Afnan dan Hasna baru saja selesai mandi bersama. Setelah tadi menidurkan Afkha di kamar nya dan ketika ia masuk ke dalam kamar mereka, Afnan di suguhi pemandangan menggiurkan oleh Hasna.
Dress minim bahan yang di kenakan Hasna, membuat pikiran Afnan ingin mengajak Hasna traveling di tempat, dengan ber snorkeling di dalam lautan asmara mereka.
Mengakhiri lelah satu harian dengan peregangan otot dan syaraf berbonus pahala. Sore itu Afnan dan Hasna sama-sama memanen rindu yang sudah tertanam dari sejak beberapa hari lalu.
"Sayang, kamu pakai baju saja dulu, lalu tunggu di mushola. Byby hendak membangunkan A'a Kha untuk Sholat berjamaah, nanti kalau tidak di ajak berjamaah Ashar, ngambek," ujar Afnan.
"Baiklah By, ini juga sudah mau selesai koq," jawab Hasna dari ruang ganti. Afnan sudah terlebih dahulu memakai pakaian.
Afnan sudah di kamar Afkha. Ia segera membangunkan Afkha. "A.. A'a Kha bangun Nak! Sudah masuk waktu Ashar," panggil Afnan lembut.
Afkha yang jika mendengar kata Sholat telinga nya seperti tertanam alarm, maka tak perlu susah payah untuk membangunkannya.
Afkha Sudah membuka matanya. Lalu ia menatap Afnan. "Cudah macuk watu Coyat Ya Biy?" tanya Afkha.
"Sudah Sayang, mari Biyya bantu berwudhu!" ajak Afnan.
"Biy, mandi nya nanti caja ya, A'a endak beyenang," ucap Afkha.
"Baiklah jagoan nya Biyya dan Mimma, sekarang cuci wajah dan Wudhu saja," tukas Afnan.
"yet go.." ucap Antusias Afkha ketika sudah berada di dalam gendongan Afnan yang menggendong nya untuk berwudhu.
Setelah Afkha membasuh wajah, kini waktunya ber wudhu. "Baca Doa dulu sayang," pinta Afnan.
"Biy, mengapa jika endak Choat, kita mecti bey Wudhu?" tanya Afkha.
"Ya mesti dong sayang, kan wudhu itu merupakan satu di antara bentuk bersuci yang disyariatkan dalam Islam. Itinya membersihkan hadats atau najis kecil pada tubuh kita, seperti baru saja, A'a pipis lalu di bersihkan, nah itu kan menghilangkan hadats kecil dari tubuh A'a, Wudhu merupakan salah satu syarat sah nya sholat juga." tutur Afnan.
"Yayu Biy, jika tidak bey wudhu?" tanya Afkha kembali.
"Lalu, jika kita hendak Sholat tapi tidak ber wudhu! maka, diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu , bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah tidaklah menerima sholat salah seorang di antara kalian ketika ia berhadats sampai ia berwudhu." (HR : Al Bukhari).
Terlihat Afkha manggut-manggut tanda mengerti. "hiiii, Ayoh (Allah) mayah ya?" tanya polos Afkha.
"Ya begitulah, sayang! A'a, mari ber wudhu, cepat sayang! nanti waktu Sholat nya terburu habis," ucap Afnan.
"Baik Biy, tutun A'a Bey wudhu. A'a tan beyum beditu hapay Doa nya, hihi," celoteh Afkha.
"Iya Kasep! Masya Allah. Biyya dan Mimma akan banyak mengajarkan banyak hal pada A'a Kha dan Dedek Sha. Namun sabar ya sayang jangan terburu-buru, nikmati masa kecilmu dengan apa yang kalian mau, asal ingat selalu lah kalian berpijak di atas keimanan," ucap Afnan.
"Aaccciapp Biy, itu kayau kata O'om Ubay!" tukas Afkha mengangkat tangan nya dengan posisi hormat bendera.
"Halah Utun berjenggot, kenapa Anak-anak ini, diajarkan bak tentara begini?" gumam Afnan sembari geleng-geleng kepala dan tersenyum.
"Baiklah Sayang, mari membaca doa," lalu Afnan menuntun Afkha membaca doa berwudhu.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمْ
Bismillahirrohaanirrohiim
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
Tata cara berdoa sebelum wudhu, untuk yang lengkap. Namun untuk yang biasa saja boleh dan tetap Sah asalkan dengan Niat Wudhu dan melakukan tata cara Wudhu seperti yang di Sunnah kan oleh Rasulullah SAW.
Seperti firman Allah dalam Surah Al Maidah ayat enam. "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melakukan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki."
kembali pada tata cara Wudhu lengkap,
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
Asyhadu al laa ilaaha illa-Llahu wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warosuluhu
"Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, tidak ada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasulnya."
Berlanjut melafalkan Doa saat menyentuh air wudhu,
الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْمَاءَ طَهُورًا
Alhamdulillahi alladzi ja’ala al-maa'a thohuuron
"Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air yang suci dan mensucikan."
'Doa di atas dimaksudkan sebagai rasa syukur kita kepada Allah yang telah menjadikan air sebagai alat bersuci kita sekaligus sebagai sumber kehidupan.'
"Baca Doa lengkap yah, agar terbiasa," ucap Afnan.
'Rasulullah bersabda,"Barangsiapa berwudhu dengan membaguskan wudhu'nya, maka keluarlah dosa-dosanya dari kulitnya sampai kuku jari-jemarinya." (HR. Muslim)
Didalam hadist diatas Rasullulah Saw, berwudhu dengan membaguskan wudhunya supaya dosa-dosa keluar dari kulit sampai kuku jari jemarinya.
Berikut tata cara wudhu dikutip dari kitab Al-Lu'lu' wal Marjan karangan Muhammad Fuad Abdul Baqi:
Afnan menuntun Afkha untuk melafalkan Niat Wudhu,
نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitul wudhuu-a liraf'll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta'aalaa
Artinya :"Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadast kecil fardu karena Allah."
Lalu Membasuh telapak tangan, Dilakukan sebanyak 3 kali hingga ke sela-sela jari. Doa:
اللَّهُمَّ احْفَظْ يَدِيْ مِنْ مَعَاصِيْكَ كُلِّهَا
Latin : Allahumma ihfadh yadi min ma'ashika kullaha
Artinya :"Ya Allah, jagalah kedua tanganku dari semua perbuatan maksiat."
Di lanjutkan berkumur. Berkumur sebanyak 3 kali, doa :
اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ اللَّهُمَّ اسْقِنِي مِنْحَوْضِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأْسًا لَا أَظْمَأُبَعْدَهُ أَبَدًا
Latin :Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika, Allahumma asqini min haudli nabiyyika shallallahu 'alaihi wa sallam ka'san la adzma'a ba'dahu Abadan
Artinya : "Ya Allah, tolonglah aku (untuk selalu) mengingat dan bersyukur pada-Mu. Ya Allah beri aku minuman dari telaga Kautsar Nabi Muhammad, yang begitu menyegarkan hingga aku tidak merasa haus selamanya."
Lalu Membersihkan Lubang Hidung sebanyak tiga kali. Pada saat menghirup air, lalu mengeluarkannya dengan memencet hidung, dalam hati berdoa,
اللَّهُمَّ أَرِحْنِي رَائِحَةَ الْجَنَّةِ اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنِيْ رَائِحَةَنِعَمِكَ وَجَنَّاتِك
Latin : Allahumma Arihni Raaihatal jannah. Allahumma la tahrimni raihata ni'amika wa jannatika
Artinya : "Ya Allah (izinkan) aku mencium wewangian surga. Ya Allah, jangan halangi aku mencium wanginya nikmat-nikmatmu dan wanginya surga."
Di lanjutkan membasuh Wajah, dan dilakukan mulai dari ujung kepala tumbuhnya rambut hingga bawah dagu. lafal doa dalam hati,
اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ
Latin: Allahumma bayyidl wajhi yauma tabyadldlu wujuhun wa taswaddu wujuh
Artinya :"Ya Allah, putihkanlah wajahku di hari ketika wajah-wajah memutih dan menghitam."
(Ket: Bisa juga saat membasuh wajah adalah Doa wudhu, bila tidak hafal doa lengkap Wudhu ini. Lalu diikuti doa baru saja, jika pun tidak hafal. Tidak mengapa wudhu tetap Sah).🙏
Berlanjut membasuh tangan. Basuh kedua belah tangan hingga siku, dahulukan anggota tubuh bagian kanan.
Doa membasuh tangan kanan,
اللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِيَمِينِيْ وَحَاسِبْنِيْ حِسَابًا يَسِيرًا
Latin :Allahumma a'thini kitabi biyamini, wa hasibni hisaban yasiraa
Artinya : "Ya Allah, berikanlah catatan kitab amalku (kelak di akhirat) dari arah tangan kananku, dan hisablah aku dengan hisab yang mudah.(tidak berbelit-belit)."
Doa membasuh tangan kiri,
اللَّهُمَّ لَا تُعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِشِمَالِيْ وَلَا مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ
Lafal Arab-Latin: Allahumma laa tu'thini bi syimaali, wa laa min waraa'i dzahri
Artinya :"Ya Allah, jangan kau berikan kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kiriku, dan janganlah pula diberikan dari balik punggungku."
Berlanjut mengusap Kepala. Mengusap sebagian kepala sebanyak 3 kali, dan Ber Doa,
اللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَأَظِلَّنِيْ تَحْتَعَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلَّ إلَّا ظِلُّك
Latin: Allahumma harrim sya'ri wa basyari 'ala an-nari wa adzilni tahta 'arsyika yauma la dzilla illa dzilluka.
Artinya : "Ya Allah, haramkan lah rambut dan kulitku dari sentuhan api neraka, dan naungilah Aku di bawah Arsy-Mu (singgasana-Mu). pada hari ketika tidak ada naungan kecuali hanya naungan dari-Mu."
Lalu mengusap telinga. mengusap nya pelan dan telaten mengusap bagian depan dan belakang daun telinga dengan ke atas dan ke bawahnya, menggunakan jari telunjuk dan ibu jari. Mengusap kedua telinga baik secara bersamaan ataupun bergantian di perbolehkan asalkan di mulai dengan telinga kanan, sebanyak tiga kali, dan berdoa,
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَأَحْسَنَهُ
Latin: Allahumma ij'alni minalladzina yastami'unal qaula fayattabi'una ahsanahu.
Artinya :"Ya Allah, jadikanlah aku orang-orang yang mampu mendengar ucapan dan mampu mengikuti apa yang baik dari ucapan tersebut."
Selanjutnya membasuh kaki. Membasuh kedua kaki hingga di atas mata kaki, dan dilakukan sebanyak 3 kali, dimulai dari kanan terlebih dahulu.
Doa kaki kanan,
اللهم اجْعَلْهُ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلًامُتَقَبَّلًا. اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِالْأَقْدَامُ
Lafal Arab-Latin: Allahumma ij'alhu sa'yan masykuran wa dzamban maghfuran wa 'amalan mutaqabbalan. Allahumma tsabbit qadami 'ala shirathi yauma tazila fihi al-aqdam.
Artinya:"Ya Allah, jadikanlah (segenap langkahku) sebagai usaha yang disyukuri, sebagai penyebab terampuninya dosa dan sebagai amal yang diterima. Ya Allah, mantapkanlah telapak kakiku saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki yang tergelincir."
Doa kaki kiri :
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ تَنْزِلَ قَدَمِيْ عَنِ الصِّرَاطِ يَوْمَتَنْزِلُ فِيْهِ أَقْدَامُ الْمُنَافِقِيْنَ
Lafal Arab-Latin: "Allahumma inni a'udzu bika an tanzila qadami 'anish-shirathi yauma tanzilu fihi aqdamul munafiqin."
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung pada-Mu, dari tergelincir saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki orang munafik yang tergelincir."
Terakhir melafalkan Doa selesai berwudhu,
اَشْهَدُاَنْ لَااِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَاالتَّوَّابِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ،
وَجْعَلْنِىْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ
Latin: "Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalahu. Wa asyhadu anna Muhammadan’abduhu wa rasuuluhu Allahumma-j alnii minattawwabinna waj alnii minal mutathohiirina waj alnii min 'ibadatishalihin."
Arti: "Saya bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah yang esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah jadikanlah saya orang yang ahli taubat, dan jadikanlah saya orang yang suci, dan jadikanlah saya dari golongan hamba- hamba Mu yang shaleh."
Ket: Itulah tata cara wudhu yang baik beserta doanya. Disunahkan mendahulukan anggota tubuh bagian kanan, serta dilakukan dengan tertib dan teratur. Jika pun hanya hafal dengan Doa wudhu saat ini yaitu Bismillah, lafal Doa wudhu dan sesudah Wudhu asalkan rangakaian Wudhu nya sesuai Sunnah itu Sah. Namun tidak ada salahnya belajar yang lebih baik, Semangat. Wallahu a'lam bisawab).
Setelah selesai mendampingi Afkha ber Wudhu kini Afnan dan Afkha sudah berada di Mushola kecil yang ada di rumah kecil. tempat mereka akan melaksanakan ibadah Sholat berjamaah, terlihat Hasna sudah menggunakan mukena sedang menunggu keduanya dengan melantunan Ayat suci Al-Qur'an.
"Assalamu'alaikum Sayang," ucap Afnan
"Wa'alaikumsalam By! A'a sudah Wudhu nya sayang?" tanya Hasna.
"Cudah Imma. Ayuk muyai Choyat! A'a cudah boyeh menjadi Imam Biy?" tanya Afkha penuh harap dari sorot matanya.
"Masya Allah. Belum sayang! A'a masih harus banyak belajar ya Kasep," jawab Afnan dengan lembut sembari menuntun posisi syaf Afkha.
Terlihat raut kecewa dari Afkha. "Iya deh A'a hayuc banyak beyajay duyu," ucap Afkha.
"Bagus sayang, tetap semangat ya!" ucap Hasna. Memberikan semangat kepada Afkha.
"Mari mulai..." pinta Afnan. maka mereka pun mulai sholat Ashar berjamaah hingga rangkaian bacaan demi bacaan selesai dari mulai niat hingga salam. Di lanjutkan dengan Doa sesudah Sholat.
***
Setelah selesai sholat Ashar, Afkha meminta Afnan menemani nya berenang.
"Biy, temani A'a beyenang," rengek Afkha.
"A'a berenang sendiri saja ya sayang, Biyya sudah mandi," ucap Afnan lembut.
Afnan bukannya tidak ingin menemani Afkha berenang, namun ia merasa karena tadi sudah mandi dan berendam dengan Hasna cukup lama.
"Biy, toyong Biy," pinta Afkha kembali dengan wajah memelas, ia sudah siap dengan pakaian renangnya, beserta pelampung ukuran sedang di tangannya.
Afnan yang melihat Afkha begitu memelas, ia merasa tidak tega. Pada akhirnya ia mengiyakan permintaan Afkha.
"Baiklah! A'a jangan turun ke kolam yang dalam yah, Biyya berganti pakaian renang dulu," ucap Afnan.
"Acciaap Biyya, Cukyon," ucap Afkha yang melonjak kegirangan.
"Afwan sayang," ucap Afnan sembari mengelus kepala Afkha. Lalu ia beranjak menuju ke dalam rumah untuk berganti pakaian renang.
Saat melewati ruang keluarga yang menyambung dengan dapur, Afnan melihat Hasna sedang berdiri membelakanginya. Afnan tidak tahan jika tidak memeluk Hasna terlebih dahulu.
"Hai sayang, sedang apa?" tanya Afnan, yang memeluk Hasna dari bagian belakang nya menumpukan dagu di pundak Hasna dengan melingkarkan tangan pada perut Hasna.
"Astaghfirullah, By! membuat Nana terkejut saja! kalau mau memeluk Nana tuh bersuara gitu loh By," ucap Hasna dengan nada protes namun tetap lembut.
"Ya sayang sendiri, yang sedang serius tidak menyadari kehadiran Byby. Memang nya sayang sedang apa sih?" tanya Afnan sembari menyesapi rahang Hasna bagian dalam.
"Sedang mengupas buah, ingin membuatkan jus untuk Byby dan A'a Kha," Jawab Hasna.
"A'a ingin di temani berenang, namun Byby kan sudah berendam cukup lama tadi, masa sih harus berendam lagi di kolam," keluh Afnan. Biasanya Afnan tidak Pernah mengeluh terutama untuk Putra dan Putri nya.
"Hihi.. resiko memiliki anak dan Istri yang penuh tantangan By, kan keinginan Byby," canda Hasan malah meledek Afnan.
Tangan Hasna masih dengan lihai nya mengupas kulit mangga, setelah membersihkan buah naga.
"Biyya...Imma, koq malaan acik beydua duaan di cini. A'a di yupakan!" tiba-tiba saja Afkha sudah berada di belakang mereka dengan posisi Afnan masih memeluk Hasna.
Afnan segera melepaskan Hasna dari pelukan nya, lalu ia menghampiri Afkha yang hanya mengenakan celana renang pendek yang sudah basah. Terlihat air berjatuhan ke lantai karena menetes dari tubuh Afkha.
"Ya Allah, maafkan Biyya A, Mimma nya lama nih mengambilkan celana renang Biyya," ucap Afnan beralasan, setelah ia menghampiri Afkha dan menoleh pada Hasna lalu ia mengedipkan sebelah matanya pada Hasna.
"Biyya, sejak kapan pandai berbohong?" tanya Hasna sembari berjalan mendekati Afnan lalu menjawir telinga Afnan. "Biyya berbohong A, dari tadi katanya malas menemani A'a berenang." ucap Hasna.
"Jewey teyus Imma. Biyya cudah beyajay beybohong yah! Ahahha.. haha.." Afkha tertawa dengan asik nya melihat telinga Afnan di Jawir Hasna.
"Sayang, bekerjasama lah dengan Byby, please..tidak berbohong koq, itu alasan jitu!" bela Afnan.
"Alasan jitu? jelas-jelas itu berbohong By," ucap Hasna.
"Oke-oke. Ampun Mimma, Biyya mohon maaf sudah salah," ucap Afnan.
"Teyus Imma, janan yepas, jewey teyus," pinta Afkha masih dengan tertawa dan tepuk tangan.
"A'a tolong Biyya, koq malah ngompor- ngomporin Mimma kan tambah panas tuh A," ucap Afnan.
"Kapok yah! tidak lagi membohongi Anak nya?" tanya Hasna.
"Ampun Mimma, Iya tidak berbohong lagi!" seru Afnan.
"Baiklah," Hasna melepaskan jawiranya dari telinga Afnan.
"uuuu Mimma, nikmat nih panas-panas bagaimana gitu," ucap Afnan sembari melengkungkan kedua bibirnya dan mengusap-usap telinganya. lalau ia nyengir ke arah Hasna.
"Hehe, maafkan Mimma ya Biy," Hasna menghampiri Afnan, lalu ia peluk Afnan dari samping dan ia kecupi beberapa kali telinga Afnan yang tadi ia jawir.
Afkha yang melihat kelakuan orang tuanya, ia segera menutup matanya dengan Kedua telapak tangannya, namun masih mengintip di celah-celah sela jari.
"Iiihh, Imma dan Biyya pacayan," pekik Afkha.
"Sudah tidak perlu mengintip, sini sayang," ucap Afnan. Lalu Afkha pun menghampiri mereka dan Afnan pun mengangkat Afkha masih dalam keadaan basah. kini mereka memeluk dan mengecupi pipi embul Afkha.
"Bukan pacaran sayang, tapi sebagai tanda kasih sayang dalam keluarga, tapi ingat! A'a jangan melakukan ini pada orang lain yah, apalagi perempuan. Kalau sudah dewasa dan sudah menikah seperti Mimma dan Biyya dan dengan istri A'a, baru boleh," ucap Afnan.
"Mengapa hayus nanti dewaca Biy menikah nya? menikah cekayang boyeh Biy?" tanya Afkha.
"Belum boleh sayang, A'a harus besar dahulu, menimba ilmu, bekerja, seperti Biyya," jawab Hasna.
"Mengapa oyang dewaca Ayus bekeyja?" Hasna dan Afnan saling memandang.
"Yah By, bisa jadi hingga subuh Anak ajaib satu ini minta penjelasan," bisik Hasan.
"Iya.. hihi," balas Afnan.
Saat mereka bertiga sedang asik mengobrol tiba-tiba bel pun berbunyi.
"Lain kali, Biyya jelaskan Ya sayang, sekarang ada tamu sepertinya," ucap Afnan.
"Baikyah," ucap Afkha sembari mengacungkan jari kelingking nya. Agar cepat dan untuk mencari aman Afnan menautkan jari kelingkingnya sebagai tanda janji.
"Mimma, Biyya melihat dahulu siapa yang datang," pamit Afnan dengan Afkha masih dalam gendongan nya.
"Silahkan Biy, Mimma melanjutkan membuat jus," balas Hasna.
Hasna Kembali ke meja dapur melanjutkan aktifitas yang tadi sempat tertunda.
Afnan menuju pintu utama, Ketika ia buka. "Surprise..." ucap Ubaydillah sembari membentangkan kedua tangannya.
"Ah, Anta Dek!" ucap Afnan.
"Assalamu'alaikum A'a nya Ana, A'a Kha!" ucap Ubaydillah.
"Wa'alaikum Salam, masuk Ayuk, Anta sudah, mandi belum Dek?" tanya Afnan.
"Wa'ayaikum cayam, O'om," ucap Afkha.
"Belum, memang kenapa?" tanya Ubaydillah sembari mengelus Kepala Afkha.
"Nah kebetulan, Anta temani A'a Kha berenang yah, Ana sudah berdandan lama di buthtub tadi sebelum Ashar," pinta Afnan.
Ubaydillah pun mengerti dengan maksud Afnan.
"Baiklah A'a Bro. Nanti Ana yang temani A'a Kha berenang dengan Dedek Acha sekalian Ana ajak," ucap Ubaydillah menyanggupi.
"Teşekkür ederim," turki👉 (Terimakasih.)
"Rica ederim," Turki👉 (terimakasih kembali.)
"Assalamu'alaikum A," Sapa Lintang pada Afnan.
"Wa'alaikum salam Dek Lilin." jawab Afnan.
"Dedek Acha," pekik gembira Afkha yang melihat Arsya baru saja turun dari mobil di tuntutun Lintang.
"A'a Kha," Arsya pun dengan hal sama. Lalu mereka berpelukan.
"Beyenang yuk! A'a cedang beyenang yoh!" ucap Afkha.
"Boyeh Dad's..Mom's?" tanya Arsya meminta izin.
"Tentu saja boleh, sayang," jawab Lintang. "Boleh koq," timpal Ubaydillah.
"Yeaaayyy..telimaacih Dad's and Mom's," pekik Kegirangan Arsya.
Afkha dan Arsya sudah berbaur, lalu ia mengajak nya ke arah kolam renang lewat pintu samping tanpa masuk ke dalam.
"Biy, A'a dan Dek Acha ke koyam yenang yah, yewat citu," pamit Afkha.
"Baiklah sayang, jangan lari yah dan ingat, main nya di kolam kecil dan dangkal, jangan turun di kolam yang dalam," pesan Afnan.
"Acciap Biyya. Teyima acih." lagi-lagi Afkha melakukan hormat.
"Sama-sama sayang." Afkha dan Arsya pun berlalu dari hadapan mereka.
"Ajaran Anta tuh Dek!" protes Afnan saat Afkha hormat.
"Hihi, baguslah mengena, berarti," ucap Ubaydillah, malah mengekeh.
"Dedek Acha. kalau hendak turun ke kolam, buka dulu pakaian nya sayang, nanti Dad's menyusul," pekik Ubaydillah saat Afkha dan Arsya sudah berjalan menuju kolam renang.
"Acciap Dad's," ucap Arsya, ia pun melakukan hal yang sama dengan Afkha.
"Walah, ternyata putra Mahkota nya pun melakukan hal yang sama," kekeh Afnan. merasa lucu, karena Arsya pun melakukan hal yang sama.
Ubaydillah menyeringai salah tingkah.
"Mari masuk Dek Lilin, Nana Sedang di dapur, membuat jus." ucap Afnan.
Saat mereka hendak masuk ke dalam rumah. sebuah sepeda motor memasuki pelataran pekarangan rumah Afnan.
"Motor siapa A?" tanya Ubaydillah.
"Kurang tahu Dek, tapi koq tidak asing yah!" jawab Afnan.
saat motor itu makin mendekat barulah terlihat. motor itu adalah motor yang sudah mereka kenal.
"Vallentino?!" ucap serempak Afnan dan Ubaydillah terkejut. Lintang hanya berdiri, sedang mengamati siapa yang mengendarai Vallentino.
"Vallentino A!" ucap Ubaydillah Kembali.
"Betul, akan tetapi, siapa yang mengedarinya?" tanya Afnan.
Tak kalah terkejutnya mereka, saat Pak Kyai sudah meng- hentikan motor dan ia membuka helm. Begitupun dengan Umi, ia turun dari motor dan membuka kaca helm.
"ABI?"
"UMI?!"
"Wuidih gayanya keren, Abi Macho dan Umi gahar." Ujar Ubaydillah.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Wiwik Sundari
hahaha....baru tau ada pak Yayi Maco......ada" aja Thor 😀😀😀😀😀
2021-04-25
0
Lia Liyut
alhmdlhhh jd makin lngkp doa wudu ku mksih tor 🙏🙏
2021-04-24
1
Liz Chelink
kereeen kyai & umi udh umur tp mesraaaa terruuusss....😍😍
2021-01-18
2