Ellora sangat bahagia karena bisa menghirup udara bebas, ia berteriak kencang seraya berlari - lari disepanjang rumput hijau terbentang.
Ia lalu menjatuhkan tubuh kecilnya di rumput dan berbaring disana, mata indahnya memandang langit malam yang bertebaran bintang.
Raven masih terbengong melihat kelakuan sang Putri, "Apa kelakuannya selama ini memang seperti ini?" gumamnya.
Ia malah melihat putri yang sekarang seperti gadis lugu layaknya seorang anak kecil. Ia mendekati sang Putri, lalu duduk di atas rumput. Karena rasa penasarannya, ia membuka mulutnya, "Tuan Putri, Anda belum menjawab pertanyaan saya. Kenapa Tuan Putri keluar dari Istana? Apakah anda sering melakukannya selama ini?" Tanyanya.
Ellora tidak menjawabnya, ia hanya menatap langit malam kemudian tersenyum. Senyuman yang membuat jantung lelaki di dekatnya tiba - tiba berdetak kencang, tak lama akhirnya Ellora bicara.
"Nama mu Raven, apakah kamu beneran Dokter disini? Itu sangat menarik, aku juga seorang calon Dokter di atas sana..." Ucap Ellora seraya telunjuknya menunjuk ke salah satu bintang di langit yang paling terang.
"Aku akan menceritakan sebuah kisah pada mu, anggap lah ini sebuah dongeng. Kamu mau dengar?" Ia memalingkan pandangannya pada Raven.
Raven melihat tatapan mata wanita itu yang lembut, saat ini sang Putri sama sekali tidak terlihat seperti seorang gadis kejam yang santer terdengar. Ia melihat mata sang Putri yang sangat jernih, seperti seseorang yang di dalam hidupnya tak pernah menyakiti orang lain. "Bercerita lah, saya akan mendengarkan."
Ellora mulai bercerita. "Nan jauh di sana, di sebuah Negeri ada seorang wanita berusia 24 tahun. Kehidupan nya sedari kecil selalu bahagia, orang tuanya sangat menyayanginya, sehingga membuat gadis kecil itu selalu diberkahi kebahagian. Dia menjadi gadis kecil yang ceria, kemudian beranjak lah dia remaja." Ucapnya terjeda.
"Orang lain bilang bahwa dia adalah gadis cantik yang sangat sempurna, maksudnya kata mereka dia tidak hanya cantik luarnya saja, tapi hatinya juga. Tetapi ayah gadis itu tiba - tiba sakit keras, Dokter bilang waktunya tidak akan lama lagi. Sang Ayah mengidap kangker hati stadium akhir." Lanjutnya.
"Sebulan kemudian sang Ayah meninggal, membuat gadis remaja itu berjanji untuk menjadi seorang Dokter dan akan mengobati semua orang. Tak lama setelah kematian sang Ayah, sang ibu juga meninggal menyusul, Ibunya menjadi sakit-sakitan setelah ditinggalkan oleh suaminya."
"Jadilah gadis itu anak yatim piatu, saat masuk kuliah dia akhirnya mengambil jurusan Kedokteran. Dia juga menjadi seorang yang pekerja keras, dengan bekerja paruh waktu untuk membiayai kuliahnya. Akhirnya dia juga mempunyai seorang kekasih, yang bahkan di matanya laki - laki itu adalah sosok pria sempurna, yang bisa membuatnya seperti merasakan kembali kasih sayang seorang ayah yang sudah lama menghilang."
"Sang gadis sangat mencintai lelaki itu, bahkan sanggup memberikan nyawanya pada sang kekasih. Mungkin juga karena dia adalah seorang yatim piatu, jadi dia sudah tidak mau sendirian dan kesepian lagi seorang diri di dunia. Gadis itu pun memberikan semua perasaan di hatinya untuk laki-laki itu, semuanya tanpa sisa!" Ellora menarik nafas pelan, ia lalu mulai melanjutkan.
"Mereka berhubungan dengan baik layaknya pasangan kekasih yang wajar yang tidak melewati batasan, karena menurut gadis remaja itu mereka akan melakukan semuanya saat mereka menikah. Meskipun laki - laki itu pernah meminta untuk 'tidur' bersama, tapi gadis remaja itu selalu menolak membuat laki- laki itu sepertinya marah padanya."
"Berubahlah gadis remaja itu menjadi wanita muda yang berhasil dalam kuliahnya, juga berhasil lulus dengan nilai yang memuaskan. Dulu dia sempat berjanji pada dirinya sendiri, jika dia sudah wisuda dia akan mengabulkan keinginan kekasihnya itu."
"Jadi karena wanita muda ini merasa dia sudah berhasil, dia pun segera menemui kekasihnya untuk memberikan tubuhnya. Wanita itu, hanya tidak ingin kehilangan laki - laki yang dicintainya." Ellora masih bercerita, masih dengan pandangannya menatap ke atas langit malam.
"Apa kau tau apa yang selanjutnya terjadi? Saat dia ingin menemui laki-laki itu, tak sengaja dia melihat laki-laki itu sedang bersama wanita lain. Kekasihnya dan wanita lain itu saling berpelukan, bahkan berciuman mesra meskipun itu di tempat umum. Hati sang wanita muda sangat hancur saat itu, seakan langit runtuh dan menimpa dirinya."
"Ya, seakan seluruh dunianya yang terang seketika padam. Matanya yang berlinang air mata tak sengaja melihat sebuah mobil yang mengebut menuju arah kekasihnya dan wanita barunya. Dia pun tanpa sadar berlari ke arah tempat laki-laki itu berdiri, lalu mendorong kekasihnya, tapi akhirnya malah gadis itu yang tertabrak mobil." Ellora tersenyum pahit.
"Sebelum kesadaran terakhirnya hilang, wanita muda itu melihat sosok kekasihnya masih dengan memeluk wanita lain, menatapnya tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Laki - laki itu sepertinya syok melihat wanita muda itu, terbaring dengan penuh darah karena sudah menolongnya."
"Apakah kamu tau apa yang dilakukan wanita itu diambang kematiannya? Waita itu hanya tersenyum, masih dengan cinta di matanya pada laki-laki yang sudah mengkhianatinya itu, dan akhirnya dia pun kehilangan kesadarannya. Nah! Disinilah kisah itu menjadi menarik..." Ellora tersenyum berbalik ke arah Raven.
"Ketika wanita muda itu terbangun lagi dan membuka kedua matanya, tiba-tiba semua di sekelilingnya menjadi asing, sangatttt asing.... Dan karena wanita muda itu tidak tahan lagi, dia pun akhirnya kabur dari situasinya saat itu, karena dia merasa dilema melanjutkan situasi yang sebenarnya bukan kehidupan aslinya."
"Sekarang menurutmu, setelah wanita muda itu kabur akan bagaimanakah nanti hidupnya? Apakah dia bisa berkelana dan hidup bebas, atau ditemukan dan hidup kembali dalam dilema nya dan kehidupan palsunya? Atau bisakah wanita itu kembali pada kehidupan aslinya di atas bintang sana?" Ellora mengakhiri cerita panjangnya, ia masih memandang ke arah laki-laki di sampingnya.
Laki-laki itu ternyata sudah terlelap tidur, Ellora hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
Raven tidak tertidur, ia mendengarkan cerita Ellora dari awal hingga akhir. Tapi karena banyak hal yang tidak ia mengerti apalagi kata - kata yang asing di telinganya, ia akhirnya memutuskan untuk berpura-pura tidur.
Tapi sebenarnya ia mengerti sebagian akan cerita sang Putri, ia malah semakin merasa penasaran kepada sang Putri yang sekarang bersamanya.
Calon istrinya itu benar-benar sangat berbeda dari rumor yang dikabarkan, bahkan sang Putri seperti orang dari dunia lain. Seraya memikirkan sang Putri matanya terpejam.
Begitu pula sang Putri, ia juga tertidur di sana. Di atas bentangan rumput yang hangat, karena memang sepertinya sedang musim panas di zaman kuno ini.
Esok paginya Ellora lebih dulu terbangun, karena ia memang sudah terbiasa di zaman modern karena ia harus berangkat pagi untuk bekerja.
Ellora melirik ke arah laki-laki di sampingnya yang sedang tidur sekitar 1 meter jauhnya darinya. Belum terlihat tanda dari lelaki itu akan bangun.
Ellora segera beranjak dari tempatnya, ia pergi ke arah sungai untuk menyegarkan tubuhnya dengan mandi di sana. Tatapan matanya berkeliling, setelah merasa tidak ada orang ia segera membuka baju luarnya, tapi masih mengenakan baju dalamnya yang sangat tipis kemudian ia masuk ke dalam air sungai.
***
Raven akhirnya terbangun ia membuka kedua matanya. Matanya melirik ke arah tempat sang Putri tidur, tapi ia tak menemukan keberadaan sang Putri.
Dia meloncat berdiri segera mengedarkan pandangannya, tapi ia tetap tak menemukannya. Seketika ia panik dan segera mencari ke bagian daerah sungai.
Ketika akhirnya ia menemukan keberadaan sang Putri, gadis itu sedang mengenakan bajunya. Ia terpana akan tubuh sang Putri yang begitu mulus sempurna, sampai ia tak sadar dan hanya terdiam bengong.
Ellora baru saja selesai mandi dan sedang memakai pakaiannya saat sudut matanya melihat Raven, lelaki itu sedang menatapnya dan mengintipnya.
"Fu*k U! Dasar pria mesum! Dasar brengsek! idiot!" Ellora berteriak marah, wanita itu memaki Raven dengan bahasa gaul dari zaman nya.
Raven malah semakin terpana mendengar bahasa yang tidak ia mengerti, membuatnya semakin lupa untuk memalingkan wajahnya.
Ellora sudah tidak tahan lagi, ia segera melemparkan batu kecil di pinggir sungai dan melemparnya ke arahnya. "Brengsek! Pergi! Atau aku patahkan tanganmu! Sialan!"
Akhirnya Raven tersadar, seketika ia kabur berlari terbirit - birit seperti sedang dikejar hantu.
Lelaki itu sadar sudah menjauh, ia segera menenangkan jantungnya yang berdetak kencang setelah berlari. Ia baru pertama kali ini melihat wanita setengah polos seperti itu, saat membayangkan tubuh sang Putri seketika jantungnya semakin berdetak kencang.
Raven segera mengenyahkan pikirannya, ia segera menormalkan kembali nafasnya. "Bahasa apa yang tadi di ucapkan oleh gadis itu? Kenapa seakan Putri sedang memakiku?" Raven pun mengacak rambutnya asal, dia sangat kesal karena tidak mengerti dengan bahasa dan sikap sang Putri.
---Like Komen Gift Vote, Makasih♡
Terima kasih 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Pandagabut🐼
itu artinya kamu tampan, pangeran.../Grin//Grin//Grin/
2024-11-19
0
🌸 Airyein 🌸
Ya emang sedang memaki elu ferguso. Dikira lagi apa emang? 😭😭
2024-02-01
4
🌸 Airyein 🌸
Di maki malah terpana. Gimana ini misinya wahai pangeran yg budiman 😩😩
2024-02-01
0