Zaman Modern.
Ellora hari ini beraktivitas seperti biasanya, dia menangani banyak pasien dan sedikit kelelahan karena tidurnya setiap malam tidak pernah bisa nyenyak karena mimpi itu.
Disaat ia akan pergi menemui kolega di Rumah sakitnya, tanpa sengaja ia melihat wanita teman kerja kantor Ethan. Wanita itu keluar dari ruangan Dokter Obgyn, Ellora kaget apakah wanita itu sedang hamil?
Wanita itu pergi sebelum Ellora sempat menyapanya, akhirnya ia melanjutkan kegiatannya kembali.
Disaat pulang seperti biasanya dia dijemput oleh Ethan, mereka berencana pergi melihat gaun pernikahan untuk foto prewed.
Semuanya lancar, Ethan mengantarnya pulang ke Apartemen, saat di perjalanan ia berbicara tentang wanita teman kerja Ethan.
"Kak, apakah kamu berteman dekat dengan wanita teman kerja kamu waktu itu?" tanya Ellora tanpa ada pikiran apa-apa.
Degh!!
"Tidak terlalu, ada apa memangnya?" jawab Ethan sedikit takut.
"Hm, gak apa-apa sih. Hanya saja tadi siang aku melihatnya keluar dari ruangan Dokter Obgyn, apakah dia sudah menikah dan sedang hamil?"
Cittttttttttttttt...
Ethan mendadak mengerem mobilnya, kepala Ellora sedikit terbentur. "Aww!" pekiknya.
"Kak! Ada apa denganmu ?!" tanya Ellora melihat ke arah Ethan sambil mengusap dahinya.
Tapi Ethan hanya terbengong dan terlihat tatapannya sedikit tidak terfokus, Ellora menepuk tangan lelaki itu karena Ethan tetap tak bicara.
Barulah Ethan tersadar kembali dan cepat-cepat melajukan mobilnya.
***
Zaman Kuno.
Kerajaan Prygia.
Di aula besar Istana. Seorang mata-mata yang dikirimkan ke Kerajaan Akadia sedang melaporkan kejadian yang membuat gempar seluruh Istana.
Mata-mata itu mengatakan jika ia melihat seorang pemuda yang mirip dengan Pangeran ketiga diseret terikat oleh prajurit. Dan ketika ia memeriksanya ke penjara, benar saja pemuda itu adalah Pangeran ketiga.
"Apa!!! Benarkah semua yang kamu katakan?!" tanya Raja Achilles dengan murka.
"Ya Paduka, semuanya benar. Saya sudah memastikannya sendiri," jawab mata-mata itu.
"Beraninya mereka!! Apa mereka sedang menabuh genderang perang?!" raung Sang Raja marah. "Segera kumpulkan semua petinggi!"
Para petinggi pun berdiskusi tentang keadaan Pangeran ketiga.
"Dari cerita sang mata-mata saya dapat menyimpulkan, sepertinya dari pihak mereka tidak tau bahwa yang mereka tangkap adalah Pangeran, Paduka Raja," ucap seorang Pejabat Diplomatik.
"Bagaimana jika saya pergi ke Kerajaan Akadia, dan berbicara secara baik-baik dengan mereka. Jika bisa, kita harus menghindari peperangan, karena rakyatlah yang akan dirugikan," lanjutnya lagi.
"Baiklah! Kamu pergilah dan bawa kembali Pangeran ketiga, setelah itu kita lihat bagaimana sikap mereka. Jika mereka memang bersalah, kita akan menyatakan perang dan membatalkan perjanjian pernikahan!" Titah Sang Raja.
"Baik Yang Mulia."
***
Kerajaan Akadia.
Seorang Diplomat dari Kerajaan Prygia sedang duduk berhadapan dengan Raja Rebellion dan beberapa petinggi Istana, mereka tidak mengetahui alasan kedatangannya.
Mereka berpikir apakah kedatangannya menyangkut sang Putri yang 'tertidur' atau Putri yang hilang, padahal mereka sudah meredam kabarnya agar tak sampai di Kerajaan Prygia.
"Katakan maksud kedatanganmu kesini?" tanya sopan Raja Rebellion.
"Saya mewakili Kerajaan Prygia Yang Mulia. Izinkan saya bertanya sesuatu," ucap Sang Diplomat.
Mereka semua saling melirik satu sama lain, sang Perdana Menteri Adolf cepat-cepat berkata sebelum sang Diplomat bertanya.
"Jika ini masalah sang Putri yang 'tertidur', kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kami sudah berusaha sebisa mungkin, tapi Putri memang tak bisa sadarkan diri," ucap Perdana Menteri Adolf.
"Apa???" ucap sang Diplomat kaget.
"Kenapa Anda kaget? Bukankah Anda ingin bertanya tentang sang Putri?" Perdana Menteri merasa heran.
"Bukan, Saya ingin bertanya tentang Pangeran Ketiga. Tapi saya malah kaget mendengar soal Putri, apa yang terjadi di padanya?!" tanyanya sambil melihat ke semua orang yang ada di sana.
Semua orang kembali saling melirik dan ternyata mereka telah salah menduga, tapi mereka juga heran kenapa sang Diplomat ingin bertanya tentang Pangeran Ketiga kepada mereka.
"Lalu apa alasan kedatanganmu yang sebenarnya?!" akhirnya Raja Rebellion bertanya lagi.
"Mohon maaf Yang Mulia, saya ingin bertanya kepada Jendral Gelsi. Apakah Beliau merasa telah menangkap seorang pemuda baru-baru ini?" kata Diplomat itu.
"Ya, tapi kenapa anda bertanya?" jawab Jendral Gelsi.
"Apakah Anda tau siapa yang Anda tangkap dan Anda penjarakan itu?" Lanjut sang diplomat.
"Memangnya siapa dia? Sampai Anda bisa mengetahui dia ada dipenjara," Jendral penasaran.
"Dia adalah Pangeran Ketiga, Pangeran Everald Joaquin, yang adalah calon Pengantin sang Putri."
"Apa!!!" seru semua yang ada di ruangan itu serempak terkejut.
"Ya, itu benar. Jadi bisakah sekarang Pangeran dibebaskan, saya akan membawanya kembali ke Istana. Adapun penyelesaian masalah ini, kita akan rundingkan kembali setelah dari pihak kami mendengar penjelasan dari Pangeran."
Setelah selesai mengatakan itu sang Diplomat pamit memberi salam pada sang Raja, kemudian dia pergi ke penjara bersama Jendral Gelsi.
Saat sudah sampai di sana alangkah terkejutnya dia melihat keadaan sang Pangeran. Pangeran seperti sudah menua beberapa tahun, wajahnya yang tirus dan matanya sayu serta cekung juga jenggot menutupi wajahnya tampannya.
"Pangeran Ketiga! Apa yang terjadi padamu?" serunya sambil mengangkat tubuh pangeran untuk duduk, tubuh Panageran sangat lemas.
Pangeran hanya terdiam seperti sebuah raga tanpa jiwa, pandangan matanya nanar dan tergurat kesedihan.
Sang Diplomat benar-benar terpukul melihatnya, karena selama ini Pangeran yang dia kenal adalah Pangeran yang berkepribadian periang dan juga gagah.
Sang Diplomat segera membawa Pangeran yang sudah seperti kehilangan jiwanya itu kembali ke Kerajaan Prygia.
***
Zaman Modern.
Ellora sedang ditraktir makan siang oleh kolega Rumah sakitnya, mereka makan di sebuah Restoran yang cukup sedikit pengunjung tapi terkenal akan makanannya. Mereka sudah memesan makanan dan juga minuman.
Ellora pamit ingin ke toilet, disaat wanita itu berjalan ke arah toilet ia terkejut ketika melihat Ethan sedang duduk bersama wanita teman kerja kantornya itu.
Wanita itu menunduk dan sepertinya sedang menangis, lalu Ethan menggenggam tangannya seperti sedang menenangkannya.
Tiba-tiba kepala Ellora terasa berputar, di kepalanya muncul potongan-potongan gambar tentang Ethan bersama wanita itu yang sedang bermesraan di jalan.
Lalu muncul juga ingatan tentang ia yang berada di Kerajaan, juga semua ingatannya tentang Raven, lelaki yang dicintainya. Seketika ia tak kuat menahan sesak di dadanya, kemudian terjatuh.
Semua pengunjung berteriak untuk segera menolong Ellora. Ethan yang sudah melihatnya langsung mengangkat tubuh wanita itu dan membawanya ke Rumah sakit.
Setelah sadarkan diri Ellora lalu mengingat apa yang terjadi padanya, ia langsung menangis histeris mengingat Raven dan menyesal karena sudah melupakannya. "Hiks, maafkan aku melupakanmu. Maafkan aku menghilang darimu. Raven! Sakit! Hatiku sangat sakit, aku merindukanmu."
Ethan baru saja membuka pintu kamar rawat karena mendengar suara teriakannya, ia juga mendengar perkataan Ellora. Siapa itu Raven?
"Sshh! Sayang. Ada apa? kenapa kamu begini?" tanyanya tanpa dosa, dia langsung memeluk Ellora.
"Pergi! Jangan menyentuhku dengan tangan mu! Aku Jijik padamu! Pergi!" Ellora dengan marah membentaknya, ia semakin emosi karena lelaki itu masih berpura-pura di depannya.
"Sayang, ada apa? Apa aku melakukan kesalahan?" Tanya Ethan masih tanpa dosa.
"Kesalahan! Kamu bertanya apa kamu melakukan kesalahan? Tuan Ethan yang terhormat, semua ingatanku sudah kembali. Dan aku tau siapa wanita yang sedang bersamamu tadi, dia adalah wanita yang sama yang bermesraan denganmu, saat aku menolongmu dari tertabrak mobil waktu itu!" bentak Ellora.
Akhirnya Ethan tak bisa berkata apa-apa lagi, ternyata ingatan Ellora benar-benar sudah kembali, sepertinya akan sulit meminta ampun padanya. Apalagi Shelly juga memang benar sedang hamil anaknya, wanita itu juga tidak mau menggugurkan kandungannya.
_________
Bersambung...
---Like dan Komen jangan lupa, Terima kasih 😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Nia Sulistyowati
ya cepet selesein masalah yg tertunda kamu di jaman moderen Ell biar bisa cepet ketemu lagi sama pangeran Raven
2024-05-31
0
Shinta Dewiana
setan lo ethan..
2024-02-05
0
🌸 Airyein 🌸
Memang bejat kau ethan. Semoga elu berdua ama shelly segera dapat azab yg pedih
2024-02-01
0