Astagfirullah, ada apa sayang?" tanya Afnan terkejut, saat mendengar kedua anak perempuan itu histeris.
"Ada binatang Biyya! Dedek dan Nai akut," ucap Afsha. "Iya, Biyya Nan! Nai atut, iihh ceyem..aaaaa," teriak Alnaira kembali.
Afnan pun bergegas menghampiri mereka, binatang apa yang dimaksud..Sehingga mereka berteriak histeris seperti itu.
Setelah sampai ayunan ia melihat seekor bunglon yang cukup besar, bertengger di atas ayunan.
"Ouh, ini namanya bunglon sayang, ini binatang keren loh dek! dia bisa berubah-berubah warna," ucap Afnan.
"Matud nya, apa Biy?" tanya Afsha.
"Iya, beyubah badai mana?" tanya Alnaira, ia pun tak mengerti.
"Jadi binatang ini di manapun dia hinggap, dia akan berubah warna sesuai tempat yang dihinggapi. Warna ayunan ini kan coklat, coba lihat, dia berwarna coklat. Nanti kalau seumpamanya dia berpindah ke tempat lain yang warnanya berbeda dia juga akan berubah warna kembali, mengikuti warna yang ia singgahi. Nih misal nya Biyya pindahkan ke daun, dia akan berubah menjadi hijau sayang," tutur Afnan lalu ia menggiring bunglon tersebut dengan sebuah tongkat kayu kecil menuju ke dedaunan.
Bunglon itu menurut saja, lalu sampailah bunglon itu pada pohon bongsai yang ada di tempat itu, dia bertengger diantara daun daun bongsai yang hijau.
"Nah coba kita lihat Sayang, tunggu sebentar yah! dia Pun perlu waktu untuk berganti pakaian sama halnya seperti kita," Afnan melebih paham kan Anak-anaknya tentang itu, bahwa ia harus menunggu dan bersabar jikalau ingin melihat bunglon berubah.
Betul saja beberapa saat kemudian, bunglon yang awalnya berwarna coklat kini sudah berubah sedikit demi sedikit menjadi hijau. Dan akhirnya hijau keseluruhan.
"Wah ajaib, betul itu walnanya beyubah," pekik Kegirangan dari Afsha dan Alnaira.
"Tuuh, berubah kan!" seru Afnan.
"Wah Biyya hebat loh, bica meyubah binatang itu beyganti wayna," puji Afsha.
"Bukan Biyya sayang! tapi Allah Subhanahuwata'ala yang hebat dapat merubah nya dengan segala kekuasaan, kebesaran dan kekuatannya," ucap Afnan.
"Macha Allah Tabalakallah," ucap Afsha.
Afnan jadi senyum-senyum sendiri, ia Dejavu bunglon cantik. kini ia sedang mengingat bunglon cantik, ninja kain sarung yang ia Khitbah beberapa tahun lalu.
Saat fikiran nya tengah asyik berkelana pada beberapa tahun silam dan berbincang dengan Afsha dan Alnaira, tiba-tiba saja Hasna dan seorang penghasuh Anak-anak yang sengaja telah disiapkan oleh Granny, muncul dari dalam.
"Assalamu'alaikum semuanya," sapa Hasna.
"Wa'alaikumsalam," balas Afnan dan Anak-anaknya pun ikut menyambut dengan menjawab salam.
"Hai kesayangan, kesayangan Biyya dan Mimma! kalian di temani Mbak dulu ya, Biyya nya mau Mimma pinjem sebentar yah!dipanggil Granny untuk masuk ke dalam, oke?" ucap Hasna.
"Iya, Imma," balas mereka serempak.
"Ada apa Sayang?" tanya Afnan. "Ayo masuk saja! kita disuruh berkumpul di dalam oleh Granny," jawab Hasna dengan menggandeng tangan Afnan.
"Mbak titip Anak-anak ya! kita masuk sebentar," ucap Hasna pada pengasuh Anak-anaknya.
"Baik Bu! silakan," jawab si pengasuh.
Afnan dan Hasna pun masuk ke dalam Villa dan menuju ruangan tengah yang sudah berkumpul seluruh keluarga Granny maupun pak Wiranata dan Abi.
Terdengar suara Angela sedang menangis, lambat laun suara itu semakin jelas, karena Afnan makin mendekat ke ruang keluarga tersebut. Dan terlihatlah bahwa Angela memang sedang menangis, di sebelahnya Adrian sedang rangkulannya.
Afnan Dan Hasna duduk disebelah Umi dan Abi.
"Jadi..silakan mulai bercerita, Granny dan Grandad meminta kebenaran dan meminta penjelasan apa yang terjadi denganmu di Jerman sana," ucap Granny dengan suara datar.
Baiklah Granny! Angela nampak menghela napas, seperti mengambil ancang-ancang untuk bicara. Adrian dengan setia memeluknya, sebelah tangan kanannya melingkar pada bahu Angela dan tangan kirinya menggenggam tangan kiri Angela diatas pangkuan Angela.
"Ange melakukan itu demi 13 ribu karyawan yang menggantungkan hidupnya pada Angela dan perusahaan yang Angela kelola, setelah Daddy Dedrick menyerahkannya kepada Angela 3 tahun yang lalu," ucapan Angela sedikit terbata dan menegakkan tubuhnya untuk ia berbicara dengan tetap tegar.
"Jadi..kau betul-betul....?" maksud Granny tidur dengan Kenneth.
"Tidak Granny, bukan itu! Angela tidak pernah melakukan apapun dengan pria manapun," ucapan Adrian menyela dengan begitu yakin.
"Maksudmu?" tanya Granny tidak mengerti.
"Maaf, boleh Adrian menjelaskannya? Adrian tidak tega melihat Angela, terus-terusan menangis dari tadi," ucap Adrian.
"karena saat ini kau suaminya, maka kami perbolehkan, silahkan," ucap Grandad.
"Ini semua idenya Adrian," ucapan Adrian. Semua orang agak terbelalak dan saling memandang, seakan bertanya satu sama lain, apakah Adrian yang menyuruh Angela tidur dengan Kenneth!
Adrian seakan mengerti tatapan mereka. Akhirnya Adrian, menjelaskan dengan cepat agar kesalahpahaman ini berakhir.
"Setahun pertama, perusahaan itu di jalankan Angela. Memang semua berjalan dengan baik. pekerjaan dan perkuliahan berjalan dengan lancar walaupun Angela sering mengeluh lelah terhadap Adrian ditelepon."
"Maka dari itu Adrian mengajaknya menikah waktu itu, agar dapat menemaninya di sana! namun ia menolak karena ingin lulus kuliah dahulu, dia selalu minta tolong kepada Adrian untuk membantu nya walaupun hanya sekedar semangat dan saran. apapun yang ia lewati, selalu di katakan kepada Adrian di bertelepon, pukul berapapun ia mau, Adrian akan siap menemaninya di telepon. kadang hingga pagi telepon itu menyambung, hanya sekedar untuk menemaninya sebagai pengantar tidur." tutur Adrian.
Semua menyimak, kini Angela buka suara, awalnya ia megang tangan Adrian meminta izin. "Satu tahun kemudian Angela kehilangan saham, sebanyak 75% dalam satu malam! bukan karena keteledoran Angela, tapi saham 75% itu dipertaruhkan sekretaris kepercayaan di meja judi, yaitu di kasino milik Ayah Kenneth," ucap Angela.
"Kenneth yang memang suka dengan Angela dari beberapa tahun lalu, dia memanfaatkan Mark! agar kalah di meja judi terlebih Kenneth sakit hati kepada Angela karena sempat melaporkan nya pada polisi saat hampir saja melecehkan Ange dan dua teman Ange lainnya, dia itu sakit jiwa! Karena Angela percaya pada Mark maka setiap dokumen yang meminta tanda tangan Angela kadang Angela hanya membacanya sekilas, seperti nya ada lembaran yang Ange tanda tangani tak terbaca dan itu dokumen sah yang menerangkan bahwa beralihnya 75% kepemilikan saham Angela pada tangan Kenneth."
"Kenneth membiarkan saham yang 25% nya tetap milik Angela agar dapat mengancam Angela dengan saham 75% nya itu, dengan saham yang hanya 25% Angela tidak punya kekuatan apapun, sedangkan para pekerja yang jumlahnya 13.000 lebih itu menggantungkan hidupnya, bersandar pada pundak Angela. Kenneth mengancam akan menghancurkan perusahaan ini dan sudah pasti imbasnya pada karyawan yang akan kehilangan mata pencaharian mereka," ucapan Angela dengan berurai air mata.
Adrian makin mengeratkan pelukan dan genggaman nya, ia betul-betul berusaha menguatkan Angela.
"Astagfirullah," ucap Afnan, Granny, Grandad, dan yang lainnya.
"Innalillahi," ucap Ubaydillah.
"Alhamdulillah alakulihal," ucap Abi Kyai.
"Mark! kurang ajar kau, ku pungut dari lumpur aku perbaiki hidupmu, lumpur tetap saja lumpur! sampah tetap saja sampah walaupun sudah di poles," ucap Daddy Dedrick pelan.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Cut anda husna
semangat thor
2022-02-26
0
Happyy
😥😥😥
2021-05-10
0
Tri Utami266
mark bagai kacang lupa kulitnya
2021-02-12
0