Bab.12 Pengagum

Ellora berbalik saat sang ketua menanyakan namanya, "Ellora, namaku Ellora..." ujarnya, kemudian dia berbalik berjalan menghampiri Loisa.

Di belakanganya lelaki itu memanggil namanya lirih, "Ellora..." kemudian pingsan.

Ellora segera menarik tubuh Eloisa yang masih gemetaran karena syok dengan kejadian tersebut, la menepuk lembut punggung gadis itu terus berkata semua baik-baik saja.

Eloisa seketika langsung menangis sambil memeluk Ellora erat. Ellora hanya menghiburnya tanpa berkata apapun lagi, sedangkan para pengawal dan pelayan wanitanya berterima kasih kepada Ellora.

Mereka semua pulang, Ellora menyuruh pelayan Eloisa untuk segera mengurus majikannya itu.

Ellora segera pergi ke dapur dengan cepat membuat makanan dan minuman hangat untuk mereka, ia juga menyiapkan obat penenang simpanannya untuk diberikannya kepada Loisa. Ellora tau bahwa gadis itu masih tertekan karena terguncang dengan yang gadis itu alami hari ini.

Ellora telaten mengurusi Eloisa, sesekali menghiburnya lalu memintanya meminum obat. Anehnya gadis itu menurut pada perkataannya, selang tak berapa lama Eloisa berangsur menjadi tenang lalu tertidur.

Raven baru saja pulang, ia terkejut melihat wajah terluka para pengawal di depan rumah. Dengan berlari ia masuk ke dalam rumah karena khawatir dengan Ellora.

Ellora baru keluar dari kamar Eloisa, saat mereka bertemu seketika mereka bertatapan dengan kaget.

Raven semakin terkejut melihat wajah Ellora yang terluka, "Apa yang terjadi? Kenapa dengan wajahmu? Siapa yang berani melukaimu! Aku akan segera membunuhnya." Geram Raven marah.

"Hei! Tenanglah. Aku baik-baik saja, lihatlah!" Ellora memperlihatkan tubuhnya yang baik - baik saja.

Raven yang sudah gelap mata tak ingin mendengar perkataan Ellora, ia langsung melangkahkan kakinya kembali ke pintu masuk untuk bertanya kepada para Pengawal.

"Katakan apa yang terjadi!" Teriak Raven.

"Begini Tuan, tadi saat Nona Eloisa dalam perjalanan pulang, kami diserang para perampok. Kami bertiga bahkan dikalahkan oleh mereka." Jawab salah satu pengawal.

"Kemudian datang Nona Ellora, dia menolong kami dan bertarung dengan mereka bahkan berhasil mengalahkan mereka semua." Pengawal itu tersenyum mengagumi.

"Ya Tuan, bahkan Nona Ellora menghajar dan mengalahkan ketua perampoknya. Dia bertarung dengan sangat hebat, hingga membuat Ketua dari mereka seketika pingsan." Timpal pengawal lainnya juga dengan memujinya.

Raven tidak terlalu terkejut, karena ia juga sudah melihat kehebatan bertarung Ellora dengan matanya sendiri. Ia kembali masuk ke dalam setelah mendengar cerita mereka, tatapan matanya tertuju pada Ellora yang sedang duduk.

Ellora sedang membersihkan wajahnya yang terluka dengan sedikit alkohol, alkohol itu ia tumpahkan ke atas kapas. Ia mulai membersihkan lukanya, tapi saat ia akan membuka salep untuk lukanya Raven merebutnya.

"Biarkan aku saja." Katanya sambil mulai mengolesinya.

"Aww!" Pekik Ellora sedikit perih.

"Ah! Kamu ternyata tau sakit! Jadi kalau kamu bisa merasakan sakit, kenapa harus bertarung dengan mereka? Hah!" Ketus Raven yang sepertinya memang sengaja mengolesi salep dengan menekan keras.

Ellora melongo mendengar perkataan kasar dari Raven, apalagi lelaki itu juga membentaknya. Ellora hanya merasa takjub karena biasanya Raven selalu menurut dan lemah lembut padanya.

"Hahaha..." Ellora menertawakan lelaki itu sambil meringis kesakitan karena bibirnya sobek terluka.

"Kenapa malah tertawa? Sakit kan? Rasakan! Siapa suruh menertawakan ku, sudah sekarang diam..." Raven sedikit melembutkan kata-katanya.

Raven telah selesai mengolesinya, ia segera pergi ke dapur untuk mencari sesuatu agar bisa mengompres pipi Ellora yang lebam. Setelah selesai mengobati wajah wanita itu, ia berbicara serius kepada Ellora.

"Ellora, Dengar! Aku tau kamu sangat ahli dalam bertarung. Tapi lihatlah, kamu juga akhirnya terluka seperti hari ini. Mungkin hari ini hanya luka yang tidak serius, tapi siapa yang tau ke depannya. Jadi bisakah kamu jangan bertarung lagi ke depannya? Aku hanya mencemaskan mu." Ucap Raven dengan suara lembut.

Degh!

Seketika jantung Ellora berdetak kencang, ia menatap balik mata lelaki yang sedang menatapnya itu.

"Hm, aku tidak bisa berjanji. Tapi aku akan berusaha menjauhi apapun yang akan mengakibatkan pertarungan. Jadi kamu jangan khawatir lagi." Balas Ellora dengan sama lembutnya tanpa sadar.

Mereka bertatapan lumayan lama, sampai terdengar suara pelayan wanita Eloisa dari dalam kamar gadis itu.

Ellora mengalihkan pandangannya lebih dulu, dia langsung berjalan ke kamar Eloisa dengan Raven menyusul di belakang.

"Nona, Anda sudah bangun?" tanya pelayan itu.

"Ya." Eloisa menjawabnya.

"Apakah sekarang Nona sudah baik-baik saja?" Tanya pelayan itu lagi.

"Aku baik, tapi dimana Kak Ellora?" Tanyanya.

"Aku disini, bagaimana? Sekarang kamu merasa lebih baik?" Tanya Ellora seraya mendekatinya.

Tiba-tiba Eloisa memeluk tubuh Ellora dan mengangguk seperti anak kecil, Raven tertegun melihatnya. Sama hal nya dengan Ellora, dia pun terkejut dengan kelakuan Eloisa.

"Oh! Memang benar yang dikatakan orang-orang itu, kamu memang seorang Dewi. Mulai saat ini kamu adalah Goddess-ku." Ucap Eloisa sambil tersenyum.

Raven semakin bingung mendengar perkataan Eloisa, apa maksudnya Dewi? Goddess?

Ellora akhirnya paham kenapa Eloisa bisa berada di pemukiman kumuh itu, dia pun tersenyum dan mengelus punggung gadis itu penuh dengan kasih sayang.

Akhirnya mereka berdua menjadi kakak-adik yang tidak resmi, kekaguman di mata Eloisa kepada Ellora tidak bisa disembunyikan.

Kemanapun Ellora pergi dia pasti menempelinya, dan Ellora tidak merasa keberatan sama sekali. Karena dia merasa senang juga bisa mendapatkan seorang adik, sebab di zaman modern dia adalah seorang anak tunggal, ia tak bisa bermain dengan saudaranya seperti orang lain.

"Oh ya kak, bolehkah aku memanggilmu Goddess?" Pinta Eloisa.

"Kenapa? Aku adalah seorang manusia biasa. Bukan seorang Dewi?" Balas Ellora seraya menggeleng.

"Iya, tapi aku sangat bangga jika memanggilmu dengan nama itu. Ayolah!" Katanya manja dan tak mau berhenti.

"Baiklah, terserah." Akhirnya Ellora kalah.

Eloisa merasa senang, akhirnya sudah waktunya Ellora kembali membawa makanan ke pemukiman dan tentu saja gadis itu ingin ikut.

"Aku ikut! Ikut! Ikut!" Katanya tegas.

"Tapi bagaimana jika kamu ketakutan di sana?" Kata Ellora berusaha membujuknya.

"Tidak akan, aku percaya padamu. Kamu pasti akan menjaga dan melindungi ku." Eloisa tetap dengan kemauannya.

"Ya sudah, ayo." Ellora pasrah.

Seperti biasa Ellora membeli dulu makanan, kemudian segera pergi ke tempat pemukiman itu. Tetapi saat mereka sampai, mereka sangat terkejut karena para perampok yang kemarin menyerang mereka, ternyata sedang berada di sana dan juga terlihat sedang membagikan makanan.

"Nona, Anda sudah datang." Kata salah satu perampok itu ketika melihat Ellora.

Zette pun langsung mengangkat wajahnya dan menatap dalam kepada Ellora, dia segera berjalan menghampiri wanita itu. Eloisa yang kembali ketakutan bersembunyi di belakang tubuh Ellora, sedangkan Ellora berdiri diam seraya menatap tajam ke arah ketua perampok.

Tiba - tiba Zette mengambil tangan kanan Ellora, lalu menunduk mencium punggung tangannya. Barulah Ellora terkejut dan segera menarik kembali tangannya yang sedang digenggam.

"Apa yang sedang kau lakukan?!" Bentak Ellora marah, karena di zaman modern tindakan seperti itu yang tidak meminta ijin terlebih dahulu adalah pelecehan.

Tentu saja sekarang Zette yang terkejut, karena maksud hatinya ingin menghormati Ellora. Karena mencium punggung tangan seorang wanita adalah suatu kehormatan, seperti menganggap sang wanita tersebut seorang Lady atau dari kalangan Bangsawan.

"S-saya hanya ingin menghormati Anda. Karena saya menganggap Anda sudah seperti seorang wanita Bangsawan, begitulah caranya jika menghormati." Jawabnya gugup.

"Apa?" Jawab Ellora heran.

"Ya, saya tidak berniat jelek pada anda Nona. Saya hanya mengagumimu, bahkan mulai hari ini anak buah saya adalah anak buah Anda juga. Jadi mulai sekarang, jangan segan-segan kepada mereka." Kata Zette sambil tersenyum.

"Ah! Kita juga belum berkenalan. Nama saya Riogazette, panggil saja saya Zette. Saya sudah tau nama Anda, Nona Ellora kan?" Ucapnya lagi.

Ellora masih belum mengerti dengan keadaan yang terjadi sekarang ini, jadi dia masih terdiam sedang mencerna semua perkataan dari sang Ketua perampok.

Jangan Lupa ya.....

---Like dan Komen,,Terima Kasih 🙏😘

Terpopuler

Comments

gaby

gaby

Keren ceritanya thor, inilah yg namanya mengubah Lawan menjadi Kawan

2024-05-08

1

azka aldric Pratama

azka aldric Pratama

apa kabar keluarga Ellora 🤔🤔🤔ap GK ad yg nyari

2022-07-09

1

azka aldric Pratama

azka aldric Pratama

alkohol dan kapas drn Thor🤭🤭🤭

2022-07-09

1

lihat semua
Episodes
1 Bab.1 Menembus Ruang dan Waktu
2 Bab.2 Perjanjian Pernikahan
3 Bab.3 Kabur Dari Istana
4 Bab.4 Dongeng Kehidupannya.
5 Bab.5 Keahlian Bela Diri
6 Bab.6 Berlayar Pergi Berpetualang
7 Bab.7 KERAJAAN PRYGIA
8 Bab.8 Dewi ( Goddess )
9 Bab.9 Hutan Misterius
10 Bab.10 Belum Membuka Hati.
11 Bab.11 Perampok Yang Tampan.
12 Bab.12 Pengagum
13 Bab.13 Ketajaman Insting.
14 Bab.14 Aku Mencintaimu
15 Bab.15 Kembali Ke Zaman Modern
16 Bab.16 Amnesia ( Melupakannya )
17 Bab.17 Mimpi
18 Bab.18 Ingatan Yang Kembali
19 Bab 19. Berdamai Dengan Masa Lalu
20 Bab.20 Pernikahan.
21 Bab. 21 Pengantin Baru.
22 Bab.22 Tuan Rabbit
23 Bab. 23 Kembali Ke Kerajaan Prygia
24 Bab.24 Obsesi Putra Mahkota
25 Bab.25 Ilmu Sihir Hitam
26 Bab.26 Kastil Perdamaian ( Penyihir Putih )
27 Bab. 27 Gambaran Zaman Modern
28 Bab.28 Menjadi Ksatria Wanita
29 Bab.29 Penyerangan
30 Bab.30 Terluka
31 Bab. 31 Tiga Lelaki Budak Cinta ( BUCIN )
32 Bab. 32 Kutukan Kematian ( Boneka Voodoo )
33 Bab.33 Kembali Seperti Malam Pengantin.
34 Bab. 34 Baby Twins.
35 Bab.35 WAR 1 ( Perebutan Tahta )
36 Bab. 36 WAR 2 ( Perebutan Tahta )
37 Bab.37 Akhir Peperangan ( Perebutan Tahta )
38 Bab.38 Baby Kembar Ajaib
39 Bab.39 Portal Terbuka Kembali
40 Bab.40 Pergi Ke Zaman Modern
41 Bab.41 Bertemu Kembali Pasangan Jiwa
42 Bab.42 Kebingungan.
43 Bab.43 Kerinduan Yang Tersalurkan
44 Bab.44 Benda Modern Yang Membuat 'Gila'
45 Bab.45 Tertabrak Mobil
46 Bab.46 Akhirnya Ketemu
47 Bab.47 On The Way Menuju Cintanya
48 Bab.48 Suami VS Mantan Kekasih ( 1 )
49 Bab.49 Suami VS Mantan Kekasih ( 2 )
50 Bab.50 Suami VS Mantan Kekasih ( 3 )
51 Bab.51 Suami VS Mantan Kekasih ( 4 ).
52 Bab.52 Pertemuan Satu Keluarga
53 Bab.53 Ketidakpekaan Ellora
54 Bab.54 Perpisahan Yang Menyedihkan
55 Bab.55 Penobatan Raja dan Calon Ratu Baru ( Season Pertama End ).
56 Bab.56 Season Kedua ~ Penyakit Kerinduan. Season Kedua,Rolling Action
57 Bab.57 Gadis Misterius.
58 Bab.58 Beauty Inside.
59 Bab.59 Putri Mahkota Sapphire
60 Bab.60 Kehebohan Kampus.
61 Bab.61 Kesalahpahaman Yang Berlanjut.
62 Bab.62 Semuanya Kacau.
63 Bab.63 Tanpa Title
64 Bab.64 Jika Cinta Pergi~Perjuangkan.
65 Bab.65 Fall In Love.
66 Bab.66 Perubahan Putri Bella.
67 Bab.67 Kesedihan dan Kebahagiaan.
68 Bab.68 Cinta Yang Datang Sendiri.
69 Bab.69 Would You Marry Me.
70 Bab.70 Happy Ending ( Final Episode )
71 Promo Novel.
72 Promo Novel.
73 Promo Novel.
74 Promo Novel.
75 Promo Novel Baru
76 Promo Novel Baru Tamat dan On Going.
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab.1 Menembus Ruang dan Waktu
2
Bab.2 Perjanjian Pernikahan
3
Bab.3 Kabur Dari Istana
4
Bab.4 Dongeng Kehidupannya.
5
Bab.5 Keahlian Bela Diri
6
Bab.6 Berlayar Pergi Berpetualang
7
Bab.7 KERAJAAN PRYGIA
8
Bab.8 Dewi ( Goddess )
9
Bab.9 Hutan Misterius
10
Bab.10 Belum Membuka Hati.
11
Bab.11 Perampok Yang Tampan.
12
Bab.12 Pengagum
13
Bab.13 Ketajaman Insting.
14
Bab.14 Aku Mencintaimu
15
Bab.15 Kembali Ke Zaman Modern
16
Bab.16 Amnesia ( Melupakannya )
17
Bab.17 Mimpi
18
Bab.18 Ingatan Yang Kembali
19
Bab 19. Berdamai Dengan Masa Lalu
20
Bab.20 Pernikahan.
21
Bab. 21 Pengantin Baru.
22
Bab.22 Tuan Rabbit
23
Bab. 23 Kembali Ke Kerajaan Prygia
24
Bab.24 Obsesi Putra Mahkota
25
Bab.25 Ilmu Sihir Hitam
26
Bab.26 Kastil Perdamaian ( Penyihir Putih )
27
Bab. 27 Gambaran Zaman Modern
28
Bab.28 Menjadi Ksatria Wanita
29
Bab.29 Penyerangan
30
Bab.30 Terluka
31
Bab. 31 Tiga Lelaki Budak Cinta ( BUCIN )
32
Bab. 32 Kutukan Kematian ( Boneka Voodoo )
33
Bab.33 Kembali Seperti Malam Pengantin.
34
Bab. 34 Baby Twins.
35
Bab.35 WAR 1 ( Perebutan Tahta )
36
Bab. 36 WAR 2 ( Perebutan Tahta )
37
Bab.37 Akhir Peperangan ( Perebutan Tahta )
38
Bab.38 Baby Kembar Ajaib
39
Bab.39 Portal Terbuka Kembali
40
Bab.40 Pergi Ke Zaman Modern
41
Bab.41 Bertemu Kembali Pasangan Jiwa
42
Bab.42 Kebingungan.
43
Bab.43 Kerinduan Yang Tersalurkan
44
Bab.44 Benda Modern Yang Membuat 'Gila'
45
Bab.45 Tertabrak Mobil
46
Bab.46 Akhirnya Ketemu
47
Bab.47 On The Way Menuju Cintanya
48
Bab.48 Suami VS Mantan Kekasih ( 1 )
49
Bab.49 Suami VS Mantan Kekasih ( 2 )
50
Bab.50 Suami VS Mantan Kekasih ( 3 )
51
Bab.51 Suami VS Mantan Kekasih ( 4 ).
52
Bab.52 Pertemuan Satu Keluarga
53
Bab.53 Ketidakpekaan Ellora
54
Bab.54 Perpisahan Yang Menyedihkan
55
Bab.55 Penobatan Raja dan Calon Ratu Baru ( Season Pertama End ).
56
Bab.56 Season Kedua ~ Penyakit Kerinduan. Season Kedua,Rolling Action
57
Bab.57 Gadis Misterius.
58
Bab.58 Beauty Inside.
59
Bab.59 Putri Mahkota Sapphire
60
Bab.60 Kehebohan Kampus.
61
Bab.61 Kesalahpahaman Yang Berlanjut.
62
Bab.62 Semuanya Kacau.
63
Bab.63 Tanpa Title
64
Bab.64 Jika Cinta Pergi~Perjuangkan.
65
Bab.65 Fall In Love.
66
Bab.66 Perubahan Putri Bella.
67
Bab.67 Kesedihan dan Kebahagiaan.
68
Bab.68 Cinta Yang Datang Sendiri.
69
Bab.69 Would You Marry Me.
70
Bab.70 Happy Ending ( Final Episode )
71
Promo Novel.
72
Promo Novel.
73
Promo Novel.
74
Promo Novel.
75
Promo Novel Baru
76
Promo Novel Baru Tamat dan On Going.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!