Ellora dan Raven akhirnya resmi menjadi sepasang kekasih, mereka sedang menikmati setiap detik kebersamaan mereka. Mungkin sudah saatnya mereka saling terbuka dan menceritakan yang sebenarnya kepada pasangannya.
Ellora yang lebih dahulu berbicara. "Raven, maukah kamu mendengarkan semua kebenaran dariku? Kamu selalu bertanya kenapa aku kabur dari Istana, apakah kamu mau mendengarkannya? Tapi kamu kali ini harus percaya," katanya lembut di pelukan Raven.
"Baiklah, aku akan mendengarkan mu," Raven mengeratkan pelukannya.
Ellora sekali lagi menceritakan semuanya, bahkan cerita tentang kehidupannya di zaman modern. Ellora menceritakannya dengan benar - benar serius, agar kali ini Raven percaya pada semua ceritanya.
Saat mendengar cerita wanita dalam pelukannya, Raven mengerutkan keningnya tapi dia tetap diam mendengarkan cerita Ellora sampai selesai. Kali ini dia akan benar - benar menyambungkan semua teka-teki yang sudah dia susun di kepalanya selama ini tentang Ellora.
Ketika Ellora menyelesaikan semua ceritanya, akhirnya sekarang Raven sudah berhasil menyambungkan semua teka-teki nya dengan lengkap. Ia akhirnya percaya dan mengakui kenyataan bahwa wanita yang dicintainya ini adalah Roh yang memang berasal dari masa depan, dari zaman modern.
"Apa kali ini kamu percaya padaku?" tanya Ellora gugup.
Raven mengangguk, "Ya, aku sekarang percaya. Lalu menurutmu apa yang terjadi dengan tubuhmu di masa depan?" tanya Raven penasaran.
"Entahlah, aku juga tidak tau!" Ellora mengangkat bahunya.
"Ekhem, baiklah. Sekarang giliranku ingin mengatakan sesuatu padamu, karena kamu tadi sudah bilang apa alasanmu kabur dari Istana, sekarang giliranku mengatakan siapa aku sebenarnya," ujar lelaki itu gugup.
Ellora mengangguk.
"Kamu bilang alasanmu kabur karena mendengar dari para pelayanmu, bahwa kamu akan segera dinikahkan dengan Pangeran Everald dari Kerajaan Prygia," ucap Raven menjeda kata - katanya.
"Kamu ketakutan, lalu akhirnya karena acara pesta Putri Menteri itu menguatkan niatmu untuk keluar dari Istana kan. Sebenarnya alasanmu kabur dan ketakutan di Istana adalah gara-gara aku, wkwk..." Raven terkekeh ia tak kuasa menahan senyumnya jika mengingat kekonyolan alasan Ellora kabur. Ternyata Ellora kabur demi menghindar dari pernikahan dengannya, sedangkan sekarang wanita berkulit putih itu malah mencintainya yang adalah calon suami yang wanita itu hindari.
"Apa ada hal yang lebih lucu lagi di kehidupan kita saat ini? Haha..." gumamnya, ia tak bisa menahan tawanya lagi. Lelaki itu tertawa terbahak - bahak, karena tak sanggup lagi menahannya.
Ellora bengong melihat Raven tertawa karena ia tak mengerti.
Apakah Raven sebahagia itu karena sedang jatuh cinta, sampai menjadi gila tertawa seperti itu? Ellora geli dalam hatinya.
"Ayolah. Sudah cukup tertawanya, sebenarnya kamu kenapa?" akhirnya Ellora tak sanggup lagi melihat Raven yang tak berhenti tertawa.
"Hahaha... maaf. Aku yakin saat giliran mu mendengar ceritaku, kamu yang akan tertawa!" Kata Raven sambil mengusap air matanya karena tertawa keras.
Raven akhirnya mulai menceritakan semuanya, alasan kenapa dia menyamar dan juga mengikuti Ellora sampai sekarang.
Ellora malah hanya terdiam bukan tertawa saat mendengar semua keberannya, itu sangat berbeda dengan prediksi Raven. Wanita itu tiba-tiba menangis sejadi - jadinya.
Lelaki itu terkejut karena selama mereka bersama, Ellora tidak pernah menangis sekalipun.
Raven menjadi bingung dan cemas melihat wanita di pelukannya menangis, ia mengelus kepala Ellora dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Hiks... hiks... ! Jangan memelukku! Kamu jahat Raven, aku sudah ketakutan sampai kabur dari Istana," Ellora menangis semakin kencang, ia terus memukul - mukul pelan dada lelaki yang memeluknya.
"Sshh! Sayang, sudah... matamu nanti jadi bengkak, maafkan aku ya. Kamu boleh menghukumku semaumu tapi jangan menangis lagi. Aku mohon..." bujuk Raven.
Akhirnya tangisan Ellora berhenti, dia langsung memeluk Raven dengan manja. Raven tersenyum ia mengelus lembut rambut Ellora.
"Aku Mencintaimu. Kamu yang berada di tubuh ini dan juga kamu yang berada di masa depan. Jadi berjanjilah sayang, jangan pernah meninggalkanku," ucap Raven lembut, bibirnya menunduk mendekati bibir Ellora lalu menyatukan bibir mereka berdua.
"Aku juga mencintaimu, aku janji tidak akan pernah meninggalkanmu," balas Ellora.
Mereka saling berpelukan dengan erat, seperti tidak ingin terpisahkan dan berciuman mesra dengan penuh kasih. Hanya satu yang saat ini ada di dalam pikiran mereka, yaitu satu ketakutan yang sama. Mereka takut bahwa Roh Ellora akan kembali lagi ke zaman modern.
***
Hari demi hari mereka lalui dengan mencurahkan semua perasaan mereka dengan sepenuh hati.
Disaat Raven pulang bekerja, dia membawa hadiah untuk Ellora. "Sayang, aku membawa gelang ini untukmu. Apa kamu suka?" kata Raven seraya memakaikan gelang tersebut di pergelangan tangan Ellora.
"Sangat suka, gelang ini indah sekali Raven!" takjubnya.
"Lihatlah, warnanya sama seperti mata indah Zamrud-mu," Raven tersenyum senang.
"Ah ya. Kamu benar! Tapi mata asliku di zaman modern adalah grey brown!" katanya sambil sedikit manyun.
"Grey brown?" jawabnya.
" Coklat Abu-abu, "kata Ellora sedikit kesal.
"Ah, benarkah? Baiklah, kalau begitu besok aku akan meminta lagi yang berwarna coklat abu-abu. Kamu jangan marah, aku kan tidak tau."
"Baiklah, kali ini aku memaafkanmu," akhirnya Ellora tersenyum.
"Kamu tau dimana aku mendapatkan gelang ini? Dari Guruku. Beliau bilang, jika aku memberikan gelang ini dan diberikan kepada wanita yang aku cintai, maka jika cinta itu pergi dia pasti akan kembali lagi," Raven bercerita penuh semangat.
"Apakah kamu percaya perkataannya?" tanya Ellora.
"Bukan percaya, tapi dengan gelang ini aku merasa sudah mengikatmu seumur hidupku, dan berharap semoga ucapan dari Guru Chiron akan terjadi. Jika kita berpisah, aku harap kita bisa bertemu lagi," Raven tersenyum lalu mencium tangan Ellora yang memakai gelang.
"Jangan berkata seperti itu, kita akan selalu bersama. Kita tidak akan pernah berpisah. I love you, Raven."
Ellora melihat Raven mengerutkan keningnya tidak mengerti. "Maksudnya, I love you adalah aku mencintaimu," lanjutnya.
Raven menganguk mengerti.
"Oh iya Ellora, apakah kamu belum siap untuk kembali ke Istana? Pernikahan kita sebentar lagi." tanya Raven.
"Hm, haruskah kita kembali? Kamu tau kan aku tidak mengerti apa-apa tentang Istana, aku masih belum siap. Bisakah kamu memberiku sedikit waktu lagi?"
"Baiklah, aku akan menunggumu. Tapi jangan terlalu lama, di Istana Kerajaan-mu pasti sedang terjadi kekacauan besar!" kata Raven lagi dengan serius.
"Oke."
Malam ini mereka kembali menikmati suasana yang sangat romantis, Raven yang baru pertama kali jatuh cinta tentu saja merasa penasaran dengan semua hal tentang hubungan antar kekasih.
Ellora yang sudah berpengalaman mengajarinya dengan perlahan, dengan penuh kesabaran dan Raven sangat luar biasa bahagia.
Keesokan paginya, Ellora terus menempel manja ketika Raven akan pergi bekerja tidak seperti biasanya. Ketika lelaki itu pergi bekerja, dia seketika merasakan firasat yang tak enak.
Sedangkan Ellora seperti biasanya, dia menata dan mengurus kebun bunganya. Ketika dia sedang asyik menyiram, tiba-tiba datang seekor kelinci. Ellora merasa familiar dengan kelinci tersebut.
Kelinci itu berhenti meloncat di depan Ellora dan menatapnya, kemudian tiba-tiba kelinci tersebut menggigit tangan Ellora dan menarik gelang yang dipakai Ellora pemberian dari Raven.
Si kelinci itu kembali meloncat dan pergi ke arah hutan belakang, Ellora langsung berlari mengejar kelinci itu karena tidak ingin kehilangan gelangnya.
Karena fokus mengejar kelinci itu, Ellora tanpa sadar sudah berada masuk terlalu dalam ke hutan misterius itu, tapi akhirnya dia berhasil menemukan kelinci tersebut.
Ellora menghampiri kelinci itu, tapi tiba-tiba pupil mata kelinci itu menghitam seperti sebelumnya. Pupil kelinci itu berubah seperti pusaran lubang hitam yang sangat dalam, menghipnotisnya. Kemudian tiba-tiba tubuh Ellora terjatuh tak sadarkan diri.
***
ZAMAN MODERN.
Di sebuah kamar pasien di Rumah sakit, terbaring seorang wanita yang tak sadarkan diri koma akibat tertabrak sebuah mobil. Wanita itu adalah Ellora Stella Alley, ia sudah mengalami koma selama lebih dari 2 bulan.
Tiba - tiba bulu matanya bergerak dengan perlahan, seperti sayap kupu-kupu lembut. Kemudian dengan perlahan tapi pasti, wanita itu membuka kedua matanya dengan tatapan matanya yang kosong.
Bersambung...
---Like dan Komen, Terima kasih 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Radi
iihhh...kok balek ke zaman moderen lagi. kasian kali naseb mereka terpisah . di dunia moderen hidup sendiri pulak .
2024-01-21
0
Ayu Mokoginta
thor ...jahat banget sih, kok tega misahi pasangan kekasih
2022-05-08
0
Cahaya Hati
ceritanya bgus tpi penyusunan kata2ny kurng bgus,,,
2021-09-24
0