Saat ini Zhu tengah berada di istana neraka, sejak kedatangan dirinya kakek Zhang terus saja mengomel dan mengeluh tentang pekerjaan yang seharusnya Zhu kerjakan. Tapi Zhu sama sekali tidak menanggapi ocehan kakek tua itu dan lebih memilih berendam air hangat di kolam nya.
"Yang mulia air mandi nya sudah siap" Ucap pelayan.
"Baik terimakasih"
"Kami permisi yang mulia" ucap nya sedikit kedinginan dengan aura yang ada pada Zhu.
1 jam Zhu berendam di kolam air hangat itu, akhirnya Zhu kembali ke kamar dan memakai baju dari jaman modern yaitu piyama Pooh yang berwarna kuning cerah. sangat kontras dengan kulitnya yang berwarna putih cerah.
Saat Zhu tengah memakai scinker dari jaman modern dia di kejutkan dengan kedatangan seseorang yang sangat ia kenal.
"Apa kau senang berada di dunia bawah Zhu'er" tanya tianzy sambil memeluk Zhu dari belakang.
"Mmmm lumayan, lagian kalo aku terus disini itu sangat membosankan! apalagi dengan tumpukan kertas yang begitu menggunung" keluh Zhu.
Tianzy hanya terkekeh mendengar keluhan Zhu yang terlihat menggemaskan itu ketika sedang marah ataupun merajuk.
Dengan lembut tianzy mengusap dan mengelus kepala Zhu dengan sayang "Apa zhu'er menginginkan sesuatu?" tanya Tianzy dengan lembut.
"Mmm ya, darimana asal mu? apa pekerjaan mu? apa kau memiliki keluarga? bagaimana keluarga mu apakah mereka baik? apakah mereka mau menerima ku untuk menjadi menantu nya?" ucap Zhu panjang lebar tanpa dia sadari dia mengucapkan kata menantu.
Tianzy yang mendengar itu hanya tersenyum menggoda "Apa kau begitu menginginkan menjadi menantu orang tua ku?" tanya nya sambil menarik turun kan alis nya.
Zhu berkedip dua kali mendengar ucapan tianzy dan tiba tiba wajah nya begitu merah padam, dia segera berbalik dan membenamkan kepalanya di dada Tianzy.
"Hahhaaa... Zhu'er, suka dan tidak suka nya keluarga ku, aku akan tetap menikah mu" ucap Tianzy dengan yakin.
"Mmm lupakan lah, jangan bahas itu lagi! menyebalkan" gerutu Zhu yang masih memeluk tianzy dengan erat.
"Baiklah baiklah....apa kau lapar?" tanya tianzy sambil menatap Zhu. Zhu hanya mengangguk dengan polos tanda bahwa ia juga lapar.
"Baiklah biar aku pesankan dulu" sebelum tianzy memerintahkan pengawalnya Zhu segera mencegah nya "Biar aku saja yang memasak" ucap Zhu dengan tulus dan di balas anggukan oleh tianzy.
"Baiklah sayang" ucap nya sambil mengecup pelipis Zhu.
Zhu segera masuk kedalam dimensi nya, karena hanya disana yang terdapat peralatan modern. saat ini Zhu tengah sibuk dengan bumbu bumbu dapur, meskipun Zhu seorang model dan anak orang kaya tetapi orang tuanya sering menyuruh dia untuk bisa memasak karena kelak suami kita pasti menginginkan masakan istri nya sendiri.
1 jam berlalu, Tianzy mencium aroma yang begitu menggugah selera. tianzy merasa aneh semua dengan makanan yang Zhu hidangkan.
"Makanan apa ini? kenapa bumbunya terasa begitu menyengat?"
"Ini namanya rendang wajar tercium bau bumbu yang begitu menyengat, kalo ini namanya ayam goreng, ini sup, ini balado cumi saus tiram, ini perkedel, ini omelette dan untuk minum nya ini jus jeruk" ucap Zhu menjelaskan panjang lebar.
Tianzy hanya mengangguk mengerti dia merasa bangga bisa mengenal Zhu yang sangat sempurna menurut nya.
"Cobalah" ucap Zhu sambil menyodorkan suapan rendah. tanpa ragu tianzy menerima nya, tiba tiba mata nya terbuka lebar. ini sangat lezat!
"Ini... mengapa rasanya begitu menyenangkan?" ucap tianzy dengan berbinar. Zhu hanya terkekeh melihat tianzy seperti anak kecil itu.
"Kalau begitu habiskan" dan di balas anggukan oleh tianzy.
Tianzy merasa puas dengan semua masakan Zhu, semuanya terasa asing namun sangat nyaman di mulut.
"Terimakasih Zhu'er" ucap tianzy dengan tulus
"Tak masalah Tian" balas Zhu dengan tersenyum.
"Kemarilah" ucap tianzy menyuruh Zhu menghampiri nya, setelah Zhu menghampiri nya tianzy langsung menarik Zhu kepangkuan nya.
"Ada apa?" tanya Zhu dengan wajah yang sudah memerah.
Tianzy selalu di buat gemas oleh tingkah laku Zhu dengan cepat dia mengecup sudut bibir Zhu "Apa kau ingin bertemu dengan orang tua ku?"tanya tianzy dengan tatapan yang teduh.
Zhu yang melihat tatapan itu segera memalingkan wajahnya ke samping siall!, wajahnya begitu sempurna.
"Mmm apakah tidak terlalu cepat?" tanya Zhu tanpa melihat ke arah tianzy.
Dengan cepat tianzy menangkup wajah Zhu dengan kedua telapak tangannya dan menghadap kan nya tepat di depan wajah nya.
"Bukan kah lebih cepat lebih baik?" ucap nya sambil menggesek-gesekkan hidung nya di hidung Zhu, Zhu hanya bisa pasrah dengan sikap tianzy yang seenaknya saja.
"Baiklah" Pasrah Zhu akhirnya, tianzy hanya tersenyum mendengarnya dengan cepat dia menghisap bibir Zhu dengan lembut.
Zhu pun menghela nafas nya dia pun tersenyum kepada tianzy dan dia mulai memuaskan tianzy tapi tidak sampai bersetubuh. (kejadian itu Hanya mereka lah yang tahu)
"Terimakasih" ucap tianzy sebelum menyusul Zhu kealam mimpi.
Di lain tempat, terdapat 4 orang yang sedang berdiam diri dengan wajah yang begitu memerah, siapa lagi jika buka mu Qing Momo Maxi dan Albert.
Memang mereka tidak melihat kejadian tuannya itu tetapi tetap saja, suara mereka begitu erotis terdengar di telinga keempatnya.
Mereka saling melirik satu sama lain dan langsung memalingkan wajahnya kembali.
"A..ku..aku tidak mendengar apa pun!" ucap Momo dengan gugup
"Ya..aku..juga" tambah mu Qing
"Tidak tidak aku tidak mendengar sama sekali!" ucap Albert prustasi.
"Astaga pikiran ku tercemar" ucap Maxi dengan wajah yang begitu bodoh.
Mereka kembali bertatapan lagi "TIDAKKKKKKKKKKK" teriak mereka kompak. teriakan mereka begitu menggelegar
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 154 Episodes
Comments
Osie
waduh/Facepalm//Facepalm//Facepalm/lupa pake kedap suara ya pas ena ena
2024-11-05
0
Neng Alifa
apaan tuh
2023-03-01
0
Kiss me💋
👍
2022-08-16
1