Kini Afnan, Hasna, Abi Kyai serta Umi sudah berada di parkiran hendak pulang.
"Biyya, Imma.. bolehkah Dedek Sha, itut Abba dan Umma?" tanya Afsha sebelum naik ke dalam mobil.
Afnan dan Hasna saling pandang, lalu tersenyum, "Tentu boleh, dong sayang," jawab Hasna.
"Boleh koq, tapi peluk dulu yah," ucap Afnan.
"Tentu Biy," ucap Afsha.
Afsha pun memeluk Afnan dan Hasna serta bertabur kecupan, Afsha Lalu memeluk Afkha juga. " A'a Kha, itut ciyapa?" tanya Afsha.
"A'a ikut Biyya dan Imma caja," Jawab Afkha.
"Ya cudah! Dedek peygi. Attayaamua'yaikum," pamit Afsha setelah mengecup kedua tangan kanan orang tua nya, sembari mengucapkan salam lalu ia naik ke dalam mobil.
"Wa'alaikum salam," jawab mereka.
"Abi, Umi! maaf titip Dedek Sha," ucap Hasna.
"Iya sayang, A'a tidak ikut dengan Umma dan Abba?" tanya Umi.
"Tidak Umma, A'a ikut Biyya caja, talena ada hay peting yang inin di bicayakan," celoteh Afkha dengan polosnya. Namun membuat orang di sekitar tertawa lucu.
"Baiklah, kalau A'a Kha memiliki urusan dengan Biyya, silahkan di selesaikan dahulu! Abba, Umma serta Dedek Sha, pamit ya," ujar pak Kyai.
"Baik Abba, Umma," ucap Afkha serta memeluk Abi Kyai dan Umi, tak lupa mengecup kedua tangan kanan mereka.
"Terimakasih Abi, Umi," tukas Afnan.
"Sama-sama A," ujar keduanya.
Abi Kyai, Umi dan Afsha pun sudah keluar dari parkiran tempat itu.
"Mari naik, sayang," ajak Afnan pada Afkha . Namun Afkha hanya diam.
"Lho, ada apa sayang?" tanya Hasna.
"Mmm..Tidak! maaf Imma, boyeh Imma yang menemudi mobiy nya, A'a ingin dipangku oleh Biyya, karena A'a inin menagih janji," ucap Afkha.
"Astaghfirullah, hehe.. tentu! boleh Biy?" tanya Hasna.
"Boleh dong, ya sudah mari naik," ucap Afnan lalu mengangkat Afkha, menggendong nya dan membawa Afkha masuk ke dalam mobil serta mendudukkan di pangkuannya.
Hasna pun ikut naik kedalam mobil, ia duduk di belakang kemudi. "Baiklah, jadilah saat ini Mimma sebagai sopir kalian," ucap Hasna.
"Hehe, tidak apa-apa kan! sesekali," ucap Afnan.
"Mari membaca doa," ucap Hasna. Lalu mereka berdua pun menuntun Afkha untuk membaca doa bepergian dan naik kendaraan.
أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِِْ
("Aku berlindung kepada Allah dari syaithan yang terkutuk")
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
Bismillahi tawakkaltu 'alaallahi laa haula wa laa quwwata illa billah
"Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah." (HR: Abu Daud).
Kemudian dilanjutkan dengan membaca:
Doa untuk naik kendaraan darat..
سُبْحَانَ الَّذِىْ سَخَّرَلَنَا هَذَا وَمَاكُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ
Laten: Subhaanalladzii sakkhara lana hadza wama kunna lahu muqriniina wa-inna ilaa rabbina lamunqalibuun.
Artinya : "Maha suci Allah yang telah menundukkan untuk kami (kendaraan) ini. padahal sebelumnya kami tidak mampu untuk menguasainya, dan hanya kepada-Mu lah kami akan kembali (AZ-ZUKHRUF ayat 13 dan 14) atau (HR: Tirmidzi).
"Aamiin ... Jalan Mimma," pinta Afnan.
"Baik Biyya, Bos," kelakar Hasna sehingga membuat Afnan dan Afkha tertawa.
Hasna mulai melajukan mobilnya.
"Biy, Ayok dong bayay janji nya," pinta Afkha. Ia dalam pangkuan Afnan.
"Baiklah, tentang jangan berlebih-lebihan kan?" tanya Afnan.
"Iya Biy," sahut Afkha.
"Cepat jabarkan Biy, Jangan sampai salah satu dari empat anak ajaib ini merasa penasaran berlebihan," ujar Hasna.
"Mimma bisa saja! Baiklah Mimma sayang. Mmmm, Biyya harus mulai dari mana yah?!" gumam Afnan.
"Allah tidak cuka olang yang beyebih- yebihan, Biy, mulai dali citu," ucap Afkha mengingatkan Afnan.
"Ya.. baiklah, Bismillah....." ucap Afnan, sembari membetulkan posisi duduk Afkha agar nyaman dalam pangkuan nya, karena setiap Afnan bercerita pasti Afkha akan tidur nanti nya.
"Jadi di dalam Islam itu, berlebih-lebihan dalam segala sesuatu adalah tercela dan dilarang. Apalagi dalam masalah makanan dan minuman." ucap Afnan. Afkha mulai menyimak dengan antusias.
Hasna tetap fokus pada jalan di depan nya, dengan ikut mendengarkan Afnan memberi penjelasan dari pertanyaan Afkha.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَّكُلُوْا وَا شْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْا ۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ
Laten: Wa kuluu wasyrobuu wa laa tusrifuu, innahuu laa yuhibbul-musrifiin
Artinya: Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 31)
"Ada lagi: "Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin), dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." (QS: Al An`aam : 141)
"Nah itu A," ucap Afnan.
"Lalu apalagi Biy?" tanya Afkha.
Afnan dan Hasna saling memandang lalu tersenyum.
"Lalu, O ya..Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
"Tidaklah anak adam mengisi penuh suatu wadah yang lebih jelek dari perutnya, cukuplah bagi mereka itu beberapa suap makan yang yang dapat menegakkan punggungnya, maka seharusnya bagimu sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum,sepertiga untuk dirinya atau udara." (HR: Al-Baihaqi)
"Nah maksud nya dari Hadist ini menjelaskan bahwa cukuplah memakan bagi kita beberapa suap saja setidaknya sudah menutupi rasa lapar, karena sesungguhnya Allah menyukai umatnya yang selalu merasa cukup," ujar Afnan.
"Bahkan Umar Bin Khattab berpesan hati-hati kamu dengan kenyang berlebih-lebihan dalam makan dan minum. Sesungguhnya hal demikian bisa merusak diri, mewariskan penyakit dan membuat malas untuk mengerjakan shalat. Hendaklah kalian bersikap tengah-tengah, sederhana dalam makan dan minum, karena hal itu akan membuat sehat tubuh dan jauh dari berlebihan. Allah SWT sangat membenci pemimpin yang gemuk-kenyang. Sesungguhnya seseorang tidak akan binasa sampai dia mendahulukan ajakan syahwatnya dari pada ajakan agamanya." sambung Afnan.
"Kesimpulan nya, bahwa sebagai manusia yang beragama maka kita harus menaati segala apa yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dan menjauhi segala yang di benci oleh Allah maupun Rasulnya yakni Muhammad SAW. Terutama dalam perbuatan yang berlebih-lebihan atau melampaui batas seperti Memakan dan Meminum ataupun berpakaian. Cara yang tepat adalah beragama dengan mengikuti petunjuk Allah SWT dan Rassul-Nya.
"A... A'a... yah, doi bubu Mimma," ucap Afnan saat Afkha baru saja tertidur.
"Ya sudah, kalau sebelum bubu, A'a mendengar semua nya, berarti tenang saja By, A'a tidak akan bertanya kembali." Ucap Hasna.
"Nah, jika sebelum bubu, doi belum sempat mendengar semuanya, bagaimana dong Mimma?" tanya Afnan.
"Ya, siaran Ulang By," jawab Hasna santai. Akhirnya mereka tertawa bersama.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
mifta emji
up
2021-05-18
0
Umi Khamidah
usia 0 s/d 6 tahunmemang usia Emas, bagus untuk dimulai .engajarkan yang positif untuk dirinya dan untuk orang lain...mantap Thor. .
2021-04-20
0
aal lia
anak bayi dikasih dalil.heheh
2021-03-26
0