Hari ini adalah perayaan ulang tahun William yang ke-3 tahun. Dan kemarin aku baru saja mengetahui bahwa saat ini aku sedang mengandung adik bagi William.
Hatiku sangat bahagia, Karena selama beberapa bulan pernikahan kami. Jonathan selalu memberikan perhatian dan cintanya kepadaku dan Liam.
Aku yakin..dia akan sangat bahagia jika mengetahui kehamilanku kali ini.
"Sayang.." Terdengar suara Jonathan memanggilku
"Aku di dapur sayang " jawabku
"Sayang..apakah kamu melihat William?" tanya nya dari counter bar yang memisahkan ruang makan dan dapur
"Tidak sayang..Aku sedari tadi di dapur..Apa kamu sudah coba mencarinya di depan sayang!"
"Belum..hehhehe" kekehnya sedangkan aku hanya menggelengkan kepalaku pelan.
"Kamu jangan terlalu lelah ya sayang..biarkan pelayan yang menyiapkan semuanya.."
"ingat.. hari ini kamu ada tugas negara.." ucapnya dengan mimik wajah mesum
"Baiklah suamiku sayang..Aku hanya memeriksa ulang saja kog" jawabku tersenyum
"Sayang aku cari William dulu ya.." ujar Jonathan seraya berlalu ke arah pintu masuk
***
Waktu sudah menunjukan pukul 20.00 malam. Puncak acara telah selesai dari tadi, walaupun tadi acara dimulai sedikit terlambat karena drama Jonathan dan William.
Terlihat banyak tamu undangan yang sebagian besar adalah rekan bisnis Jonathan beserta keluarganya sudah mulai beranjak pulang.
Tiba-tiba seorang gadis kecil menghampiriku. Gadis itu sangat imut dan lucu.
" Malam onty..onty Maminya Kak iam butan? " ucap sang gadis cilik yang kuperkirakan usianya tidak terlalu jauh di bawah Liam itu.
Kulihat dia memegang sebuah kotak musik berwarna putih dan gadis itu sedang memandangku dengan lucu.
Aku menundukan tubuhku menyesuaikan dengan tinggi badannya.
"Iya sayang..Tante Mamanya kakak Liam..kamu siapa??" tanyaku seraya mengusap sayang rambutnya yang terikat dua.
"Nama taya Milanda onty..Mila mau kacih kecayangan Mila ini untuk Kak Iam" seraya menyerahkan kotak musik itu ketanganku
"Kak iam halus janji..totak muciknya ndak boleh lucak dan ilang ya onty..ini tado dali Maminya Mila"
"Anti... kalo Kak Iam dah gede dan jadi pacal Mila, balu totak muciknya kacih ladi ke Mila"
"Mila puyang duyu ya onty..dah di tundu ama Mami "
"Telima kacih onty.." Ucapnya dengan sangat sopan dan tersenyum manis menunjukan lesung di kedua pipinya
Setelah itu gadis kecil itu langsung berlari kearah seorang wanita yang sepertinya ibunya. Ternyata sedari dari wanita itu berada di dekat kami namun tidak kusadari.
Mataku terus memperhatikan gadis kecil itu. Dia terlihat berbalik dan melambaikan tangannya ke arahku, yang langsung kubalas dengan senyum dan lambaian juga.
ini adalah pertemuan pertamaku dengan gadis itu,namun entah mengapa hatiku rasanya tercuri.
Betapa gadis cilik itu terlihat begitu cantik, lucu,pintar dan sangat sopan, Aku sangat menyukainya.
Dapat kupastikan gadis itu pasti berasal dari keluarga yang tidak biasa.
Hal itu terlihat dari tutur kata yang sangat tertata dan sopan khas putri bangsawan. Dan tingkah laku gadis itu yang begitu ceria menandakan hidupnya sangat bahagia."
***
Beberapa hari kemudian setelah aku memberitahu Jonathan mengenai kehamilanku. Aku masih tidak boleh beranjak dari kamar.
Jonathan sangat posesif menjagaku. Aku hampir menghabiskan seluruh waktuku di atas tempat tidur.
Sungguh aku sudah sangat bosan. Bahkan William yang akhirnya harus bermain di kamarku.
"Mama..." teriak bocah tampanku seraya berlari masuk kedalam kamar dengan tangannya yang memegang kotak musik.
Liam memang sangat menyayangi kotak musik itu. Dia selalu menjaganya dengan baik.
"Mama..Dede bayi sudah bangun belum? Liam mau kasih dengar lagu dari kotak musik..boleh ga?" tanyanya
"Tentu saja boleh sayang.. Ayo kesini kakak.. Naik ke atas tempat tidur Mama " ucapku seraya menepuk-nepuk sisi sebelahku.
Liam langsung beranjak naik dan duduk disebelahku, tangannya memutar kotak musik itu
"tleng..teng..teng..neng..neng..." terdengar alunan musik yang sangat indah dari kotak musik itu.
Kotak musik diletakan di atas perut ku hingga alunan itu selesai diputar.
"Liam..pengen ketemu dengan Mila?" tanyaku karena Liam terlihat memandang sendu kotak musik itu.
"Bisakah mama?" tanyanya antusias kali ini
"Mama coba telpon Papa dulu ya sayang" seraya mengambil HP yang kuletakan di atas nakas disamping tempat tidur.
"Tut..tut.." terdengar nada panggil
" Halo sayang " Jawab Jonathan dari seberang telepon
"Sayang..apakah kamu sedang sibuk?"
"Tidak terlalu..kenapa hem.. kamu baik-baik saja kan?..atau apakah kamu butuh sesuatu sayang?" tanyanya cepat
"Iya sayang..hmmm..bolehkah aku memintamu menghubungi orang tua Mila? aku ingin bertemu gadis kecil itu lagi sayang!" ujarku manja
"Akan aku coba menghubungi Pak Nico dulu sayang..nanti Aku kabari lagi ya ?
"Oke..terima kasih sayang..emuaach.." ucapku manja
" Sayaaang..jangan mulai yah..kamu tahukan kalau aku masih harus berpuasa?" tekannya dengan suara yang terdengar berat menahan hasrat
"Hehhehe..bye..bye sayang.." ucapku seraya langsung memutuskan cepat sambungan telepon itu.
Tak lama Jonathan mengirimkan sebuah nomor telepon melalui layanan pesan online, ia berujar bahwa itu nomor telepon Maminya Mila.
***
Setelah hari itu aku menghubungi Maminya Mira yang bernama Sarah, dan memintanya datang bersama Mira ke rumahku dengan alih-alih mengidam dan ingin bertemu Putri cantiknya.
Kini di kehamilanku yang sudah berusia 7 bulan, Sarah dan Mira yang lebih sering datang ke rumahku karena tubuhku lebih cepat lelah jika kami bermain di luar seperti biasanya.
Dan juga sudah kuketahui ternyata gadis cantik itu bernama Miranda Sani Wijaya dan bukan Mila. Namun karena bocah cantik itu belum lancar berbicara sehingga salah melafalkan namanya menjadi Mila.
Mira dan William cepat menjadi akrab. William sangat menyayangi dan menjaga Mira.
Mereka selalu bermain bersama, berbagi makanan ringan dan menonton TV bersama. William selalu mengalah dan mengikuti semua keinginan Mira.
"Mereka sangat cocok yah Sarah!!" ucapku seraya memandang dua bocah yang sedang bermain sebagai pasangan dan menjadikan boneka kelinci sebagai anak mereka.
"Iya.. Mira bahkan selalu menceritakan mengenai William kepada Papinya setiap hari"
"Mira sangat mengagumi William yang penyayang dan selalu memanjakannya" ujar Sarah lagi
Sarah memutar sedikit tubuhnya dan memandang ke arahku
"Kamu tahu Jelita..Mira sangat dekat dengan Papinya..semua permintaan Mira selalu diberikan namun tidak dengan kebebasan"
"Nico sangat over protectif kepada Mira.. sehingga Mira tidak memiliki banyak teman"
"Namun Liam berbeda di hati Mira..Mira bisa ngambek jika Nico melarangnya main kesini.. dirinya ingin selalu bertemu William" cerita Sarah
"William juga terlihat sangat menyayangi Mira" ucapku tersenyum seraya mengalihkan pandangan kami ke arah dua bocah itu.
William terlihat sedang menggendong boneka kelinci dengan Mira yang menidurkan kepalanya di paha William.
"Kakak sedang apa?" tanyaku karena melihat posisi mereka
"Kakak sedang menjaga dede bayi Mama.. karena Mila mengantuk" ucap putra ku itu
Aku dan Sarah hanya tersenyum.
"Sepertinya Mira ingin tidur siang Jelita..sebaiknya Kami pulang sekarang" ujar Sarah
"Jangaaan..."
"Ndak Mauu.."
Jerit kedua bocah kecil itu bersamaan..
*** tbc
Hai semuanya..Terima kasih sudah membaca..
Kalau suka dengan ceritanya tolong tinggalkan comment, - like dan votenya ya 🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments