"Well, Ayo mulai! hompimpa alaihim gambreng," ucap Ubaydillah dan di ikuti yang lain nya. Mereka betul-betul seperti Anak kecil.
"Wah! Adrian jalan pertama," ucap Devano.
Lalu yang lainnya gambreng kembali, hingga menemukan siapa yang akan bermain kedua ketiga keempat dan kelima.
Setelah semuanya siap Adrian mulai melempar dadu, lalu diikuti dengan Ubaydillah yang kedua, Devano, Afnan dan Dady yang terakhir.
permainan ular tangga pun berlangsung dengan sengit, Adrian turun kembali karena dicaplok ular! Devano yang naik tangga, lalau turun kembali, Ubaydillah yang hampir mencapai finish, Afnan pertama mencapai finish karena jalannya mulus, Daddy turun kembali Lalu naik.
Hingga akhirnya Devano pemenang kedua, Ubaydillah ketiga, Daddy ke empat dan Adrian justru yang terakhir, yang awalnya memulai permainan.
Pencoretan bertahap, Afnan mencoret ke empat orang lainnya, Devano ketiga orang lain, dan seterusnya seperti itu.
"Ahahaha, wajah kita sudah mirip badut!" tawa Devano.
"Iya Dev!" timpal Adrian terpingkal.
"Haduuuh, lanjut nih? terbayang bagaimana Nana bertaring besok pagi lihat wajah Ana, perkiraan sih kultum pindah ke kamar dari mushola," ucap Afnan mengekeh.
"Ahahah, lanjut dong A! sama dengan Ana! Lilin pasti ngebul karena kesal," timpal Ubaydillah.
"Lalu, apa kabar dengan Adrian? bisa di cuekin Angela, hihi," tukas Adrian.
"Ah, sudah! ayo lanjutkan lagi permainan nya, kalian ini. Suami-suami takut Istri," ujar Daddy.
"Ya kan Istri kita spesial yang harus di hargai, memang Daddy tidak takut dengan Mommy?" tanya Ubaydillah.
"Ya, takut juga sih! ahahahah," ucap Daddy begitu polosnya. Sembari ia tertawa
Lalu permainan Mereka pun kembali dilanjutkan dengan canda tawa. Terkadang mereka diam dan hening karena serius, terkadang mereka dibarengi saling lempar sesuatu yang ringan. Itulah keseruan diantara mereka malam ini.
**
Hingga pukul dua dini hari permainan demi permainan mereka mainkan yang terakhir adalah permainan catur, permainan yang betul-betul menguras otak! wajah mereka sudah tidak mulus lagi, semuanya merah terkena coretan lipstik.
karena sudah larut dan esok akan ada acara resepsi, maka mereka mengakhiri permainannya! mereka tertidur begitu saja di ruang santai tersebut. Mau masuk ke kamar pun para Istri mereka tidur di dalam satu kamar. kecuali Angela yang tertidur di kamar pengantin nya.
Namun tidak dengan Adrian! Setelah semua tertidur ia kembali ke kamar Angela.
"Baby, Baby.. wake up, please! tolong bantu aku membersihkan wajah," ucap Adrian Ketika sudah sampai kamar dan ia duduk di sisi ranjang.
Angela yang merasa dipanggil pun, ia terbangun dan mencoba membuka matanya perlahan.
"Aaaaaa... siapa kamu?" tanya Angela Sembari berteriak, setelah membuka matanya dengan sempurna dan dia melihat ada seseorang duduk di sisi tempat tidurnya dengan wajah yang sudah tidak jelas tampangnya.
"Ssstt, Baby ini aku," ucap Adrian.
"Pergi.. pergi..pergiiiii," teriak Angela kembali sembari memukul-mukulkan bantal pada Adrian.
"Baby..Ini Aku, Ryan..hai stop! aku Ryan suamimu!" ucap Adrian dengan suara yang keras di sela-sela mendapatkan serangan bantal dari Angela.
Angela yang mendengar suara Adrian, Ia pun menghentikan aksinya, "Are you serious, you is my husband?" tanya Angela.
"Of course, I am your husband," jawab Adrian.
"Iikh koq, wajahnya mirip badut," ucap Angela.
"Iya nih kerjaan Daddy Rick, yang kalah dari permainan di coret memakai lipstik," tukas Adrian.
"Ya ampun, Daddy ikut ikutan juga?" tanya Angela.
"Hooh, ayolah Baby tolong bantu aku membersihkan sisa lipstik ini," pinta Adrian.
"Ya sudah, kamu ganti pyama dulu ya Honey, cuci juga wajah mu, memakai sabun. Nanti untuk sisanya aku bantu membersihkan pakai cleanser khusus makeup," pinta Angela.
"Besok, akan hilang dan bersih kembali kan Baby?" tanya Adrian.
"Insya Allah bersih Honey, ya sudah sana ganti pakaian mu dulu, kamu harus secepatnya istirahat Honey," ucap Angela.
"Oke Baby," ucapkan Adrian sembari mencawil gemas pipi Angela lalu mencium keningnya. Setelah itu ia beranjak ke kamar mandi untuk berganti pakaian.
**
Di ruang santai. Afnan tidak dapat tertidur, ia tahu Adrian, sudah pergi dari situ.
"Dek! Anta sudah tidur?" tanya Afnan pada Ubaydillah.
"Belum A! tidak bisa tidur nih!" jawab Ubaydillah.
"Lho, Abang berdua juga belum pada tidur toh," ucap Devano setengah berbisik.
"Belum, kami tidak mengantuk karena tidak terbiasa tidur tanpa istri-istri kami," jawab Afnan.
"Ya sudah kalau begitu, kita culik saja mereka," ucp Devano.
"Yea Dev, ide bagus! tapi yang ada, kami yang harus menculik mereka, bukan kamu! kan para istri kita, tidur nya di kamar kamu," ucap Ubaydillah.
"Oh iya yah, ya sudah ayok," ajak Devano.
"Mari! bangunkan Daddy terlebih dahulu, agar ia tidur di kamar," ujar Afnan.
"Ouh iya," ucap Ubaydillah. Akhirnya Ubaydillah mengajak Daddy nya untuk pindah ke kamar.
Afnan dan Ubaydillah mengangkat Hasna serta Lintang untuk pindah ke kamar mereka. Dan tanpa membangunkan mereka itu berhasil. Malam ini akhirnya mereka dapat tidur nyenyak dengan memeluk para istri mereka. Termasuk Adrian serta Devano.
Hingga waktu Subuh tiba, maka terdengar lah teriakan para istri dari masing-masing kamar, yang melihat wajah para suami mereka sudah mirip badut.
****
Pagi hari, Setelah sarapan dan Shalat Duha. Di kamar Mommy Aaralyn, Mommy Aaralyn sejak pagi sibuk kesana kemari mencari sebuah barang, ia tidak menemukannya juga dari tadi pagi sejak bangun tidur.
Karena barang yang ia cari, tidak diketemukan juga maka ia putuskan ke kamar Angela untuk menanyakan nya.
kamar Angela kebetulan terbuka, "Baby! boleh Mommy masuk?" tanya Aaralyn terlebih dahulu.
"Tentu Mommy! silahkan," jawab Angela.
"Terimakasih, oh ya! maaf, apakah Ange meminjam dan mengambil lipstick Mommy? yang belum lama Mommy beli dari Paris," ucap Mommy Aaralyn.
"Tidak Mom's. Ange malah belum melihat lipstik yang Mommy maksud," jawab Angela.
"Baiklah, mungkin terjatuh di suatu tempat," ucap Mommy Aaralyn.
"Atau, mungkin..." ucap Angela dan menggantung begitu saja
"Mungkin, apa sayang?" hingga Mommy Aaralyn penasaran dan bertanya.
"Mmmm..tidak Mom's," jawab Angela.
"Ya sudah, Mommy menemui your Daddy di bawah, mana suamimu?" tanya Mommy Aaralyn.
"Sedang berkumpul di bawah Mommy bersama mereka, Ange juga baru akan pergi untuk bergabung bersama mereka sembari menunggu para perias tiba," jawab Angela.
"Mari bersama Mommy!" ajak Mommy Aaralyn.
"Mari Mom's," tukas Angela. lalu mereka pun turun bersama-sama menuju ruang santai.
Di ruang santai sudah berkumpul hampir semua keluarga, termasuk Anak-anak mereka AFkha, Afsha Arsya dan Alnaira yang sedang sibuk dengan mainan-mainan mereka.
"Halo semua," sapa Mommy Aaralyn.
"Hai Mom's," jawab Mereka.
Angela duduk di sebelah Adrian dan Mommy Aaralyn duduk di sebelah Daddy.
"Dari mana Sweety?" tanya Daddy.
"Baru saja dari kamar Ange, sejak tadi pagi, aku mencari lipstik milikku Honey, tapi tidak ada," jawab Mommy Aaralyn.
"Ouh," jawab Daddy singkat.
"Lipstik inikah Mom's?" tanya Ubaydillah. lipstik yang semalam di pakai untuk mencoret wajah mereka, berada di dekat meja kecil yang ada di samping Ubaydillah.
"Betul, yang itu Baby, koq bisa ada di sini?" tanya Mommy Aaralyn, lalu ia meraih lipstiknya dari tangan Ubaydillah dan membuka listrik tersebut untuk meneliti isinya.
ketika dibuka lipstik itu sudah patah, "Loh koq lipstiknya patah?" tanya Mommy Aaralyn, lalu mengkerut kan dahinya.
Daddy Dedrick yang merasa akan menjadi tersangka utama, ia hanya diam mencari Aman.
"Semalam lipstik itu dipakai oleh kami, untuk mencoret wajah kami ketika kalah dari permainan dan itu Ide Daddy," jawab Devano jujur.
Devano tidak menyadari kalau Daddy sudah berusaha memperingatkannya dengan kode agar tidak bercerita pada Mommy Aaralyn, melalui mimik wajah nya.
"What, ini perbuatan your Daddy, Baby?" tanya Mommy Aaralyn.
"Yes Mom's," jawab Devano.
Daddy Dedrick yang merasa dirinya mulai tidak aman, ia segera menghindar dari tempat itu.
"Daddyyyyy.... lipstik baru ku!" teriak Mommy Aaralyn.
"Maaf Sweety, Aku tidak tahu!" jawab Daddy dengan sudah berlari kea arah kamarnya.
"Sini, jangan lari kau Honey, kau harus menerima hukumnya!" ucap Mommy Aaralyn menyusul Daddy Dedrick dengan bersungut-sungut.
Semua orang yang sudah berkumpul di ruangan keluarga itu pun merasa lucu dengan kelakuan mereka. Yang akhirnya tertawa bersama, menertawakan kekocakan Daddy yang sudah berlari mencari aman dan menertawai kelucuan Mommy Aaralyn yang berteriak dan mengejarnya.
"Tangkap Mom's, jewer saja telinga nya," teriak Devano menyemangati Mommy Aaralyn.
"Kalau sudah dapat, gantung di Jemuran Mom's," timpal Ubaydillah. membuat mereka tambah tertawa.
"Oh ternyata lipstik Mommy, pantas saja membersihkannya sulit sekali," ucap Lintang.
"Iya Lin.. sama saja, tuh wajahnya Ustadz juga, tadi subuh sulit sekali membersihkan nya," timpal Hasna.
"Maaf Mimma," ucap Afnan yang memeluk perut Hasna dan membenamkan kepalanya di punggung Hasna.
"Dev juga sama, tuh lihat masih terlihat merona wajah nya," tukas Elyavira.
"Bagus dong Mih! tidak perlu perona wajah lagi," ucap Devano sembari mengecup telapak tangan Elyavira.
"Andrian pun sama! masa malam pengantin bukannya bobo di peluk suaminya, ini malah di bangunkan hanya untuk membersihkan wajah dia yang seperti badut," tunjuk Angela pada Adrian.
"Adrian Pun?" Hasna dan Lintang terkejut.
Akhirnya, Para suami mereka tersenyum sembari saling pandang.
*****
Siang hari. Selepas Dzuhur, acara resepsi Angela dan Adrain sudah akan di mulai dan Villa Granny mulai di padati tamu undangan, baik tamu lokal ataupun dari luar kota dan juga luar negeri.
Tempat untuk sesi photo.
Pelaminan yang sederhana,
Bersambung....
Karya Author lainnya dengan nama pena berbeda, mungkin minat membaca nya. Di kepoin yuk! kisah ringan dan agak kocak. Terimakasih!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
al_9haniy
jadi kangen main ular tangga n catur ma sodara....
2021-09-17
0
muthia
mau nanya nih gmn carax dpt novelx Lita Rose ama yg lainx thor
2021-03-04
0
Supartini
hadeh 3 kocak
2021-01-07
1