Di dalam perjalanan...
Rombongan pengantin pria tiba-tiba berhenti, rupanya ada Kendala dengan mobil yang di tumpangi Adrian.
"Ada apa ini sayang?" tanya Afnan kepada Hasna.
"Kurang tahu By, coba saja kita lewati, koq mereka berhenti ya?" jawab Hasna.
"Coba kita lihat apa yang terjadi," gumam Afnan seraya melajukan mobilnya perlahan mendekati mobil Adrian. "A'a Kha dan Dedek bobo ya?" tanya Afnan kembali karena ia tidak mendengar celotehan kedua Anak nya.
Hasna melihat Anak-anaknya, "Masya Allah mereka bobo, By," ucap Hasna.
"Hehe, pantas saja suara mereka tidak terdengar, waaah sepertinya ada Kendala dengan mobil Adrian Sayang," ucap Afnan saat ia lewati perlahan mobil Adrian, Adrian nampak sedang memeriksa mobil nya.
"Ya sudah, menepi saja By, itu lihat Adrian kasihan! masak calon pengantin harus periksa- periksa mobil begitu," ujar Hasna.
"Baiklah Mimma sayang, Masya Allah bidadari hatinya Byby," ucap Afnan masih sempat-sempatnya memuji Hasna ketika menepikan mobil dan membuat Hasna tersipu.
"Hehe, Terimakasih bidadara hatinya Nana, I love you," balas Hasna membuat Afnan berasa terbang. Padahal ia sedang mengemudikan mobil bukan menerbangkan pesawat.
Setelah mobil menepi. "Sebentar ya sayang, kekasih pujaan hati nya Byby. Byby melihat dulu apa yang terjadi dengan mobil nya Adrian," ucap Afnan hendak turun dengan sudah membuka pintu.
Namun saat ia hendak beranjak dari tempat duduknya, tangan kirinya di tahan oleh Hasna. Afnan yang menyadari tangan kirinya masih di genggaman Hasna ia memiringkan wajahnya sembari tersenyum.
Hasna pun mengikuti Afnan yaitu memiringkan wajahnya dan tersenyum, lalu Afnan melirik ke belakang dan ia lihat Twins masih terlelap.
Cup...satu buah kecupan kecil menempel pada bibir Hasna di antara Niqab yang Hasna kenakan. Walaupun tertutup niqab namun Afnan sudah faham di mana letak bibir Isterinya.
"Nakal ya," ucap Hasna, membuat Afnan mengekeh.
"Nakal halal, harus!" jawab Afnan tanpa beban.
Hasna pun mengecup tangan Afnan yang sedang ia genggam. Barulah Afnan di izin kan turun. Setelah membelai lembut kepala Hasna Afnan pun turun dari mobil nya
Afnan berjalan menghampiri kearah mobil Adrian yang sudah di hias khas mobil untuk membawa pengantin. "kenapa Drian?" tanya Afnan.
"Gak tahu nih Om, tiba-tiba saja kehilangan daya mesin," jawab Adrian. Ia dan sopirnya baru saja turun dari mobil.
"Coba buka kap nya," pinta Afnan. Mobil lain pun ikut berhenti.
Sopir pun membuka kunci kap, lalu Afnan dan Adrian memeriksa nya. Afnan terlebih dahulu menanggalkan blazer nya dan menitipkan pada Adrian. Dengan menggulung tangan kemeja nya ia mulai mengamati mesin mobil.
"Pak, coba hidupkan," pinta Afnan pada sopir Adrian. Sopir Adrian pun menuruti permintaan Afnan.
"Di gas Pak!" ucap Afnan agak kencang, sehingga sang sopir mendengar dan menuruti permintaan Afnan.
"Bagaimana Om?" tanya Adrian.
"Sepertinya filter udara pada mesin mobil mengalami masalah Drian," ucap Afnan.
"Wah, kalau di betulkan dulu oleh mekanik, makan waktu, dong Om?" tanya Adrian.
"Ya lumayan lama Yan! kalau jalanan lurus sih, masih dapat di paksakan perlahan untuk jalan. Namun ini jalan nya sudah mulai menanjak Yan, bila di paksakan bisa saja lost power dan bisa jadi thortle body nya makin tersumbat," tutur Afnan.
"Wah bahaya juga Om, Kalau di paksakan berarti," tukas Adrian.
"Yaah..bisa menjadikan Mobil mati dan ya sangat berbahaya. Solusinya adalah dengan membersihkan filter udara atau menggantinya, tapi nanti di lihat dahulu seberapa parah kerusakan nya. Biar Om panggil bengkel langganan Om dulu," ucap Afnan.
"Terimakasih Om," ucap Adrian.
Afnan menepuk bahu Adrian sembari berbicara di dalam telepon, saat telepon nya sudah di terima orang bengkel yang baru saja buka dan montir profesional langganan Afnan masih belum datang.
Akhirnya Afnan setuju untuk menunggu montir langganan nya. "Makanya, memiliki kendaraan juga harus di sayang Yan, nih buktinya, kalau saja rutin service setidaknya tiga bulan sekali, kan kerusakan seperti ini dapat di cegah Yan," ucap Afnan.
"Iya Om, hehe sejak Adrian beli mobil ini dua tahun lalu, baru dua kali di service, itu juga karena sayang saja dengan mendapatkan service gratis, hihi," ucap Adrian menyeringai malu.
"Ya sudahlah, toh sudah terjadi. Tapi ingat, ini dapat menjadi pelajaran berharga Yan! kamu kan sebentar lagi hendak memiliki Isteri, ingat!Isterinya jangan lupa di Service tiap malam, agar tidak ngambek Seperti mobilmu ini," ucap Afnan menyeringai serta menepuk bahu Adrian, lalu ia menghampiri orang tua Adrian.
Andrian masih mencerna kata-kata Afnan tentang menyervice Isteri?
"Pak Nata dan Bu Ros, sebaiknya menggunakan mobil saya saja. Karena mobil Adrian mengalami masalah dengan mesinnya, kalau menunggu mekanik itu akan memakan waktu. Kalian berangkat lah terlebih dahulu, biar saya yang di sini menunggu mekanik nya tiba," ucap Afnan saat melihat orang tua Adrian mulai gusar.
Adrian menghampiri orang tua nya dan Afnan. "Lalu bagaimana nih Pih, Mih?" tanya Adrian.
"Hemmm, ya kita terima tawaran Pak Afnan. Agar kita tidak terlambat Nak!" tukas pak Wiranata.
"Iya Nak, untuk saat ini hanyalah saran dari Pak Afnan yang dapat kita andalkan, sedangkan mobil para sanak, saudara juga kan penuh," ucap Ibu Rosalie, ia pun khawatir pada Saudara mereka yang ikut berhenti.
"Fix! tukaran mobil, cepat Yan, nanti terlambat," pinta Afnan.
Mereka pun menghampiri mobil Afnan. "Sayang, seperti nya mobil Adrian butuh perbaikan, dan Byby sudah memanggil mekanik, jadi Adrian akan pergi terlebih dahulu menggunakan mobil ini dan Byby di sini menunggu mekanik," ucap Afnan pada Hasna.
"Baiklah By, Nana ikut menemani Byby di sini," balas Hasna.
"Loh Nanti Anak-anak bagaimana?" tanya Afnan.
"Anak-anak titip Adrian saja, nanti kan di sana ada Umi dan yang lainnya, Insya Allah A'a dan Dedek akan mengerti," ucap Hasna. Lalu turun dari bangku depan dengan membawa tas nya.
Hasna menghampiri kedua Anak nya. "Sayang .. A'a Kha, Dedek Sha. Bangun sayang," ucap Hasna pelan dan lembut, Twins yang merasakan ada yang membangun nya maka mereka pun membuka mata perlahan.
"Imma," ucap Afkha saat melihat siapa yang membangunkan nya.
"Sayang, A'a dan Dedek ikut paman Iyan dulu yah, nanti setelah sampai sana A'a dan Dedek dengan Umma dan Abba, oke sayang?" tanya Hasna.
Afnan ikut menghampiri Twins. "Hai sayang, sudah bangun yah!" ucap Afnan. Twins hanya mengangguk.
"Sini," ucap Afnan seraya menggendong Afkha. "Sayang, Biyya dan Mimma akan tetap di sini menunggu yang hendak memperbaiki mobil paman Iyan, kalian ikut Paman Iyan ya! nanti di sana bertemu Umma, Abba, O'om Ubay, Aunty Lilin dan Dedek G." ujar Afnan.
Afkha nampak sedang mencerna kata-kata Afnan. Bukan hal sulit bicara dengan Afkha dan Afsha, sesuai apa kata Hasna bahwa mereka itu Anak ajaib, maka segala hal apapun mereka akan mengerti tidak akan merengek apalagi menangis.
"Baiklah Biyya, Imma! A'a dan Dede itut paman Iyan," jawab Afkha. Afsha pun ikut mengiyakan.
"Baik Pak Nata, Bu Ros! silahkan menaiki mobil dan maaf saya nitip Twins," ucap Afnan.
"Terimakasih banyak Pak Afnan, tidak perlu khawatir, kami akan menjaganya dengan baik," jawab Ibu Rosalie.
"Tenang saja Om, Na! Insya AllahTwins aman bersama kami," ucap Adrian.
"Aamii, O yah! hiasan bunga nya lepas Yan dan pindah ke mobil ini," tukas Afnan.
"Sulit Om, biarkan saja! butuh waktu juga untuk memindahkan dan memasang nya kembali," ucap Adrian.
"Ya sudah, sebaiknya cepat berangkat Yan!" timpal Hasna.
Setelah menciumi kedua Anaknya maka Afnan dan Hasna melepas kepergian mereka dan rombongan. Tak berapa lama rombongan pengantin Adrian sudah tidak terlihat lagi.
"Sayang pacaran di dalam mobil yuk! di sini panas," ajak Afnan.
"Mmm, di sini saja By! itu ada pohon rindang, kita meneduh di sana," ucap Hasna.
"Itu tempat nya terlalu terbuka sayang, lebih baik pacaran di dalam mobil Yuk!" ajak Afnan kembali.
"Tidak akan berbuat apapun kan By?" tanya Hasna terdengar konyol.
"Berbuat apa sih Mimma? orang hanya pancaran. Orang pacaran kan memang tidak boleh berbuat apapun. Byby berkata pacaran kan bukan bobokan? nah kalau bobokan bisa jadi berbuat apa-apa," ucap Afnan penuh penekanan.
"Ya bukan begitu By, lalu kalau kita di grebek warga sekitar sini dan di anggap pasangan sedang berbuat mesum di dalam mobil bagaimana?" tanya Hasna terdengar polos yang membuat Afnan mengekeh.
"Ya, bagus dong sayang, Paling juga kita di paksa nikah, iya gak? nah pas tuh dengan mobil nya yang sudah berhias khas mobil pengantin," ucap Afnan santai dengan menarik lembut tangan Hasna, Lalu mengajak nya masuk ke dalam mobil Adrian.
"Iikh Byby Nih, apa coba di paksa nikah, kita kan memang sudah menikah," protes Hasna.
"Hehe ya makanya tak perlu khawatir, kita kan memang sudah menikah. Sini jangan jauh jauh duduk nya," Pinta Afnan saat sudah berada di dalam mobil dan sama-sama duduk.
"Byby hendak berbuat apa?" tanya Hasna penuh kewaspadaan.
"Tidak akan berbuat apapun, hanya ingin memelukmu, waaah Mimma fiktor nih," goda Afnan.
"Tidak koq, enak saja," ucap Hasna malu.
"Sini sayang, lihat! di niqab nya seperti ada kotoran, sini Byby bersihkan," ucap Afnan.
"Masa sih By," tukas Hasna, lalu ia berniat hendak mengambil cermin kecil dari dalam tas nya.
"Sini Byby saja yang bersihkan, tuh di atas nya juga lihat, ada debu menempel seperti nya," ucap Afnan dengan sedikit bujuk rayu. Akhirnya Hasna pun mau mendekat ke arah Afnan.
Dan Afnan mulai mengamati wajah Hasna. "Cepat By, tolong bersihkan itu wajah Byby juga koq ada kotoran nya, nanti Nana bersihkan setelah Byby membersihkan Niqab Nana," ucap Hasna.
"Baik, sini! coba sayang pejamkan mata," pinta Afnan. Hasna pun menuruti nya.
Hasna memejamkan matanya, lalu ia merasakan ada sesuatu yang melekat pada bibir nya setelah niqab nya tersingkap. Hasna mencoba membuka mata dan ia terkejut, Afnan sedang mencuri ciuman dari nya.
"Bbb.." ucap Hasna. Namun Afnan malah semakin membuat pergerakan, hingga sebuah ketukan di kaca jendela mobil menghentikan kegiatan Afnan. Ia pun segera melepaskan Hasna. Kaca mobil Adrian gelap dan dari luar tidak dapat melihat apapun.
"Alhamdulillah selamat," ujar Hasna memegangi dadanya yang mulai bergemuruh. "Awas ya Byby! dasar curang," gerutu Hasna.
Afnan hanya tersenyum sembari menyeka bibir nya menggunakan ibu jari. Lalu Afnan sedikit membuka kaca jendela dan itu adalah mekanik yang sedang ia tunggu.
****
Alhamdulillah, Setelah melakukan perjalanan selama 30 menit akhirnya rombongan pihak pria sampai pada tempat yang dituju, yaitu Villa Granny Sebagai tempat ijab qobul.
"Assalamu'alaikum," sapa Orang tua Adrian dan di sambut hangat oleh keluarga Granny.
Keluarga inti Granny yaitu Grandad, Granny, Daddy Dedrick, Mommy Aaralyn, Ubaydillah, Devano.
"Wa'alaikum salam, mari masuk pak! mana ini calon cucu mantu ku," ucap Grandad. Adrian yang menuntun Afkha dan Afsha pun menghampiri Grandad lalu memeluk nya.
Setelah Afkha dan Afsha berada di tangan Umi bergabung dengan Arysa juga. Tak lama berselang terjadi obrolan hangat keluarga sejenak dan Kelurga Adrian menceritakan apa yang terjadi tadi di jalan, sehingga Afnan dan Hasna tidak bersama mereka saat ini.
Kini waktu bersejarah yang di nanti-nanti kan Adrian sejak lama Akhirnya terjumpai. Acara ijab qobul akan segera di laksanakan. Namun karena Adrian ingin menikah di Mesjid, maka setelah bertegur sapa dengan keluarga calon mempelai wanita, mereka pun beralih menunju Mesjid.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
SEPTi
wah kayaknya adem ayem bgt ya kalau jadi Hasna dan Afnan 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2023-04-16
0
Novano Asih
selalu suka dengan keromantisannya Aa ustadz
2022-06-26
0
Cut anda husna
Adrian pelit🤣
2022-02-26
0