ZAMAN MODERN.
Ellora baru saja terbangun dari tidur panjangnya, dia mengerjapkan kedua matanya perlahan. Dia melihat di sekelilingnya serba putih, dengan banyak mesin Rumah sakit di sisi ranjangnya.
Dia dengan perlahan melepas alat pernapasan nya, bertepatan dengan seorang perawat yang masuk untuk jadwal pemeriksaan.
Perawat melihat pasien yang sudah lama koma, sedang menggerakkan tangannya membuka alat pernapasan Ventilator. Pasien itu juga sudah membuka kedua matanya, sang perawat langsung berlari keluar memanggil para Dokter.
Semua staf medis yang menanganinya selama ini segera bergerak cepat, mereka segera memeriksa semua panca inderanya. Mereka juga memeriksa semua fungsi organ-organ dalam dengan sangat menyeluruh.
"Nona, apakah anda bisa mendengar saya?" tanya salah satu Dokter. "Berapa jari tangan saya?" seraya menggoyangkan jarinya.
"Ti... ga" jawab Ellora serak, tenggorokannya terasa sakit.
"Baiklah, pelan-pelan saja. Anda sudah lama tidak menggunakan suara anda, kami akan memeriksa sebentar lagi. Jika ada yang sakit, tolong katakan pada kami," lanjut Dokter.
"Kak... Ethan... d-dima... na?" tanya Ellora mencari kekasihnya.
"Pihak Rumah sakit sudah menghubunginya, mungkin sedang dalam perjalanan kesini," jawab seorang perawat.
Flashback On Saat Ellora Tertabrak Mobil, 2 Bulan Lalu.
Ethan Reiner sedang asyik bercumbu dengan Shelly wanita barunya, ia sudah berhubungan dengannya sekitar sebulan lalu. Ethan sebenarnya sangat mencintai Ellora, tapi lelaki itu juga membutuhkan pelampiasan untuk kebutuhan biologisnya.
Ketika Ethan mencoba memintanya kepada Ellora karena dia juga merasa mereka berdua sudah sama-sama dewasa. Tapi Ellora selalu menolaknya, dengan alasan wanita itu ingin saat pernikahan mereka nanti semua akan sempurna.
Jadi disanalah Ethan, sedang bermesraan setelah menikmati malam liar tadi malam, dengan wanita barunya Shelly. Kemudian tiba-tiba ada seseorang yang mendorongnya juga Shelly sampai mereka berdua terjatuh ke belakang.
Dia langsung bangkit untuk bangun seraya membantu Shelly berdiri. Dia melihat di depannya ada kerumunan, dia berjalan mendekati kerumunan tersebut.
Terlihat dengan kedua matanya sendiri, seseorang penuh dengan genangan darah di depannya. lelaki itu tanpa sadar melangkah mendekat.
Alangkah kagetnya Ethan saat melihat siapa yang sedang terbaring di dalam kubangan darah itu, di sana terbaring wanita yang sangat dicintainya, Ellora.
Wanita itu sedang menatap Ethan dengan pandangan matanya penuh dengan cinta seraya tersenyum padanya, tiba-tiba mata Ellora perlahan menutup.
Ethan akhirnya tersadar dari rasa syok nya, ia seketika berlari memeluk tubuh Ellora. "Tidak! Tidak! Jangan tinggalkan aku sayang. Huhuhu! Sayang bangun... Ellora maafkan aku. Buka matamu! Tolong! Cepat panggil ambulans. Tidak! Aku akan membawamu sekarang, bertahanlah sayang." Ethan meracau seraya menangis memeluk Ellora, ia segera membawa wanita itu ke rumah sakit.
"Dokter! Dokter! Tolong dia, cepat! Selamatkan kekasihku, aku mohon!" Ethan berteriak histeris.
Para petugas medis segera memasukannya ke ruang UGD, tak lama Dokter mengatakan dia harus segera di operasi karena cedera di kepalanya sangat parah.
Ethan cepat-cepat menyetujuinya, karena Ellora tidak mempunyai kerabat. Jadi selama ini dia yang selalu menjadi walinya.
Operasi berlangsung sangat lama, karena cedera di kepalanya benar-benar sangat parah. Setelah berlangsung lama, akhirnya Dokter yang bertanggung jawab keluar dari ruangan operasi dan berkata mereka sudah melakukan yang terbaik tapi pasien mengalami koma.
Ethan langsung menjerit marah pada dirinya sendiri, tubuhnya seketika lunglai. Lelaki itu menangis sejadi jadinya, sambil memukulkan belakang kepalanya ke dinding dan mengutuk dirinya sendiri karena sudah menyakiti wanita yang paling dicintainya.
Flashback Off.
Ethan berlari masuk ke dalam kamar rawat Ellora, "Sayang, kamu sudah bangun. Kamu benar-benar sudah sadar?" ucap Ethan dengan penuh kebahagiaan, ia segera memeluk Ellora dengan erat.
"Kak Ethan, sebenarnya apa yang terjadi? Para Dokter bilang, aku mengalami koma karena kecelakaan?" tanya Ellora yang sudah mulai lancar berbicara.
"I-itu, apa kamu memang tidak ingat kecelakaan itu?" tanya Ethan gugup.
"Ya, aku tidak ingat apa yang terjadi. Aku hanya ingat, aku ingin bertemu denganmu setelah acara Wisuda karena kamu tidak datang," jawab Ellora masih linglung.
"Benarkah? Hanya sampai situ yang kamu ingat?" tanya Ethan lagi memastikan.
"Ya, memangnya apa ada yang aku tidak ingat?" tanya Ellora penasaran.
"Tidak! Kamu sudah mengingat semuanya, maafkan aku waktu itu tidak bisa datang ke acara wisudamu, karena tiba-tiba ada pekerjaan mendadak," ucapnya bohong.
"Hm, begitu. Baiklah kak, tidak apa-apa. Sekarang tolong tanyakan pada Dokter, kapan aku bisa pulang dari sini," kata Ellora.
"Oke sayang, tunggu aku. Aku akan menemui Dokter dulu," ucapnya, lalu lelaki itu mengecup kening kekasihnya dengan lembut.
Setelah Ethan keluar, Ellora merasakan suatu hal yang aneh. Dia merasakan jantungnya tidak berdebar seperti biasanya di saat kak Ethan memeluk atau menciumnya. Dia malah merasakan sakit di hatinya, seperti saat ketika dia kehilangan kedua orang tuanya.
Disaat dia sedang melamun dan memeluk dirinya sendiri, tiba-tiba Ellora baru tersadar jika di pergelangan tangannya ada sebuah gelang berwarna hijau zamrud terang yang sangat indah.
Disaat dia mengelus gelang tersebut, tiba-tiba air matanya mengalir tanpa dia sadari. Jantungnya berdebar dan hatinya terasa sangat sakit, seketika dadanya sakit akhirnya dia kesulitan bernafas.
Tak lama kemudian Ellora tak sadarkan diri.
***
Zaman Kuno.
Kota Odisha.
Raven yang merasa hatinya tak tenang saat bekerja, memutuskan kembali pulang dengan cepat. Setelah sampai di rumah, ia sama sekali tidak bisa menemukan Ellora.
"Mungkinkah dia ke perkampungan lagi?" gumamnya, lalu dia segera pergi ke sana.
Ternyata Ellora juga tidak ada di sana, kemudian Raven mencari ke toko-toko langganan Ellora, tapi dia tetap tak menemukannya.
Raven semakin gusar dan dia benar-benar sudah tak bisa merasa tenang. Dia mencari ke semua tempat yang mungkin di datangi oleh Ellora, tapi semuanya nihil dan tak ada hasil.
"Apakah pihak Kerajaan sudah mengetahui keberadaanya dan membawanya?" gumamnya lagi.
"Tidak mungkin! Kalau mereka datang, pasti aku mengetahuinya. Karena hanya satu jalan menuju kesini, yaitu lewat jalur laut. Tapi di dermaga tadi aku tak melihat apapun," gumamnya.
Pikiran dan hatinya kacau, dia bingung harus mencari Ellora kemana lagi. Disaat dia pulang kembali ke rumah nya, tiba-tiba dia teringat cerita Ellora tentang hutan misterius di belakang rumah.
Raven segala berlari ke sana, tubuhnya sampai gemetar ketakutan. Dan benar saja, ketika Raven menyusuri jauh ke dalam hutan dia melihat tubuh Ellora terbaring di atas tanah dan sudah tak sadarkan diri.
Raven berlari dan segera memeriksanya, wanita itu masih bernapas, ia dengan cepat menggendongnya pergi setelah sampai kamar dia langsung membaringkannya di ranjang.
"Ellora sayang, sadarlah. Apa yang terjadi?" Raven menepuk lembut pipinya agar Ellora segera terbangun.
"Sayang, aku mohon... jangan menakutiku, cepat bangunlah!" Raven mulai menaikan suaranya tak sabar.
Raven tak tinggal diam, ia melalukan apapun yang bisa membuat kekasihnya tersadar. Karena sudah berlangsung lama Ellora masih tak sadarkan diri, dia kemudian akhirnya menyalurkan kekuatan dalamnya kembali melalui nadi di lehernya seperti sebelumnya.
Tapi bagaimanapun dia berusaha, Ellora tak bergeming dan hanya terbaring diam menutup kedua matanya.
Raven melihat di pergelangan tangan Ellora gelang pemberiannya sudah tidak ada, padahal Ellora sedetik pun tak pernah melepasnya. Lelaki itu akhirnya tersadar, sepertinya roh Ellora sudah tak ada disini, tidak ada di dunianya saat ini.
Reven menjerit penuh kesakitan, memukul - mukul dadanya sendiri. Dia berlarian mengamuk membanting semua barang yang ada.
Sekarang seluruh dalam rumah sangat berantakan, seperti baru saja tersapu badai besar.
Ketika lelaki itu masih mengamuk sejadi jadinya, tiba-tiba pintu depan rumah terbuka. Kemudian masuklah prajurit - prajurit bersenjata dan juga seorang Jendral. Jendral itu adalah Jendral Gelsi dari Kerajaan Akadia.
Ketika sang Jendral melihat keadaan dalam rumah yang sudah hancur dimana - mana, firasatnya seketika buruk. Sebelum datang ia mendapatkan informasi, bahwa sang Putri tinggal disini dengan seorang laki-laki.
Dengan cepat dia berlari mencari keberadaan sang Putri, saat masuk ke salah satu kamar ia melihat sang Putri terbaring di atas ranjang.
Ia juga melihat seorang laki-laki sedang menjerit kesakitan. Lelaki itu menangis pilu seperti sedang menahan penderitaan, lelaki itu juga sepertinya tak sadar akan kehadirannya.
Bersambung...
---Like dan Komennya jangan lupa ya 🤗
---Biar Author semangat 😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
yaaaa...aaa...aaa....kasihan revan ..
2024-02-05
0
🌸 Airyein 🌸
Dg seorang laki2 cenah
2024-02-01
0
🌸 Airyein 🌸
Ethan sekkiya
2024-02-01
0