Abi masih duduk di atas motor, baru saja membuka helm nya.
"Assalamu'alaikum Warahmatullah," sapa Abi Kyai dengan hormat dua jari sekejap, lalu tersenyum dengan cool nya.
"Wa'alaikum salam Warahmatullah," jawab serempak mereka.
Afnan dan Ubaydillah saling pandang dan berbisik-bisik.
"ABG pada zaman nya mulai beraksi A," ucap Ubaydillah.
"Pubertas ke berapa ya Dek, Abi dan Umi ini?" tanya Afnan.
"Tiap hari juga puber A, tahu sendiri kalau di rumah, mesra nya terdepan, hihi," ucap Ubaydillah.
"Hust! Anta nih Dek!" tukas Afnan sembari menyeringai.
"A'a..Dedek koq malah bisik-bisik berdua!" protes Umi.
"Maaf Umi, kami terpukau menyaksikan keindahan dua sejoli di hadapan, yang gahar dan yang Macho, Masya Allah TabarakAllah," ujar Ubaydillah.
"Apa sih kamu Dek! cepat bantu Umi membuka helm ini," pinta Umi.
"Hihi...Afwan Umi sayang," ucap Ubaydillah sembari menghampiri Umi dan membantu Umi untuk membuka helm yang masih ia kenakan.
Afnan pun ikut menghampiri mereka, lalu memangku Afsha yang masih di berada di atas motor.
"Waah Dedek Sha jalan-jalannya naik motor dengan Abba ya sayang," ujar Afnan sembari membukakan helm dan jaket pada tubuh Afsha.
"Iya Biyya. Celu loh!" tukas Afsha.
Setelah Ubaydillah membantu melepaskan helm pada Umi. Ia pun membantu Abi Kyia melepaskan, sarung tangan nya.
"Mari Umi," ajak Afnan dengan meraih bahu Umi, Afnan membawa Umi untuk naik ke atas teras, ia berjalan berdampingan dengan merangkul bahu Umi dan Afsha di gendongan nya sebelah kiri.
"Masih terkejut Eikye, di pikir siapa? ternyata yang mengendarai Vallentino, Abi Husain Lorenzo, A'a Bro," ucap Ubaydillah dengan gaya Ngondek nya.
"Dedek! mulai deh!" ucap Afnan.
"Memang nya Utun tidak pernah melihat Abi mengendarai motor? kan Abi sering mengendarai motor. Bahkan Vallentino pun pernah," ucap Abi.
"Ya kan beda Bi, tidak semacho saat ini, biasanya hanya di lingkungan pesantren dan itupun motor matic, Vallentino pernah sih beberapa kali, paling ke depan gerbang membeli sarapan," ujar Ubaydillah.
Lintang yang melihat kelakuan Ubaydillah hanya tertawa dan menggeleng-geleng kan kepala. Lalu menyambut Abi dan Umi dengan mengecup tangan kanan mereka secara bergantian.
"Abi..Umi," ucap Lintang.
"Iya Neng," balas Abi.
"Neng Lilin juga baru tiba yah?" tanya Umi.
"Iya Umi, baru saja tiba," jawab Lintang.
"Ya sudah, mari masuk! ngobrol di dalam saja, Abi dan Umi menginap di sini yah," ucap Afnan.
"Isnya Allah," jawab Abi dan Umi.
Mereka pun masuk ke dalam rumah.
"Mari Yank, jangan lama-lama di luar nanti ada yang nyulik," ucap Ubaydillah.
"Siapa yang mau nyulik, memang nya Lilin Anak kecil," tukas Lintang sembari tersenyum.
"Ya takut nya di culik berondong," bisik Ubaydillah.
"Iikkkh.. Ayank, mana ada!" seru Lintang sambil tertawa kecil.
Ubaydillah pun ikut mengekeh lalu meraih bahu Lintang dan merangkul nya masuk ke dalam rumah mengikuti Afnan, Abi dan Umi.
Di dalam rumah.
"Sayang, lihat siapa yang baru saja tiba!" Panggil Afnan kepada Hasna.
Hasna yang sedang membuat jus dengan memblender buah pun menoleh. "Dedek Sha, Abi, Umi, Lintang Kak Ubay?!" ucap Hasna dengan binar kebahagiaan.
"Assalamu'alaikum," sapa mereka.
"Wa'alaikum salam!" jawab Hasna.
"Mimma, Dedek rindu Imma," ucap Afsha, lalu ia turun dari gendongan Afnan dan menghampiri Hasna.
"Mimma pun, sayang," balas Hasna dan memeluk Afsha Sembari mengecupi wajah Afsha.
"Dedek mau ikut berenang, tidak?" tanya Ubaydillah.
"Mau, O'om, boyeh Imma?" izin Afsha.
"Boleh dong," jawab Hasna.
"Sebentar, Biyya ambilkan pakaian renang Dedek. Dek Sha tunggu di kolam ya dengan O'om," ucap Afnan.
"Okay Biy," ucap Afsha.
"Ana juga A. Bawakan celana renang," pinta Ubaydillah.
"Iya Dek!" jawab Afnan.
Setelah pamit pada semua dan mengecup kening Lintang, Ubaydillah pun menuju kolam renang dengan menggendong Afsha.
Hasna menghampiri Umi dan Abi, lalu mengecup tangan kanan mereka secara bergantian.
"Abi dan Umi duduk dulu yah, pasti lelah deh di jalan, Nana buatkan minum dulu," ucap Hasna.
"Terimakasih sayang," ucap Umi.
"Terimakasih Neng, Abi mau ngadem di dekat kolam, Umi hendak ikut? yuk, sekalian kita kencan," bisik Abi.
Namun pun yang berada di ruang itu masih mendengarnya.
Akhirnya mereka tertawa bersama.
"Sayang, Abi dan Umi kesini nya naik Vallentino loh!" ucap Afnan memberitahu Hasna.
"Betulkah? Masya Allah, pantas penampilan Abi dan Umi berbeda dari biasa nya," ucap Hasna menilik ulang penampilan Umi dan Abi.
"Hehe.. itu kan, karena awal nya Dedek Sha merengek ingin naik becak dari ponpes ke sini! ya kasihan si Amang becak nya kan harus gowes becak ke sini, Alhamdulillah, Abi memiliki Ide lain, yaitu naik Vallentino. Umi tidak mau lagi naik Vallentino ih. Encok rasanya nih pinggang Umi," Ujar Umi dengan menyeringai.
"Hehe... nanti kalau sudah biasa tidak koq Mi, tidak akan merasakan encok lagi," ucap Hasna.
"Ah Nana bisa saja, mana ada!tetap saja encok ya encok karena usia sepuh," ucap Umi mengekeh.
"Sepuh juga kan masih Cantik," timpal Lintang.
"Aih, Umi Isin👉B. sunda(malu) Neng," ucap Umi malu-malu.
"Mari Umi," ajak Pak Kyai.
"Sebentar dong Abi, tidak sabaran nih," ujar Umi ketika Pak kyai sudah menarik tangan nya secara lembut.
"Bukan begitu, Abi sudah tidak tahan ingin mensyukuri Nikmat Allah yaitu menikmati udara sore ini, berdua Umi," ujar Abi.
"Ya Allah Bi. Umi berasa muda lagi jadinya.. hehe.. Terimakasih," ucap Umi.
Hasna, Afnan dan Lintang menggeleng-geleng kan kepala dengan tersenyum.
Abi dan Umi pun pergi menunju ke area kolam renang secara bergandengan tangan.
--
"Sayang, Byby ambilkan pakaian renang dulu ya untuk utun berjenggot dan Dedek Sha, setelah itu Byby harus melakukan meeting Virtual, Byby ke langsung ke ruang kerja ya," pamit Afnan.
"Baiklah By, nanti jus nya Nana antar ke ruang kerja ya," ucap Hasna.
"Baiklah Sayang, terimakasih," balas Afnan. Ia pun hendak berlalu dari hadapan Hasna dan Lintang untuk mengambil pakaian renang dan menuju ke ruang kerjanya.
"Mari Neng, A'a duluan ya," ucap Afnan pada Lintang yang dari setadi berdiri memperhatikan mereka.
"Silahkan, A!" ucap Lintang.
"Na, lo sedang membuat apa?" tanya Lintang.
"Ini Lin, membuat Jus," jawab Hasna.
"Gue bantu yah!" Lintang menawarkan diri.
"Oh, boleh Lin. Gue membuatkan kopi dan teh untuk Abi dan Umi," ucap Hasna.
"Biar gue saja Na! sekalian membuatkan es lemon tea untuk Ayank Davi," ucap Lintang.
"Ya sudah, gue melanjutkan membuat jus deh," ucap Hasna.
"Oke Na," balas Lintang. Kini mereka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing sembari bersenda gurau.
Setelah mengantarkan pakaian renang Afsha dan Ubaydillah, kini Afnan sudah berada di ruang kerjanya, Afnan tengah melakukan meeting Virtual sembari memperhatikan Twins A, Arsya dan Ubaydillah yang sedang seru main air.
Hingga malam hari tiba. Abi dan Umi menginap di rumah kecil. Selepas Sholat Isya berjamaah, dan makan malam, Abi dan Umi sibuk menemani Afkha, Afsha dan Arsya di ruang keluarga.
Sedangkan Afnan dan Ubaydillah sibuk menemani para Istri mereka merevisi makalah di ruang kerja Afnan.
---
Hampir tengah malam, semua tugas revisi sudah rampung. Lintang dan Hasna malah tertidur di atas meja secara bersamaan.
Akhirnya Ubaydillah dan Afnan yang meneruskan tugas mereka.
"Alhamdulillah, selesai juga," terdengar suara kelegaan dari Afnan setelah selesai print out tugas Hasna yang sudah Hasna revisi sebelum nya.
"A...ini yang kuliah siapa sih? koq malah kita yang mengerjakan tugas mereka yah! lihat tuh mereka malah enak-enakkan bubu manjah," ujar Ubaydillah.
"Hemmmn..iya, Momi-momi gemes. zaman kita kuliah biasa sampai subuh rekap tugas. Indah sekali hidup mereka, selain menjadi suami ternyata kita juga merangkap serep belajar untuk mereka," ucap Afnan tertawa kecil.
"Ban kelles ah pakai serep," balas Ubaydillah dengan gaya ngondek nya
"Heuh, Anta tuh kebiasaan lama, masih saja di piara. Astaghfirullah Dedek.. Dedek," ledek Afnan yang melihat Ubaydillah bergaya ngondek lagi.
"Xiii... hiburan A'a Bro.. asli nya pan Macho ka bina-bina, ganteng lagi," tukas Ubaydillah dengan penuh percaya diri.
"Hehe..Narsisme! Ya sudah, mari kita pindahkan mereka ke kamar saja," ajak Afnan.
"Baiklah, mari! Anak-anak Bobo dengan Abi dan Umi yah?" tanya Ubaydillah.
"Iya, di kamarnya A'a Kha!"
Mereka berdua pun terpaksa memindahkan para Istri mereka ke kamar dengan mengangkat mereka.
Ubaydillah membawa Lintang ke kamar mereka. Afnan pun melakukan hal yang sama.
Setelah membuka pintu kamar, dan sudah berada di tempat tidur, maka Afnan pun melafalkan Doa yaitu Doa hendak istirahat ketikan akan naik ke tempat tidur, Doa yang dianjurkan Rosululloh SAW:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَكَفَانَا وَآوَانَا فَكَمْ مِمَّنْ لَا كَافِيَ لَهُ وَلَا مُؤْوِيَ
Latin: Alhamdulillahillazi ath’amana wa saqona wa kafana wa awana fakam mimman la kafiya lahu wala mu’wiya.
Arti: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dan minum kepada kami, menjaga serta melindungi kami. Betapa banyak orang yang tidak memiliki penjaga serta pelindung." HR : Imam Tirmizi
Setelah meletakkan Hasna di atas tempat tidur dan membisikkan Doa Tidur serta Ayat Kursi, Afnan menyelimuti Hasna.
"Mimpi indah sayang," ucap Afnan seraya mengecup pipi Hasna.
Setelah nya, Afnan bergegas mengambil Wudhu, lalu setelah itu Afnan ikut masuk ke dalam selimut Hasna dengan memeluk Hasna, setelah berdoa, Afnan pun ikut terlelap.
Sedikit agar tahu👉
Rasulullah SAW pernah bersabda, "Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu."(HR: Bukhari dan Muslim)
Lalu: mengibas-ngibas tempat tidur sebelum naik ke tempat tidur dengan menggunakan kain atau sapu lidi sembari membaca Basmallah. Pasalnya, setan dan jin biasanya menempati kasur atau tempat tidur yang tidak ditempati oleh manusia.
Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW: "Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan, ‘Bismillaah,’ karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi." (HR : Al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi dan Abu Dawud)
Lalu baca atau ajarkan Anak-anak mu, untuk membaca tiga surah yaitu Al- Ikhlash, Al Falaq dan surat An Naas. Masing-masing satu kali. Setelah itu, usapkan kedua telapak tangan ke wajah dan bagian tubuh yang dapat dijangkau.
Aisyah RA pernah berkata, "Rosululloh SAW ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali." (HR. Bukhari).
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
NurRahma
yg d atas itu visualnya siapa Thor?
2021-05-11
0
Mission Impossible
ada riwayat lain mengatakan juga sunah mengibas tempat tidur dengan membaca Laahaula dalam quwwata illabillah🙏🏻
dan dibalik sunnah pasti ada kejayaan. kenapa kita dianjurkan mengibas tempat tidur karena selain ditempati syaiton, jg agar tidak ada hewan yg membahayakan.
menurut penelitian saat kita bangun meninggalkan kuman yg sangat samar sehingga kuman yg membahayakan tidak bisa hilang tanpa dengan cara dikibas. 🙏🏻
2021-04-26
2
Akmal Ramadhan
sukaaaaaaaa banget thorrrr banyak pelajaran yang di dapat,makasij 💪💪💪💪💪
2021-04-02
1