Kuncoro Vs Sarah

Sepulang dari Angkringan, Bintang dan Mamihnya pamit pulang juga. Bulan sangat berterimakasih pada Mamih Bela dan Bintang.

"Besok Tante kesini lagi Lan, dari pada di rumah bete, cucu semua digondol mantu, ini punya bujang nggak mau nikah, kan kalau di rumah ada cucu, mantu, Mamihnya nggak kesepian."

Bintang hanya berdecak, lagi-lagi soal mantu dan cucu. Jiwa nenek-nenek memang selalu seperti itu. Sementara Bulan, ia terkikik mendengar Mamih Bela yang ngedumel.

"Noh Pak Bos, cepetan cari gebetan."

"Nanti Bintang bawain mantu selusin, cucu sekodi buat Mamih." Seperti biasa Bintang akan meledek Mamihnya yang kini tengah melotot ke arahnya.

"Mantu mah satu aja, nggak boleh nakal, kalau cucu, selusin, sekodi juga Mamih terima." Bintang memutar kedua bola matanya, Mamihnya memang paling bisa.

"Ya ya ya terserah Mamih deh."

"Kalau terserah Mamih sih, kalau kamu nggak dapet jodoh juga, Mamih jodohin aja kamu sama Bulan, Di langit aja Bulan selalu ditemani Bintang, di bumi siapa tau begitu juga." Mamih Bela mengerlingkan matanya ke arah Bintang dan Bulan. Bintang jadi salah tingkah, ia langsung menggandeng Mamihnya pulang.

"Mamih suka meresahkan, ayo pulang, besok kesini lagi." Mamih mengucapkan salam lalu melambaikan tangan ke arah Bu Widya dan Bulan.

...***...

Pagi ini Bulan harus kembali bekerja karena cafe sedang ramai. Bulan terpaksa meninggalkan Ibunya sendiri, Bulan berharap semoga Tante Bela datang lagi menemani Ibunya.

Sebelum berangkat kerja dokter datang, Ibu diperiksa dulu oleh dokter. Setelah diperiksa dokter memberitahu jika kondisi Bu Widya semakin membaik namun dokter memberitahu jika Bu Widya terkena ruam popok.

Bulan mengelus kepala Ibunya, "Maafin Bulan yah Bu, belum bisa beli salep yang bagus, popok yang nyaman, pasti perih." Bulan menundukan kepalanya. Bulan tahu Ruam itu pasti menimbulkan rasa perih dan tidak nyaman di kulit. Bulan melihat kulit bokong ibu kemerahan, mengelupas, dan iritasi. Bulan merasa bersalah pada Ibunya. Bulan sedang memikirkan lagi pekerjaan apa yang bisa dilakukan di malam hari agar bisa mendapat uang tambahan untuk membeli pempers yang lebih bagus.

Bu Widya menggeleng, "Uan ngan dih, bu a pa pa." Bulan memeluk Ibunya. Bulan berjanji pada dirinya sendiri akan memberikan kehidupan lebih baik untuk Ibunya suatu saat nanti.

Sebelum berangkat bekerja Bulan terlebih dahulu menyuapi Ibunya, ia juga tidak lupa membeli nasi kuning di depan rumah sakit. Bulan mengirim pesan pada Bosnya bahwa ia akan sedikit terlambat. Untung saja Riko bos sekaligus teman yang begitu baik pada Bulan. Satu-satunya teman yang tidak meninggalkan Bulan disaat Bulan susah.

Selesai menyuapi dan memberikan obat untuk Ibunya, Bulan pamit berangkat bekerja. Bulan memberi arahan Ibunya jika butuh sesuatu pencet saja tombol yang ada di dekat meja di sebelah ranjang.

Bulan berangkat menggunakan angkutan umum, saat sampai di cafe, Bulan disambut hangat oleh Jesika dan temannya yang lain.

"Kalau masih mau nemenin Ibu, temenin aja Lan,"ucap Riko.

"Nggak Bos, Alhamdulillah ada suster yang bantu, aku nggak enak kalau sering nggak masuk, nanti dikasih SP lagi."

"Ya elah, udah kaya sama siapa aja nih." Riko terkekeh. Riko juga sangat terbantu dengan adanya karyawan seperti Bulan, di samping cekatan, Bulan juga tidak memanfaatkan dirinya yang sebagai bos sekaligus teman.

...***...

"Ke Cafe Jomblo dulu,"ucap Bintang pada Kuncoro.

"Ngapain Bos? kan Bulan di rumah sakit."

"Mau ngasih tau bosnya Bulan, biar Bulan diliburin dulu seminggu kek."

"Akika nggak diliburin Bos?" ledek Kuncoro.

"Mau ngapain? mau gantiin Bulan jadi barista?"

"Hih, nggak deh, masa akika suruh nyeduh kopi, bisa pingsan nanti yang minum."

Kuncoro dan Bintang bergegas ke cafe jomblo. Sesampainya di cafe, Bintang terlebih dahulu turun dan masuk ke cafe. Namun dirinya berhenti melangkah saat melihat Bulan sudah siap bekerja di tempat Barista. Ada satu lagi pemandangan yang tak mengenakan bagi Bintang, di depan meja Barista ada mantan pacar Bulan yang tengah berbicara, padahal terlihat Bulan nampak cuek tidak menanggapi pembicaraan mantannya.

Kuncoro yang menyusul Bintang masuk ke dalam cafe langsung dihentikan oleh Bintang. Bintang memberi tahu Kuncoro kalau Bulan ternyata hari ini berangkat kerja. Bintang juga memberi tahu jika Bulan saat ini sedang diganggu oleh mantannya yang meninggalkannya dan memilih menjalin hubungan dengan adik tirinya.

Bintang dan Kuncoro akhirnya memesan kopi dan cemilan pada Jesika yang menyambutnya di depan tadi. Kuncoro dan Bintang duduk manis menunggu pesanan. Bintang kembali bercerita perihal Bulan, kisah cinta Bulan dan Mamih Bela yang ternyata mengenal Bulan, karena memang baru itu yang Bintang ketahui.

"Kasihan Bulan yah Bos." Bintang mengangguk.

Seperti biasa, jika ada Arkan, pasti akan muncul Sarah dimenit berikutnya. Sarah datang penuh amarah karena kekasihnya lagi-lagi datang ke cafe jomblo untuk menemui Bulan. Untung saja pagi ini cafe belum ramai.

Sarah yang melihat Arkan tengah berdiri di depan meja barista langsung sama menghampiri kekasihnya. Sarah langsung memasah wajah masam.

"Arkan, kamu itu, kenapa bandel banget sih, masih saja terus mengejar wanita itu." Sarah mencengkram lengan Arkan. Sarah lalu menggebrak meja Barista sehingga membuat Bulan terkejut.

Melihat keributan antara ketiganya, Kuncoro langsung menghampiri meja barista.

"Eh, Maemunah, dateng-dateng rusuh." Kuncoro bersidakep di depan Sarah.

"Nggak usah ikut campur deh, situ siapa?" Sarah melotot ke arah Kuncoro.

"Eyke Konita, kenapa, ini cafe eyke," ucap Kuncoro berdusta.

"Oh jadi situ bosnya, eh, bilangin ya sama karyawan anda yang gatal ini, jangan dekati pacar saya."

"Ih, yey pede boros, pacar yey yang deketin karyawan eyke."

Sarah mendesah lalu mendorong tubuh Kuncoro. Untung saja walaupun bibirnya gemulai, tapi ototnya masih otot kuat balung besi. Kokok say.😆

"Sudah Sarah." Arkan menahan Sarah agar sarah tidak membuat keributan.

"Kenapa sih kamu selalu pengen balik sama dia, aku udah rela jadi nomor dua di hati kamu, tapi kamu masih kaya gitu, kamu jahat Arkan." Sarah menatap tajam Arkan.

"Heh hantu, yey malu-maluih tau, dese udah nggak nganggep yey, yey masih tetep aja mau maju, pede sekebon, cinta itu nggak bisa dipaksa, nanti robek, eh kok robek😆 robek hatinya maksudnya,"ucap Kuncoro.

"Diem bencong."

"Heh, dasar hantu sialan." Suara Kuncoro berubah jadi macho. Bulan, Arkan dan juga Sarah terkejut. Dari kejauhan Bintang malah tertawa, si Kuncoro, awalnya prenagen kenapa sekarang berubah jadi L-men.

Sebelum Kuncoro keluar tanduknya, Bintang menghampiri Kuncoro dan menengahi mereka.

"Bro, lebih baik bawa deh pacarnya, ini cafe orang, tempat umum, jangan buat keributan di sini."

Arkan akhirnya membawa Sarah keluar dari Cafe walaupun saat itu Sarah masih ingin memaki Bulan dan bertengar dengan Kuncoro.

"Makasih ya Pak Bos, sama ... "

"Konita." Celetuk Kuncoro.

"Ah ya, Konita."

"Sabar ya Mbak Bul." Bulan mengangguk perlahan, pagi-pagi sudah mendapat hidangan yang tak menyenangkan.

"Kok mantan kamu bisa di sini?" tanya Bintang.

Bulan menggeleng perlahan, "Saya juga nggak tahu Pak Bos, tapi dia memang sering suka memaksa menemui saya, walaupun pada akhirnya akan terjadi peperangan seperti tadi, saya juga heran, kenapa adik tiri saya begitu membenci saya, padahal harusnya kan sebaliknya. Tapi ya seperti tadi, pasti saya yang disalahkan, giman caranya coba biar saya nggak disalahkan terus?"

"Nggak ada caranya, yey nafas depan dia aja salah, semua yang yey lakuin pasti salah, udah jangan mikirin hantu nggak tau malu itu." Kuncoro masih begitu kesal dengan sikap Sarah.

"Bulan?"

"Hemm, iya Pak Bos."

Kuncoro mulai mundur alon-alon saat Pak Bos mulai ingin mengobrol dengan Bulan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

( Sarapan pagi Mak😆 Jangan lupa, like, komen, vote, votenya merosot tuh, kaya kolornya misua semalam😆😆 hayo dong zayang, author pengen sekali2 masuk top 20 jumlah vote, blm pernah soale🤭)

Selalu ku tunggu 150 nya😘😘😘😘

Salam sayang,

Santypuji

Terpopuler

Comments

Oei vi

Oei vi

🤣🤣🤣🤣🤣

2023-12-07

0

Moch Fharied Pratama Ashar

Moch Fharied Pratama Ashar

😂😂😂😂😂😂😂awalnnya prenagen jadi L men 😂😂ngakak aku thor

2022-12-15

0

bona

bona

gue tuh bayangin KUNCORO itu bukan Incess nabati.. tapi Si Lucinta luna.. pas ngeluarin suara Macho nya

2022-05-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!