"Maafkan aku" suara perempuan yang akhir-akhir ini selalu terdengar dalam mimpi ku, dengan wajah yang tak pernah jelas terlihat.
Sudah 3 bulan aku keluar dari rumah sakit, dan aku masih tetap dirumah saja, terkadang aku berusaha mencoba mengingat semua yang terjadi pada ku tanpa sepengetahuan mama dan seperti biasa usaha ku belum berhasil juga. Bahkan puisi-puisi Ghandi sudah ku baca ratusan kali tetapi tetap tak berpengaruh apa pun.
"Kak, boleh masuk ?" Kayla yang sembari mengetuk pintu kamar ku.
"Masuk aja" Kayla datang dengan membawa sebuah buku kecil berwarna hitam yang di covernya tertulis namaku.
"Apa ini ? " tanyaku penasaran.
"Kakak baca sendiri saja" Kayla memberikan buku itu kepada ku.
Aku membuka buku itu, di halaman pertama tertulis sebuah narasi yang bertulis tentang bagaimana sulitnya aku menemukan teman.
***Hay selena, aku tahu kamu sangat sulit untuk berteman, sering dianggap aneh, dianggap berbeda hanya karena mereka tidak memahami dunia mu, tapi tidak apa apa.
Ghandi memberikan buku ini kepada mu agar kamu bisa menuliskan siapa saja yang menurut kamu bisa kamu ajak berteman. Kata Ghandi setidaknya kamu bisa merasakan banyak kasih sayang dari seorang teman karena Ghandi sekarang akan mencurahkan kasih sayangnya sebagai seorang pacar, dan kalau boleh jujur aku sangat senang ketika Ghandi berbicara seperti itu, meskipun bagiku hanya dia selain mama dan kayla yang bisa menjadi teman ku.
Jadi agar Ghandi juga senang, ayo kita mencari teman***.
Aku ini seperti apa ?, apakah aku seorang introvert ?, aku bingung dengan diriku, apakah diriku yang sebenarnya sangat tertutup, tapi jika dilihat dari tulisan ini, design kamar ini dan bahkan 3 bulan ini tidak ada satu pun teman ku yang menjenguk ku sepertinya aku memang tertutup.
Aku penasaran dengan buku ini, di halaman selanjutnya terdapat tulisan "DAFTAR TEMAN SELENA". Sepertinya aku memang orang yang aneh.
"Yuk makan" tiba - tiba mama datang membuka pintu kamar ku, aku dan Kayla bergegas menyembunyikan buku itu, karena mama pasti tidak mengizinkan aku untuk terlalu keras mengingat masa lalu ku.
"Kalian sedang apa ?" tanya mama penasaran.
"Kayla lagi ngomongin temannya di sekolah ma, katanya teman dia disekolah ada yang ganteng banget" Seketika Kayla melotot kearah ku, mukanya merah karena di jadikan bahan peralihan dan aku hanya bisa tersenyum melihat wajah merahnya.
"Kalau Kayla mah, mama udah biasa aja, kalau ada yang cakep dikit langsung lupa sama mama" tambah mama yang membuat wajah Kayla makin merah.
"Ihhhhh, apaan sih" kata Kayla dengan wajahnya yang masih merah tetapi terlihat lucu.
"Mama tunggu di bawah yah" Mama kemudian pergi menutup kamarku. Kayla masih menatap ku dengan mata melototnya, wajahnya seperti menyuruh ku meminta maaf.
"Ia, maafin kakak yah adek kakak sayang" Kata ku sambil mengelus kepala Kayla.
"Oke aku maafin, tapi ada syaratnya" Kata Kayla bersemangat.
"Kakak harus datang ke pertunjukan aku 2 minggu lagi" Kata Kayla dengan wajah lucunya. Kayla bercita-cita ingin jadi seorang pianis terkenal, Kayla bercerita kalau sejak kecil dia udah suka sekali dengan namanya piano gara-gara aku dulu pernah belikan dia kotak musik yang berbentuk piano.
"Baik lah, kamu buruan kebawah nanti kakak menyusul" Kayla pergi dari kamar ku. Aku melanjutkan membuka buku hitam itu. Dan ku liat di halaman selanjutnya, bisa aku katakan bahwa ini profil orang-orang yang aku anggap teman. Dan orang yang pertama yang aku baca bernama "DAMAR ANGGARA" nama laki-laki.
Sepertinya ini juga salah satu cara ku untuk mengetahui siapa aku sebenarnya dan siapa Ghandi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
piyo lika pelicia
cerita kamu bagus dek KK suka tapi perhatikan titik dan huruf kapital nya ya.☺️
jangan lupa mampir
2024-05-07
1
piyo lika pelicia
"Masuk aja."
2024-05-07
1
piyo lika pelicia
"Kak boleh masuk.?"
2024-05-07
1