Adrian yang imut dan yang biasanya kalem, ia begitu mudah terpancing kata-kata Kenneth.
"Cukup Ken! Aku tidak pernah tidur dengan mu," teriak histeris Angela.
"Kamu begitu mudah melupakannya Baby," ucap Kenneth kembali.
"No...No!" ucap Angela dengan menutupi kedua telinganya. Angela menangis.
"Kurang ajar, Bugh... wuzzz..dagh," bogem Adrian mengenai wajah Kenneth untuk ketiga kalinya.
"Damn it! Jpragh.." ucap Kenneth lalu ia menendang Wajah Adrian. Dan rahang Adrian pun sedikit tersapu punggung kaki Kenneth.
"Aagghhh," gumam Adrian menahan sakit, sembari memegangi rahang yang kena tendang Kenneth.
"UuuWww, oooo," ucap Ubaydillah seraya memiringkan wajahnya, saat ia melihat Adrian terkena sapuan punggung kaki Kenneth.
"Ayank," bukannya dibantu Adrian nya. Malah menjadi tonton seperti di arena gulat, kasihan Adrian Yank babak belur gitu." protes Lintang pada Ubaydillah.
"Sabar dong Yank! jagoan suka mengalah duluan, nanti saatnya bangkit habis tuh musuh! ya nggak?" tukas Ubaydillah tak sedikitpun mempunyai rasa khawatir.
Sepertinya Ubaydillah sedang memahami kemampuan Adrian. Maka dari itu ia tidak ikut campur, karena keadaan yang masih baik-baik saja. Adrian dan Kenneth hanya bertarung biasa bukan yang sudah ke arah yang saling baku hantam memakai senjata.
"Huh Ayank," ucap Lintang kesal seraya menarik maju bibirnya. Ubaydillah malah tambah menarik gemas bibir Lintang dengan jarinya dan mengekeh.
"Abi..ini bagaimana? apa tidak sebaiknya di hentikan perkelahian ini, koq malah jadi tontonan," bisik Umi pada Abi Kyai.
"Sebentar Umi! Abi bicara dengan keluarga Adrian dan Angela. Kita hanya sebagai tamu di sini," ucap Abi Kyai, beliau pun sedang berfikir bahwa perduelan Adrian dan Kenneth harus segera di tengahi.
'Ehhemmm...Maaf Ibu dan Bapak! apa tidak sebaiknya pertengkaran mereka ditengahi dengan secepatnya." usul Abi Kyai kepada Granny dan Grandad di situ pun ada orang tua Adrian di dekat mereka, hingga mendengar apa yang Abi Kyai utarakan.
"Ya memang sebaiknya begitu Amma Yayi, mohon bimbingannya! Amma Yayi ini lebih paham segalanya tentang masalah begini," ucap Grandad.
"Ya, Pak Kyai tolonglah kami. kami tidak ingin masalah ini berlarut dan berkepanjangan," ucap Pak Wiranata.
"Jalan tengahnya, kita harus membawa mereka pulang dan membicarakan masalah ini dengan kepala dingin. Baru kita akan menemukan jawaban dari kesalah pahaman ini," tutur Abi Kyai.
"Baiklah! mari kita bahwa mereka pulang. Untuk Adrian dan Angela kita bisa melakukan dengan mudah, tapi apakah anak itu akan menuruti kita?" tanya Granny.
"Cobalah salah satu dari kita berbicara pada mereka, terutama pada Anak laki-laki itu," ucap Abi Kyai kembali.
"Mijn geliefde man! doe het alsjeblieft," Belanda 👉 (suamiku tercinta! tolong lakukan itu)," pinta Granny.
"Oke, Mijn geliefde vrouw," Belanda 👉( Baiklah, Istriku tercinta)," balas Grandad.
"Son, Sertai Daddy menemui mereka," pinta Grandad pada Daddy Dedrick.
"Oke Dad!" ucap Daddy Dedrick.
Grandad dan Daddy Dedrick pun menuju ke arah Andrian, Angela dan Kenneth berada. Lalu Daddy Dedrick menarik Angela untuk mendekat padanya, ia khawatir Angela terkena pukulan Adrian dan Kenneth.
"Stop Adrian! and you, what's your Mame?" tanya Grandad kepada Kenneth.
"I'am Sbastian Kenneth!" jawab Kenneth. sepertinya ia mengenal Grandad.
"Oke, Sebastian Kenneth! bisakah kita bicara baik-baik? kami akan menerimamu dengan tangan terbuka," tukas Grandad.
"Tak bisa! Aku sudah datang dari jauh untuk menjemput calon pengantinku," balas Kenneth lantang.
"Heh, dia Istri gue saat ini!" teriak Adrian.
"Hai anak kecil? apa mau mu? kami sudah berusaha baik terhadap mu! mengajak bicara dengan kepala dingin, bukan memakai kekerasan seperti ini," hardik Daddy Dedrick.
"Heuh! bicara baik-baik dengan kalian, itu hanya membuang waktu!" seru Kenneth kembali dengan lebih menantang.
"Oh malah nantangin," ucap Dedrick lalu ia maju ke hadapan Kenneth.
"Wow keren juga! kalian biasa main keroyokan ya?" teriak Kenneth tak ada takutnya.
"kami bukan pengecut? ayo kalau kamu berani, lawan aku juga jangan hanya dia,"ucap Daddy Dedrick menunjuk pada Adrin dan menantang Kenneth.
Ubaydillah yang melihat Daddy nya beraksi, ia tidak tinggal diam. "Abi, bolehkah Dedek menghampiri Daddy?" tanya Ubaydillah meminta izin kepada Abi Kyai.
"Silahkan utun, hati-hati! tolong lerai mereka jangan sampai perduelan kembali terjadi. Tolong masalah ini dibicarakan baik-baik saja jangan seperti ini," ucap Abi Kyai.
"Baiklah Abi, Yank A'a Dav kesana dulu ya!" pamit Ubaydillah pada Lintang.
"Silahkan," jawab Abi Kyia.
"Iya Yank," jawab Lintang.
Akhir nya Ubaydillah pun berjalan menuju arah Daddy nya berada.
Bugh..bugh..Wuzz..Daddy Dedrick dan Kenneth sudah mulai beraksi karena Kennet menyerang terlebih dahulu.
"Cukup Ken! cukup!" teriak Angela.
Wuzz, jprak! bahu belakang Kenneth terkena jurus tendangan memutar dari Daddy Dedrick. Brugh.. Kenneth terhuyung namun masih dapat menguasai diri.
Kenneth kembali berdiri tegak dan ia mencoba meninju Dedrick. Namun Ubaydillah dengan sigap segera loncat meraih tangan Kenneth menariknya ke atas dan tangan kanannya meninju perut Kenneth dengan bertubi-tubi.
Brruuah, darah segar menyembur dari mulut Kenneth. "Shit!" umpat Kenneth.
"Aku hanya memiliki urusan dengan Angela bukan dengan kalian." ucap Kenneth sembari mundur.
"Kamu yang sudah membuat kita berurusan sama kamu, karena kamu tidak mengindahkan ajakan kita untuk bicara baik-baik," balas Ubaydillah.
"Awas ya kalian, tunggu pembalasan ku! dan kamu ingat ya Ange, kau sudah menjadi milikku, Aku yang pertama menyentuhmu," lagi-lagi Kenneth menyebutkan kata itu.
"Tidak! tidak benar!" teriak Angela sembari menutupi kedua telinganya dan ia segera pergi dari pelataran Mesjid sembari menangis tanpa menggunakan alas kaki. Ia berjalan menyusuri Jalan aspal yang cukup panas.
"Pergi kamu! dan jangan kembali, cucuku sudah hak suami nya!" ucap Grandad
"Iya dan Gue Suami nya, jangan pernah menemui Angela lagi!" seru Adrian dengan kencang.
Kenneth pun menatap mereka tajam, tanpa bicara lagi lalu ia berbalik dan beranjak pergi dengan terhuyung memegangi perutnya menuju mobilnya yang terparkir agak jauh dari gerbang Mesjid. Kenneth pun berlalu dengan menaiki mobilnya berkecepatan tinggi.
"Yan, Ange mana?" tanya Ubaydillah.
"Astagfirullah, sampai lupa! Ange tadi pergi ke arah Villa. Baiklah, aku mengejar Angela dulu ya," pamit Adrian pada Ubaydillah, Grandad dan Daddy.
"Oke Yan, cepat!" balas Daddy Dedrick. Andrian bergegas meninggalkan mereka tak lupa ia mengambil sepatu Angela dan sepatu miliknya.
"Wow Daddy keren loh! ucap Ubaydillah. "Hehe..terimakasih, Kamu juga keren Son!" balas Daddy nya sembari menepuk bahu Ubaydillah.
"Baiklah mari kita kembali ke Villa, kita berharap mendapatkan jawaban dari Angela tentang semua ini," ucap Grandad dan mengajak mereka semua kembali ke Villa.
Akhirnya pun para tamu kembali ke villa karena jamuan makan, untuk makan siang sudah tersedia di villa. resepsi akan diadakan keesokan harinya.
****
Di Villa Granny, Afnan dan Hasna masih menunggu di dalam mobil dan di luar pagar dari villa, Iya sempat menelpon Ubaydillah namun tidak ada jawaban.
ketika ia hendak menelepon Devano, Afnan melihat Devano bersama Elyavira dan Anak-anaknya sedang berjalan mengarah ke Villa granny.
"Sayang, itu Dev, Neng Elya dan Anak-anak," ucap Afnan pada Hasna.
"Oh iya By, tapi yang lainnya mana yah," timpal Hasna lalu ia membuka pintu mobil berniat turun dari mobilnya untuk menyongsong Anak-anaknya.
Devano pun semakin mendekat, ia melihat Afnan yang sudah turun dari mobil bersamaan dengan Hasna.
"Biyya, Imma, Atalamuayaikum," sapa Afkha dan Afsha yang berlari kearah mereka. Afnan segera menyongsong kedatangan Twins A.
"Wa'alaikum salam, Jantung hatinya Biyya dan Mimma," jawab Afnan dengan tersenyum. Hasna pun ikut menjawab salam dengan tersenyum di balik niqab.
Arsya dan Alnaira pun tak mau kalah, mereka segera ikut berlari menghampiri Hasna dan Afnan.
"Imma Nana, Biyya Nan!" seru mereka berdua. Afkha dan Afsha sudah berada dalam gendongan Afnan. Afkha di tangan kanan dan Afsha di tangan kiri sedangkan Hasna ikut memeluknya dari samping sembari mengecup pipi keduanya bergantian.
"Hai Sayang, Dedek Acha dan Dedek Nai, ucap Hasna lalu ia berjongkok menyongsong kedatangan Arsya dan Alnaira, kini Arsya dan Alnaira pun sampai kepada Hasna.
Hasna memeluk mereka berdua dengan berjongkok, Arsya dan Alnaira berdiri memeluk bahu Hasna di kanan dan kiri, setelah keduanya melepaskan pelukan dari Hasna, maka Hasna memberikan kecupan pada pipi kedua bocah tersebut secara bergantian.
Devano yang melihat Anak-anak yang dibawanya menghampiri Afnan dan Hasna ia segera beralih merangkul bahu Elyavira dengan mesranya. Elyavira menatap Devano dengan tersenyum dibalik noqab nya dan kembali fokus memandang keindahan di depannya.
Bahwa Afnan dan Hasna tidak hanya menyayangi Anak-anaknya, namun juga menyayangi tulus Alnaira dan Arsya.
"Assalamu'alaikum Bang Ustadz," sapa Devano ketika mereka sudah berdekatan dengan Afnan dan Hasna.
"Wa'alaikum salam Dev, Neng Elya," balas Afnan.
"Loh Bang Ustadz, kok di luar? kenapa tidak masuk ke dalam?" tanya Devano.
"Abang dan Nana di antara ragu Dev! masuk kedalam atau menyusul ke Mesjid. Akan tetapi ketika Abang menelpon Bang Dav, tidak ada jawaban dan teleponnya tidak ia terima," jawab Afnan.
"Oh begitu! mungkin mereka sibuk Bang, Setelah Ijab qobul nya selesai, tiba-tiba ada laki-laki yang datang mencari Angela dan tadi sih sedang baku hantam dengan Adrian, makanya Dev dan Elya pulang duluan untuk menyelamatkan Anak-anak, agar tidak melihat kejadian itu," Tutur Devano.
SubhanAllah, mau mengacaukan acara atau bagaimana Dev?" tanya Afnan.
"kami juga belum tahu Bang, apa maksudnya! kita lihat saja nanti, setelah mereka pulang dari sana, kita akan tahu jawabannya, sekarang mari ke dalam saja Bang," tutur Devano lalu mengajak Afnan dan Hasna masuk ke dalam Villa.
Bersambung...
Baca juga dong..😁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
SEPTi
lucu ya si Ubay udh gede aja masih Dedek utun 🤣🤣🤣🤣🤣
2023-04-16
0
Anies
selalu seru kalo baca cerita keluarga ini...
2021-09-09
0
Happyy
👍🏼👍🏼👍🏼
2021-05-10
0