Selesai makan Bulan berpamitan pada Ibunya.
"Ibu, Bulan berangkat dulu yah, Ibu baik-baik di rumah, kalau ada perlu apa minta sama Bi Ani dulu ya Bu."
Ibu mengangguk, "Uan ti ti a."
Bulan mengusap pipi Ibu lalu mengecup kening Ibu dengan penuh kasih sayang. Semangat para pejuang anti warisan. Hahaha. Warisannya sudah digondol valakor.
Sebelum berangkat ke tempat kerjanya, Bulan terlebih dahulu ke rumah Bi Ani yang menemani Ibu jika Bulan sedang bekerja. Bi Ani tetangga kontrakan Bulan sangatlah baik. Bulan sangat bersyukur memiliki tetangga baik seperti Bi Ani, Bi Ani seumuran Ibu, tapi beliau tidak memilik anak. Suaminya sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan. Bi Ani sangat senang menemani Ibu, karena memang Bi Ani juga butuh teman. Bi Asih bergegas ke kontrakan Bulan, setelah memastikan Bi Asih masuk ke dalam kontrakan, barulah Bulan merasa lega dan langsung berangkat kerja dengan menaiki angkutan umum.
Sesampainya di tempat kerja, Bulan bersalaman dengan teman satu shifnya, Erika, Jesika, Dodi dan Andi dan tidak lupa pula menyapa Riko, teman sekaligus pemilik Cafe Jomblo ini. Sebelum membuka cafenya, mereka terlebih dahulu membersihkan area cafe. Memastikan jika Cafe berada dalam kondisi bersih, karena sebuah usaha makanan dan minuman, kebersihan harus menjadi servis yang utama untuk pelanggan.
Cafe Jomblo ini tidak hanya menyediakan fasilitas untuk jomblo saja namun untuk yang sudah memiliki pasangan pun ada tempatnya tapi terpisah dengan tempat para jombloan dan jomblowati. Yah biar yang jomblo nggak ngenes banget ngliat pasangan lain lagi uwu-uwuan😆. Apaan sih uwu, Bulan tahunya wedang uwuh 😆.
Cafe mulai dibuka, pelanggan mulai berdatangan. Bulan dan teman kerjanya mulai sibuk meracik kopi.
Ternyata cara membuat kopi juga bukan hanya yang tinggal seduh lalu langsung jadi saja lho. Kini kedai kopi sudah memanfaatkan keahlian barista untuk melakukan teknik penyajian kopi yang beragam sehingga rasa yang dihasilkan juga jadi lebih mantab dan enak.
Bulan sedang membuat Kopi latte untuk pelanggan. Kopi latte yang memang sudah mendunia. Komposisinya adalah dari kopi espresso asal Italia yang kuat dicampur dengan Milk yang di-steam/dipanaskan.
Bulan mulai menggiling kopi, Bulan menggiling biji espresso dengan penggiling burr grinder (penggiling dengan pisau bergerigi) agar kesegaran biji kopi lebih terjaga dan terasa. Dengan burr grinder Bulan bisa menentukan sendiri seberapa halus atau kasarnya bubuk hasil gilingan kopi espresso yang akan ia buat, dan hasilnya juga lebih konsisten.
Bulan lalu menyiapkan Milk, Milk non-fat/rendah lemak karena Milk inilah yang paling mudah untuk dibuat berbusa (sehingga cantik bila diracik menjadi latte).
Setelah itu Bulan panaskan Milk dengan cara di-steam seperti dikukus, lalu menakar kopi untuk latte, Bulan Padatkan bubuk kopi. Bubuk espresso di portafilter dengan memakai alat tamperespresso. Tamper adalah alat modern penumbuk kopi, setelah dipadatkan maka kopi akan menjadi lempengan yang disebut puck. Puck yang bagus padatnya merata, sehingga nanti racikan espresso juga merata dan seimbang.
Bulan lalu membuat shot espresso. Kunci portafilter ke kepala mesin espresso. Bulan Tekan tombol meracik/brew pada mesin untuk membuat shot. Setelah itu Bulan tuangkan Milk yang sudah dipanaskan ke atas espresso. Bulan juga membuat seni melukis latte (latte art). Barulah disajikan kepada pelanggan.
(Ah mengini wae koe Lan, Author pecinta kopi lhoo)
...***...
Mobil Bintang sudah bertengger di depan Cafe Jomblo. Bintang dan Kuncoro segera masuk kedalam. Pegawai Cafe langsung menyapanya.
"Silahkan masuk Mas."
Kuncoro langsung ngeloyor membisikan sesuatu pada mbak-mbak pegawai Cafe Jomblo. Mbak pegawai hanya manggut-manggut lalu menyuruh Bintang untuk duduk disalah satu kursi yang telah di tunjuk.
Kuncoro tersenyum manis pada Bintang, "Bos Akika duduk di sana yay, Bos bae-bae di sini, Akika doain dari sana, semoga Bos dapet jodoh solehah."
Jesika mendatangi Bintang, "Maaf Mas, Mas ingin pesan apa?"
Bintang melirik ke arah jesika, "Kopi mbak, yang agak manisan yah, jangan yang pahit, hidup saya sudah pahit."
Jesika tersenyum, "Siap Mas, eh ngomong-ngomong beneran nih Mas nya jomblo, padahal cakep lhoo,"ledek Jesika.
"Nasib saya berbanding terbalik mbak sama wajah saya,"ucap Bintang begitu nelangsa. Ingin sekali Bintang berteriak, "Ya Allah pengen rabi, jodohku diumpetke nang ndi ya Allah." ( Ya Allah mau nikah, jodohku diumpetin dimana ya Allah🤭)
"Itu saja mas?"
"Ya sama makanan yang enak-enak deh, apa aja, yang penting enak."
"Oke siap." Jesika bergegas membuat pesanan Bintang.
Bintang duduk di sebuah kursi dan meja khusus. Mejanya panjang dengan sekat tengah yang berupa triplek kayu, Bintang tidak sendiri, ada 2 laki-laki lagi di sebelahnya.
"Cari pacar ya Mas?" tanya lelaki disebelahnya.
Bintang hanya menjawabnya dengan senyuman. Sialan nih Kuncoro, idenya lumayan bikin malu. Bintang jadi ketahuan kalau dirinya sedang mencari gebetan. Apakah benar Bintang memang sebegitu tidak lakunya? Oh No, Bintang banyak peminatnya, mulai dari para gadis hingga janda kembang. Tapi entahlah semua tidak bisa menarik perhatiannya. Tapi saat Kuncoro mengusulkan datang ke Cafe Jomblo, Bintang langsung saja menyetujui usulan Kuncoro yang konyol ini. Apakah itu pertanda takdir akan membawanya pada jodohnya hari ini. (Ndonga sing kwenceng lhoo Tang)
Pesanan datang, Steak kentang dan kopi manis😆 Bintang langsung menyesap kopinya.
"Mas jika perlu teman mengobrol, tekan saja tombol ini yah,"ucap jesika.
Bintang mengangguk, teman disebelahnya sudah menekan tombolnya dan jreng jreng jreng tirainya langsung terangkat ke atas. Terpampanglah wajah wanita cantik di depannya. Bintang jadi penasaran, wanita yang seperti apakah yang ada dihadapannya nanti. Bintang sedikit deg-degan ketika ingin menyentuh tombol pembuka tirai. Tapi akhirnya Bintang memberanikan diri juga untuk memencet. Tirai terbuka, jreng jreng jreng. Zonk, dihadapannya tidak ada siapa-siapa.
Bintang meneguk salivanya. Apa sebegitu mengenaskannya kah takdir cintanya. Sudah berusaha sedemikian rupa juga masih saja Tuhan menyembunyikan jodohnya. Kuncoro yang sedari tadi memperhatikan Bosnya juga ikut terkejut. Wanita yang ada di sandingkan dengan Bos ditelan Bumi apa bagaimana. Laki-laki yang disebelah Bintang sedikit menertawakannya. Sialan memang.
Kuncoro langsung menuju meja Barista dan mengajukan prostes. Bulan yang saat itu tidak tahu menahu langsung saja di seret Kuncoro.
"Mbak, kenapa Meja Bos Akika tidak ada pasangannya, Bos Akika ganteng super lhoo, No KW KW,"protes Kuncoro.
"Yey harus tanggungjawab ya,"Sambungnya lagi.
Bulan bingung, sebenarnya ada apa. Bulan segera memanggil Jesika yang bertugas khusus melayani pelanggan Jomblo.
"Jes"
"Jes"
Jesika segera menoleh, Bulan melambaikan tangannya. Jesika bergegas menghampiri Bulan.
"Ada apa?"
"Itu, pelanggan komplen."
Jesika melirik Kuncoro. Kuncoro lalu menjelaskan tentang Bosnya yang kini duduk sendiri, dihadapannya hanya ada botol saos tempat tisyu. Nasib Bos memang sungguh memperihatinkan😆.
"Hah, tadi beneran kok ada ceweknya, apa ke toilet ya ceweknya,"ucap Jesika. Bulan, Jesika beserta Kuncoro akhirnya menghampiri meja Jomblo. Jesika menanyakan pada wanita yang berada ditengah. Dan menurutnya wanita yang ada disebelahnya sudah pergi dengan terburu-buru.
Bintang terdiam, ia hanya melirik interaksi antara Kuncoro dan pegawai Cafe Jomblo. Bintang sibuk menyesap kopi dan makan steak kentang.
"Yey harus tanggung jawab, Yey harus gantiin tuh si wanita yang kabur, enak aja, Bos Akika kan kasihan, kalau tidak Akika tuntut Cafe ini tidak profesional,"ucap Kuncoro dengan nada mengancam.
Bulan dan Jesika mengerutkan dahinya. Kuncoro langsung menyeret Bulan dan menyuruh Bulan duduk di depan Bintang. Bulan bingung harus berbuat apa, jika Cafe ini dikomplain pasti akan berpengaruh besar pada citra cafe Jomblo yang sudah menolongnya selama ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
(Lagi semangat nulis nih, jangan lupa komen yah, biar makin semangat, oh ya maaf author pake bahasa Milk, karena kalau pakai bahasa Indonesia nya Milk biasanya di sensor sama NT dan Review nya lama, walaupun maknanya berbeda, tapi mereka ngreview nya pake komputer otomatis kayanya, jadi walaupun maknanya beda juga tetap kejaring razia😆)
Salams ayang,
Santypuji😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
bi Ani atau bi Asih, kak othor ? 🤔🤭
2023-05-20
0
Sesilia Juwita
kopi doloh buat author 🥰🥰🥰
2023-03-15
0
Fikavindia
Bulan dan Bintang
2023-02-08
0