"Di mohon tenang semuanya, mari kita lanjutkan kembali. Ayok A, Bismillah dengan satu tarikan Nafas pasti bisa!" ucap pak penghulu.
"Iya Pak! BISMILLAHIROHMANIROHIM," jawab Adrian.
"Ayo Nak! tarik nafas dahulu pasti kamu bisa," Pak Wiranata menyemangati Adrian.
Bismillah:
Lafal pengulangan Ijab oleh Grandad,
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau, Ananda ADRIAN HAIKAL AHMAD Bin Wiranata Ahmad dengan Cucuku ANGELA VANONNE RYKER binti Darren Ryker dengan mas kawin satu unit rumah beserta isinya yang di simbolisasi berupa kunci rumah tersebut dibayar tunai."
Lafal qobul yang langsung diucapkan Adrian, "Saya terima nikah dan kawinnya ANGELA VANONNE RYKER Binti Darren Ryker dengan mas kawin tersebut di atas di bayar tunai."
"Saksi, apakah SAH?" tanya penghulu.
"Insha Allah SAH," jawab Abi Kyai.
"Saaaaaah!" ucap serempak lainnya.
Terlihat wajah kelegaan dari mereka. "Alhamdulillah..," (Doa penghulu sesudah sah).
"Jemputlah pengantin mu, Nak!" pinta Pak Wiranta.
"Baik Pih!" seru Adrian seraya berdiri dan menjemput Angela di barisan para Wanita.
Elyavira tidak ikut kedalaman Mesjid karena sedang berhalangan atau haid, ia mengajak Alnaira bermain di taman Mesjid bersama Twins A dan Arsya.
Di dalam Mesjid, Adrian sedang berusaha memasangkan cincin pernikahan nya ke jari Angela dan setelah Adrian selesai memasangkan cincin, kini berganti Angela yang mamasangkan cincin pada Adrian.
Namun cincin itu jatuh saat akan di pasang, "Astagfirullah!" ucap Angela. "Sorry, Honey," sambung nya lagi.
"Astaghfirullah Al Adzim," seru para tamu, penghulu dan para saksi.
"It's ok Baby," ucap Adrian sembari tersenyum. Lalu Adrian mengambil cincin tersebut yang jatuh di pangkuan Angela.
Adrian memberikannya kepada Angela. lalu Angela memasangkannya pada jari Adrian dan kali ini berhasil.
"Alhamdulillah Hirobbal A'lamiin," ucap semuanya serempak.
Setelah itu Adrian membawa Angela menghadap padanya lalu ia meletakan sebelah telapak tangannya di atas ubun-ubun Angela dan membacakan doa yang telah ia pelajari.
"Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.”
Artinya: ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.
Angela mengecup punggung tangan Adrian. Selanjutnya Adrian mengecup kening Angela dan di lanjutkan penandatanganan buku nikah, pembacaan hak dan kewajiban suami Isteri, lalu saatnya sungkem pada kedua orang tua belah pihak.
"Granada maafkan Ange kalau selama ini menyulitkan Grandad dan Garanny," ucap lirih Angela sembari menangis.
"Tidak sayang, jangan bicara seperti itu, kau adalah tanggung jawab Grandad sebagai pengganti orang tuamu," ucapkan Grandad mengelus bahu Angela dengan lembut.
Setelah berbagai nasehat dan wejangan dari Grandad maka Angela pun beralih pada Granny. seperti halnya pada Grandad, Angela pun menangis di pangkuan Granny.
Lalu ia berpindah kepada Daddy Dedrick. Ia pun sama menangis, karena bagaimanapun Dedrick adalah yang merawatnya sebagai pengganti kedua orangtuanya yang telah sangat menyayanginya.
Sungkeman berpindah kepada Mommy Aaralyn, Angela pun menangis tersedu memeluk erat Mommy Aaralyn, karena Mommy Aaralyn pun ikut andil dalam membesarkannya merawatnya dengan kasih sayang dan memberikannya kelembutan serta kebahagiaan setiap harinya.
Andrian pun melakukan hal yang sama! sungkeman kepada orang tua mereka. Setelah pada keluarga Angela selesai,maka kini saatnya sungkeman kepada keluarga orang tua Adrian. Lalu kepada Pak Kyai serta Umi dan setelahnya mereka bersalaman kepada Ubaydillah, Devano dan yang lainnya.
maka sungkeman yang penuh haru itu akhirnya berakhir dengan air mata masih menetes sesekali dari pelupuk mata Angela.
"Baby, sudahlah! jangan menangis lagi, nanti riasan nya luntur," ucap Adrian pada Angela dengan menatap nya lembut. Lalu ia menyeka air mata Angela perlahan dengan tisu.
"Tidak bisa Honey, Ange sedih sangat! Ange teringat Mom's and Dad's," ucap Angela.
"Ada Aku Baby, Insha Allah aku akan selalu ada di sisimu," tukas Adrian.
Sebelum mereka membubarkan diri kembali ke Villa Granny. Maka mereka pun mengucapkan selamat pada Adrian dan Angela.
Namun saat telah saling berpelukan karena ucapan selamat, tiba-tiba saja seseorang berteriak dari pelataran Mesjid, suaranya laki-laki dan meneriaki nama Angela.
"ANGELA!"
"ANGELA! Liebling," (sayang)
"Keluar lah," ucap nya
"Hoooo, Honey! itu suara Ken..," bisik Angela pada Adrian. Para tetamu dan keluarga menoleh pada sumber suara, telihat wajah- wajah gusar dari mereka.
"Tenang Baby! Kenneth beraninya kamu mau mengacaukan pernikahan kami! tenang Baby kamu harus tetap tenang," ucap Adrian yang melihat Angela mulai tidak tenang.
"Aku takut Honey," ucap Angela.
"Ada apa?"
"Siapa itu?"
"Koq Seperti orang marah-marah?"
"Mengapa memanggil Angela, siapa dia?"Itulah kira-kira bisik-bisik mesrah nan panas dari para tetamu dan keluarga kedua belah pihak.
Angela malah berdiri mematung, beruntung wajahnya tertutup makeup jadi tidak terlihat kalau saat ini ia memucat pasi. Nyek! jantung Angela terasa sedang menaiki wahana halilintar, jantung nya rasa hampir loncat dari tempat nya.
Adrian berusaha tetap tenang, ia lebih mendekat pada Angela.
"Berϋhr meine Hand und alles wird gut!" ucap nya. Jerman 👉 ( pegang tanganku dan keadaan akan baik-baik saja)." ucap Adrian menautkan jarinya pada jari Angela.
Ubaydillah dan Devano saling menatap. Lintang begitu erat menggenggam tangan Ubaydillah.
"Bang, siapa?" tanya Devano pada Ubaydillah.
"Entahlah, Abang juga tidak tahu!" jawab Ubaydillah.
"Wah, Elyavira dan anak-anak di luar Bang," ujar Devano.
"Astagfirullah, Dev bagaimana ini?" tanya Ubaydillah.
"Kita harus secepatnya Keluar Bang," ucap Devano.
"Angela! Baby ,Komm zu mir, Baby," Jerman 👉 (Datanglah padaku sayang) suara laki- laki itu kembali.
"Baby, Jangan takut! ada Aku," ucap Adrian. "Berϋhr meine Hand!" Jerman 👉 (Pegang tanganku ) Adrian berucap kembali untuk membuat Angela tenang.
"Baby, siapa dia?" tanya Granny pada Angela.
"Dia, Pria yang sudah hampir saja menghancurkan Angela, Granny," ucap Angela. sembari menangis.
"Apa maksudnya sayang?" tanya Grandad.
"Jelaskan pada kami," sambung Daddy Dadrick.
" Nanti, Ange akan menjelaskan semuanya, namun Ange harus menemui nya agar ia tidak terus-menerus berteriak," ucap Angela.
"Baik! Pergilah," ucap Granny Sebetulnya masih dengan pertanyaan dalam dirinya.
"Temani Aku, Honey!" pinta Angela pada Adrian.
"Tetu Baby," tukas Adrian.
Lalu mereka pun bergegas keluar tanpa bicara lagi pada siapapun. Adrian menggenggam tangan Angela.
Setelah sampai luar, maka jelaslah sosok pria yang tadi berteriak memanggil Angela.
Waw berondong yang tampan! Tap tap tap Bunbun halu jadi mupeng and ngacay nih🤤🤪🤣🤣( Ya ampyuuunn Babang berondong Uemezzz.. ikut Bunbun Thor aja yuk! Mending kita ngupi, mau di Starbucks coffe, mau di GC Roastory Coffe atau Warkop DKi. Hayo lah tak jabani🤪🙉✌️😁).
Para tetamu dan Keluarga pun ikut merangsek ke arah luar karena penasaran.
"Hai, Sebastian Kenneth! Tamu tak di undang, apa kabar?" sapa Adrian berusaha berlagak tenang dan sok akrab.
"Cheh! Harusnya hari ini adalah pernikahan ku dengan Angela, bukan dengan mu!" ucap Kenneth sinis.
"Baby, bicaralah! kau menghindar
dariku? Warum laesst du mich im Stich?" Jerman 👉 (Mengapa kamu acuhkan aku?) tanya Kenneth.
"Stören Sie mich nicht," Jerman👉(Jangan ganggu aku). "Gehen! und Vergiss mich!" Jerman 👉 ( Pergi! dan lupakan Aku,") teriak histeris Angela.
Adrian, merangkul bahu Angela.
"Kau dengar Ken! berarti Ange tidak sudi melihat mu, pergilah Ken. Angela sudah SAh menjadi Istriku," ujar Adrian.
"Damn it! aku tak perduli padamu, yang ku inginkan hanya Angela." ucap Kenneth. "Ange, Du bist die wichtigste Person in meinem Leben." Jerman 👉 (Kamu adalah orang yang paling penting dalam hidupku).ucap Kenneth kembali dengan memelas.
"Egal was du sagst," Jerman 👉 (Terserah apa yang kamu katakan) jawab Angela ketus.
"Ich vermisse dich." Jerman 👉Aku (merindukan kamu.), ucap Kenneth dengan pendirian nya.
"Pergilah Ken.. Please, biarkan aku menjalani hidup ku dengan Adrian," kali ini ia bicara dengan pelan dan lirih.
Granny dan Grandad sudah merasa sangat malu dan khawatir, mereka tak mengerti apa yang sedang terjadi. Mengapa ada laki-laki yang menghampiri Angela di hari pernikahan nya.
Daddy Dedrick dan Mommy Aaralyn saling menguatkan dengan berpegang tangan. Kali ini Devano sudah berhasil membawa Alnaira dan Twins A, Arsya dan Elyavira berdekatan dengan nya di dekat pelataran Mesjid.
"Uncle mengapa Olang itu belteliak?" tanya Afkha pada Devano.
"Sstt, A'a jangan melihat dan mendengar ya," ucap Devano.
"Pih, ada apa ini?" Tanya Elyavira.
"Apih pun tak tahu Mih, lebih baik kita pulang Mih. Untuk saat ini Anak-anak lebih penting untuk kita selamatkan," ucap Devano.
"Baik Pih, lalu Neng Lilin dengan Bang Dav?" tanya Elyavira kembali.
"Sudah, nanti Apih kirim pesan, ayok cepat Mih!" ajak Devano seraya kedua lengan nya menggendong Alnaira dan Afsha. Sedangkan Afkha dan Arsya di tuntun oleh Elyavira.
Pak Kyai, Umi, Ubaydillah dan yang lainnya masih berada di ambang pintu Mesjid yang terbuka lebar
"Ange, Ich mag dich." Jerman 👉 (Aku menyukaimu.). ucap Kenneth.
"Ange Baby! Ich liebe dich."Jerman 👉 ( Aku mencintaimu.) ucap Adrian lantang.
"Ich mag dich," Jerman 👉 (Aku menyukaimu)," ucap Kenneth lagi dengan lebih keras.
"Ich liebe dich."Jerman 👉 ( Aku mencintaimu.) ucap Adrian lagi lebih lantang.
"Ich liebe dich auch," Jerman 👉 (aku juga mencintaimu)," ucap Angela dengan keras dan menatap Adrian.
"Katakan padaku sayang," teriak Kenneth.
"Tidak! laki-laki baj*ngan tak punya malu," ucap Angela.
"Hay Baby, kamu lupa, pernah tidur bersamaku? Ahahahh ternyata kau bukan yang pertama Adrian," ucap Kenneth.
"Bastard!" ucap Adrian.
"Bugh!"
"Bugh!"
Tinju Adrian mengenai wajah Kenneth.
"Yank pisahkan mereka," teriak Lintang.
"Sebentar Yank, lagi seru nih," ucap Ubaydillah.
"Honey stop!" teriak Angela.
***
Di Villa Granny, Afnan dan Hasna baru saja sampai di Villa tersebut. Afnan langsung datang ke Villa karena ia fikir Ijab Qobul telah usai dan perkiraan nya, mereka pun telah kembali ke Villa.
"Loh koq sepi sayang?" tanya Afnan pada Hasna.
"Iya By, koq sepi ya? atau mereka masih di Mesjid ya?" ucap Hasna.
"Lalu sekarang bagaimana, tetap di sini atau ke Mesjid ya?" ucap Afnan.
*****
Bersambung....
Ingat yooh..vote Like Komen rate..ya begitulah Readers gemez kesayangan 🙏🤗😍
Mari dukung para penulis lainnya dengan membaca karya nya 🙏👇
Oh yah, para pecinta Novel Takdir Cinta sang Hafidzah. Mohon bersabar ya, Author nya sedang kurang sehat maka dari itu belum dapat Up bab baru! mohon maklum adanya. Mari kita doakan untuk kesehatan beliau agar kembali membaik, Aamiin ya Rabbal A'lamiin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Cut anda husna
lanjut baca
2022-02-26
0
Aisya Nur Asyfa Suparjo
bang ubay nggak boleh di ganggu lagi seru katanya he
2021-11-06
0
Happyy
😘😘😘
2021-05-09
0