Di jalan menuju Villa Granny, Angela masih berjalan dengan tangisan. Sedangkan Adrian berusaha mengejarnya dengan berlari, ia terus berlari dan berlari hingga dari kejauhan tubuh Angela nampak samar-samar.
Angela hanya berjalan biasa, jadi Andrian yang berlari dapat mengejarnya dengan cepat, beruntung Kenneth berlalu ke arah yang berlawanan, jadi dia tidak bertemu Angela di jalan.
"Baby..tolong berhentilah, tunggu Aku," teriakan Adrian dari arah belakang Angela.
Awalnya Angela tidak mendengar teriakan Adrian, karena ia sedang fokus menangis, sambil berjalan di atas aspal, ia sudah tak merasakan sakit pada kakinya, akibat menginjak jalan aspal panas.
Adrian kembali berlari, ia capek berteriak sedangkan Angela tidak juga berhenti, ia masih terus berjalan. Dengan susah payah Ardian berlari menggunakan sisa tenaganya, setelah dekat dengan Angela ia meraih tangan Angela.
"Tidak! menjauh kamu!" teriak Angela yang merasa terkejut karena tangannya ada yang menarik dari arah belakang.
"Baby, ini Aku Ryan suamimu!" ucapan Adrian dengan keras hingga Angela yang menutupi wajahnya pun mendengar.
"Ryan!" gumam Angela, tanpa pikir panjang Angela memeluk Adrian. "Honey, aku takut terhadap pemikiran orang- orang yang mendengarkan ocehan Kenneth tadi, aku tidak pernah bersentuhan dengan laki-laki manapun apalagi tidur bersama," ucap Angela.
"Baby, aku yang mempercayai mu! mengapa harus memikirkan orang lain," ucap Adrian mengelus bahu Angela lembut.
"Tapi tetap saja, Grandad, Granny, Daddy Rick dan Mommy Aaralyn yang mendapatkan malu dari perkataan Kenneth," ucapan Angela kembali.
"Sudahlah Baby, nanti kita akan menjelaskannya, memang salah juga menyembunyikan segalanya dari mereka, kita pikir semua ini akan baik-baik saja dan tidak akan terjadi hal seperti ini, ternyata Kenneth datang di hari pernikahan kita.
"Baiklah, Ange sudah siap menjelaskan segalanya pada mereka, Honey tolong dampingi Ange dalam menghadapi mereka," pinta Angela dengan tatapan sendu.
"Pasti Baby, Aku tidak akan pernah meninggalkanmu," ucap lirih Adrian sembari menyeka sisa air mata Angela memakai kedua belah ibu jari nya.
"Pakai sepatu dulu yuk! kamu tidak memakai alas kaki dari setadi, pasti kakimu sakit," ujar Adrian.
"Terimakasih, Honey," ucap Angela. Lalu Adrian pun berjongkok di hadapan Angela untuk memakaikan sepatu pada Angela. Namun setelah sepatu terpasang sempurna, Angela meringis seperti kesakitan.
"Honey kakiku sakit! aw, telapak kakiku malah tambah sakit," ujarnya saatnya ia mencoba berjalan.
"Pasti lecet karena gesekan jalan aspal itu Baby, jalan aspal panas," ucap Andrian. Lalu ia berjongkok di hadapan Angela.
"Apa ini Honey?" tanya Angela tak mengerti.
"Naiklah ke punggungku, biar aku yang menggendongmu! nanti setelah sampai Villa baru aku obati kaki mu," perintah Adrian.
Angela tersenyum haru, belum pun satu hari Adrian menikahinya, namun ia sudah dapat bersikap lembut dan memanjakannya.
"Ayok naik Baby! sampai kapan aku harus berjongkok begini? sudah penuh nih, di sini kan tidak ada air untuk membersihkan nya," kelakar Adrian.
"Iikh jorok!" ucap Angela manja, tanpa berpikir panjang, Angela sedikit mengangkat kain bawahnya beruntung agak mengembang, lalu ia naik ke punggung Andrian dan Adrian pun berdiri menggendongnya, lalu ia mulai berjalan santai.
"Honey, siapa yang mengajari mu menjadi pelawak?" tanya Angela.
"Siapa lagi, kalau bukan duo D," jawab Adrian.
"Duo D?" tanya Angela kembali. "Iya Om Davian dan Abang Devano, iiikkh Aku jengah panggil Dev dengan sebutan Abang," canda Adrian.
"Ya harus begitu kan Honey, itu silsilahnya dan Devano sendirian yang minta dipanggil seperti itu," balas Angela.
"Iya juga sih, heh beruntung si Dev," tukas Adrian.
Saat mereka tengah asyik berjalan dengan Angela di dalam gendongan Andrian, tiba-tiba saja mobil rombongan Granny melewati mereka.
Ubaydillah berhenti sejenak saat melewati mereka. "Tak gendong keman-mana..tak gendong enak dong! Cie..cie.. pengantin baru, halal niyyeh! tahu Yan sudah halal gak usah pamer juga, kasihan nih mata para pengantain lawas ternoda," ledek Ubaydillah.
"Abang Dav, apa sih," ucap Angela malu begitupun dengan Adrian ia tersenyum kikuk.
"Yank, sudah! jangan di ledek terus, kasihan Adrian dan Angela nya," ucap Lintang dengan lembut sembari membelai janggut Ubaydillah.
"Yan, Ange! Ayok bareng kita saja, ke Villa masih lumayan jauh loh," ajak Lintang.
Andrian dan Angela nampak ragu. Ye bengong, sudah, Ayok naik!" ajak Ubaydillah.
sebetulnya Adrian masih ingin berjalan dan menggendong Angela, Iya ingin sekali menikmati momen-momen yang pernah hilang dari mereka yaitu kedekatan dan kebersamaan, namun Adrian pikir kembali, toh hari-hari esok masih panjang, Insya Allah.
***
Di villa Granny, Afnan Sedang menikmati Juice jeruk serta menemani Twins A, Arsya dan Alnaira bermain di halaman belakang.
"A'a Kha ayo tendang lagi bolanya," pinta Afnan.
"Acciap Biyya," balas Afkha sembari menendang bola kearah gawang kecil.
"Goooll.. yeaayy yeaayy Goolll, Biyya," celoteh kegirangan Afkha sambil berlari-lari mengitari taman itu.
"Alhamdulillah, Masya Allah TabarakAllah A'a Kha keren!" puji Afnan.
Arysa memainkan bola basket di ring kecil. "Biyya Nan, lihat Acha," Panggil Arsya pada Afnan ia mencari perhatian saat hendak memasukkan bolanya.
"Ayo Dedek Acha pasti bisa!" ucap Afnan menyemangati.
Arsya pun mulai beraksi dengan mendribble bola lalu berlari kecil. Dan...Zonk.. bola agak melenceng dari ring dan yaahh gagal, bola tidak masuk ke dalam ring.
"Yeeaayy..Dedek Acha lemparan nya sudah bagus sayang!" ucap Afnan membesarkan hati Arsya.
Namun Arsya tertunduk lesu, sepertinya ia merasa kecewa karena aksinya gagal, padahal sebelumnya ia begitu semangat dan ingin mempertontonkan keahliannya kepada Afnan.
"waaah.. tembakan sekeren itu koq melenceng yah! ouh ternyata tiba-tiba ada angin lewat tuh, jadi melenceng Dek! wajib di ulang Dek Acha, tembakan yang tadi tidak di hitung karena tertebak angin." ucap Afnan.
Arsya yang murung pun terlihat kembali berbinar dan ia menatap Afnan dengan tersenyum. "Boleh di uyang Biyya Nan?" tanya nya polos.
"Boleh dong jagoan!" ucap Afnan antusias dengan berjalan menghampiri Arsya dan menyodorkan bola yang baru saja ia ambil dari dekat tiang ring.
Arsya nampak ragu, "Ayok, di coba sayang!" ucap Afnan menyemangati.
Arsya meraih bola tersebut dengan tersenyum, "Acha, toba yagi yah Biyya," celoteh Arsya.
"Ya silakan dicoba! baca Bismillah dulu tentunya," ucap Afgan dengan tersenyum.
Arsya pun mulai mencoba mendribble bola yang awalnya ragu lalu ia mulai harus semangat. "Bicmiyyah," ucap Arsya dan dalam hitungan ketiga Arsya melempar bolanya dan slup, yes berhasil!!
"Biyya matuk, Biyya yeeaayy Acha telen tidak Biy Nan?" tanya Arsya sembari berlari menuju ke arah Afnan dan memeluknya.
"Masya Allah, keren sayang! ya sudah main lagi yah, Biyya duduk kembali di sana," pamit Afnan.
"Biyya," Afkha memanggil Afnan dan melambai ke arahnya. "Hai, sayang!" balas Afnan dengan tersenyum.
"Aaaaa, ikkh pelgi..pelgi..Aaaa..awas janan dekat!" suara teriakan dari Afsha dan Alnaira yang dari tadi berada di atas ayunan kayu panjang, mereka sedang memainkan boneka Barbie milik Alnaira.
****
Bersambung....
Baca juga ya.. hehe..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Cut anda husna
lanjut lg
2022-02-26
0
Aisyah Iyad
fdddeee3eeeeeeeeeeee ada yg q3bb hal nabBbz be sbbea by by ennejjejj2hebhufura hp hjjijuj ruiu UI os lldl4l4rua inihu4u
2021-11-06
0
weny
suka ma kekonyolannya bang ubay
2021-02-05
0