Malam haripun tiba. Malam di mana menurut mereka, mungkin Adrian dan Angela akan melakukan malam pertama.
Hasna dan Afnan menginap di Villa Granny. karena Granny melarang mereka pulang agar tidak bolak-balik saat esok resepsi.
Namun untuk Abi Kyai dan Umi, serta orang tua Adrian memilih untuk pulang dan mereka akan kembali esok hari, saat resepsi pernikahan di laksanakan.
Ubaydillah dan Devano, mempunyai rencana cadangan untuk mengganggu Adrian dan Angela agar tidak dapat melakukan malam pertama.
Di kamar pengantin Angela, yang sudah dihias sedemikian rupa dengan berbagai macam bunga dan di taburi kelopak mawar serta wewangian dari pengharum ruangan.
"Baby.. maaf, boleh aku meminta tolong di buatkan minuman?" tanya Adrian.
"Off course my Honey! mau Aku buatkan minuman seperti apa?" tanya Angela kembali.
Angela sedang mengolesi salep pada luka lebam nya Adrian akibat perduelan nya dengan Kenneth, setelah mandi dan sholat maghrib.
"Badan ku rasanya kurang fit, mungkin teh madu peppermint dapat membantu lebih baik," jawab Adrian.
"Baiklah, kamu rebahan dulu ya Honey! aku akan pergi membuatnya sebentar," ucap Angela. Cup (satu kecupan di bibir Adrian sebelum keluar kamar)
"Thank you Baby!" ucap Adrian ia memandang lembut Angela dan lalu mengecup keningnya.
"Oke, you're welcom, Honey," balas Angela.
Adrian pun merebahkan tubuhnya di atas kasur, Angela sudah melangkah ke arah luar, namun saat ia hendak membuka pintu, tubuhnya kembali berbalik dan menghadap Adrian.
Adrian yang masih memperhatikan langkah Angela, maka ia kembali duduk dan bertanya, "Ada apa?" tanya nya.
"Mmmm.." Angela bergumam, Ia kembali berjalan menghampiri Adrian, lalu ia duduk di sisi tempat tidur dan menghadap kepada Adrian.
"Honey! apakah malam ini, kita akan..." ucapan Angela terhenti, lalu ia merunduk.
Adrian pun mengerti apa yang dimaksud oleh Angela. "Hehe... kenapa? kamu takut atau khawatir aku marah ya! karena sudah tidak suci lagi?" ledek Adrian sembari menyeringai.
"Apa sih, kamu Honey! berarti kamu belum percaya sepenuhnya yah?!" ucap Angela kesal namun bernada manja. sembari memukul pelan paha Adrian.
"Ahahhahah... kamu kalau lagi ngambek, lucu! memangnya Aku bilang, kalau aku nggak percaya? aku kan hanya bertanya! harusnya jawab dong. Aku masih suci dan aku akan membuktikannya detik ini juga," ucap Adrian tambah membercandai Angela.
Spontan membuat Angela membelalakan mata karena terkejut, tak lama rasa malu dan salah tingkah, menghinggapi perasaan Angela. "Maaf Honey, Aku takut kamu tidak percaya!" ucap Angela.
"Hemmm, sini!" tarik lembut Adrian pada tangan Angela, lalu ia membawa Angela kedalam dekapannya.
"Sudah, Aku katakan! Aku percaya Baby dan tenang saja, aku tidak akan meminta hak ku malam ini. selain aku takut kamu kelelahan esok hari, di sini juga banyak pengganggu, besok saja ya, setelah resepsi kita pulang ke rumahmu!," ujar Adrian.
"Baiklah Honey, apa sih! itu kan rumahmu juga," balas Angela.
"lho, rumah itu kan sudah menjadi milikmu! mas kawin atau mahar dari Aku. Jadi itu tetap ruamah mu, aku hanya menumpang saja," ucap Adrian.
"Jangan katakan itu lagi, aku tidak suka mendengarnya," ucap Angela merajuk.
"Iya, Maafkan aku Baby!" ucap Adrian dan untuk memulihkan Angela dari mode merajuknya. Adrian mulai mendekati b*bir Angela lalu menyatukan bib*r nya.
karena Adrian sudah pernah mencicil ciuman nya dengan Angela sebelum menikah. Maka untuk Adrian dan Angela ini bukan hal pertama dalam perpiknikan bib*r. Agak lama mereka saling membalas hingga napas mereka hampir saja terputus.
Angela dan Adrian akhirnya saling melepaskan bibirnya dan mereka saling mengatur nafasnya dengan mulut mereka saling terbuka dalam mengatur nafas dan mencari udara baru. Angela masih dalam pelukan Adrian. Saat semuanya terasa sudah normal, maka mereka menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan perlahan.
"I Love you!" ucap Adrian
"I Love you more," balas Angela malu dengan menelusupkan wajahnya di antara bahu Adrian.
"Sudahlah Baby, Ayo katanya hendak membuatkan ku minuman, Aku ingin istirahat dahulu sebelum shalat Isya. Malam ini jadwal ku padat merayap!" ujar Adrian.
"Padat merayap? jadwal apa?" tanya Angela. Ia merasa tak mengerti karena setahu dia, Adrian telah cuti kuliah dan cuti dari pekerjaan nya di hotel Afnan untuk mereka berbulan madu setelah resepsi.
Adrian melepaskan pelukannya dari Angela, lalau ia menyodorkan ponselnya pada Angela.
"Bacalah!" pinta Adrian.
Lalu Angela membaca pesan WhatsApp di dalam ponsel Andrian. ("Undangan tertutup, pertandingan ganda putra! pada pukul 9.00 malam s/d selesai, adapaun pertandingan tersebut adalah: pertandingan ludo, ular tangga, catur dan mabar PUBG serta ML. Wassalamu'alaikum. Pertanda duo D.") Isi pesan di dalam WhatsApp Adrian.
"Apa ini Honey?" tanya Angela.
"Undangan dari duo D! Davian dan Devano," jawab Adrian.
"Apa- apaan mereka ini, Honey?! mirip anak kecil," ucap Angela.
"Hehe, biarlah mereka begitu, demi kebahagiaan mereka. Karena aku tahu Baby, mereka berdua akan selalu mengganggu Kalau Aku tidak datang untuk meladeni mereka. Hadudu duo D," ucap Adrian.
"Okay, tidak kapok juga mereka yah! padahal petasan nya sudah kamu ledakan," ucap Angela.
"Ahahah iya, masih penasaran rupanya." Adrian merasa lucu.
"Baiklah Honey aku ke dapur yah!" pamit Angela.
"Oke!"
setelah berpamitan pada Andrian, Angela pun bergegas ke dapur demi membuatkan minuman untuk Adrian.
Adrian pun kembali merebahkan dirinya Sambil tertawa kecil ia masih mengingat kejadian tadi siang saat petasan-petasan rancangan Ubaydillah dan Devano meledak karena ulahnya.
Devano dan Ubaydillah tidak tahu bahwa Adrian sudah bekerja sama dengan pemeliharaan taman mereka, dan si pelaku pembakaran petasan itu adalah si pemelihara taman mereka sendiri yang sudah dibayar oleh Adrian.
Adrian mengetahui rencana Ubaydillah dan Devano akan memasang petasan untuk mengganggu malam pengantinnya, karena ia tak sengaja mendengar percakapan Ubaydillah dan Devano di dalam telepon, dua hari yang lalu, di hotel Afnan.
Maka dari itu, saat sore hari tiba, ia berpura-pura menemui Angela di Villa Granny. Namun dibalik itu, ia menemui pemeliharaan taman untuk menyusun rencana menggagalkan kejahilan duo D.
***
Hasna, Elyavira, dan lintang berkumpul di satu ruangan, mereka sedang menyusun materi untuk undangan ceramah Trio hijrah dalam beberapa hari kedepan.
"Memang di Mesjid kota sebelah, dalam rangka apa Kak Elya, mengundang kita ber tausiyah?" tanya Hasna pada Elyavira.
"Dalam rangka Maulid Nabi SAW. Dek Nana," jawab Elyavira.
"Ouh.." ucap Hasna.
"Kalau begitu, kita harus menyiapkan materi tentang Maulid Nabi dong!" ucap Lintang.
"Yups..tepat sekali," timpal Hasna.
"Oke..." timpal Lintang.
"Eh, Anak-anak ke mana, koq sepi? tanya Hasna kembali saat menyadari Anak-anak nya sudah tidak berada didekat mereka.
"Kan tadi, kata mereka sudah mengantuk dan mereka minta di Nina Bobo kan oleh para lelaki," jawab Lintang.
"Ouh.. jadi, saat ini para Bapak, Sedang membacakan dongeng untuk mereka dong?" tanya Elyavira.
"Yups, betul sekali Kak Elya, Ya sudah biarkan saja mereka. Mari kita susun kembali materi ceramah ini Kak, Lin," ucap Hasna.
"Oke Na!"
"Baiklah!"
****
Setelah Anak-anaknya tidur dan mereka bergantian membacakan dongeng kisah para Nabi, sebelum mereka tidur. Afnan, Ubaydillah dan Devano serta yang lainnya, melaksanakan Shalat Isya berjamaah di Mushola mini milik Garanny, yang ada di Villa tersebut.
Setelah shalat Isya berjamaah, lalu mereka pun melanjutkan dengan makan malam. kini waktunya tiba pukul jam 9 malam. Hasna, Lintang dan Elyavira sudah tertidur di kamar Elyavira. Sedangkan Angela tidur sendiri di kamar pengantin nya.
"Nah inilah bintang yang kita tunggu-tunggu baru saja hadir," ucap Devano pada Adrian.
"Apaan sih Dev, memang sengaja nih kalian masih penasaran mengagalkan malam pengantin Aku dan Angela," protes Adrian.
"Wei, Ana tidak ikutan yah! di sini Ana juga Korban," ucap Afnan mengekeh.
"Pesta, bujang Yan!" ucap Devano.
"Pesta bujang, macam apa? jelas-jelas sekarang hanya aku yang baru melepas masa bujang dan masih perjaka, lainnya udah bujang lapok semua," timpal Adrian sambil ketawa.
"Ya sudah, Pesta bujang, bujang lapok judul nya," tukas Devano.
"Yang penting kan, wajah kita tidak ikut lapok dan tak kalah saing dengan bujang non lapok!" celetuk Afnan .
"Betul itu A'a Bro," sambung Ubaydillah. Lalu mereka mengekeh bersama.
"Sudahlah Yan! nih minumannya, biasa kan kalau dalam pesta bujang, selalu ada minuman dan camilan," tawar Ubaydillah sembari menyerahkan gelas yang berisi minuman kepada Adrian.
Bersambung....
Jika berkenan, baca juga! karya baru dari sahabat Author lainnya. Terimakasih banyak sebelum dan sesudah nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Iezmie El Antt Msi
suka
2021-03-26
0
zha syalfa
kl afnan hasna ga pulang gmna baju resepsinya?
dek nana biasanya rempong 🤣🤣🤣
2021-02-13
2
Supartini
pesta y lanjut thor
2021-01-07
0