih, kalau ngomong suka begitu."

"Habisnya kamu disuruh kawin kaya disuruh nguras lautan, susah banget sih, orang-orang diluar sana pada ngebet kawin, malah teman-temanmu sudah ada yang nikah sampai 3x, kamu sekalipun masih ogah-ogahan, nanti Mamih ruqyah kamu bareng si Kuncoro."

"Kok jadi Eyke sih Mih, jahara, Eyke kan masih muda, masih twenty four years old,"ucap Kuncoro protes.

Papih Arman hanya senyum-senyum saja melihat istri dan anaknya berdebat soal pernikahan. Usia Bintang memang sudah sangat matang, Papih Arman juga berharap Bintang secepatnya mempunyai istri agar ada yang mengurusnya dan memanjakannya.

"Bintang normal, sekarang hamilin perempuan juga bisa lhoo Mih."

"Eh lambe mu yah, mana boleh asal sembarang tebar benih, harus menikah dulu lah, semua ada prosesnya, awas yah kalau sampai macam-macam, Mamih gantung kamu di pohon kelapa depan rumah."

"Katanya Mamih pengen punya cucu sebelas,"ucap Bintang melirik Mamihnya yang semakin sentimen dengannya. Tapi melihat Mamih marah, Bintang malah semakin gemas ingin terus meledek.

"Ya nggak asal hamilin anak orang juga kali, Mamih jewer nanti kamu." Ancaman yang tidak pernah berubah, dari Bintang kecil sampai sekarang, Mamih selalu mengancam dengan kata-kata jewer. Tapi bukan hanya ancaman lhoo ternyata, jika Bintang melanggar, Mamih benar-benar akan menjewer sekuat tenaga hingga telinga rasanya panas perih.

"Pokoknya Mamih nggak mau tahu, kalau tahun ini kamu nggak bisa bawa calon mantu, Mamih akan jodohkan kamu dengan Ariana, anak teman arisan mamih."

Bintang berdecak kesal, setiap pagi Mamihnya selalu mengingatkan tentang mencari istri. Bintang memang menyadari jika usianya memang tak muda lagi, sudah matang untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Tapi kalau belum ketemu jodohnya ya bisa apa. Mau teriak minta jodoh sampai modar pun kalau Allah belum kasih, ya belum nemu juga. Gregeten deh sama Mamih, kenapa sih emak-emak di dunia ini ditakdirkan begitu rempong.😆😆

Bintang cepat menghabiskan ceramahnya, ia tidak tahan jika harus terus menerus mendengarkan Mamihnya tentang mantu, nikah dan memberikannya cucu. Pusing Bintang, beneran deh.

Bintang mengelap bibirnya dengan tisyu, lalu menyangking tas kerjanya. Berjalan ke arah Mamih, meminta izin berangkat kerja, begitu juga pada Papihnya.

"Lagi dikasih tahu malah kabur, kebiasaan,"Celetuk Mamih. Bintang malah mencium Mamihnya.

"Mih jangan marah-marah terus, tuh pipi Mamih jadi ada kerutannya,"ledek Bintang yang langsung berjalan cepat menghindari terikan Mamihnya.

Mamih Bela langsung meraba pipinya, "Kenceng begini, hai .... Bintang, awas yah nanti pulang kerja, Mamih jewer kamu."

Kuncoro juga buru-buru menyelesaikan sarapannya. Mamih mengambil bekal makanan untuk Bintang dan Kuncoro di dapur lalu memberikannya pada Kuncoro.

"Jangan makan siang sembarangan ya!"Perintah Mamih Bela pada Kuncoro.

"Siap Mih."

Walaupun Mamih rajin mengomel, tapi percayalah itu adalah bentuk rasa cinta seorang Ibu pada anaknya atau keluarga.

Kuncoro berlari ke garasi sambil menenteng wadah Pupperware bekal makan siangnya, menyusul Bintang yang sudah duduk di kemudi Mobil. Kuncoro pun segera masuk ke dalam mobil Bintang.

Bintang segera menjalankan mobilnya dan bergegas menuju kantor. Dalam perjalanan ke kantor, Bintang terus saja terdiam, ia memikirkan tentang pernikahan dan calon istri. Bagaimana ia bisa mendapatkannya. Walaupun selama ini banyak yang menyukainya tapi tidak ada satupun yang bisa menyentuh hatinya.

"Kenapa sih Bos, Yey diem terus? mikirin calon bini? takut di jodohin?"tanya Kuncoro.

"Gimana dong nih?" Bintang melirik Kuncoro.

"Eh Bos, eyke liat di IG, ada cafe jomblo Bos, itu bisa buat cari pasangan juga lhoo Bos,"ucap Kuncoro memberi ide cemerlang pada Bintang.

"Masa sih, beneran bisa cari jodoh disana?"

Kuncoro mengangguk, "Coba dulu saja Bos"

"Ya sudah, nanti siang antar aku kesana"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

( Makasih untuk 50 komentarnya, lope you😍😘 )

Jangan lupa like, komen dan Vote yah😘

Salam sayang,

Santypuji

Terpopuler

Comments

Sesilia Juwita

Sesilia Juwita

mampir x seru klw ada lekongnya 😄😄🤭🤭

2023-03-15

0

Fikavindia

Fikavindia

nama cafenya jomblo, 🤣🤣🤣 ada2 aja

2023-02-08

0

Meta

Meta

menarikkk😍

2022-06-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!