Bab.10 Belum Membuka Hati.

Raven secara perlahan melepaskan rangkulan dari adik sahabatnya itu, ia ingin mengatakan sesuatu kepada Eloisa.

"Raven, jika ada yang harus kalian dibicarakan lebih baik pulang dulu. Bicarakan saja di rumah, jangan di jalan seperti ini." Kata Ellora memotong perkataan yang akan keluar dari bibir Raven.

Setelah mengatakannya Ellora pergi melewati mereka untuk berjalan pulang.

Eloisa tidak mengerti kenapa wanita itu memanggil Pangeran Everald dengan nama Raven, ia sangat terkejut. Apalagi nada cara bicara wanita itu seperti memerintah kepada Pangeran-nya ini membuatnya seketika marah, bisa-bisanya wanita itu bersikap kurang ajar terhadap seorang Pangeran.

Raven mendengar Ellora sudah berkata begitu, ia berjalan mengikutinya seraya menatap Eloisa, "Ikuti aku."

Eloisa dengan cepat mengikuti di belakang sang Pangeran, bersama tiga orang pengawal dan satu orang pelayan wanita.

Setelah sampai di Rumah sewa mereka, Ellora segera pergi ke dapur untuk menyiapkan minum dan makanan kecil untuk menjamu tamu, sedangkan Raven dan Eloisa sudah duduk di ruang tamu hasil pengaturan Ellora.

Ruangan tamu itu terlihat rapi dan sangat enak untuk dilihat, ada bunga - bunga segar yang di tata di dalam vas, Loisa yang melihatnya mengerutkan keningnya karena tidak senang.

"Baiklah Kak, aku ingin mendengar penjelasan kenapa kakak sengaja menghilang sudah selama sebulan ini? Saat aku menyelidiki ternyata kakak pergi ke Kerajaan Akadia, apa kakak mau menemui calon Istri Pengantin-mu?" Tanya Eloisa penuh selidik.

Raven dengan cepat menutup mulut gadis itu, telunjuknya berada di bibirnya agar Eloisa diam. Ia lalu menarik tangan gadis itu ke dalam kamarnya sendiri dan menutup pintu.

"Diam! Jangan sampai terdengar oleh Ellora! Aku akan menjelaskan semuanya nanti, tapi kamu jangan bilang pada siapapun kalau aku adalah seorang Pangeran termasuk Ellora. Mengerti?!"

Jadi nama wanita itu Ellora, cih! Eloisa menggerutu dalam hatinya.

"Baiklah, katakan dulu siapa wanita diluar itu? Kenapa dia bersikap seperti itu padamu? Dia bersikap tidak sopan kepada Kakak dan juga kenapa dia memanggil mu dengan nama Raven? Juga kenapa kalian bisa tinggal bersama di rumah ini?" Desak Eloisa.

Ellora membawa minuman ke ruang tamu, tapi ia tidak menemukan keberadaan mereka disana. Akhirnya ia berkeliling, ia mendengar suara mereka dari arah kamar Raven meskipun itu hanya suara samar - samar.

Ketika Ellora ingin mengetuk pintu, terdengar perkataan terakhir dari gadis di dalam. Ia tak menahan diri dan langsung mengetuk pintu.

"Masuk." Terdengar suara Raven dari dalam.

"Saya membawakan minuman untuk Tuan dan Nona, silahkan di nikmati." Kata Ellora dengan menekankan kata Tuan.

Raven terkejut dengan panggilan Tuan ini, ia menatap mata Ellora dan menemukan tatapan tegas darinya. Ia mengerti dan hanya terdiam.

"Maaf Nona Eloisa, tadi saya tidak sengaja mendengar perkataan Anda tentang siapa saya." Ucap Ellora.

"Sebenarnya saya hanya seseorang yang sudah ditolong oleh Tuan Raven, ketika itu saya sedang dalam keadaan kesulitan. Tuan Raven lah yang menolong saya." Ellora berkata kebohongan.

Tapi memang ada sedikit kebenaran dari kata - katanya, memang benar ia telah ditolong oleh Raven.

"Jadi maksudmu, kakak telah menolong mu dan membiarkan kamu tinggal serumah dengannya, begitu?" Eloisa menatapnya tak percaya.

"Benar Nona, karena saya tidak punya keluarga dan juga tidak punya tempat tinggal, saya meminta pertolongan Tuan Raven. Agar dia mau membawa saya bersamanya, saya bilang akan mengabdi kepadanya untuk membalas pertolongan nya kepada saya." Jawab Ellora masih mengatakan setengah kebenaran dan setengah kebohongan.

"Benarkah itu kak? Semua yang dikatakan wanita ini benar, kalau dia hanya pelayan mu di Rumah ini?" Tanya Eloisa dengan sengaja menekan kata pelayan.

Raven tetap terdiam, ia melihat ke arah Ellora. Wanita itu hanya mengangguk kepadanya.

"Ya, dia hanya seorang pengurus rumah dan kebetulan juga tinggal disini karena dia tidak punya tempat tinggal. Tentang perkataannya juga benar, jika kakak mengenalnya karena pernah menolongnya." Akhirnya Raven mengikuti kemauan dari Ellora, tapi tatapan matanya seketika berubah muram.

Eloisa merasa senang mendengar semuanya, "Baik, sekarang keluarlah aku masih ingin bicara dengan Kak Ev eh Kak Raven."

"Baik," Ellora beranjak pergi keluar dengan matanya menatap tajam ke arah Raven memperingatinya.

Raven tentu saja melihatnya, ia menghela nafas pasrah.

"Kalau begitu ini rumah kakak, karena aku tau kakak sering menyelinap kabur dari Istana. Jadi aku tidak akan menyuruhmu pulang ke Istana, tapi aku juga ingin tinggal disini bersamamu." Eloisa berkata manis.

Eloisa ingin bisa membuat Pangeran yang dia puja dan cintai sedari dulu ini akan jatuh cinta padanya dan memutuskan ikatan pernikahannya dengan calon pengantin di Kerajaan musuh itu.

"Kalau Kakak tidak mengijinkan, maka aku akan pulang dan memberitahu Raja. Kalau kakak selama ini tidak ada di Istana, dan juga aku akan bilang pada wanita diluar itu kalau kakak adalah seorang Pangeran!" Ancamnya pada Raven.

Raven seketika ketakutan, ia bukannya ingin selamanya merahasiakan bahwa dia adalah seorang Pangeran dan juga calon pengantinnya Elllora. Tapi sekarang ini bukan waktu yang tepat, dia ingin agar Ellora mencintainya lebih dulu sebagai seorang Raven bukan sebagai seorang Pangeran, baru setelah Ellora mencintainya ia akan mengatakan segalanya.

"Baiklah, tapi aku akan menentukan sampai kapan kamu bisa disini. Jika aku menyuruh mu pergi dan pulang, maka jangan menolak perintahku." Akhirnya Raven berkompromi dengan gadis itu.

"Setuju! Kalau begitu aku akan menyuruh pelayan untuk membawa semua barang-barangku dari penginapan. Juga akan menyuruh pengawal untuk bilang pada orang di rumah, kalau aku pergi bersama kakak." Katanya manja, Eloisa segera berjalan pergi keluar.

Raven memikirkan semua hal yang tak terduga hari ini, ia langsung teringat pada Ellora. Ia segera pergi mencarinya, wanita itu ada di dalam kamarnya. Ia mengetuk pintu yang memang terbuka, "Boleh aku masuk?"

"Masuklah." Jawab Ellora.

"Ekhmm. Begini Putri, eh Ellora. Eloisa adalah adik dari sahabatku, jadi kami memang sudah akrab sejak kecil dan aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri." Kata Raven menjelaskan dengan gugup.

"Tolong jangan salah paham, dia juga meminta ijin tinggal bersama kita disini. Aku sudah menginjikannya, apa kamu marah?" ada sedikit kecemasan dalam kata-kata lelaki itu.

Ellora mendengar rasa khawatirnya, ia memikirkan jasa Raven padanya selama ini, apalagi memang rumah ini lelaki itu yang telah menyewanya dengan uangnya. Ia merasa tidak berhak melarang kemauan Raven.

Ellora akhirnya mengangguk, ketika mereka masih ingin berbicara terdengar suara Eloisa memanggil nama Raven.

"Aku keluar," Raven segera keluar dari kamar Ellora.

Ellora hanya melihat punggung Raven saat lelaki itu keluar kamarnya, ada sedikit rasa tidak rela jika ada wanita lain di sekeliling Raven selain dirinya.

Tapi Ellora mengenyahkan perasaannya itu, jika ada Eloisa malah bagus untuk Raven jika lelaki itu bisa mendapatkan seorang kekasih. Saat ini ia tidak berniat ingin mempunyai seorang kekasih, ia juga tak ingin memberi harapan palsu pada Raven.

"Kalau begitu, aku akan mendekatkan mereka berdua saja," gumamnya.

Ellora sebenarnya sudah merasakan tatapan dan sikap Raven sekarang agak berbeda padanya, lelaki itu semakin lembut, ia tau Raven sepertinya menyukai dirinya.

Tadi saat ia memperhatikan cara Eloisa melihat Raven dengan tatapan memuja, ia bisa langsung tau kalau sebenarnya Eloisa menyukai Raven sebagai seorang laki-laki bukan sebagai seorang kakak. Karena ia sendiri juga pernah seperti itu dulu saat mencintai kekasihnya.

Seketika Ellora teringat kekasihnya, ia masih merasakan ada sedikit rasa sedih dan kehilangan tapi memang sudah tak sesakit sebelumnya. Mungkin dirinya masih merasakan semacam trauma, jika harus mulai mencintai seseorang lagi.

Raven sedang melamun bagaimana ia harus bersikap pada Ellora ketika Eloisa berada di rumah yang ditinggalinya. Ia tidak mau menjadikan Ellora sebagai pelayannya, apalagi harus menyakiti wanita itu. "Aku harus segera menemukan cara untuk mengusir Eloisa dari rumah ini!"

---Like dan Komen, Terima kasih 🙏

Terpopuler

Comments

🌸 Airyein 🌸

🌸 Airyein 🌸

Di bilang lagi simulasi rumah tangga 🙃

2024-02-01

1

Radi

Radi

bersikap lah yang tegas hai Rafen. .jangan kelak dirimu nyesel lo

2024-01-20

0

Salma Rusyda

Salma Rusyda

kalo yang versi ellora zaman kuno gmna?

2022-07-11

0

lihat semua
Episodes
1 Bab.1 Menembus Ruang dan Waktu
2 Bab.2 Perjanjian Pernikahan
3 Bab.3 Kabur Dari Istana
4 Bab.4 Dongeng Kehidupannya.
5 Bab.5 Keahlian Bela Diri
6 Bab.6 Berlayar Pergi Berpetualang
7 Bab.7 KERAJAAN PRYGIA
8 Bab.8 Dewi ( Goddess )
9 Bab.9 Hutan Misterius
10 Bab.10 Belum Membuka Hati.
11 Bab.11 Perampok Yang Tampan.
12 Bab.12 Pengagum
13 Bab.13 Ketajaman Insting.
14 Bab.14 Aku Mencintaimu
15 Bab.15 Kembali Ke Zaman Modern
16 Bab.16 Amnesia ( Melupakannya )
17 Bab.17 Mimpi
18 Bab.18 Ingatan Yang Kembali
19 Bab 19. Berdamai Dengan Masa Lalu
20 Bab.20 Pernikahan.
21 Bab. 21 Pengantin Baru.
22 Bab.22 Tuan Rabbit
23 Bab. 23 Kembali Ke Kerajaan Prygia
24 Bab.24 Obsesi Putra Mahkota
25 Bab.25 Ilmu Sihir Hitam
26 Bab.26 Kastil Perdamaian ( Penyihir Putih )
27 Bab. 27 Gambaran Zaman Modern
28 Bab.28 Menjadi Ksatria Wanita
29 Bab.29 Penyerangan
30 Bab.30 Terluka
31 Bab. 31 Tiga Lelaki Budak Cinta ( BUCIN )
32 Bab. 32 Kutukan Kematian ( Boneka Voodoo )
33 Bab.33 Kembali Seperti Malam Pengantin.
34 Bab. 34 Baby Twins.
35 Bab.35 WAR 1 ( Perebutan Tahta )
36 Bab. 36 WAR 2 ( Perebutan Tahta )
37 Bab.37 Akhir Peperangan ( Perebutan Tahta )
38 Bab.38 Baby Kembar Ajaib
39 Bab.39 Portal Terbuka Kembali
40 Bab.40 Pergi Ke Zaman Modern
41 Bab.41 Bertemu Kembali Pasangan Jiwa
42 Bab.42 Kebingungan.
43 Bab.43 Kerinduan Yang Tersalurkan
44 Bab.44 Benda Modern Yang Membuat 'Gila'
45 Bab.45 Tertabrak Mobil
46 Bab.46 Akhirnya Ketemu
47 Bab.47 On The Way Menuju Cintanya
48 Bab.48 Suami VS Mantan Kekasih ( 1 )
49 Bab.49 Suami VS Mantan Kekasih ( 2 )
50 Bab.50 Suami VS Mantan Kekasih ( 3 )
51 Bab.51 Suami VS Mantan Kekasih ( 4 ).
52 Bab.52 Pertemuan Satu Keluarga
53 Bab.53 Ketidakpekaan Ellora
54 Bab.54 Perpisahan Yang Menyedihkan
55 Bab.55 Penobatan Raja dan Calon Ratu Baru ( Season Pertama End ).
56 Bab.56 Season Kedua ~ Penyakit Kerinduan. Season Kedua,Rolling Action
57 Bab.57 Gadis Misterius.
58 Bab.58 Beauty Inside.
59 Bab.59 Putri Mahkota Sapphire
60 Bab.60 Kehebohan Kampus.
61 Bab.61 Kesalahpahaman Yang Berlanjut.
62 Bab.62 Semuanya Kacau.
63 Bab.63 Tanpa Title
64 Bab.64 Jika Cinta Pergi~Perjuangkan.
65 Bab.65 Fall In Love.
66 Bab.66 Perubahan Putri Bella.
67 Bab.67 Kesedihan dan Kebahagiaan.
68 Bab.68 Cinta Yang Datang Sendiri.
69 Bab.69 Would You Marry Me.
70 Bab.70 Happy Ending ( Final Episode )
71 Promo Novel.
72 Promo Novel.
73 Promo Novel.
74 Promo Novel.
75 Promo Novel Baru
76 Promo Novel Baru Tamat dan On Going.
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab.1 Menembus Ruang dan Waktu
2
Bab.2 Perjanjian Pernikahan
3
Bab.3 Kabur Dari Istana
4
Bab.4 Dongeng Kehidupannya.
5
Bab.5 Keahlian Bela Diri
6
Bab.6 Berlayar Pergi Berpetualang
7
Bab.7 KERAJAAN PRYGIA
8
Bab.8 Dewi ( Goddess )
9
Bab.9 Hutan Misterius
10
Bab.10 Belum Membuka Hati.
11
Bab.11 Perampok Yang Tampan.
12
Bab.12 Pengagum
13
Bab.13 Ketajaman Insting.
14
Bab.14 Aku Mencintaimu
15
Bab.15 Kembali Ke Zaman Modern
16
Bab.16 Amnesia ( Melupakannya )
17
Bab.17 Mimpi
18
Bab.18 Ingatan Yang Kembali
19
Bab 19. Berdamai Dengan Masa Lalu
20
Bab.20 Pernikahan.
21
Bab. 21 Pengantin Baru.
22
Bab.22 Tuan Rabbit
23
Bab. 23 Kembali Ke Kerajaan Prygia
24
Bab.24 Obsesi Putra Mahkota
25
Bab.25 Ilmu Sihir Hitam
26
Bab.26 Kastil Perdamaian ( Penyihir Putih )
27
Bab. 27 Gambaran Zaman Modern
28
Bab.28 Menjadi Ksatria Wanita
29
Bab.29 Penyerangan
30
Bab.30 Terluka
31
Bab. 31 Tiga Lelaki Budak Cinta ( BUCIN )
32
Bab. 32 Kutukan Kematian ( Boneka Voodoo )
33
Bab.33 Kembali Seperti Malam Pengantin.
34
Bab. 34 Baby Twins.
35
Bab.35 WAR 1 ( Perebutan Tahta )
36
Bab. 36 WAR 2 ( Perebutan Tahta )
37
Bab.37 Akhir Peperangan ( Perebutan Tahta )
38
Bab.38 Baby Kembar Ajaib
39
Bab.39 Portal Terbuka Kembali
40
Bab.40 Pergi Ke Zaman Modern
41
Bab.41 Bertemu Kembali Pasangan Jiwa
42
Bab.42 Kebingungan.
43
Bab.43 Kerinduan Yang Tersalurkan
44
Bab.44 Benda Modern Yang Membuat 'Gila'
45
Bab.45 Tertabrak Mobil
46
Bab.46 Akhirnya Ketemu
47
Bab.47 On The Way Menuju Cintanya
48
Bab.48 Suami VS Mantan Kekasih ( 1 )
49
Bab.49 Suami VS Mantan Kekasih ( 2 )
50
Bab.50 Suami VS Mantan Kekasih ( 3 )
51
Bab.51 Suami VS Mantan Kekasih ( 4 ).
52
Bab.52 Pertemuan Satu Keluarga
53
Bab.53 Ketidakpekaan Ellora
54
Bab.54 Perpisahan Yang Menyedihkan
55
Bab.55 Penobatan Raja dan Calon Ratu Baru ( Season Pertama End ).
56
Bab.56 Season Kedua ~ Penyakit Kerinduan. Season Kedua,Rolling Action
57
Bab.57 Gadis Misterius.
58
Bab.58 Beauty Inside.
59
Bab.59 Putri Mahkota Sapphire
60
Bab.60 Kehebohan Kampus.
61
Bab.61 Kesalahpahaman Yang Berlanjut.
62
Bab.62 Semuanya Kacau.
63
Bab.63 Tanpa Title
64
Bab.64 Jika Cinta Pergi~Perjuangkan.
65
Bab.65 Fall In Love.
66
Bab.66 Perubahan Putri Bella.
67
Bab.67 Kesedihan dan Kebahagiaan.
68
Bab.68 Cinta Yang Datang Sendiri.
69
Bab.69 Would You Marry Me.
70
Bab.70 Happy Ending ( Final Episode )
71
Promo Novel.
72
Promo Novel.
73
Promo Novel.
74
Promo Novel.
75
Promo Novel Baru
76
Promo Novel Baru Tamat dan On Going.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!