Setelah Berlayar selama tiga hari dua malam, akhirnya mereka berdua sampai di sebuah dermaga. Terlihat hiruk pikuk keramaian di dermaga tersebut, semua orang terlihat sangat sibuk dengan urusan mereka masing - masing.
Setelah turun dari kapal Raven membawa Ellora ke daerah pinggiran Kota yang jaraknya lumayan jauh dari Ibukota tersebut. Kota ini bernama Kota Odisha, merupakan salah satu Kota kecil yang berada di Kerajaan Prygia.
Raven membawa Ellora ke Kerajaannya, karena meskipun ia Pangeran dari Kerajaan tapi ia tidak pernah terlihat ataupun dikenali oleh rakyatnya. Jadi lelaki itu berpikir tempat yang aman bagi seorang Putri untuk menjadi dirinya sendiri adalah di Kerajaan - nya.
Juga tidak akan yang mengenali Putri Ellora disini, karena ini adalah sebuah Kota kecil. Di Kota Odisha ini masih begitu asri dengan keindahan hutan dengan sekelilingnya, juga di Kota ini belum banyak rumah sehingga tidak padat oleh penduduk.
Raven sebenarnya sudah pernah ke Kota Odisha ini beberapa kali sewaktu ia menyelinap dari Istana, disini ia merasakan suasana yang sangat nyaman dan indah. Keindahan hutan beserta danau di Kota ini tidak dapat terlukiskan oleh kata - kata. Kota ini seakan menyuruh orang - orang agar tinggal lama di tempat ini, karena itu lah Raven membawa Ellora ke Kota ini agar gadis itu bisa merasakan juga keindahan dan kenyamanan Kota ini.
Raven langsung mengurus sewa sebuah Rumah, di belakangnya terdapat sebuah danau. Di halaman rumah terdapat kebun penuh dengan bunga, rumah itu sangat indah dan nyaman untuk ditinggali.
Visual Rumah.
Bagian Depan Rumah
Bagian Belakang Rumah
Saat pertama kali melihat rumah ini Ellora langsung jatuh cinta, ia benar - benar merasakan sedikit nuansa rumahnya yang ada di zaman modern. Meskipun semua arsitektur dan gaya rumahnya kuno, tapi ini lebih baik daripada di dalam Istana ia sangat berterima kasih kepada Raven.
Ellora segera masuk dan melihat - melihat, ternyata semua perabotannya sudah lengkap di dalamnya. Juga terdapat 3 kamar, satu ruangan makan, satu ruang keluarga yang ada penghangat - nya serta dapur yang mungil.
Ellora memasuki sebuah kamar yang lebih kecil dari 2 kamar lainnya, ia langsung memutuskan kamar itu akan menjadi kamarnya.
Jendela kamar itu menghadap ke arah kebun bunga, pasti setiap pagi jika ia membuka jendela kamarnya pasti akan berbau wangi bunga. Ia sangat senang sekali dan tersenyum seperti seorang anak kecil yang mendapatkan hadiah di hari ulang tahun - nya.
Raven melihat sang Putri tersenyum ikut merasakan kebahagiaan, bibirnya ikut tersenyum. Ia berdiri menyender di pintu lalu mengetuk pintu yang terbuka, "Apa anda menyukai rumah ini Putri?" Raven masih bertanya meskipun itu sudah terlihat jelas.
"Suka banget! Aku suka sekali, makasih ya. Kamu memang teman perjalanan terbaik." Ucap Ellora senang.
"Ohya... aku kan sudah bilang ingin hidup menjadi orang biasa, rumahnya pun aku suka meskipun agak sedikit mewah. Tapi kenapa kamu masih berbicara formal dan memanggilku Putri, telingaku sakit mendengarnya." Ellora menggelengkan kepalanya tak suka dengan panggilan Raven.
"Aku ingin kita menjadi teman dan tidak bersikap dengan canggung, perlakukan aku seperti temanmu. Tapi karena kita akan tinggal disini bersama, aku tidak mau ada rumor." Ellora menjeda ucapannya.
"Menurutku jika di depan orang lain baru panggil aku Nona. Anggap saja aku adalah majikanmu, jadi ganti sapaannya, Ok." Lanjut Ellora. "Baiklah, karena kamu diam berarti kamu setuju dan mulai sekarang panggil aku dengan namaku saja, Ellora."
Raven hanya menganggukkan kepalanya, dia menyetujui semua permintaan sang Putri karena semua perkataannya memang benar. Dua orang yang bukan siapa - siapa dan tidak ada hubungan darah tapi tinggal bersama, itu akan menimbulkan rumor yang tidak baik. Dengan pengaturan seperti ini dia sangat setuju.
"Aku harus pergi, karena tidak ada makanan disini," Ujar Raven ia akan pergi ke toko makanan terdekat dan membeli semua kebutuhan.
"Aku ikut," Ellora teringat ia tidak mempunyai baju wanita, akhirnya ia juga ikut pergi dengan Raven.
Sepanjang perjalanan mereka berjalan kaki, mereka menikmati semua pemandangan indah yang sangat memanjakan mata yang melihatnya, dan menambah kebahagian bagi orang yang memandanginya.
Karena di perjalanan sangat sepi sekali, akhirnya Ellora berjalan santai sambil bernyanyi. Di zaman modern terkadang ia bekerja sambilan sebagai penyanyi di sebuah kafe.
🎶🎵🎶
" I'm here for a good time not a long time. "
Aku disini untuk bersenang-senang bukan untuk berlama-lama.
" I can't really see another squad tryna cross us . "
Aku tidak melihat ada kelompok lain yang berani melawan kita.
" I'm up right now and you suck right now. "
Aku "seseorang" saat ini dan kamu bukan siapa-siapa (saat ini).
" And with new friend. "
Dan dengan teman baru.
" Where you Movin? I said onto betters things. "
Kamu pindah kemana? Menurutku ke hal yang lebih baik.
" Know yourself, know your worth. "
Kenali dirimu, kenali kelebihan mu.
" Make the most out of today and worry about it all tomorrow. "
Lakukan semuanya hari ini,besok saja khawatir-nya.
"You only Live once."
Kamu hanya hidup sekali.
" Nobody really likes us except for us. "
Tidak ada yang benar - benar mencintai diri kita selain kita sendiri.
" Live for today, plan for tomorrow and party tonight. "
Hidup untuk hari ini, rencanakan hari esok dan berpesta malam ini.
" I can't see HEAVEN being much better than this. "
Aku tidak membayangkan SURGA akan lebih baik dari ini.
🎶🎵🎶
Ellora masih terus bernyanyi dan mengulangnya lagi, dia baru berhenti disaat sudah melihat jajaran toko pakaian juga toko makanan tidak jauh lagi di depannya. Saat Ellora berbalik ke arah Raven dan ingin berbicara, ia melihat tatapan Raven yang penuh arti dan melembut menatap padanya.
Raven tersenyum untuk pertama kalinya tanpa ada kepalsuan, ia sepertinya bisa menjadi dirinya sendiri saat ini bukan seseorang yang memalsukan semuanya.
Saat ini Ellora merasakan suatu keanehan pada diri Raven, lelaki itu sepertinya menyembunyikan sesuatu. Jika dipikirkan lagi tidak mudah dan terlalu aneh untuk mengikuti seseorang seperti dirinya yang bahkan baru dikenal lelaki itu, meskipun Ellora adalah seorang Putri itu sedikit mencurigakan.
Tapi Ellora tak ingin memikirkan lebih dalam, karena dirinya juga mempunyai rahasianya sendiri. Meskipun setiap saat ia selalu menjadi dirinya sendiri di dekat lelaki itu tanpa menyembunyikan apapun tapi tetap saja ia sekarang bukanlah dirinya yang sebenarnya. Jadi ia tidak ingin berpikiran buruk pada Raven, karena jika lelaki itu memang menyembunyikan sesuatu, itu pasti karena lelaki itu mempunyai alasannya sendiri dirinya. "Hei! Kamu kenapa berhenti berjalan dan malah tersenyum seperti orang bodoh? Apa kamu tiba-tiba menjadi gila?" candanya.
"Saya menyukai nyanyian Anda Putri, eh maksudnya Ellora. Saya baru kali ini mendengar suara paling merdu di sepanjang hidup saya." Jawab Raven masih tersenyum.
"Meskipun saya tidak pernah mendengar nyanyian ini dan juga tidak mengerti artinya. Tapi saya benar-benar sangat menyukainya." Lanjut lelaki itu, ia kemudian melanjutkan langkahnya kembali mendahului Ellora.
Dipuji seperti itu ia tentu saja sangat senang, senyuman Ellora mengembang, ia meloncat - loncat kegirangan berusaha menyusul Raven yang sudah berjalan jauh di depannya.
^Bersambung^
-Like, Komen, Gift, Vote ya 🤗
-Makasih 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Radi
lanjut 💪.
2024-01-20
0
Rieny Sartika
yakin umurnya 24 th?knp kaysk anak tk ya loncat2 mulu...
2023-03-08
0
Rena
wkwk
2021-05-29
0