Tanpa ba bi bu, Mamih langsung menjewer telinga Bintang yang hampir mendapat gelar bujang lapuk itu. Bintang langsung menjerit kesakitan. Duh gusti, turun harga diri nih, di kantor disegani, dihormati, di rumah dijewer Emak. Anak bujang gantengnya berasa tidak berharga dibandingkan dengan wadah Tupperware.😆😆😆 Jangan macam-macam dengan Tupperware Emak.
"Gusti Allah pangeran, Mamih, aduh sakit ih,"ucap Bintang berteriak sambil mengaduh kesakitan.
"Makanya punya istri, nanti kalau Tupperware istrimu yang di ilangin mah nggak bakal marah."
"Nggak bakal aku izinin istriku beli Tupperware, nanti bisa-bisa aku setiap malam tidur di luar gara-gara tuh wadah, pakai yang murah ajah, wadah yang gocengan Mih."
Mamih duduk di kursi ruang tamu, "Oh ya, gimana, hari ini sudah dapat calon istri belum?"
"Dih, kenapa sih diburu-buru gitu Mih."
"Ya Mamih mau nambah cucu lagi, Mamih mau dari kamu."
Bintang memutar kedua bola matanya, "Kalau bikin cucu sih sekarang juga bisa Mih, tapi kalau cari istri dulu, belum dapat Mih," ledek Bintang yang kemudian dilempar bantal kursi oleh Mamihnya. Bintang segera berlari menuju kamarnya menghindari amukan Mamihnya. Hadeh Mamih Rempong, dikira nyari jodoh kaya nyari kang bakso apa, disetiap gang ada. Jodoh itu rahasia Allah Mih, Allah yang mengatur kapan harus bertemu, kapan harus bersatu, dan kapan harus berpisah.
"Mamih tuh kasihan lihat kamu jadi jomblo terus Bintang," teriak Mamih Bela.
"Bintang ini jomblo-jomblo juga terakreditasi Mih." Jawaban Bintang membuat Mamih Bela mendengus kesal.
Setelah masuk kamar, Bintang rebahan di atas kasur empuknya, sambil menatap langit-langit kamarnya. Bintang mulai memikirkan masalalunya. Andai saja Monica tidak meninggalkannya, pasti Bintang sekarang sudah beranak pinak. Sayangnya Monica malah menghianatinya, menikah dengan selingkuhannya.
Tapi Bintang selalu teringat nasehat Kak Pelangi, Kakak tertuanya, Jika kamu pernah disakiti, pernah dikhianati, lalu kemudian ditinggalkan, jangan dulu mengeluh. Karena kadang bertemu dengan orang yang salah dulu, baru kemudian kamu akan bertemu dengan orang yang tepat. Tidak usah menggerutu terus menerus, cukup nikmati saja prosesnya sebelum bertemu dengan seseorang yang tepat menurut Allah. Karena tidak akan ada kisah yang Allah ciptakan sia-sia, semua pasti akan mengandung hikmah yang luar biasa untukmu.
Jika kemaren kamu bertemu dengan orang yang salah, bertemu dengan orang yang hanya membuatmu merasakan luka mendalam, maka percayalah nanti kamu akan bertemu dengan seseorang yang tepat. Tetaplah bersyukur, karena bagaimanapun darinya kamu bisa belajar bersabar.
Jadi berbaik sangkalah kepada Allah tiada henti, sungguh, semakin kamu berbaik sangka maka pasti kamu akan mengerti apa yang sedang Allah tulis sebenarnya untukmu. Ingat, Allah maha baik dalam mengatur rencana.
( Author Setuju banget nih sama Kak Pelangi 🤭 Pengalaman soale😆)
Bintang segera bangun dari tempat tidurnya, ia bergegas menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya sekaligus otaknya😆. Yang sudah berlalu ya sudah Bintang, buang saja kenangannya di saluran air, biar masuk spiteng. Mencintai jika sudah dihianati maka tinggal tai nya saja😆 buang saja pada tempatnya.🤭
...***...
Pagi ini seperti biasa Bintang sudah duduk manis di ruang makan. Bintang mengambil beberapa roti tawar dan selai coklat. Mamih Bela melirik Bintang.
"Bintang, nanti jangan lupa Tupperware Mamih dibawa pulang."
Bintang melirik Mamihnya, Astagfirullah kirain Mamih Bela sudah melupakan insiden Tupperware tapi ternyata masih saja mengingatkan. Benar-benar yah emak-emak satu inih, sekalian saja si Tupperware itu dimasukan ke dalam kartu keluarga.
"Kalau ilang nanti Bintang beliin sama tokonya sekalian, sama pabriknya juga,"ledek Bintang.
"Heh, itu yang punya Mamih sudah nggak produksi lagi, itu sudah Tupperware legend, awas ya kalau sampai ilang."
Bintang melirik Kuncoro, "Nanti cari di pantri, barang kali ketinggalan di sana,"ucap Bintang pada Kuncoro.
" Siap Bos."
Mamih nyengir kuda, karena Bintang benar-benar akan mencari Tupperware miliknya.
"Jangan cuma cari Tupperware doang lhoo Tang, tapi cari calon mantu juga buat Mamih."
"Iya nanti kalau nemu, Bintang langsung bawa ke hotel, biar bisa sekalian kasih cucu juga buat Mamih."
Mamih langsung menghampiri Bintang, mencubit lengannya dengan kencang, hukuman cubit dan jewer, berlaku hingga Bintang dewasa.
"Awas kamu kalau macam-macam."
Bintang mengelus lengannya, walaupun Mamihnya semakin menua tapi cubitannya masih terasa panas perih😆.
"Iya ih, Mamih rempong."
Selesai makan Bintang dan Kuncoro bergegas menuju kantor.
"Bos, eyke semalem buka aplikasi biro jodoh, banyak yang cucok meong, edul takendul-kendul deh, yey mau nggak bos?" tanya Kuncoro sambil menyetir.
Bintang menggeleng, "Nanti siang aku mau ke Cafe Jomblo, mau balikin masker."
"Yey, mau coba peruntungan lagi apa Bos di kursi jomblo itu."
Bintang menggeleng lagi, "Aku mau balikin masker doang kok."
Kuncoro tersenyum, "Yey mau ketemu barista tomboy itu ya Bos." Kuncoro terkekeh.
Bintang melirik Kuncoro, "Jangan sembarangan, buang sampah aja nggak boleh sembarangan, apalagi menebak-nebak seseorang."
"Oke, oke." Kuncoro kini fokus mengendari mobilnya, tidak berani lagi bertanya perihal pencarian jodoh Bosnya. Takut disemprot.
...***...
Jam Istirahat Kantor Bintang langsung menuju Cafe Jomblo, tidak lupa sebelumnya ia membelikan satu box masker sensi untuk barista cantik yang ada di Cafe jomblo. Bintang disambut hangat oleh Jesika, Jesika sempat terkejut melihat Bintang datang kembali ke Cafe jomblo.
"Mas, yang kemarin yah,"tanya Jesika.
Bintang mengangguk, "Mbak saya mau ketemu Barista yang kemarin itu."
"Siapa?"
"Yang rambutnya agak pirang itu, yang agak tomboy itu mbak."
"Oh, Bulan?"
"Saya nggak tau namanya mbak, pokoknya yang kemarin bareng sama Mbak juga."
"Iya itu Bulan."
"Ya kayaknya, dia dimana sekarang mbak? apa masih kerja?"
"Bulan di Mushola Cafe Mas, di belakang sana." Jesika menunjukan arah Mushola menggunakan tangannya.
"Terimakasih ya Mbak." Bintang bergegas menuju Mushola, Bintang juga melaksanakan kewajibannya dulu sebelum menemui Bulan.
Selesai sholat, Bintang melihat sekeliling Mushola, ia tidak melihat Bulan. Ia lalu keluar dari Mushola, Bintang melihat Bulan sedang memakai sepatu, Bintang segera menghampiri Bulan, lalu menyapanya.
"Hai."
Bulan mendongak, "Eh, Pak Bos." Bulan lalu berdiri karena sudah selesai memasang sepatunya.
"Pak Bos kesini lagi? mau coba kursi jomblo lagi? nanti saya yang atur deh, pasti dapat yang cantik," bisik Bulan.
"Ah nggak mau, saya mau ngasih ini aja." Bintang memberikan masker yang sudah ia beli pada Bulan.
"Uju buneng, banyak banget sih Pak Bos." Bulan menerima maskernya dengan senang hati.
"Makasih ya, saya mau balik ke tempat istirahat barista dulu ya Pak Bos, istirahatnya cuma sebentar, saya mau makan dulu," sambung Bulan.
"Ikut," Rengek Bintang.
Bulan mengernyitkan dahinya, "Hahaha, jangan bercanda ah Pak Bos."
"Ikut, kalau nggak nanti saya laporkan kamu dan teman kamu itu yah ke atasan kamu masalah kemarin."
"Et dah malah bahas kemarin lagi, kirain sudah lebur tuh dosa,"ucap Bulan dalam hatinya.
"Ya udah ayo." Bulan membawa Bintang menuju tempat kemarin. Bulan lalu membuka lokernya dan mengeluarkan kotak bekalnya. Hari ini Bulan membawa bekal nasi putih, capcay jamur dan tempe goreng. Sedang dalam mode pengiritan.
"Pak Bos, saya makan dulu yah, Pak Bos sudah makan belum?"
Bintang menggeleng.
"Mau saya pesankan?"
Bintang menggeleng lagi, "Kamu makan apa Lan?"
"Eh, Pak Bos tau nama saya?"
Bintang mengangguk, "Iya teman kamu yang ngasih tau, kamu makan apa itu?"
"Ini nasi sama capcay Pak Bos, lagi ngirit, gajian masih lama,"jawab Bulan sambil terkekeh.
"Kamu nggak nawari saya?"
"Bukannya tidak mau menawari, tapi Pak Bos pasti nggak mau, ini tuh cuma masakan biasa, Pak Bos pasti biasa makan masakan chef."
"Siapa bilang saya nggak mau, saya mau, saya lapar juga." Bintang lalu mengambil sendok dari tangan Bulan, ia langsung saja makan makanan yang ada di wadah bekal Bulan.
"Enak kok,"ucap Bintang sambil mengunyah.
"Saya juga lapar ih."Bulan mengambil sendok yang ada di tangan Bintang. Bulan merasa heran, Pak Bos kece badai yang ada di depannya ini kenapa seleranya hanya sebuah capcay dan tempe goreng. Bintang juga merasa aneh, dia yang biasa makan makanan mewah, tapi begitu lahap hanya dengan capcay buatan Bulan. Apalagi makan bersama Bulan, Bintang menjadi semakin bernafsu, nafsu makan loh yah😆, jangan mikir macem-macem.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
( Disela-sela input rapotan, aku sempetin nulis, karena pusing juga kalau terus2an input. selagi lepy lowbet, q nulis aja lah, dari dunia nyata, pindah ke dunia halu, melupakan sejenak itu rapotan😆)
Aku tunggu 100 komentar, hais dari kemarin velit banget komen😆😆😆.
Jangan lupa like, komen dan Vote.
Salam sayang,
Santypuji
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Eva NurMalla
semangat author
2022-11-18
0
Fitri Yenni
masyallah..betul bgt saran mba pelangi
2022-02-17
0
Siti nur khayatun
lucuuu ih. gemes sama pak bos sama 🌙
2021-12-16
0