"Alhamdulillah, akhirnya sampai juga," ucap Hasna. saat mereka baru saja sampai di rumah kecil.
"By, mari turun," ajak Hasna.
Namun tidak ada jawaban apapun, yang di ajak bicara malah tenang tak bersuara.
"Astaghfirullah, mereka malah bubu, berjamaah," ucap Hasna yang melihat Afnan pun tertidur memeluk Afkha.
"By! Byby sayang, sudah sampai rumah," bisik Hasna di telinga Afnan.
Afnan mulai menggeliat karena rasa geli yang di salurkan Hasna melalui hembusan nafasnya.
"Uugghh, Astagfirullah Al Adzim," ucap Afnan sembari merenggangkan tubuhnya. Lalu ia membuka matanya.
Hasna sedang menatap nya dengan tersenyum, itu terlihat dari matanya yang agak menyipit, tangan nya mengelus kepala Afkha.
"Lho, sudah sampai sayang?" tanya Afnan.
"Sudah By!" jawab Hasna.
"Maafkan Byby ya sayang, tidak sadar sedang mengobrol dengan mu, tiba-tiba tertidur begitu saja," ucap Afnan.
"Tidak mengapa By! Nana juga sering kan tertidur saat Byby yang mengemudi," tukas Hasna.
Cup! Hasna menyibakkan sedikit niqab nya. Satu kecupan tipis menyapu b*bir Afnan sebagai tanda penyaluran cinta dari Hasna.
"Afnan pun tersenyum bahagia. "Terimakasih, sayang,"ucapnya.
"Sama-sama Byby sayang, maaf belum membaca doa," ucap Hasna.
"Oh baiklah, A'udzubillah himinas syaiton nirrojim," Doa sampai tujuan dari bepergian.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِىْ سَلَّمَنِىْ وَالَّذِىْ آوَانِى وَالَّذِىْ جَمَعَ الشَّمْلَ بِىْ
Laten: Alhamdulillahilladzi sallamani walladzi awaanii walladzi jama’assamla bii
Artinya : "Segala puji milik Alloh yang telah menyelamatkan aku dan yang telah melindungiku dan yang mengumpulkan aku dengan keluargaku."
"Aamiin," ucap Hasna.
"Sudah, mari turun Mimma," ajak Afnan.
Setelah mereka di depan pintu rumah, Hasna mengetuk pintu, lalu berucap salam, sesudah berucap salam maka Afnan membaca doa dengan suara yang sedikit bergumam, namun Hasna masihpun dapat mendengar.
Adab Masuk Rumah: Mengetuk pintu terlebih dahulu, mengucapkan salam, membaca doa masuk rumah, masuk dengan mendahulukan kaki kanan.
(Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan seseorang untuk mengucapkan salam tatkala memasuki rumah. Tujuannya agar keberkahan datang, baik kepada yang mengucapkan maupun keluarganya. Selain itu sunnah baginya pula membaca doa masuk rumah).
Lafadz Doa masuk ke dalam rumah.
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلِجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ باِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا، و باِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنا تَوَكَّلْنا
Laten: Allahumma inni as’aluka khairal mauliji wa khairal makhraji bismillahi walajna wa bismillahi kharajna wa ‘ala-Llahi rabbina tawakkalna.
Artinya : "Duhai Allah, aku memohon sebaik-baik tempat masuk dan sebaik-baik tempat keluar. Atas nama-Mu kami masuk dan atas nama-Mu kami keluar. Dan kepada Allah Tuhan kamilah kami bertawakal." ( Al- imam an-Nawawi).
Afkha masih tertidur dengan nyenyak, hinggapun Afnan mengangkat nya untuk masuk ke dalam rumah. Setelah membaca doa mereka masuk kedalam rumah dengan kaki kanan.
Hasna dan Afnan telah berada di dalam rumah. "Byby bawa A'a Kha, ke kamarnya nya dahulu ya sayang," ujar Afnan.
"Baik By, Nana langsung ke kamar ya! biasa buka-bukaan," ucap Hasna setengah berbisik sembari mengedipkan sebelah mata.
"Buka-bukan nya, jangan tersisa ya Mimma," timpal Afnan dengan mengekeh.
"Ummm... maunya, dasar genit!" ucap Hasna.
"Genit dengan istri, jaminan nya pahala," tukas Afnan dengan menyeringai, membuat Hasna merasa gemas lalu ia kecup pipi Afnan cukup lama, Hasna sudah membuka Niqab nya kali ini.
"Sudah By, bawa A'a Kha dahulu ke kamar nya! Nana tunggu di kamar, jangan lama ya sayang," ucap Hasna sedikit genit dengan mengelus pipi Afnan.
"Siap Mimma, dengan senang hati!" balas Afnan kegirangan.
Afnan pun dengan cepat menuju kamar Afkha untuk menidurkan nya. Sedangkan Hasna masuk ke kamar mereka, lalu ia membersihkan wajah dan tubuh nya setelah nya ia berganti pakaian dengan pakaian kebesaran nya saat di kamar. Dress dengan lengan pendek dan panjang nya di atas lutut satu jengkal.
***
Di Villa Granny.
Sepertinya tamu undangan sudah mulai berkurang. Angela sudah merasa kelelahan karena tak hentinya menyalami dan melayani sesi photo para tamu dari mulai acara hingga kini sudah hampir tiga jam lamanya.
"Granny, Ange sudah lelah! bolehkah Ange masuk ke dalam? sepertinya para tamu sudah mulai berkurang! jika ada tamu yang hendak menemui Ange, suruh ke dalam saja ya Granny," rengek Angela.
"Baiklah Baby, silahkan! biarkan Granny yang menyambut para tamu di sini. Bersama Grandad, Mommy, Daddy serta orang tua Adrian," ujar Granny.
"Terimakasih Granny, I Love you," ucap Angela sembari memeluk Granny.
"Sama-sama Baby. Love you too," ucap Granny dengan tersenyum lembut.
"Honey, mari kita masuk! kaki ku sakit, terus terusan berdiri di sini," ajak Angela pada Adrian.
"Baiklah, Mari!" sahut Adrian. setelah mereka berpamitan pada orang tua mereka, maka Adrian dan Angela memutuskan untuk masuk ke dalam Villa.
Saat Adrian dan Angela hendak meninggal kan pelaminan, Ubaydillah dan Lintang menghampiri Granny.
"Granny, Grandad, Dad's and Mom's, kami Pamit pulang ke ponpes," ucap Ubaydillah.
"Lho koq pulang? acaranya juga belum selesai!" ujar Granny.
"Iya Dav, mengapa tidak menginap kembali di sini," timpal Daddy.
"Baby, Mommy and Daddy akan kembali ke Jakarta minggu depan, kami masih rindu dengan kalian dan Acha," ucap Mommy Aaralyn.
"Kami harus mengepak barang untuk lusa pindahan, Lilin juga sedang banyak tugas deadline," tukas Ubaydillah.
"Dedek Acha, ikut juga Son?" tanya Daddy.
"Belum di tanyakan Dad!" jawab Ubaydillah.
"Mom's and Dad, menginap lah di rumah kami yang baru, sebelum kembali ke Jakarta, Granny dan Grandad juga yah," pinta Lintang.
"Insya Allah, nanti kami menginap," balas Mommy Aaralyn.
"Setelah tamu dari luar negeri pulang, kami akan menginap di sana," jawab Granny.
"Ya sudah, jika kalian hendak pulang, lebih baik selepas Ashar. Imami Sholat Ashar dahulu di sini, Dav," pinta Grandad.
"Baiklah, Grandad," tukas Ubaydillah.
"Kami juga akan pulang nanti Om, ba'da Maghrib," ucap Adrian.
"Eh pengantin tidak boleh pulang dulu, besok saja," ucap Granny.
"Oh begitu ya Granny," ucap Adrian salah tingkah.
'Iyah, kalian harus menginap semalam lagi di Villa," ucap Mommy Aaralyn.
"Baiklah, kalau begitu! kami menurut saja," timpal Angela.
****
Di pondok pesantren Hubbul Wathan.
"Assalamu'alaikum," Ucap Pak Kyai yang baru saja masuk ke dalam rumah selepas sholat Ashar.
Namun tidak ada jawaban dari dalam. "Tumben tidak ada yang menjawab salam Ana?" gumam Pak Kyai dengan bertanya.
Namun Ia tetap masuk ke dalam rumah. semakin masuk ke dalam, sayup-sayup mulai terdengar suara rengekan dari halaman belakang. Pak Kyai segera menghampiri sumber suara.
"Assalamu'alaikum, Dedek koq merengek? Masya Allah, ada apa cantik?" tanya Pak Kyai setelah sampai di dekat Afsha yang sedang merajuk.
"Wa'alaikum salam! Astaghfirullah Bi. Abi mengucapkan salam dari tadi, di depan yah? Maafkan Umi ya Bi. umi tidak mendengarnya," ucap Umi meerasa bersalah karena tidak menyambut Pak Kyai pulang dari Mesjid.
"Sudahlah Umi! tidak mengapa, Abi maklum Koq! Umi sedang meladeni si cantik yang merajuk ini kan?" tanya Abi Kyai sembari mengecup kening Umi, setelah sebelumnya Umi, mengecup tangan kanan nya.
"Iya, Bi! Dedek dari sehabis sholat Ashar tadi merajuk, merengek tidak berhenti. Padahal Umi dan Ambu sudah membujuk dengan segala cara," jawab Umi.
"Ya sudah! tolong buatkan teh untuk Abi yah, biar Abi yang merayunya." pinta Pak Kyai.
"Baik Abi, Umi permisi ke dapur," pamit Umi seraya membelai wajah Pak Kyai dengan tersenyum. Pak Kyia pun menimpali senyum Umi dengan manisnya.
Umi pun berlalu ke dapur. Lalu Pak kyai menghampiri Afsha yang masih merengek.
"Dedek, coba bicara pada Abba! Dede mau apa?" tanya lembut Pak kyai seraya memangku Afsha yang duduk di lantai masih mengenakan mukena, karena tadi selesai ikut Sholat dengan Umi.
"Hikss..Um-m-ma ti-ti-dak me-me-ngeyti!" Afsha membuka suara dengan tersendat, akibat sesenggukan.
"Hehe Masya Allah, tidak mengerti apa cantik?" tanya kembali Pak Kyai dengan lebih lembut lagi.
"I-icu..De-dek, hen-hen-dak me-me-ne-mui Biyya dan Imma." Afsha akhir nya mengakui keinginannya kepada Pak Kyai.
"Ni, teh nya Bi," tawar Umi saat teh untuk Pak kyai sudah di atas meja taman. kala itu Umi sudah duduk di sebelah Pak Kyai yang sedang memangku Afsha.
"Terimakasih Umi," ucap Pak Kyai.
"Sama-sama Bi. Dedek ingin pergi ke rumah kecil. katanya rindu dengan Biyya, Mimma dan A'a! namun pergi ke rumah kecilnya ingin menaiki becak dari Ponpes ini ke sana, apa Amang becak nya sanggup Bi, mengayuh dari sini ke sana? kan lumayan jauh," ucap Umi setelah duduk dengan tenang.
"SubhanAllah, pintar sekali, ouh jadi ini penyebab nya Dedek merajuk hingga merengek, biasanya tidak pernah seperti ini," tukas Pak kyai sembari membuka mukena Afsha.
"Ya pintar memang, itu Bi..tadi Dedek melihat Amang becak di jalan, dan jadilah ingin naik becak ke rumah kecil. Namun apakah ada gitu tukang becak yang ikhlas ngantar kita kesana sore-sore begini, walaupun dibayar mahal, kan kasihan mereka Bi," ucap Umi.
"Tidak apa-apa Umma. Dedek ingin beytemu Imma dan Biyya, hikkss.." ucap Afsha.
"Iya sayang, kita kesana Sekarang! bagaimana, kalau kesananya naik Valentino?"
tanya Abi.
"Hooo.. Astaghfirullah! naik Valentino, Bi?" ucap Umi dengan sedikit terkejut.
Bersambung.....
Baca juga 👌🤗😍👇👇🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
black rose
abba..ati2 naik valentinonyaa 😁😁
2021-10-27
0
aal lia
wis bae" pak kyayi sarungnya terbang naik valentino. hehehe
2021-03-26
0
Tri Utami266
gimana jdinya seorang pak kyai naik valentino??? penasaran thor...
2021-02-12
0