8. Tak Gendong Keman-mana.

Di jalan menuju Villa Granny, Angela masih berjalan dengan tangisan. Sedangkan Adrian berusaha mengejarnya dengan berlari, ia terus berlari dan berlari hingga dari kejauhan tubuh Angela nampak samar-samar.

Angela hanya berjalan biasa, jadi Andrian yang berlari dapat mengejarnya dengan cepat, beruntung Kenneth berlalu ke arah yang berlawanan, jadi dia tidak bertemu Angela di jalan.

"Baby..tolong berhentilah, tunggu Aku," teriakan Adrian dari arah belakang Angela.

Awalnya Angela tidak mendengar teriakan Adrian, karena ia sedang fokus menangis, sambil berjalan di atas aspal, ia sudah tak merasakan sakit pada kakinya, akibat menginjak jalan aspal panas.

Adrian kembali berlari, ia capek berteriak sedangkan Angela tidak juga berhenti, ia masih terus berjalan. Dengan susah payah Ardian berlari menggunakan sisa tenaganya, setelah dekat dengan Angela ia meraih tangan Angela.

"Tidak! menjauh kamu!" teriak Angela yang merasa terkejut karena tangannya ada yang menarik dari arah belakang.

"Baby, ini Aku Ryan suamimu!" ucapan Adrian dengan keras hingga Angela yang menutupi wajahnya pun mendengar.

"Ryan!" gumam Angela, tanpa pikir panjang Angela memeluk Adrian. "Honey, aku takut terhadap pemikiran orang- orang yang mendengarkan ocehan Kenneth tadi, aku tidak pernah bersentuhan dengan laki-laki manapun apalagi tidur bersama," ucap Angela.

"Baby, aku yang mempercayai mu! mengapa harus memikirkan orang lain," ucap Adrian mengelus bahu Angela lembut.

"Tapi tetap saja, Grandad, Granny, Daddy Rick dan Mommy Aaralyn yang mendapatkan malu dari perkataan Kenneth," ucapan Angela kembali.

"Sudahlah Baby, nanti kita akan menjelaskannya, memang salah juga menyembunyikan segalanya dari mereka, kita pikir semua ini akan baik-baik saja dan tidak akan terjadi hal seperti ini, ternyata Kenneth datang di hari pernikahan kita.

"Baiklah, Ange sudah siap menjelaskan segalanya pada mereka, Honey tolong dampingi Ange dalam menghadapi mereka," pinta Angela dengan tatapan sendu.

"Pasti Baby, Aku tidak akan pernah meninggalkanmu," ucap lirih Adrian sembari menyeka sisa air mata Angela memakai kedua belah ibu jari nya.

"Pakai sepatu dulu yuk! kamu tidak memakai alas kaki dari setadi, pasti kakimu sakit," ujar Adrian.

"Terimakasih, Honey," ucap Angela. Lalu Adrian pun berjongkok di hadapan Angela untuk memakaikan sepatu pada Angela. Namun setelah sepatu terpasang sempurna, Angela meringis seperti kesakitan.

"Honey kakiku sakit! aw, telapak kakiku malah tambah sakit," ujarnya saatnya ia mencoba berjalan.

"Pasti lecet karena gesekan jalan aspal itu Baby, jalan aspal panas," ucap Andrian. Lalu ia berjongkok di hadapan Angela.

"Apa ini Honey?" tanya Angela tak mengerti.

"Naiklah ke punggungku, biar aku yang menggendongmu! nanti setelah sampai Villa baru aku obati kaki mu," perintah Adrian.

Angela tersenyum haru, belum pun satu hari Adrian menikahinya, namun ia sudah dapat bersikap lembut dan memanjakannya.

"Ayok naik Baby! sampai kapan aku harus berjongkok begini? sudah penuh nih, di sini kan tidak ada air untuk membersihkan nya," kelakar Adrian.

"Iikh jorok!" ucap Angela manja, tanpa berpikir panjang, Angela sedikit mengangkat kain bawahnya beruntung agak mengembang, lalu ia naik ke punggung Andrian dan Adrian pun berdiri menggendongnya, lalu ia mulai berjalan santai.

"Honey, siapa yang mengajari mu menjadi pelawak?" tanya Angela.

"Siapa lagi, kalau bukan duo D," jawab Adrian.

"Duo D?" tanya Angela kembali. "Iya Om Davian dan Abang Devano, iiikkh Aku jengah panggil Dev dengan sebutan Abang," canda Adrian.

"Ya harus begitu kan Honey, itu silsilahnya dan Devano sendirian yang minta dipanggil seperti itu," balas Angela.

"Iya juga sih, heh beruntung si Dev," tukas Adrian.

Saat mereka tengah asyik berjalan dengan Angela di dalam gendongan Andrian, tiba-tiba saja mobil rombongan Granny melewati mereka.

Ubaydillah berhenti sejenak saat melewati mereka. "Tak gendong keman-mana..tak gendong enak dong! Cie..cie.. pengantin baru, halal niyyeh! tahu Yan sudah halal gak usah pamer juga, kasihan nih mata para pengantain lawas ternoda," ledek Ubaydillah.

"Abang Dav, apa sih," ucap Angela malu begitupun dengan Adrian ia tersenyum kikuk.

"Yank, sudah! jangan di ledek terus, kasihan Adrian dan Angela nya," ucap Lintang dengan lembut sembari membelai janggut Ubaydillah.

"Yan, Ange! Ayok bareng kita saja, ke Villa masih lumayan jauh loh," ajak Lintang.

Andrian dan Angela nampak ragu. Ye bengong, sudah, Ayok naik!" ajak Ubaydillah.

sebetulnya Adrian masih ingin berjalan dan menggendong Angela, Iya ingin sekali menikmati momen-momen yang pernah hilang dari mereka yaitu kedekatan dan kebersamaan, namun Adrian pikir kembali, toh hari-hari esok masih panjang, Insya Allah.

***

Di villa Granny, Afnan Sedang menikmati Juice jeruk serta menemani Twins A, Arsya dan Alnaira bermain di halaman belakang.

"A'a Kha ayo tendang lagi bolanya," pinta Afnan.

"Acciap Biyya," balas Afkha sembari menendang bola kearah gawang kecil.

"Goooll.. yeaayy yeaayy Goolll, Biyya," celoteh kegirangan Afkha sambil berlari-lari mengitari taman itu.

"Alhamdulillah, Masya Allah TabarakAllah A'a Kha keren!" puji Afnan.

Arysa memainkan bola basket di ring kecil. "Biyya Nan, lihat Acha," Panggil Arsya pada Afnan ia mencari perhatian saat hendak memasukkan bolanya.

"Ayo Dedek Acha pasti bisa!" ucap Afnan menyemangati.

Arsya pun mulai beraksi dengan mendribble bola lalu berlari kecil. Dan...Zonk.. bola agak melenceng dari ring dan yaahh gagal, bola tidak masuk ke dalam ring.

"Yeeaayy..Dedek Acha lemparan nya sudah bagus sayang!" ucap Afnan membesarkan hati Arsya.

Namun Arsya tertunduk lesu, sepertinya ia merasa kecewa karena aksinya gagal, padahal sebelumnya ia begitu semangat dan ingin mempertontonkan keahliannya kepada Afnan.

"waaah.. tembakan sekeren itu koq melenceng yah! ouh ternyata tiba-tiba ada angin lewat tuh, jadi melenceng Dek! wajib di ulang Dek Acha, tembakan yang tadi tidak di hitung karena tertebak angin." ucap Afnan.

Arsya yang murung pun terlihat kembali berbinar dan ia menatap Afnan dengan tersenyum. "Boleh di uyang Biyya Nan?" tanya nya polos.

"Boleh dong jagoan!" ucap Afnan antusias dengan berjalan menghampiri Arsya dan menyodorkan bola yang baru saja ia ambil dari dekat tiang ring.

Arsya nampak ragu, "Ayok, di coba sayang!" ucap Afnan menyemangati.

Arsya meraih bola tersebut dengan tersenyum, "Acha, toba yagi yah Biyya," celoteh Arsya.

"Ya silakan dicoba! baca Bismillah dulu tentunya," ucap Afgan dengan tersenyum.

Arsya pun mulai mencoba mendribble bola yang awalnya ragu lalu ia mulai harus semangat. "Bicmiyyah," ucap Arsya dan dalam hitungan ketiga Arsya melempar bolanya dan slup, yes berhasil!!

"Biyya matuk, Biyya yeeaayy Acha telen tidak Biy Nan?" tanya Arsya sembari berlari menuju ke arah Afnan dan memeluknya.

"Masya Allah, keren sayang! ya sudah main lagi yah, Biyya duduk kembali di sana," pamit Afnan.

"Biyya," Afkha memanggil Afnan dan melambai ke arahnya. "Hai, sayang!" balas Afnan dengan tersenyum.

"Aaaaa, ikkh pelgi..pelgi..Aaaa..awas janan dekat!" suara teriakan dari Afsha dan Alnaira yang dari tadi berada di atas ayunan kayu panjang, mereka sedang memainkan boneka Barbie milik Alnaira.

****

Bersambung....

Baca juga ya.. hehe..

Terpopuler

Comments

Cut anda husna

Cut anda husna

lanjut lg

2022-02-26

0

Aisyah Iyad

Aisyah Iyad

fdddeee3eeeeeeeeeeee ada yg q3bb hal nabBbz be sbbea by by ennejjejj2hebhufura hp hjjijuj ruiu UI os lldl4l4rua inihu4u

2021-11-06

0

weny

weny

suka ma kekonyolannya bang ubay

2021-02-05

0

lihat semua
Episodes
1 1. New Episode, Istrinya Ustadz part 2 (pembuka)
2 2. Kediaman Adrian
3 3. Menyervice Isteri
4 4. Adegan Delapan Belas Plus
5 5. Ijab Qobul Adrian
6 6. Tamu Tak Di Undang
7 7. Jantung Hatinya Biyya dan Mimma
8 8. Tak Gendong Keman-mana.
9 9. Dejavu Bunglon Cantik.
10 10. Beraksi Sebelum Waktunya
11 11. Pesta Bujang, Bujangan Lapok.
12 12. Bir Pletok.
13 13. Lipstik Mommy Aaralyn.
14 14. Resepsi Pernikahan Adrian dan Angela.
15 15. Menagih Janji
16 16. Naik, Vallentino Bi?
17 17. Si Kumbang
18 18. Abi Macho dan Umi gahar.
19 19. Suami Merangkap Serep Belajar
20 20. Sweater Peninggalan Mommy.
21 21. Kisah Roy
22 22. Kepercayaan Adrian untuk Angela.
23 23. Utun Berjenggot Galau
24 24. Laskar Peraih Pahala
25 25. Al-Wakirah
26 26. Hal Yang Belum Terselesaikan
27 27. Rumah Tangga Jarak Jauh.
28 28. Plesiran ke Padang Kasur
29 29. Kantor polisi, kembali?
30 30. Utun Berjenggot Kurang Mujur.
31 31. Rumah Tenang
32 32. Pisah Ranjang Tiga Hari.
33 33. Belajar Dermawan Dari Sejak Dini.
34 34. Trio Ustadzah Hijrah (Maulid Nabi)
35 35. Minta di jemput.
36 36. Kalung Berlian nya Raib
37 37. Korban Mak-mak Ganas.
38 38. Khitan Masal.
39 39. Hadiah Untuk Afsha.
40 40. Khitan, Hasil Gigitan Macam.
41 End Hiatus.
42 41. Meninjau Rumah Tenang.
43 42. Dias tertarik kepada Roy.
44 43. Hilal Jodoh.
45 44. Mu'adzin Baru.
46 45. MERLINDIAS ATTSAUTSHA.
47 46. Tidak Menolak, Namun Belum Dapat Menerima.
48 47. Dias Kembali Ke Jakarta.
49 48. Insiden Hotel (Bom)
50 49. Insiden Hotel (Terluka)
51 50. Media Lukisan Abstrak.
52 51. Angela Hamil.
53 52. Korban penculikan.
54 53. Spray Bius.
55 54.Perjalanan mencari Anak-anak.
56 55. Akhirnya, Kami Menemukan Kalian.
57 56. Kehadiran Sang Ayah.
58 57. Upaya penyelamatan Anak-anak.
59 58. Roy! Kamu Harus Kuat.
60 59. Kepergok Indiaan.
61 60. Rh-null
62 61. Di Ujung Tanduk.
63 62. Menikah Pada Hari Ini Juga.
64 63. Herzevan Bahroynie Adipati
65 64. Mogok Bicara Tiga Hari.
66 65. Rezeky Nomplok.
67 66. Tsuiso Battle (Tandem)
68 67. Kuliah Ke Turki.
69 68. Malam pertumpahan darah.
70 69. Ngapelin pacar
71 70. Pasar malam.
72 71. Kehabisan Bensin.
73 72. Pecah Ban.
74 73. Penculikan Angela.
75 74. Titik penyekapan Angela..
76 75. Berdoa Sebelum Gaspoll.
77 76. Dia masih Istri Saya.
78 77. Angela Keguguran.
79 78. Tantangan Balapan.
80 79. T 10 VE
81 80. Clutch Kick
82 81. My Best Husband!
83 82. H.A.Z Circuit.
84 83. Rencana untuk Hamil kembali.
85 84. Kami, Hamil!
86 85. Atatürk Üniversitesi.
87 86. Modifikasi Alami.
88 87. Amanat Abah Anom.
89 88. Keberangkatan Hasna ke Eropa.
90 89. Mengenang Hasna.
91 90. Menerima keputusan Hasna.
92 91. Merancang Dedek Bayi.
93 92. Istrinya Ustadz. (End)
94 Pengumuman, sekuel Istrinya Ustadz.
Episodes

Updated 94 Episodes

1
1. New Episode, Istrinya Ustadz part 2 (pembuka)
2
2. Kediaman Adrian
3
3. Menyervice Isteri
4
4. Adegan Delapan Belas Plus
5
5. Ijab Qobul Adrian
6
6. Tamu Tak Di Undang
7
7. Jantung Hatinya Biyya dan Mimma
8
8. Tak Gendong Keman-mana.
9
9. Dejavu Bunglon Cantik.
10
10. Beraksi Sebelum Waktunya
11
11. Pesta Bujang, Bujangan Lapok.
12
12. Bir Pletok.
13
13. Lipstik Mommy Aaralyn.
14
14. Resepsi Pernikahan Adrian dan Angela.
15
15. Menagih Janji
16
16. Naik, Vallentino Bi?
17
17. Si Kumbang
18
18. Abi Macho dan Umi gahar.
19
19. Suami Merangkap Serep Belajar
20
20. Sweater Peninggalan Mommy.
21
21. Kisah Roy
22
22. Kepercayaan Adrian untuk Angela.
23
23. Utun Berjenggot Galau
24
24. Laskar Peraih Pahala
25
25. Al-Wakirah
26
26. Hal Yang Belum Terselesaikan
27
27. Rumah Tangga Jarak Jauh.
28
28. Plesiran ke Padang Kasur
29
29. Kantor polisi, kembali?
30
30. Utun Berjenggot Kurang Mujur.
31
31. Rumah Tenang
32
32. Pisah Ranjang Tiga Hari.
33
33. Belajar Dermawan Dari Sejak Dini.
34
34. Trio Ustadzah Hijrah (Maulid Nabi)
35
35. Minta di jemput.
36
36. Kalung Berlian nya Raib
37
37. Korban Mak-mak Ganas.
38
38. Khitan Masal.
39
39. Hadiah Untuk Afsha.
40
40. Khitan, Hasil Gigitan Macam.
41
End Hiatus.
42
41. Meninjau Rumah Tenang.
43
42. Dias tertarik kepada Roy.
44
43. Hilal Jodoh.
45
44. Mu'adzin Baru.
46
45. MERLINDIAS ATTSAUTSHA.
47
46. Tidak Menolak, Namun Belum Dapat Menerima.
48
47. Dias Kembali Ke Jakarta.
49
48. Insiden Hotel (Bom)
50
49. Insiden Hotel (Terluka)
51
50. Media Lukisan Abstrak.
52
51. Angela Hamil.
53
52. Korban penculikan.
54
53. Spray Bius.
55
54.Perjalanan mencari Anak-anak.
56
55. Akhirnya, Kami Menemukan Kalian.
57
56. Kehadiran Sang Ayah.
58
57. Upaya penyelamatan Anak-anak.
59
58. Roy! Kamu Harus Kuat.
60
59. Kepergok Indiaan.
61
60. Rh-null
62
61. Di Ujung Tanduk.
63
62. Menikah Pada Hari Ini Juga.
64
63. Herzevan Bahroynie Adipati
65
64. Mogok Bicara Tiga Hari.
66
65. Rezeky Nomplok.
67
66. Tsuiso Battle (Tandem)
68
67. Kuliah Ke Turki.
69
68. Malam pertumpahan darah.
70
69. Ngapelin pacar
71
70. Pasar malam.
72
71. Kehabisan Bensin.
73
72. Pecah Ban.
74
73. Penculikan Angela.
75
74. Titik penyekapan Angela..
76
75. Berdoa Sebelum Gaspoll.
77
76. Dia masih Istri Saya.
78
77. Angela Keguguran.
79
78. Tantangan Balapan.
80
79. T 10 VE
81
80. Clutch Kick
82
81. My Best Husband!
83
82. H.A.Z Circuit.
84
83. Rencana untuk Hamil kembali.
85
84. Kami, Hamil!
86
85. Atatürk Üniversitesi.
87
86. Modifikasi Alami.
88
87. Amanat Abah Anom.
89
88. Keberangkatan Hasna ke Eropa.
90
89. Mengenang Hasna.
91
90. Menerima keputusan Hasna.
92
91. Merancang Dedek Bayi.
93
92. Istrinya Ustadz. (End)
94
Pengumuman, sekuel Istrinya Ustadz.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!