Masih di Villa Granny.
"Yank cepat, yang lain sudah berangkat ke Mesjid, nanti terlambat," ucap Ubaydillah dari arah ruang tamu.
"Iya sebentar Yank, mengambil tas terlebih dahulu, tas nya ada di dalam kamar Yank," jawab Lintang dari dalam dengan suara yang agak dikeraskan.
Ubaydillah kembali ke dalam dan menghampiri Lintang.
"Masya Allah TabarakAllah, Ayank Lilin, cantik sekali," puji Ubaydillah.
"Terimakasih, Ayank Dav juga tampan sekali," ucap Lintang kembali memuji Ubaydillah dengan sebuah senyuman yang teramat manis.
Ubaydillah menghampiri Lintang. Dan setelah Ubaydillah mendekati Lintang serta tidak ada jarak lagi di antara mereka, wajah Ubaydillah mendekati wajah Lintang, dan Cup satu kecupan menepi tanpa hambatan pada kening Lintang, lalu cup di hidung dan bergerak turun ke arah bibir Lintang. Ubaydillah menatap Lintang dengan teduh dan penuh cinta, hingga bibir mereka saling bertaut manja.
"Aishh..Weiy, rezeky nomplok! pagi-pagi sudah di suguhi adegan delapan belas plus," ucap Devano tiba-tiba dengan menengadahkan wajahnya bermaksud memalingkan wajahnya, agar tak melihat adegan delapan belas plus Ubaydillah dan Lintang, ketika ia masuk ke dalam ruangan tersebut, Devano tak sengaja memergokin kelakuan halal suami istri yang tak sadar sikon itu.
Dengan santai Ubaydillah melepaskan pertautan bibirnya dari Lintang. Ia tahu itu suara siapa. Ubaydillah pun menoleh pada Devano. Sedangkan Lintang menyusupkan wajahnya di dada Ubaydillah karena malu.
"Haduh Dev! koq balik lagi?" tanya Ubaydillah.
"Loh, memang Dev belum pergi ke Mesjid. Ini hendak memanggil Elya Bang. Tapi malah enggak sengaja melihat ABG tua labil, lagi pacaran," ledek Devano sembari tertawa.
"Ah anta Dev! ya sudah sana," tukas Ubaydillah.
"Oke Bang! di lanjutkan deh Bang, Lin!" ucap Devano sebelum beranjak dari tempat itu.
Setelah Devano benar-benar pergi, Lintang baru berani menarik wajahnya dari dada Ubaydillah dan menengadahkan wajahnya ke arah Wajah Ubaydillah. Ia tersenyum malu dan ia hapus sisa-sisa lipstik nya yang menempel pada bibir Ubaydillah dengan jari lentiknya dengan lembut.
"Terimakasih sayang," ucap Ubaydillah dengan tersenyum bahagia.
"Sama-sama sayang! ya sudah, Lilin ke kamar dulu ya ambil tas," Pamit Lintang.
"Oke Yank, jangan lama ya! A'a Dav tunggu di luar, sembari menelepon A'a Ustadz," tukas Ubaydillah ketika Lintang akan beranjak ke kamar mereka.
"Baik, Yank," jawab Lintang. Setelah Lintang naik ke kamar untuk mengambil tas. Ubaydillah pun bergegas keluar dari Villa menuju sebuah bangku di taman. Ia segera menekan dial di telepon nya untuk menelpon Afnan.
Setelah sambungan telepon terhubung.
"Assalamu'alaikum A, A'a Bro masih di mana?" tanya Ubaydillah.
"Wa'alaikum salam. Di jalan Dek, masih membetulkan mobil Adrian, mungkin sebentar lagi," suara Afnan di seberang sana.
"Ya sudah, semoga secepatnya dapat di perbaiki," ucap Ubaydillah.
"Aamiin, Syukron Dek Sob," suara Afnan.
"Afwan A'a Bro! oh ya, kalau masih sempat datang lah ke Mesjid tempat di laksanakan nya Ijab qobul," ucap Ubaydillah.
"Baik Dek! nanti telepon lagi, Ana titip Twins," suara Afnan.
"Beres A, Twins sudah bergabung dengan Acha dan Nay ikut ke Mesjid dengan Abi dan Umi, ya sudah A, Ana hendak ke Mesjid," ujar Ubaydillah.
"Silahkan Dek." akhirnya telepon pun berakhir.
Di kamar Devano dan Elyavira. "Mooi, cepat sayang!" seru Devano.
"Sebentar sayang, sedikit lagi selesai," ucap Elyavira dari arah kamar mandi.
Devano pun menghampiri Elyavira ke kamar mandi. "ya ampun Mih, kenapa sih harus malam pengantin, tamu bulanan bertamunya," ucap Devano.
"Si Apih. Malam pengantin Adrian dan Angela Pih, Apa hubungannya dengan Elya yang kehadiran tamu bulanan." protes lembut Elyavira.
"Ya... berarti kita nggak bisa malam pengantinan dong, mengiringi Adrian," ucap Devano sembari menghampiri Elyavira.
"Apih, makin hari makin genit! perlu di vakum tuh isi kepala nya, biar cling! malam pengantinan hampir tiap malam juga, masih saja mau mengiringi malam pengantin Adrian dan Angela," ucap Elyavira menatap Devano dengan senyuman, terlihat binar cinta dari matanya.
Devano menghampiri Elyavira, lalu memeluk nya dari samping. Cup, satu kecupan pada kelopak mata Elyavira, dan dilanjutkan pada kelompok mata yang sebelahnya. "Enak saja, mau mem vakum isi kepala ku, memang kalau tiba-tiba genit nya Apih lenyap, Amih mau?" tanya Devano dengan nada menggoda Elyavira.
"Ya tidak mau juga," ucap polos Elyavira sembari menutupi wajahnya dengan telapak tangannya karena malu.
"Eh malu-malu," ucap Devano, lalu ia hendak mengambil kesempatan dari malu-malu nya Elyavira yaitu dengan menyingkap niqab Elyavira dan tentu saja fikiran Devano secepatnya menumpukan bibirnya dengan bibir Elyavira.
Kriiiing.. kriiing... tiba-tiba saja, ponsel Devano bergetar dan berbunyi.
Devano merasa ragu mendengar suara panggilan masuk, ia menarik wajahnya lalu memajukan nya kembali hendaknya mengecup Elyavira.
Namun suara ponsel Devano tak juga berhenti, hingga akhirnya Devano memutuskan merapikan kembali niqab Elyavira dan setelah rapi Devano pun mengambil ponselnya dari dalam saku celana nya dengan tersenyum salah tingkah pada Elyavira.
"Bang Dav!" gumam Devano.
"Assalamu'alaikum Bang," Devano.
"Wa'alaikum salam, ayok berangkat bersama-bersama," suara Ubaydillah.
"Baik, ayok Bang!" Devano.
"Ya sudah, Abang tunggu di luar,"
"Ya," ucap singkat Devano.
Devano dan Elyavira segera keluar dari kamar mereka dengan bergandengan tangan menuju ke depan Villa di mana Ubaydillah sudah menunggu
"Bang, naik mobil atau berjalan kaki?" tanya Devano pada Ubaydillah saat ia baru saja keluar dari dalam rumah.
"Berjalan kaki saja Dev, tidak jauh kan," jawab Ubaydillah.
"Wokkeh! Ayok Mooi," ucap Devano.
Ubaydillah dan Devano berjalan terlebih dahulu dan Lintang serta Elyavira berjalan di belakang mereka.
"Bang, sudah siap kan rencana kita?" tanya Devano
"Siap Dev, tadi Abang sudah tempel di depan kamar pengantin mereka," jawab Ubaydillah.
"Semoga, nanti pengantin nya tidak ada yang mengidap Jantung Bang," ucap Devano. "Semoga Dev," tukas Ubaydillah. "Ahahaha pasti lucu," tawa Devano dan di sambut dengan tawa Ubaydillah. Entahlah ada rahasia dan rencana apa antara Kakak dan Adik bertemu besar tersebut.
Elyavira dan Lintang pun terlibat obrolan seputar Anak-anak mereka, yang kini berjalan di belakang Ubaydillah dan Devano.
Di Mesjid.
Adrian dan yang lainnya sudah sampai dan berada di dalam mesjid. Angela baru saja masuk di apit oleh Umi dan Mommy Aaralyn.
Adrian yang baru saja melihat calon Isteri nya ia menatap Angela yang baru masuk ke dalam masjid tidak berkedip.
"Angela." gumam nya dengan tersenyum simpul.
Gaun akad Nikah yang sederhana tidak mengikis kecantikan Angela. Namun terlihat ada kesenduan dari wajah nya.
"Ryan," gumam Angela saat mereka bertemu pandang, sebelum mereka duduk di tempat masing-masing yang terpisah.
***
Bersambung...
Ada yang lupa like nih Seperti nya. Yang mau komen jangan malu-malu yah, oke? Yang blm rate, vote monggo silahkan. Untuk yang sudah melaksanakan semua nya. Terimakasih banyak 🙏🤗😍.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Cut anda husna
semangat thor,, masih lanjut baca
2022-02-26
0
Nina Maryanie
pengantin yang baru kalah ma ustad nke
2022-02-07
0
Anies
sweeet'nya penganten" usang... 😅
2021-09-08
0