Zhu dan Albert saat ini sedang berjalan jalan di ibu kota kerajaan wey, Mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang sangat romantis. Zhu hanya cuek dan tidak menanggapi semua itu berbeda dengan Albert, dia merasa gugup saat berjalan dengan Zhu karena mereka seperti kekasih.
"Yang mulia apakah tidak apa-apa dengan ucapan mereka?"
"Tak masalah, toh aku sudah punya tianzy dan kau hanya hewan yang menjelma menjadi manusia" jawab Zhu santai. Albert hanya mendengus sebal mendengar dirinya di sebut jelmaan manusia.
"PENGUMUMAN PENGUMUMAN.......10 HARI YANG AKAN DATANG MERUPAKAN HARI ULANG TAHUN PUTRA MAHKOTA LENYI...DI HARAPKAN BAGI MASYARAKAT IKUT HADIR UNTUK MEMERIAHKAN ACAR INI DALAM PERLOMBAAN YANG AKAN DI ADAKAN TERIMAKASIH" teriakan beberapa pengawal kerajaan matahari.
"Ahh aku harus secepatnya membeli baju baru!"
"Astagaaa.....10 hari dari sekarang aku ingin memperhalus kulit agar putra mahkota melirik ku"
"Haha bermimpi lah kalian, bukankah putra mahkota sudah memiliki tunangan?"
"Ah ya benar, putri Mei ternyata tunangannya"
"Haishhhh kalian, kalo sampe ucapan kalian terdengar putri Mei jangan harap kalian akan lolos dari siksaan nya hiiii"
Zhu dan Albert hanya menyimak pembicaraan mereka tanpa berkomentar sama sekali.
"Yang mulia sebai...."
"Tidak Albert, aku akan ikut serta" ucap Zhu dengan senyum yang mengerikan.
"Baiklah yang mulia, apakah anda perlu kami temani?"
"Tidak perlu, aku akan pergi seorang diri"
Zhu sengaja ikut acara ini bukan untuk mengacaukan ulang tahun putra mahkota tapi dia ingin mempermalukan nya lebih tepatnya Mei dan lenyi.
Albert tau apa maksud Zhu untuk mengikuti perayaan ini, dia ingin membalas dendam nya secara perlahan lahan.
***
"An Ming... apa kau tau kenapa jiejie Zhu selalu menggunakan cadar? aku yakin jiejie itu cantik"
"Benar pangeran, yang mulia zhu memang cantik bahkan sangat lah cantik. Yang mulia Zhu sengaja menutupi kecantikan nya karena yang bisa melihat itu hanyalah orang-orang pilihan atau orang yang memiliki jiwa bersih. Jangankan di dunia bawah, dunia atas pun sama tidak bisa melihat nya secara langsung" jelas An Ming panjang lebar.
"Apakah laki laki yang bersamaan jiejie ku kemarin bisa melihatnya?"
"Maksud anda siapa pangeran?" tanya an Ming
"Ntah lah, tapi aku mendengar mereka menyapa nya dengan sebutan lord"
"APAAAA? yang mulia lord? apa pangeran tidak tahu siapa dia?" Jichen hanya menggeleng sebagai jawaban.
"Astagaaa pangeran, Dia seorang lord dari dunia paling atas! bahkan seorang dewa dan Dewi pun masih di bawahnya."
"APAAAAAA?" Jichen ternganga, bagaimana mungkin dia menyebut nya laki laki jahat? bahkan sempat mengatakan tidak pantas bersama jiejie nya.
Wajah jichen berubah menjadi pucat pasi, bagaimana mungkin di hari pertama nya menjadi adik Zhu sudah mempermalukan nya?
"An Ming apa yang harus aku lakukan? aku...aku sempat mengatakan nya bahwa dia tidak cocok dengan jiejie ku" ucap jichen dengan berkaca kaca.
"Ahh apakah yang mulia Zhu memiliki hubungan dengan yang mulia lord?" tanya an Ming penasaran.
Jichen hanya mengangguk "Dia bilang dia calon suami jiejie"
An Ming melotot dengan mulut yang terbuka lebar, Wajar saja jika tianzy menyukai zhu. Di dunia atas tak ada seorangpun yang bisa menandingi kecantikan nya.
"Pangeran, Menurut perkataan beberapa orang yang pernah melihat langsung yang mulia lord bahwa yang mulia lord merupakan orang yang terkejam! Hamba tidak tahu apa yang membuatnya bisa menyukai yang mulia Zhu, karena sejak dulu jika ada wanita yang mendekati nya wanita tersebut akan mati dengan mengenaskan!"
"Tapi aku melihat yang mulia lord kemarin tidak seperti itu, bahkan dia terlihat manja dan kekanakan kepada jiejie" ucap jichen polos.
"Bagaimana mungkin? apa pangeran salah lihat?"
"Tidak, bahkan aku saja di larang dekat dekat dengan jiejie" ucap nya sedih.
apakah rumor tentang nya selama ini salah?
***
"sayang.... Apa kau tidak bosan memelukku terus?!" Ucap Zhu jengkel. Mereka saat ini sedang berada di penginapan yang ada di kerajaan matahari, besok Zhu akan mengikuti perlombaan itu.
"Tidak! Justru ini terasa menyenangkan" ucap nya sambil terus memeluk Zhu dengan erat.
Plakkk...
"Tolong di kondisikan tangan mu ini" ucap Zhu marah.
"Kenapa? aku hanya memegang nya saja" tianzy masih santai memegang salah satu buah persik Zhu.
"Kau.... Sungguh tak tahu malu! cepat lepas kan aku" Zhu merasa risih saat tianzy terus menyentuh nya seperti ini.
"Tidak mau! jika kau ingin aku berhenti melakukannya, kau tidak boleh pergi untuk perlombaan itu"
"Tidak bisa sayang, aku ingin membalas kan dendam ku secara perlahan"
"Aku bisa menghancurkan nya sekarang juga" ucap tianzy santai dengan tangan yang semakin menjadi jadi.
"Ckk..apa kau pikir aku tidak mampu melakukan nya juga?" dengus Zhu.
Tianzy berfikir, memang benar sih jangan kan satu kerajaan, Semua daratan yang berada di dunia bawah pun Zhu mampu melakukan nya.
"Tetap saja aku tidak suka kau pergi kesana" Keukeh tianzy.
"Tiannn lepaskan aku..." Zhu mulai risih dengan perlakuan tianzy kepada tubuh nya.
"Tidak mau! jika kau ingin pergi kesana maka berikan aku sesuatu dulu"
"Apa itu? harta? kau sudah banyak, semuanya kau sudah punya apa yang harus aku berikan kepada mu Tian?"
Tianzy tersenyum aneh dengan cepat dia meremas buah persik itu dengan kencang "Aku ingin ini"
Zhu melotot dengan wajah yang sudah memerah menahan malu "Kauuu....mesum!"
"terserah padamu, jika kau tak mau memberikan nya aku akan tetap memeluk mu seperti ini sampai besok!" ancam nya.
"JIKA KAU TAK MAU MINGGIR SEKARANG JUGA JANGAN HARAP KAU BISA MENIKAHI KU!" ancam Zhu
Tianzy yang mendengar itu melotot tak percaya dengan cepat dia bangkit dan memohon kepada Zhu "Zhu'er... Jika kau ingin pergi kesana maka silahkan saja tapi tolong jangan sampai kau mengagumi pria lain selain aku" melas nya.
"Kita lihat saja nanti" jawab Zhu sambil pergi meninggalkan tianzy yang sedang uring uringan.
"Akhhhhh zhu'er..... " Teriak nya prustasi.
***
"nona pakaian apa yang ingin anda kenakan hari ini?"
"Aku ingin pakaian yang terbuka seperti biasanya tapi lebih ke warna yang cerah"
"Baik nona"
Mei sejak semalam sibuk menyiapkan keberangkatan nya hari ini, dia sangat senang akhirnya hari yang dia tunggu tunggu datang juga.
Mei memang terkenal dengan kecantikan nya yang dapat meruntuhkan suatu kota (Sangat jauh dengan kecantikan Zhu yang dapat menghancurkan dunia T_T)
Mei juga terkenal akan kejeniusan nya dalam berkultivasi, sekarang dia berada di tingkat akhir bumi.
"Mei'er apa kau sudah siap sayang?" tanya permaisuri rong
"Sudah Bu, apakah aku cantik?"
"Kau memang selalu cantik sayang"
"Terimakasih Bu, aku pastikan bahwa hari ini aku akan menjadi kecantikan di seluruh kerajaan matahari" ucap Mei dengan senyum yang lebar.
"Hahaha kau benar sayang, kau putri ku yang sangat sangat cantik"
"Benar Bu hahaha"
***
"Apa kau yakin yang mulia tidak ingin kita temani?"
"Ya, dia bilang dia hanya ingin seorang diri"
"Baiklah kalau seperti itu, sekarang tugas kita hanya melatih jichen dengan sangat sangat lembutt" ucap Maxi yang merasa jengkel karena kemaren mereka mendapatkan hukuman.
"Kau benar, bagaimana pun juga jichen adalah orang yang di sayangi yang mulia"
"Apa kau melihat Momo Albert?" tanya Maxi
"Ntah lah, sedari tadi pun aku tak melihatnya"
"Ini aneh, apakah dia tertinggal di temp......"
"Astagaaa dia mungkin terkunci di dalam ruangan itu" ucap Maxi dengan heboh.
"APAAAA?"
***
Hzzzzz.....Hzzzzz.....Hzzzzz.....
Sedangkan orang yang mereka cari sedang tertidur dengan pulas di dalam gudang.
***
**BRAKK.....
PRANKKKK.....
BRUGGG**......
Raja ley dan permaisuri Jia Yang sedang asik asik nya beromantis ria di kejutkan dengan suara bising itu.
"Hormat saya yang mulia, yang mulia...itu...." ucap pelayan dengan nada yang gugup
"Apa yang sedang terjadi?" tanya raja ley kepada pelayan.
"Yang mulia... disana yang mulia lord tengah marah marah dan membanting semua peralatan yang berada di dekatnya"
"APAAA? apa yang terjadi?" timpal permaisuri Jia dengan penasaran.
"Baiklah mari kita lihat"
Raja ley dan permaisuri Jia heran melihat semua barang pecah di lantai, ini bukan seperti istana melainkan seperti kapal pecah!
"BERHENTI" Teriak raja ley dengan lantang
"Zy'er apa yang sudah kau lakukan? kenapa kau marah marah seperti ini?" tanya permaisuri Jia
Tianzy yang hendak melempar guci pun membalikan badannya dan bertemu dengan tatapan kedua orangtuanya itu.
"Ibu...." ucap tianzy dengan mata yang berkaca-kaca
"Apa yang terjadi dengan mu?" tanya raja ley heran, sejak kapan anaknya menjadi cengeng seperti ini?
"Zhu'er ibu...ayah..."
"kenapa dengan menantu ku?" tanya permaisuri Jia dengan cepat.
Tianzy menceritakan semua yang Zhu katakan tadi tanpa adanya celah untuk berbohong.
"Begitu ibu..ayah... apakah putra mu ini sudah tidak tampan lagi?"
Krikk krikk krikkkk
Raja ley dan permaisuri Jia berkedip beberapa saat untuk mencerna semua yang tianzy katakan. Mereka pikir tianzy bertindak seperti ini karena Zhu terluka ataupun menghilang mangkanya dia emosi seperti ini.
Jangan lupa komen like share and vote yahh semuanya 🙏🤗 Biar author semangat lagi ngetik nya🥳🤧
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 154 Episodes
Comments
Sanami Dharmaya
lebay lo tianzi,,,,,,😒😒😒
2023-11-06
0
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕🔐|ntanArmy💜°|P$: 🆕
bru kali ini yg bkin kocak ap lgi dunia fantasi
2023-09-05
0
Kiss me💋
👍
2022-08-24
0