Kini Zahira berjalan pulang menuju asrama setelah iya pulang dari kantinnya bi Ratna. Tiba tiba Zahira terdiam ketika ada sebuah taxi berhenti tepat di depan gerbang pesantren. Zahira menghentikan langkahnya dan menatap siapa yang turun dari taxi itu.
Dilihatnya ada lelaki paruh baya yang turun dari taxi. Sudah menggunakan sarung, baju koko serta sorban dan pecinya. Laki laki paruh baya itu masuk ke dalam pesantren setelah mendapat pemeriksaan sekuriti. Si bapak itu bernama pak Rohman (65 tahun).
" Siapa kakek itu ya???" Zahira bertanya tanya.
Pak rohman pun mendekati Zahira kebetulan tidak ada orang di sana. Pak Rohman sengaja tidak memberitahu akan kedatangannya hingga tidak ada yang menyambutnya.
" Asalamualaikum" kakek Rohman mengucap salam pada Zahira.
" Waalaikum salam" jawab Zahira sambil menatap kake itu.
" Kau santri putri di sini?" tanya kakek Rohman.
" Iya, aku Zahira santri putri di sini. Santri penomenal, mbah siapa?" tanya balik Zahira.
" Mbah Rohman"
" Mbah mau kemana?" tanya Zahira kembali.
" Mbah kesini mau ketemu sahabat mbah" jawab kakek Rohman.
" Pasti mbah Husen ya, temennya mbah" tebak Zahira hingga kakek Rohman tersenyum.
" Dari mana kau tau kalau kiyai Husen itu sahabatnya mbah?" tanya kakek Rohman.
" Tentu saja dari ubannya mbah. Karna uban mbah sama uban mbah Husen sama percis" ucap Zahira sambil cengengesan hingga kakek Rohman hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
" Kau mau mengantar mbah ke rumahnya kiyai Husen?, mbah sedikit lupa jalannya, sudah lama mbah tidak kemari" ucap kakek Rohman.
" Ayo mbah kuanter, tapi jangan lupa daun pandannya ya" Zahira cekikikan sendiri hingga kakek Rohman mengernyitkan keningnya.
" Daun pandan??"
" Hmmm"
" Kau mau bikin kolak?" tanya kakek Rohman tak mengerti. Zahira sudah cekikikan.
" Bukan bah, bukan daun pandan yang itu hi hi hi. Tidak usah difikirkan daun pandannya mbah, aku hanya bercanda" ucap Zahira. Zahira pun mengantarkan kakek Rohman ke rumahnya kiyai Husen. Setelah sampai di depan rumahnya kiyai Husen.
" Ini rumahnya mbah" tunjuk Zahira.
Kakek Rohman pun tersenyum.
" Terima kasih Zahira, sudah mau mengantarkan mbah. Jadi inget cucu mbah yang nyantri di sini, dia juga usianya hampir seumuranmu" ucap kakek Rohman.
" Mbah cucunya nyantri di sini juga?"
" Iya, tapi cucu mbah laki laki"
Zahira pun terdiam lalu tertawa tawa kecil.
" Jangan bilang kalau cucu mbah itu si Hasan namanya. Ha ha ha ha" Zahira tertawa tawa.
" Cucu mbah namanya Yusuf" ucap kakek Rohman. Seketika Zahira langsung menutup mulutnya, iya terkejut mendengar nama Yusuf.
" Ka Yusuf putranya ustad Azam?" tanya Zahira.
" Iya, Azam adalah putraku"
Deg
Deg
Deg.
Zahira hampir tak percaya kalau yang ada dihadapannya itu kakeknya Yusuf.
" Astaghfirullah, jadi kakek Rohman itu kakeknya ka Yusuf. Gawat, apa dia ke sini untuk menjemput ka Yusuf pergi ke Kairo ya????. Duuh jangan dong" batin Zahira.
" Kau kenal dengan Yusuf?" tanya kakek Rohman. Zahira pun mengangguk ngangguk.
"Ka Yusuf itu pujaan hatiku mbah" batin Zahira.
Tiba tiba pintu terbuka.
Ceklek.
Ustad Usman pun terkejut melihat kakek Rohman.
" Mbah Rohman"
Kakek Rohman pun tersenyum.
" Asalamualaikum Usman"
" Waalaikum salam mbah" jawab ustad Usman, lalu iya mencium tangannya kakek Rohman.
" Sehat mbah?"
" Alhamdulilah" jawab kakek Rohman.
Ustad Usman langsung menyipitkan matanya saat melihat Zahira.
" Eh selebor kau ada di sini?" tanya ustad Usman. Bukannya menjawab, Zahira malah mengerucutkan bibirnya.
" Zahira yang mengantarkan mbah ke sini" kakek Rohman memberitau.
" Mbah tidak dipalak daun pandan kan??" tanya ustad Usman hingga kakek Rohman teryawa kecil.
" Hampir saja" ucap kakek Rohman sambil tersenyum senyum.
" Aku kan hanya bercanda mbah"
" Ayo mbah masuk, aku sudah rindu sama mbah" ucap ustad Usman.
" Mbah juga rindu padamu man. Sudah lama sekali mbah tidak menggendongmu seperti saat kau masih berusia 8 tahun" ucap kakek Rohman hingga Zahira yang mendengarpun langsung tertawa.
" Ha ha ha, sekarang mah om ustad jangan di gendong mbah, tapi dibanting saja ke sungai" ucap Zahira sambil tertawa tawa. Kini ustad Usman sudah memicingkan matanya. Zahira yang melihat pun langsung bergidik ngeri.
" Aku pulang dulu, asalamualaikum" pamit Zahira sambil berlari pergi dari rumahnya kiyai Husen.
" Waalaikum salam"
Ditengah jalan iya bertemu dengan Erika.
" Ira, kau dari mana, aku mencarimu" ucap Erika.
" Aku habis mengantarkan calon kakek mertua" ucap Zahira hingga Erika mengernyitkan keningnya.
" Kakek mertua???"
" Hmmm"
Erika kembali menatap sahabatnya itu.
" Ira, yu kuantar kau untuk berendam air mendidih biar otakmu encer" ucap Erika hingga Zahira yang mendengar pun langsung menyipitkan matanya.
" Kau jangan macam macam ya Erika. Itu namanya kau mau merebus tubuhku, kau fikir aku mie instan" gerutu Zahira hingga Erika tertawa tawa. Zahira pun melanjutkan kembali langkahnya.
" Kau mau kemana Ira?"
" Aku mau ke rumahnya ka Aisyah"
" Ikuuut"
Kini Zahira dan Erika pun pergi ke rumahnya Aisyah.
Tok tok tok.
" Asalamualaikum"
Biasanya Zahira kalau datang ke rumah kakaknya selalu nyelonong masuk. Tapi kali ini dia bersama Erika, jadi menunggu di bukakan pintu.
Ceklek.
" Waalaikum salam"
Aisyah pun tersenyum.
" Eh ada kalian, ayo masuk" ajak Aisyah. Zahra dan Erika pun masuk. Dilihatnya Riziq sedang mengajak putra dan putrinya, Adam dan Hawa bercanda. Zahira pun duduk di sebelah Riziq sambil mengerucutkan bibirnya.
" Kenapa kau datang datang tersenyum seperti itu?" tanya Riziq.
" Aku bukan tersenyum, tapi cemberut"gerutu Zahira.
" Erika, duduk dulu" pinta Aisyah.
Erika pun tersenyum.
" Terima kasih ka"
Kini Erika sudah duduk disebelahnya Aisyah.
" Kau kenapa lagi Ira?" tanya Aisyah.
" Aku ketemu sama mbahnya ka Yusuf" jawab Zahira. Seketika Riziq dan Aisyah terkejut dan tak percaya.
" Astaghfirullah alazim"
" Ko bisa kau bertemu dengan kakeknya Yusuf, kan kakeknya Yusuf sudah lama meninggal" ucap Aisyah hingga Zahira mengernyit.
" Yang meninggal itu kakek Sulaiman ayahnya ustadzah Ulfi. Tapi aku bertemu dengan mbah Rohman, ayahnya ustad Azam" tutur Zahira.
" Oooohh"
Riziq dan Aisyah mengangguk ngangguk.
" Kalau kau bertemu dengan mbah Rohman, lalu kenapa kau cemberut seperti itu?" tanya Riziq.
" Mbah Rohman datang ke sini pasti mau menjemput ka Yusuf buat pergi ke Kairo" ucap Zahira sambil mengerucutkan bibirnya. Aisyah dan Riziq pun terdiam.
" Memangnya kenapa kalau mbah Rohman mau menjemput Yusuf?" tanya Riziq.
" Ya tentu saja nanti aku akan berpisah dengan ka Yusuf. Sudah bisa dibayangkan betapa sedihnya aku. Jangankan bertahun tahun, satu hari tidak bertemu ka Yusuf saja rinduku sudah naik ke ubun ubun" tutur Zahira.
" Lebaaaaay" ucap Aisyah.
" Erika, aku salut padamu" ucap Riziq hingga Erika terdiam tak mengerti.
" Maksud ustad Riziq?"
" Ya maksudku, aku salut padamu karna kau sampai saat ini masih baik baik saja menghadapi adiku yang luar biasa ini. Kalau aku jadi kau, sudah operdosis aku karna kebanyakan minum obat migren" tutur Riziq sedikit mengejek adik perempuannya itu. Erika langsung tertawa.
" Ha ha ha"
Zahira kembali mengerucutkan bibirnya.
" Kalau ka Aisyah berada diposisimu Erika, sudah pasti ka Aisyah 3S seperti yang dikatakan ka Usman. Setres, Setruk, Sekarat" tutur Aisyah sambil tertawa tawa.
" Ka Aisyah jahat"
" Maaf Ira, ka Aisyah hanya bercanda"
" Aku sudah kebal sama kelakuan ajaibnya Ira ka, jadi tidak merasakan 3S" ucap Erika sambil tertawa tawa hingga Zahira menggeram.
" Jaga bicaramu itu Erika. Kau belum pernah ya di telan hidup hidup oleh bidadari cantik sepertiku" ucap Zahira.
" Badanmu kebih kecil dariku, mana mungkin kau bisa menelanku"
" Sssstth, jangan berisik"
-
-
-
-
-
-
-
-
Cerita ini dibuat untuk menghibur semata. Jika ada ucapan atau perbuatan yang tidak menyenangkan, saya minta maaf. Tidak ada sedikit pun niat untuk menyinggung atau merendahkan apapun. Ambil positifnya saja.
Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
Nurul Azkiyah
nanti kisahx adam dan Hawa ya thor 😂😁😁
2022-02-25
2
endang soeswantini
🤣🤣🤣🤣🤣
2021-01-16
2
TITO QUEENZI🌻🌻
zahira bidadari somplak😂😂😂
2021-01-15
2