Malaikat Tak Bersayap

Bintang menatap Bulan dengan tatapan marah, "Bulan." Bintang membentak Bulan sampai Bulan terperanjat.

"Pak Bos, bikin kaget aja ih."

"Kamu bicara apa? jangan seperti itu, kalau Ibu kamu sampai tahu, pasti Ibu mu akan kecewa, jangan rendahkan dirimu Bulan."

"Demi Ibu, saya juga bingung harus bagaimana."

"Saya akan bantu, ayo kita ke rumah sakit sekarang." Bintang langsung menarik tangan Bulan. Bulan merasa bingung kenapa Pak Bos di depannya ini begitu baik padanya. Apakah Tuhan memang sengaja mengirimkan malaikat tanpa sayap untuknya.

Bintang membawa Bulan menuju parkiran cafe. Bintang membukakan pintu mobilnya untuk Bulan. Bulan diam memaku, ia masih ragu, apakah memang laki-laki tampan yang ada di depannya ini malaikat tanpa sayap.

"Ayo cepat masuk, kasihan Ibu kamu sendirian."

"Ah ya pak Bos, nggak usah repot-repot bukain pintu mobil segala Pak Bos, kan jadi nggak enak, berasa kaya yayang Pak Bos."

"Jangan GR, saya tuh bukain mobil buat kamu biar saya bisa nutup pintu mobil ini pakai hati, kan perempuan kalau nutup mobil suka dibanting, sayang mobilnya."

"Ya elah, kalau nutupnya pelan katanya kurang rapet, giliran dibanting aja ngedumel." Bulan tak mau kalah.

Bintang menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Susah memang kalau sudah berdebat dengan perempuan, rasanya lebih indah ngomong sama rumput yang bergoyang, dari pada debat sama perempuan."

Bintang menutup pintu mobilnya, lalu ia segera masuk kedalam mobil juga. Bintang bergegas ke rumah sakit yang ditunjukan oleh Bulan.

"Pak Bos kenapa baik banget sama Bulan? Bulan kadang merasa, justru orang-orang yang baru dikenal yang baiknya kayak saudara. Orang yang dulunya dekat malah menjauh disaat keadaan Bulan seperti ini."

Bintang melirik Bulan, "Salah satunya mantan kamu?"

Bulan mengangguk, Mantan kekasih Bulan, harapan satu-satunya disaat terpuruk malah pergi juga meninggalkannya.

"Lain kali kalau mau pilih pacar yang bener, jangan ngasal,"ucap Bintang.

"Dulu Mas Arkan itu baik, suka bangunin Bulan kalau pagi, ngingetin sholat, ingetin makan, ingetin Bulan dalam hal-hal yang baik."

Bintang tergelak, "Kamu tuh korban buaya syariah Lan."

Bulan mengerutkan dahinya, "Kita sama-sama korban kan?" ledek Bulan.

"Berdasarkan Matematika ada segitiga sama kaki dan sama sisi, namun dalam cinta ada cinta satu sisi namun pindah ke lain hati," celetuk Bintang.

Bulan malah tergelak, "Nasib kita ngenes ya Pak Bos."

"Kamu aja, saya sudah move on."

"Pret banget."

"Serius Lan."

"Bagi tips dong Pak bos."

"Cara terbaik melupakannya 100 persen itu biarin dia hidup dengan siapapun yang dia pilih, kamu lanjutkan hidupmu, jadi yang terbaik di dalam hidup kamu, lalu suatu saat dia pasti lihat kamu dan dia pasti mikir, jika dia masih sama kamu, dia bisa nggak yah sebahagia kamu. Balas dendam paling baik itu menjadikan diri kamu menjadi lebih baik Bulan," ucap Bintang.

"Jangan macem-macem mau jual perawan yah, perawan mah nanti juga ada yang beli, saya ge mau banget beli, tapi pakai akad di depan Allah, bukan pakai cek di depan kamu." Bintang mengobrol sambil fokus menyetir. Sedangkan Bulan begitu terkejut mendengar laki-laki di depannya mengatakan hal demikian. Bulan berusaha menetralkan hatinya yang katanya belum move on tapi begitu deg-degan ketika Bintang menyebutkan kata akad. Hati ih, kadang suka nggak tahu diri, baru denger kata akad aja udah deg-degan😆.

Bulan menghembuskan nafasnya dengan kasar, "Nasib, nasib, saya juga lagi berusaha move on Pak Bos. Tapi Mas Arkan suka muncul tiba-tiba, kadang pertahanan hati suka goyah lagi. Mas Arkan sering ngajakin bersama lagi, tapi sepertinya cuma di mulut aja, nyatanya dengan Sarah pun masih tetap jalan juga, kenapa sih laki-laki begitu Pak bos, bingung deh."

"Berarti mantan kamu itu type cowo bluetooth itu."

Bulan mengerutkan dahinya, " Maksudnya Pak Bos?"

"Jauh dikit sama kamu, koneksi ilang, cari perangkat terdekat," ujar Bintang sambil tergelak.

Bulan mengerucutkan bibirnya, "Nggak usah ketawa gitu, kita tuh senasib, senasib ditinggalin orang yang pernah kita sayang. Oh ya Pak Bos kan ganteng, mapan, kenapa nggak pertahanin atau perjuangin pacarnya sih dulu?"

Sebelum menjawab pertanyaan Bulan, Bintang memarkirkan mobilnya terlebih dahulu di area parkiran rumah sakit. Setelah terparkir, Bintang menatap Bulan sambil tangannya menompang pada kemudi.

"Bulan, berjuang itu nggak harus maju, nyatanya tarik tambang itu, mundur ya menang. Saya percaya di masa depan saya akan memenangkan hati seseorang yang tepat untuk saya." Bintang lalu membuka pintu mobilnya, Bulan yang masih melongo sambil mencerna kata-kata Bintang akhirnya tersadar setelah pintunya dibukakan oleh Bintang.

"Ayo turun."

Bulan segera turun, "Makasih Pak Bos."

Bulan merasa Pak Bos begitu baik padanya. Padahal selama bertemu, mereka belum pernah berkenalan. Bulan benar-benar belum tahu siapa nama Pak Bos yang kini sedang menolongnya itu. Kebangetan memang itu si Bul Bul.

...***...

Mamih pagi ini ternyata datang ke kantor Bintang. Tumben sekali Mamih ingin melakukan audit di kantor suaminya. Audit wajah para karyawan di perusahaan Al Arav, hehe 😆.

Kuncoro yang melihat Mamih Bela masuk ke ruangan Bintang mendadak merasa deg-degan. Mamih Bela pasti ngamuk mendadak karena anak bujang satu-satunya pagi hari sudah kabur entah kemana. Dan benar saja, Mamih Bela keluar dari ruangan Bintang dengan wajah emosi. Mamih Bela menghampiri Kuncoro.

"Kuncoro, Bintang mana?"

"Lagi beli kopi Mih."

Mamih mendelik, "Hah beli kopi? beli di mana? kan ada OB ada OG kenapa tidak meminta tolong mereka?"

"Ya bos maunya beli sendiri Mih."

"Beli sejak kapan?"

"Benar-benar sialan si Bos. Pagi-pagi sudah sibuk ngapel, kan akika yang di cincongin Mamih, mana serem kaya singa seminggu nggak makan lagi, kayaknya besok-besok akika mau culik itu si carbela, Akika persembahkan buat Mamih rempong satu ini, "ucap Kuncoro dalam hati.

"Sejak pagi tadi Mih?"

"Hah."Mamih Bela memekik begitu keras hingga Kuncoro terperanjat. Sompret memang Mamih rempong ih.

Mamih lebih mendekat ke arah Kuncoro. Kuncoro ketakutan ketika Mamih mendekatkan tubuhnya.

"Apa Bintang sudah menemukan calon istri?" bisik Mamih sambil tersenyum penuh kemenangan. Kuncoro bernafas lega. Kuncoro mengira Mamih akan menikamnya, tapi ternyata Mamih malah menanyakan tentang jodoh.

Kuncoro dengan polosnya hanya mengangguk perlahan. Urusan si Bos marah itu belakangan saja, yang penting bisa aman dulu menghadapi singa betina di depannya😆.

"Siapa, siapa?" Mamih makin penasara.

"Orang biasa Mih."

"Mau orang biasa mau orang ningrat Mamih tidak masalah, yang terpenting perempuan, jangan kaya kamu," ucap Mamih.

"Ya elah, akika lagi yang kena,"ucap Kuncoro dalam hati.

"Mamih nggak mau tahu, dalam seminggu ini kamu harus bawa perempuan itu dihadapan Mamih, kalau nggak nanti Mamih masukin kamu ke pesantren."

Kuncoro selalu lemah jika berhubungan dengan pesantren, nyalinya langsung menciut. Sepertinya ia memang harus mengatur strategi bagaimana caranya membawa Bulan kerumah Mamih.

"Iyes nanti diusahain Mih,"ucap Kuncoro sambil tersenyum manis.

"Bila perlu jangan sampai Bintang tahu."

"Sip." Kuncoro mengacungkan jempolnya, sedangkan Mamih Bela begitu senang karena sebentar lagi akan mendapat calon mantu. Pip pip pip calon mantu, calon mantu, Ibu mertua sudah menunggu kehadiranmu.🤭

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

( Akhirnya bisa up rutin lagi insyaallah, walaupun di rumah lagi ruame, brisik sama ketokan palu,😆 jangan lupa like komen dan vote yah🤗)

Vote dong pemirsah, sekali2 author mau nangkring di 20 besar dong🤭 (Ngarep)

Ditunggu komen 150 nya, biar pada komen, ga velit jarinya buat ngetik😆😆.

Salam sayang,

Santypuji

Terpopuler

Comments

Maryana Fiqa

Maryana Fiqa

senangnya si mami mau dapat mantu😄😄😄

2023-10-22

0

Siti Nurhayati Yati

Siti Nurhayati Yati

🤭🤭😀😀😀

2023-01-07

0

Kas Mi

Kas Mi

😁😆

2022-11-25

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!