Kilatan Amarah di mata Daddy Dedrick dan kepalan tangan yang kuat seiring rahang yang menegang tergambar jelas ia marah. Tak percaya orang yang ia percayai penuh, menghianati mereka.
"Lalu, mengapa kamu tidak menceritakan hal sebesar ini kepada kami?" tanya Grandad.
"Maaf Grandad, Ange merasa sudah cukup membebani kalian dengan kehidupan Ange dari kecil, merawat Ange dan memanage perusahaan peninggalan Daddy," ucapan Angela, matanya mulai berkaca-kaca kembali.
"Astagfirullah, tidak ada yang kamu bebani sayang! kamu adalah tanggung jawab kami, dan kami melakukan nya dengan keikhlasan," ucap Granny lembut.
Mommy Aaralyn dalam dekapan Ubaydillah, ia menangis dalam diam nya, membayangkan Angela yang ia sayangi, harus menghadapi kesulitan seorang diri.
Lintang bersandar pada lengan Ubaydillah dan memeluk pinggang Ubaydillah. Hasna dan Afnan hanya saling menautkan tangan.
Elyavira bersandar pada dada Devano dengan tangan melingkar di perut Devano, dengan tubuhnya di rengkuh sebelah tangan Devan, ia seperti biasa duduk santai bersandar pada sofa setia menyimak dan biasanya akan menangis pada saat orang lain mereda.
"Lalu, apa arti dari kata-kata Kenneth tadi?" tanya Daddy Dedrick dingin.
Papi Adrian dan Mammi Adrian duduk berdampingan, mereka begitu setia dan antusias mendengarkan penjelasan dari menantunya. Papi dan Mami Adrian, berharap kebenaran tentang Angela pernah tidur dengan Kenneth itu salah, karena ia sempat berpikir tidak mau dong membeli kucing dalam karung.
Hemmm.. Angela menghela nafas lelah. "Beberapa bulan lalu, sebelum Angela pulang ke Villa ini dan mengajak Adrian menikah, Annge sempat membuat jebakan untuk mengambil kembali 75% saham dari tangan Kenneth," jawab Angela.
"Setelah Angela berunding dengan Adrian di Singapura, maka tercapailah kesepakatan bahwa Angela bersedia diajak tidur dengan Kenneth, Syaratnya mengembalikan 75% saham itu. Di luar dugaan dan tanpa kompromi ternyata Kenneth setuju," tutur Angela.
"Waaahh, lo ke Singapura Yan?" tanya Devano.
"Pengembangan hotel Dev! Hotel Om Ustadz juga, secara sekarang gue kan asisten Manager, kebetulan Ange juga ada urusan di Singapura pengembangan stand minuman," jawab Adrian.
"Weii nyolong Start nih Adrian! ngapain saja Kalian di sana? gak bobo bersama kan?" selidik Ubaydillah.
"Apaan sih Bang!" ucap Angela malu.
"Ya kan secara wanita dan laki-laki berduaan," ucap Ubaydillah.
"Ah Om Ubay, Suudzon nih! orang kita kerja koq di sana! dan ada team lainnya," ucap Adrian malu.
"Ahahahah gue curiga Yan, dengan wajah lo yang malu-maluin itu, hayo ngapain lu di sana sama Angela?" ledek Devano dengan pertanyaan.
"Hehe..gak koq cuma...." Adrian nyengir kuda, dengan polosnya kedua ujung tangannya beberapa kali ia satukan lalu beberapa kali pula ia tarik kembali. Devano dan yang lainnya pun mengerti bahwa Adrian telah berciuman bersama Angela di Singapura.
Pengakuan polos Adrian membuat orang yang berada di ruang itu tertawa geli, merasa lucu, suasana pun sedikit mencair setelah mereka lalu menegang.
"Tapi kamu tidak betulan tidur dengan Kenneth Kan sayang? tanya Mommy Aaralyn masih dengan sedikit cemas.
"Insya Allah tidak Mom's! singkat cerita walaupun dengan susah payah, Ange dapat mempengaruhi dan meminta tanda tangannya, Alhamdulillah berhasil, dokumen itu di tanda tangani dengan sempurna sebagai pengembalian Kemabli 75% saham yang memang awalnya juga milik Angela.
"Angela di bantu beberapa orang terdekat dan juga pihak hotel, mereka mencampurkan obat pada minuman Kenneth yang bisa membuat dia merasa nge fly. Ange segera keluar dari hotel dan sepertinya mereka menggantikan Angela dengan perempuan bayaran, dan Kenneth menganggap Angela lah yang tidur dengan ny. Diorin yang ngurusnya, ia menyeting nya dengan baik! maaf hingga noda darah di sepre agar Kenneth beranggapan bahwa itu malam pertama bersama Ange. Beruntung Diorin masih berpihak pada Ange."
"Setelah saham itu kembali, Angela sempat menelepon Adrian, memberitahukannya bahwa rencana yang kami rintis berhasil, setelah itu dalam berapa bulan Angela menghilang dan tak mengabari Adrian kecuali Granny, Grandad, Daddy dan Mommy." tutur Angela.
"Bukan Angela kejam namun Angela sedang merintis kembali perusahaan yang hampir hancur dan di samping itu Angela juga harus konsentrasi pada ujian perkuliahan, setelah semuanya kembali membaik maka di situlah Angela langsung pulang. Ange rindu terhadap kalian terutama Adrian," ucapan terakhirnya ia akhiri kata-katanya dengan senyuman seraya mengelus wajah Adrian, menatapnya sendu namun penuh kasih sayang.
"Hemmm, Alhamdulillah," Helaan nafas kelegaan dan ucapan syukur dari mereka. Namun saat suasana mulai normal sesuatu mengejutkan seisi ruangan tersebut. terlebih juga para tamu yang memang dari tadi sedang di jamu makan di ruang lainnya.
Duar..duar...duar...!!!!
"Astagfirullah. Apa itu?" ucap mereka serempak.
Ubaydillah dan Devano saling memandang! Devano menggunakan tangan dengan mengangkat tangan nya sebelah pertanda bertanya kenapa? pada Ubaydillah.
Ubaydillah pun mengangkat kedua bahunya beserta mimik mukanya yang bertanda tidak ngerti.
Suara petasan dari luar terdengar nyaring dan agak lama karena petasan itu petasan yang pararel yang ketika dinyalakan maka akan terus membakar yang lainnya dan itu terus bersahutan.
Twins A dan Arsya serta Alnaira berlarian dari arah luar! diikuti pengasuh mereka. "Booom..toyong..ada Bom!" teriakan mereka menuju kepada orang tua mereka.
"Sini sayang," panggil Lintang pada Arsya.
"Kemari," ajak Abi Kyai dan Umi pada Afkha. Lalu Afkha pun naik ke atas pangkuan Abi Kyai.
Afsha berlari menuju Hasna dan Afnan, lalu mereka meraih Afsha.
Alnaira tersandung dan jatuh sembari menangis menahan sakit. "Aw, sakit! Apih, Apih toyong Nai," pekik nya. Devano dengan sigap berlari ke arah Alnaira dan dengan cepat ia mengangkat Alnaira ke dalam dekapan nya dan menyerahkan pada Elyavira.
"Bang!" panggil Devano.
"Iya Dev!" jawab Ubaydillah.
Adrian yang melihat kebingungan, kekawatiran dari raut wajah Devano dan Ubaydillah ia tertawa senang dalam hatinya.
Sebelum nya Adrian menutupi telinga Angela, sebelum petasan itu meledak dalam beberapa detik kemudian.
Devano dan Ubaydillah menatapnya tajam. pada Adrian, saat melihat gelagat aneh dari Adrian yang telah menyelamatkan istrinya terlebih dahulu sebelum petasan itu berbunyi. Kini mereka paham siapa yang mengacaukan rencana mereka yaitu dengan menyalakan petasan yang telah mereka siapkan sebelum waktunya.
Memang Adrian ada di ruangan itu dari setadi dan tidak mungkin dong iya yang menyalakan kecuali ia menyuruh seseorang di luar sana dan pertanyaannya siapa yang menjadi kaki tangan Adrian sebagai pembakar petasan yang memang sudah terpasang rapi. Dan siapa yang memberitahukan tentang petasan itu kepada Adrian.
karena Ubaydillah dan Devano sudah merencanakan ini sematang mungkin, untuk mengganggu malam pertama Adrian dan Angela, sehingga orang lain pun tidak tahu.
Ubaydillah dan Devano saling pandang lalu mengepalkan tangan mereka "Adrian Bang!" seru Devano.
"Pengacau!" ucap Ubaydillah.
"Ahahahh, mau ngerjain malah di kerjain balik. Petasan itu beraksi sebelum waktunya," tawa Adrian pecah.
"Adrian......." pekik Ubaydillah dan Devano.
"Ooooohhhh jadi ini pekerjaan kalian berdua," ucap Granny. "Bagus ya! sini, kalian harus dihukum," ucap kembali Granny lalu ia menghampiri Ubaydillah dan Devano ia menarik telinga kedua cucunya itu.
"Ampuuun Granny, ampuuun...!" teriak keduanya.
"Abi...tolong Dedek Bi," teriak Ubaydillah meminta tolong pada Abinya.
"Nikmati saja Utun! itu makan siangmu," ucap Abi santai sambil menyeringai.
"A'a, Umi! lihat Dedek di Aniaya nih," ucap Ubaydillah Kembali.
"Sudah, telan dengan baik Dek makanan nya," balas Afnan yang masih terpingkal pingkal. Hasna ikut tertawa di sebelah nya.
"Iya Dek, jangan sampai di sia-siakan! nanti mubadzir," timpal Umi, ia pun ikut mengekeh.
"Dad, help me!" pekik Devano pada Daddy nya.
"Never! lebih keras lagi Mom's kalau bisa ikat saja telinga nya di tiang jemuran," balas Daddy Dedrick.
Akhirnya semua yang ada di ruangan itu tertawa berjamaah melihat Ubaydillah dan Devano yang masih di jewer oleh Granny.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Novano Asih
di cerita ini yg paling kocak Ubay trs yg manis dan romantis Abang Afnan
2022-06-26
0
Jumadin Adin
senjata makan tuan thoorr
2021-09-11
1
Ida Widyawati
ahahahaha aduuh lucu dek utun brewook 😁
2021-07-05
1