20. Sweater Peninggalan Mommy.

Keesokan harinya, sekitar pukul sembilan. Tepat nya di Villa kediaman Granny.

"Baby, ayo cepat, sudah mulai panas nih," panggil Adrian pada Angela.

Setelah pamit pada Granny dan yang lainnya, serta terjadi drama tangis-menangis. Adrian dan Angela hendak pulang ke rumah yang di berikan Adrian sebagai mahar.

Namun saat hendak pergi, Angela masuk kembali ke dalam, katanya ada barang yang tertinggal. Jadilah Adrian menuggu Angela di dalam mobil milik Angela, karena mobil milik nya di bawa pulang orang tua Adrian.

"Yan, lo yakin hendak pulang sekarang?" tanya Devano yang baru saja keluar dari dalam Villa bersama Elyavira.

"Yakin lah Dev, gue harus mempersiapkan bulan madu kami," ucap Adrain.

"Mooi, ke mobil dahulu yah! Apih mengobrol sebentar dengan Adrian," pinta Devano.

"Baik Pih, mari Yan," pamit Elyavira.

"Iya kak Elya, silahkan," balas Adrian.

"Nah, lo sendiri kapan nih Second honeymoon?" tanya Adrian pada Devano, setelah Elyavira berlalu dari hadapan mereka.

"Nanti lah Yan, setelah sidang skripsi, gue ingin second honeymoon nya tenang, santai! gak kayak honeymoon pertama, gue kurang puas Karena terburu-buru tugas kuliah," jawab Devano.

"Iya juga sih Dev, gue saja rasanya kurang tenang nih! padahal gue sudah ambil cuti. Tetap saja tidak tenang kalau belum tuntas perkuliahan." ujar Adrian.

Saat Adrian dan Devano asik berbincang, Angela keluar dari dalam Villa.

"Mari Honey, berangkat! maaf ya Honey agak lama, nih mencari sweater peninggalan Mommy. Ternyata ada di tempat setrikaan, Aku harus membawanya ke manapun," ucap Angela.

"Iya, tidak apa-apa koq. Ya sudah ayok naik," ajak Adrain.

"Dev, Ange pergi dulu yah! doakan Ange dan Ryan bahagia selalu," pamit Angela pada Devano.

Mereka pun berpelukan, Setelah nya Devano mengecup kening Angela. "Ange, Dev selalu sayang Ange! sampai kapan pun. Dev akan selalu berdoa untuk kebahagiaan Ange dan Ryan," ucap Devano.

"Dank je wel," Belanda 👉 (Terima kasih). Ucap Angela.

"Ja, Graag gedaan," Belanda 👉(Ya, terima kasih kembali). Balas Devano.

"Ok, Bro! gue Titip Adik gue," ucap Devano pada Adrian.

"Tenang saja Dev! Angela akan baik-baik saja sama gue," jawab Adrian.

"Bedankt, (Trims) Yan! pergilah Ange," ucap Devano.

"Dev!" sekali lagi Angela menghambur dalam pelukan Devano.

Dari sejak orang tuanya meninggal, Devano adalah salah satu orang yang mencurahkan kasih sayang padanya. Walaupun terkesan cuek namun Devano penyayang.

"Sudah! jangan menangis lagi," ucap Devano sembari menyeka air mata Angela. Lalu ia mengantarkan Angela untuk duduk di bangku sebelah Adrian.

"Kami Pergi Dev, salam untuk kak Elya. Assalamu'alaikum," pamit Adrian.

"Ok Yan! Wa'alaikum salam," jawab Devano.

Adrian dan Angela pun berlalu dari tempat itu.

Devano segera masuk ke dalam mobil nya. "Mih, ada salam dari Adrain dan Angela. Tadi mereka tidak menemui Amih dulu," ucap Devano.

"Wa'alaikum salam, mereka sudah pergi Pih?" tanya Elyavira.

"Sudah! oh ya, betulan nih Nai tidak ingin ikut ke ponpes?" tanya Devano lagi setelah membaca doa berkendara dan ia melanjutkan mobilnya.

"Tidak mau katanya Pih, Nai ingin membuat kue dengan Mommy dan Daddy," Jawab Angela.

"Hehe... Nai..Nai, kelakuan nya selalu ngegemesin," ucap Devano.

"Iya Pih, Kalau Amih nya gemesin tidak Pih?" tanya Elyavira.

"Eemm..nada-nada menggoda nih ya! apalagi Amih nya, bikin betah di rumah saking gemesin nya," jawab Devano sembari meraih tangan Elyavira dan mengecupi nya.

Elyavira di buat tersipu dengan kelakuan Devano. Lalu ia mengecup pipi Devano dengan menyibak sedikit Niqab nya. "Apih juga gemesin banget deh!"

"Hemm..koq tambah menggoda yah! Love you Mih," ucap Devano.

"Masya Allah TabarakAllah, Love you more Pih," jawab Elyavira sembari mengelus pipi Devano. Dan akhirnya mereka saling tersenyum dengan sesekali saling memandang.

***

Di rumah kecil..

Setelah Sholat Duha dan sarapan, semua sudah siap-siap dengan segala aktivitas mereka.

"Sayang, memang yakin hendak membawa Vallentino ke kampus?" tanya Afnan yang sedang di pakaikan pakaian oleh Hasna.

Setelah itu Afnan melafalkan Doa untuk memakai Pakaian:

بِسْمِ اللهِ اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَاهُوَ لَهُ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّمَا هُوَلَهُ

Latin: Bismillaahi, Alloohumma innii as-aluka min khoirihi wa khoiri maa huwa lahuu wa'a'uu dzubika min syarrihi wa syarri maa huwa lahuu

Artinya: "Dengan nama-Mu yaa Allah akku minta kepada Engkau kebaikan pakaian ini dan kebaikan apa yang ada padanya, dan aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan pakaian ini dan kejahatan yang ada padanya"

Bisa juga👉

Keutamaan ketika seseorang membaca doa ini adalah ( ghufiro lahu maa taqoddama min dzanbih 👉akan diampuni dosa yang telah lalu).

Doa tersebut adalah:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى كَسَانِى هَذَا الثَّوْبَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ

Latin: Alhamdulillahilladzi kasaaniy hadzats tsauba wa rozaqonihi min ghoiri hawlin minniy wa laa quwwati.

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku. (HR: Abu Daud)

"Iya By, Nana hendak membawa Vallentino dan pergi nya bersama Lintang. Kak Ubay dan Byby naik mobil Kak Ubay, Abi dan Umi membawa mobil Byby kembali ke ponpes beserta Anak-anak," jawab Hasna.

"Baiklah, di kampus sampai pukul berapa?" tanya Afnan.

"Mungkin pulang sore By, Byby sendiri, hari ini hendak ke luar atau tetap di kantor?" tanya Hasna.

"Seperti nya ada masalah di resort milik mu, sayang, Ba'da Dzuhur Byby hendak ke sana," jawab Afnan.

"Masalah serius By?" tanya Hasna kembali.

"Belum di lihat sayang, kemarin bagian pemeliharaan telepon, hanya memberi tahu ada masalah, katanya sih sedikit, namun tetap harus di lihat," jawab Afnan.

"Oh ya, Trio hijrah kapan tausiyah di kota sebelah?" tanya Afnan.

"Minggu depan By, baiklah sudah selesai, nih sepatu nya, Byby duduk dulu, Nana pakaiakan," pinta Hasna, Afnan pun menuruti Hasna, lalu Hasna berjongkok dan memasangkan sepatu pada kaki Afnan.

"Sudah rapi semua!" Hasna berdiri.

"Aw!" pekik Hasna ketika dengan tiba-tiba afnan menarik ke dalam pangkuan nya.

"Terimakasih, sayang," bisik Afnan.

"Sama-sama By!" balas Hasna, lalu mereka saling pandang dan sama-sama tersenyum serta tak dapat di hindari lagi keinginan untuk sedikit saling memberi bumbu penyedap pada b*bir mereka masing- masing sebagai pemetaan dari rasa kasih sayang mereka.

"Attayamua'yaikum, Biyya..Imma, cedang apa?" tanya Afsha mengejutkan mereka saat tiba-tiba saja pintu kamar mereka terbuka.

"Wa'alaikum salam," ucap serempak Hasna dan Afnan lalu mereka sama-sama berdiri menghadap Afsha.

"Ahm.. hehe, sedang.. sedang..membetulkan kerah kemeja Biyya sayang," jawab Hasna gelagapan.

"Bohong!" bisik Afnan.

"Hihi, lalu harus sejujur itu?" tanya Hasna.

"Mmmm.. katanya harus jujur, kemarin Byby beralasan pada A'a, kata Mimma bohong. Telinga Byby di jawir hingga panas, berarti boleh dong Biyya juga memberi hukuman," ucap Afnan sembari mengedipkan sebelah mata.

"Coba saja! memang nya, mau bobo di sofa selama satu minggu?!" ucap Hasna.

"Yah jurus ancaman! Biyya nyerah kalau untuk masalah bobo," ucap Afnan mengangkat kedua tangan nya sembari menyeringai.

"Baiklah Biy, berarti aman yah!" tukas Hasna.

"Oke, aman... untuk saat ini! tapi tidak untuk nanti malam! siap-siap menerima hal genting," ucap Afnan sembari berbisik dengan penuh penekanan.

"Xiii..Byby," pekik Hasna ngeri, sembari memajukan bibir nya. Lalu ia lemparkan bungkusan tisu saat Afnan ngeloyor begitu saja hendak menghampiri Afsha.

"Puk! Oppppss," ucap Hasna menutup mulutnya menggunakan telapak tangan saat bungkus tisu mengenai lengan Afnan.

Afnan menoleh. Lalu Hasna tersenyum, "Xiiii..maaf By! sengaja!" seru Hasna sembari mengangkat kedua jari telunjuk dan tengah membentuk huruf V.

"Mulai yah..ngajak perang nih! Oke, jangan lupa siapkan amunisi, nanti malam akan ada penyerangan mendadak," canda Afnan.

"Uuu.. mau dong di mendadak," ucap Hasna meledek Afnan sembari mengerjap-ngerjapkan matanya genit.

"Please, jangan di buat imut begitu deh wajah nya, nanti Byby enggan berangkat kerja nih," ucap Afnan.

"SubhanAllah, takuuuut...ganti baju dulu deh, takut di sandera seharian di kamar, Bye Biyya, Dedek Sha," ucap Hasna sembari berlalu ke ruang ganti dengan bergidik ngeri, membayangkan saat dirinya di jadikan Sandera nya Afnan di kamar satu harian.

"Baik Imma," ucap Afsha ketika sudah berada dalam gendongan Afnan.

Di kamar Ubaydillah dan Lintang...

Astagfirullah..Yank, sudah dong narsis nya, Lilin hendak berganti pakaian," ucap Lintang yang melihat Ubaydillah mundur maju tampan dan menilik diri nya di layar ponsel.

"Hehe, maaf Yank.. sedang kirim photo dan video, ke Mommy dan Daddy katanya mereka rindu akan A'a Dav Yank!" balas Ubaydillah.

"Em..em..em.. harus se narsis itu yah?" tanya Lintang.

"Ah Ayank, seperti tidak narsis saja jika sedang ber photo atau kirim video untuk Papi dan Mami." Ubaydillah malah balik meledek Lintang.

"Setidaknya Lilin masih level bawah ya narsis nya, tidak seperti Ayank level akut," ledek Lintang Kembali sembari mengekeh.

"Yank, Mommy and Daddy mengingikan photo kita berdua," pinta Ubaydillah.

"Tidak mau, tolong bilang salam saja, Lilin malu belum mandi dan berganti pakaian," ucap Lintang saat Ubaydillah sudah mendekati nya.

"Tidak apa-apa Yank, ayok sebentar saja, Mommy ingin melihat Ayank belum mandi," pinta Ubaydillah.

"Jangan Yank, nanti saja!" ucap Lintang.

"Sekarang saja!"

"Tidak mau.."

"Ayok Yank, jangan lari. Kalau tertangkap awas yah," ucap Ubaydillah.

Lintang sudah berancang- ancang lari, ia berbalik menghindari Ubaydillah yang akan mengambil photo dirinya.

"Yank! jangan lari," pinta Ubaydillah.

"Tangkap kalau bisa wlee.." ledek Lintang.

"Serius nih? kalau sudah tertangkap, jangan harap bisa bebas begitu saja," ucap Ubaydillah, lalu ia mengejar Lintang yang mengitari tempat tidur.

Namun Ubaydillah belum berhasil menangkap Lintang.

Setelah ada celah, Lintang berusaha lari menuju kamar mandi, pikirannya ingin segera mengunci diri di dalam. Namun ternyata ia tidak berhasil, Ubaydillah keburu menarik dan memeluk nya.

"Lepas Yank, Lilin hendak mandi, nanti Ayank kena bau tubuh Lilin. Kan Ayank sudah Wangi," ujar Lintang.

"Biar saja!" ucap Ubaydillah sembari menggendong Lintang menuju tempat tidur.

"Eh, mau apa?" tanya Lintang penuh waspada.

"Rahasia...."

*****

Hasna dan Lintang Sudah berada di kampus mereka. Hasna mengendarai Vallentino membonceng Lintang.

Afnan dan Ubaydillah menuju pada pekerjaan mereka. Umi dan Abi sudah pulang ke ponpes dengan Twins A dan Arsya.

"Hai.. Awas!!!"

Tiba-tiba Hasna berteriak dan menghentikan Vallentino. Saat seorang laki-laki yang berjalan menggunakan tongkat Kruk hampir saja terserempet motor lain yang melintasinya.

Tiiiidd..suara klarkson panjang dari motor yang hampir menyerempet Laki-laki itu.

Alhamdulillah...Laki-laki ber Kruk pun, sempat menghindar saat mendengar Hasna berteriak.

Setelah menyetabilkan napas nya. Laki-laki ber Kruk pun menoleh dan menatap Hasna beserta Vallentino dan Lintang.

"Loh koq?!"

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

SHERLY LYN

SHERLY LYN

mampir di karyaku ya kak,

judulnya the Exorcist

2021-05-21

0

Supartini

Supartini

oooo abang kerennnn

2021-01-07

0

J.Lux❣️🗝️❄️

J.Lux❣️🗝️❄️

oih Afnan dari samping juga keren.

2020-12-28

0

lihat semua
Episodes
1 1. New Episode, Istrinya Ustadz part 2 (pembuka)
2 2. Kediaman Adrian
3 3. Menyervice Isteri
4 4. Adegan Delapan Belas Plus
5 5. Ijab Qobul Adrian
6 6. Tamu Tak Di Undang
7 7. Jantung Hatinya Biyya dan Mimma
8 8. Tak Gendong Keman-mana.
9 9. Dejavu Bunglon Cantik.
10 10. Beraksi Sebelum Waktunya
11 11. Pesta Bujang, Bujangan Lapok.
12 12. Bir Pletok.
13 13. Lipstik Mommy Aaralyn.
14 14. Resepsi Pernikahan Adrian dan Angela.
15 15. Menagih Janji
16 16. Naik, Vallentino Bi?
17 17. Si Kumbang
18 18. Abi Macho dan Umi gahar.
19 19. Suami Merangkap Serep Belajar
20 20. Sweater Peninggalan Mommy.
21 21. Kisah Roy
22 22. Kepercayaan Adrian untuk Angela.
23 23. Utun Berjenggot Galau
24 24. Laskar Peraih Pahala
25 25. Al-Wakirah
26 26. Hal Yang Belum Terselesaikan
27 27. Rumah Tangga Jarak Jauh.
28 28. Plesiran ke Padang Kasur
29 29. Kantor polisi, kembali?
30 30. Utun Berjenggot Kurang Mujur.
31 31. Rumah Tenang
32 32. Pisah Ranjang Tiga Hari.
33 33. Belajar Dermawan Dari Sejak Dini.
34 34. Trio Ustadzah Hijrah (Maulid Nabi)
35 35. Minta di jemput.
36 36. Kalung Berlian nya Raib
37 37. Korban Mak-mak Ganas.
38 38. Khitan Masal.
39 39. Hadiah Untuk Afsha.
40 40. Khitan, Hasil Gigitan Macam.
41 End Hiatus.
42 41. Meninjau Rumah Tenang.
43 42. Dias tertarik kepada Roy.
44 43. Hilal Jodoh.
45 44. Mu'adzin Baru.
46 45. MERLINDIAS ATTSAUTSHA.
47 46. Tidak Menolak, Namun Belum Dapat Menerima.
48 47. Dias Kembali Ke Jakarta.
49 48. Insiden Hotel (Bom)
50 49. Insiden Hotel (Terluka)
51 50. Media Lukisan Abstrak.
52 51. Angela Hamil.
53 52. Korban penculikan.
54 53. Spray Bius.
55 54.Perjalanan mencari Anak-anak.
56 55. Akhirnya, Kami Menemukan Kalian.
57 56. Kehadiran Sang Ayah.
58 57. Upaya penyelamatan Anak-anak.
59 58. Roy! Kamu Harus Kuat.
60 59. Kepergok Indiaan.
61 60. Rh-null
62 61. Di Ujung Tanduk.
63 62. Menikah Pada Hari Ini Juga.
64 63. Herzevan Bahroynie Adipati
65 64. Mogok Bicara Tiga Hari.
66 65. Rezeky Nomplok.
67 66. Tsuiso Battle (Tandem)
68 67. Kuliah Ke Turki.
69 68. Malam pertumpahan darah.
70 69. Ngapelin pacar
71 70. Pasar malam.
72 71. Kehabisan Bensin.
73 72. Pecah Ban.
74 73. Penculikan Angela.
75 74. Titik penyekapan Angela..
76 75. Berdoa Sebelum Gaspoll.
77 76. Dia masih Istri Saya.
78 77. Angela Keguguran.
79 78. Tantangan Balapan.
80 79. T 10 VE
81 80. Clutch Kick
82 81. My Best Husband!
83 82. H.A.Z Circuit.
84 83. Rencana untuk Hamil kembali.
85 84. Kami, Hamil!
86 85. Atatürk Üniversitesi.
87 86. Modifikasi Alami.
88 87. Amanat Abah Anom.
89 88. Keberangkatan Hasna ke Eropa.
90 89. Mengenang Hasna.
91 90. Menerima keputusan Hasna.
92 91. Merancang Dedek Bayi.
93 92. Istrinya Ustadz. (End)
94 Pengumuman, sekuel Istrinya Ustadz.
Episodes

Updated 94 Episodes

1
1. New Episode, Istrinya Ustadz part 2 (pembuka)
2
2. Kediaman Adrian
3
3. Menyervice Isteri
4
4. Adegan Delapan Belas Plus
5
5. Ijab Qobul Adrian
6
6. Tamu Tak Di Undang
7
7. Jantung Hatinya Biyya dan Mimma
8
8. Tak Gendong Keman-mana.
9
9. Dejavu Bunglon Cantik.
10
10. Beraksi Sebelum Waktunya
11
11. Pesta Bujang, Bujangan Lapok.
12
12. Bir Pletok.
13
13. Lipstik Mommy Aaralyn.
14
14. Resepsi Pernikahan Adrian dan Angela.
15
15. Menagih Janji
16
16. Naik, Vallentino Bi?
17
17. Si Kumbang
18
18. Abi Macho dan Umi gahar.
19
19. Suami Merangkap Serep Belajar
20
20. Sweater Peninggalan Mommy.
21
21. Kisah Roy
22
22. Kepercayaan Adrian untuk Angela.
23
23. Utun Berjenggot Galau
24
24. Laskar Peraih Pahala
25
25. Al-Wakirah
26
26. Hal Yang Belum Terselesaikan
27
27. Rumah Tangga Jarak Jauh.
28
28. Plesiran ke Padang Kasur
29
29. Kantor polisi, kembali?
30
30. Utun Berjenggot Kurang Mujur.
31
31. Rumah Tenang
32
32. Pisah Ranjang Tiga Hari.
33
33. Belajar Dermawan Dari Sejak Dini.
34
34. Trio Ustadzah Hijrah (Maulid Nabi)
35
35. Minta di jemput.
36
36. Kalung Berlian nya Raib
37
37. Korban Mak-mak Ganas.
38
38. Khitan Masal.
39
39. Hadiah Untuk Afsha.
40
40. Khitan, Hasil Gigitan Macam.
41
End Hiatus.
42
41. Meninjau Rumah Tenang.
43
42. Dias tertarik kepada Roy.
44
43. Hilal Jodoh.
45
44. Mu'adzin Baru.
46
45. MERLINDIAS ATTSAUTSHA.
47
46. Tidak Menolak, Namun Belum Dapat Menerima.
48
47. Dias Kembali Ke Jakarta.
49
48. Insiden Hotel (Bom)
50
49. Insiden Hotel (Terluka)
51
50. Media Lukisan Abstrak.
52
51. Angela Hamil.
53
52. Korban penculikan.
54
53. Spray Bius.
55
54.Perjalanan mencari Anak-anak.
56
55. Akhirnya, Kami Menemukan Kalian.
57
56. Kehadiran Sang Ayah.
58
57. Upaya penyelamatan Anak-anak.
59
58. Roy! Kamu Harus Kuat.
60
59. Kepergok Indiaan.
61
60. Rh-null
62
61. Di Ujung Tanduk.
63
62. Menikah Pada Hari Ini Juga.
64
63. Herzevan Bahroynie Adipati
65
64. Mogok Bicara Tiga Hari.
66
65. Rezeky Nomplok.
67
66. Tsuiso Battle (Tandem)
68
67. Kuliah Ke Turki.
69
68. Malam pertumpahan darah.
70
69. Ngapelin pacar
71
70. Pasar malam.
72
71. Kehabisan Bensin.
73
72. Pecah Ban.
74
73. Penculikan Angela.
75
74. Titik penyekapan Angela..
76
75. Berdoa Sebelum Gaspoll.
77
76. Dia masih Istri Saya.
78
77. Angela Keguguran.
79
78. Tantangan Balapan.
80
79. T 10 VE
81
80. Clutch Kick
82
81. My Best Husband!
83
82. H.A.Z Circuit.
84
83. Rencana untuk Hamil kembali.
85
84. Kami, Hamil!
86
85. Atatürk Üniversitesi.
87
86. Modifikasi Alami.
88
87. Amanat Abah Anom.
89
88. Keberangkatan Hasna ke Eropa.
90
89. Mengenang Hasna.
91
90. Menerima keputusan Hasna.
92
91. Merancang Dedek Bayi.
93
92. Istrinya Ustadz. (End)
94
Pengumuman, sekuel Istrinya Ustadz.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!