Saatnya tiba resepsi pernikahan Adrian dan Angela.
Angela sudah berbalut gaun resepsinya yang cantik, sedang berjalan menuju pelaminan.
Adrian sudah menanti nya di ujung jalan menuju pelaminan.
Sedangkan Hasna dan Afnan saat ini sedang duduk di meja tamu, mereka sedang menunggu Angela dan Adrian naik ke pelaminan.
Ubaydillah dan Lintang sedang bersama Granny dan orang tua mereka. Granny sedang memperkenalkan Ubaydillah serta Lintang dan Devano juga Elyavira, kepada sanak famili mereka yang dari luar kota ataupun dari luar negeri.
Begitupun dengan Abi dan Umi, mereka pun sedang di perkenalkan sebagai orang tua yang merawat Davian dari kecil.
"Sayang, setelah ini langsung pulang saja ya, tidak perlu mengikuti resepsi hingga selesai," ucap Afnan pada Hasna.
"Baiklah By, sebelum waktu Ashar tiba deh! jadi nanti shalat Ashar Insya Allah sudah sampai di rumah," sahut Hasna.
"Baguslah, karena ba'da Ashar, Byby ada rapat virtual dengan Hasnain dan staf nya," ucap Afnan kembali.
"Nana juga ada beberapa makalah deadline By, harus selesai hari Senin depan," tukas Hasna.
"Tenang saja, nanti Byby akan membantu sayang mengerjakan tugas nya, tapi tidak gratis ya," bisik Afnan.
"Mulai deh! dasar pebisnis, apapun akan di buat bisnis! termasuk dengan Istrinya selalu saja ada kompromi mau untung," balas Hasna dengan menusuk pelan pinggang Afnan dengan telunjuknya. Tentu saja sukses membuat Afnan menggeliat geli.
"Ya harus seperti itu peraturan mainnya. Aduh geli sayang, jadi merinding bulu roma nih," ucap Afnan sembari tersenyum.
"Di pikir, Nana hantu colek? hingga merinding bulu roma," ucap Hasna, ia pun mengekeh.
"Oh yah, Anak-anak mana?"tanya Hasna.
"Tuh, mereka sedang asik bermain," jawab Afnan.
Afkha dan Arsya sedang bermain kejar-kejaran di dekat taman, mereka memakai pakaian yang sama, Ubaydillah yang menyiapkan nya.
A'a Kha! ke cana yuk, di cana ada aic Kim," tunjuk Arsya.
"Di mana, Dek?" tanya Afkha.
"Itu di cana, dekat Abang baco!" Arsya masih menunjuk pada tempat yang ia maksudkan.
"Oh iya itu, kita boyeh ma'em es kim tidak sih Dek?" tanya Afkha.
"Tidak tahu!" jawab Arsya dengan polos.
"kayau beditu, mali kita minta izin duyu yuk, cama Biyya atau Imma," ajak Afkha.
"Yuk!" sahut Arsya. Lalu Mereka pun pergi menghampiri Afnan dan Hasna untuk meminta izin, diperbolehkan atau tidak nya memakan es krim.
"Biyya..Biy! Biyya.." panggil Afkha dan Arsya bersamaan saat sudah dekat dengan Afnan dan Hasna.
"Iya sayang, A'a Kha dan Dedek Acha ada apa? koq lari-lari begitu! kalau jatuh bagaimana?!" ujar Afnan ketika melihat Afkha dan Arsya berlarian.
"Hehe, kami mau ma'em es Kim boyeh atau tidak?" tanya Afkha.
"Iya Biyya Nan, Imma Ana! boyeh atau tidak?" Arsya ikut menimpali pertanyaan Afkha.
Afnan dan Hasna, saling pandang lalu mereka tersenyum. "Boleh Koq, tapi ingat.. jangan banyak-banyak ya, A'a dan Dedek tahu kan yang berlebihan itu tidak baik," ucap Afnan.
"Menapa, Biyya Nan?" tanya Arsya.
"Iya Imma, tenapa? A'a kan ingin ma'em es Kim nya yang banyak agar puas," ucap Afkha.
"Yah By, dua anak ajaib mulai minta penjabaran tuh," ujar Hasna.
"Hehe Alhamdulillah," ucap Afnan. "Jadi begini ya A'a, Dedek! makan dan minumlah, janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan," Jawaban Afnan dari pertanyaan yang kata Hasna Anak ajaib itu.
"Apa lagi Biy?" tanya Afkha.
"Hihi.. mulai kritis pertanyaan nya!" seru Hasna berbisik pada Afnan. Dan membuat Afnan mengusap-usap tengkuknya, bukannya ia tidak mau menjawab, namun akan panjang jawabannya.
"Hemmm, begini deh! sekarang A'a Kha dan Dek Acha, lebih baik ma'em saja es krim terlebih dahulu. Untuk pertanyaan A'a Kha, nanti Biyya jabarkan ya! kalau Dek Acha coba minta penjelasan pada Dad's nya ya!" ucap Afnan dengan nada membujuk.
"Okeh! Biyya janji kan?" ucap Afkha sembari mengangkat jari kelingking nya agar Afnan menautkan sebagai ucapan janji.
Hasna sedang tertawa kecil di balik niqab nya, ia selalu merasa lucu, jika Anak-anak nya sudah memiliki pertanyaan, maka harus di jawab sampai tuntas. Kalau tidak, semua jawaban dari pertanyaan akan di anggap janji yang belum terjawab.
"Janji," ucap Afnan sembari menautkan jari kelingking yang pada jari kelingking Afkha.
"Yeeayy, telimaacih Biyya," ucap Afkha senang. Lalu memeluk Afnan.
"Acha juga teyimaatih, nanti Acha tanyakan pada Dad's nya Acha," timpal Arsya.
"Sama-sama sayang! ya sudah, katanya hendak ma'em es krim. Ya sudah! menuggu apalagi, nanti kehabisan loh," ujar Hasna.
"Oh iya, A'a yupa, hihi..., Ayuk Dek G! ajak Kaka Sha dan Dek Nai juga yah," ucap Afkha.
"Boyeh," tukas Arsya.
"Kami peygi duyu Biyya, Imma. Acalamuayaikum," pamit Afkha.
"Wa'alaikum salam, jawab Afnan dan Hasna secara bersamaan.
Masih di dalam Villa, Alnaira sedang duduk santai sembari memperhatikan Afsha yang sedang menilik gaun nya. Entah apa yang salah.
"Kaka Sha, ada apa tih? koq dali tadi Nai yiat, gaun nya di iyat-iyat teyus! memang nya tidak nyaman yah dengan gaunnya?" tanya Alnaira.
"Tidak Dek Nai. Justlu kak Sha sangat cuka dengan gaun nya, yiat Dek, mengembang," jawab Afsha.
"Iyah Badus! Nai ingin mengganti gaun yang cama dengan Kak Sha," ucap Alnaira.
"Tukay caja Dek, minta cama Mbak! kan tadi Dedek Nai yang tidak mau patai gaun yang camaan dengan kakak Sha," ucap Afsha.
"Hehe iya, tadi Nai pikil gaunnya libet, tidak tahunya badus, kak Sha!" seru Alnaira.
Saat Afsha dan Alnaira, sedang asyik berbincang, Afkah dan Arsya masuk untuk mengajak mereka makan es krim.
"Dek Sha dan Dek Nai, mau ikut ma'em es Kim tidak?" tanya Afkha.
"Iyah Ka Sha, Dek Nai, yuk itut!" ajak Arsya juga.
"Aic krim! mauuu," pekik Alnaira.
"Kakak juga mau!" sambung Afsha.
Akhirnya Mereka pun pergi bersama-sama menuju stand es krim dan di sana mereka masing-masing meminta dua mangkuk kecil es krim. Lalu mereka sama-sama menikmatinya, dengan gembira hingga es krim mereka habis. Saat Alnaira akan meminta kembali, maka Afkha dan Arsya melarang nya dengan alasan, tidak baik sesuatu yang berlebihan termasuk makan es krim.
Maka kata-kata Afnan mereka ulang kembali. Beruntung Alnaira dan Afsha pun mengerti apa yang mereka katakan. hal yang paling utama membuat mereka menurut adalah, ketika mendengar kata bahwa Allah tidak suka orang yang berlebih-lebihan.
Acara resepsi pun telah berjalan. Adrian serta Angela sudah berada di atas pelaminan, begitupun dengan kedua orang tua dari mereka, sudah di berada di atas pelaminan yang mendampingi mereka untuk mengalami para tamu.
"Sudah di mulai sayang, mengucapkan selamat sekarang saja yuk!" ajak Afnan pada Hasna.
"Ya sudah! sekarang saja, lalu kita pamit," ucap Hasna.
"Loh kalian hendak kemana Na, A Ustadz?" tanya Lintang yang baru saja hendak menghampiri Hasna.
"Hendak mengucapkan selamat sembari pamit, gue dan Ustadz langsung pulang saja Lin, masih banyak tugas kuliah kan," jawab Hasna.
"Ouh begitu, ya sudah! mari kita sama- sama saja, gue dengan A'a Dav juga harus pulang ke ponpes, harus mengepak pakaian, kan kami akan pindahan rumah dua hari lagi," ujar Lintang.
"Mmm, iya yah! koq sampai lupa," tukas Hasna.
"Lho, memang sudah rapi semua?" tanya Afnan.
"Sudah A, kan kemarin juga memang sedang finishing saja," jawab Lintang. "Yank, ayo dong, lama sekali," panggil Lintang pada Ubaydillah.
"Se-sebentar Yank! sedang membalas Chat dari Manager PT. A*R," jawab Ubaydillah.
"Memangnya tidak dapat di tunda, dan lanjut nanti lagi Yank?" tanya Lintang.
"Bisa koq Yank, hanya sedang asik saja, oke sudah!" jawab Ubaydillah. Lalu ia menghampiri Lintang yang sedang bersama Afnan dan Hasna.
"Tunggu!" panggil Devano. "Mau pada kemana sih?" tanya Devano.
"Ini, mau menyalami Adrain dan Angela, karena kita harus segera pulang ke ponpes," jawab Ubaydillah.
"Bang Ustadz juga?" tanya Devano.
"Kami harus pulang ke rumah kecil, Selain Abang ada beberapa pekerjaan, Nana juga sedang banyak tugas," jawab Afnan.
"Ouh ya sudah, mari sama-sama bersalaman pada Angela dan Adrain," ujar Devano.
"Mari Dev, eh Kak Elya mana?" tanya Hasna.
"Sedang ke dalam sebentar, melihat Anak-anak!" jawab Devano.
"Eh, tuh kak Elya," ucap Lintang.
"Iya, Mih! ke sini," panggil Devano.
"Baik Pih," balas Elyavira.
Setelah Elyavira menghampiri mereka. Maka mereka pun pergi bersama untuk mengucap kan selamat serta memberikan doa kepada Adrian dan Angela.
Merasa semuanya sudah selesai. setelah memberikan selamat dan doa untuk Adrian dan Angela, maka Afnan serta Hasna berpamitan terlebih dahulu pada Granny dan keluarga nya. Begitupun dengan Abi Kyai dan Umi Mereka pun berpamitan karena di Ponpes sedang kedatangan tamu para orang tua santri yang dari luar negeri.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
menik sobul
sukaa sama visualnya n kebersamaan mereka tuh idol banget
2021-01-26
1
Jaene Jannah
Poko k e keren karyamu kaka autor
2021-01-11
1
Mini Amora
byby afnan... uuwwwuuwwww bgtttt sihhhh tampangmu.. bikin meleleh hatiku😚😚
pkknya tuk visual semuanya dari awal di season 1 emang dahhhh cocok bgtttttt... sukaaaaa bgtttty dehhh sm novel ini😘
2020-12-28
2