Terjerat Cinta Sang Pembantu

Terjerat Cinta Sang Pembantu

Pengenalan

Arini, wanita yang tangguh tak mengenal lelah. Semenjak ditinggal Ayahnya, Arini harus banting tulang membantu Ibunya membiayai kedua adiknya. Arini tak pernah putus asa, ia selalu membantu Ibunya berjualan dan tak henti-hentinya mencari pekerjaan.

Statusnya sebagai mahasiswi, walaupun belum lulus, ia tetap berharap ada yang mau mempekerjakannya di instansi kesehatan, walaupun hanya sekedar menjadi kasir ataupun penjaga kantin. Ia masih tetap bangga jika dirinya bisa bekerja di Rumah sakit, apapun itu pekerjaannya.

Adiknya, Mita dan Alif. Mita masih sekolah kelas dua SMP, sedangkan alif masih duduk di bangku SD kelas 2. Arini tak ingin Ibunya bekerja terlalu keras, karena Ibunya sudah tua. Ia harus tanggung jawab menghidupi keluarga kecilnya.

Semenjak ditinggal Ayahnya, keluarga Arini mempunyai banyak hutang. Ayahnya sering meminjam uang kepada rentenir dengan jumlah yang banyak, ditambah lagi bunga yang mencekik. Arini bingung harus mencari kerja kemana lagi, entah mengapa, kini mahasiswi yang berhenti di tengah jalan kurang diperhatikan.

Arini lelah, ia sedang duduk di halte busway. Ia masih akan mencari pekerjaan di Rumah sakit dan di klinik. Tak lama, ada seorang Ibu tua yang duduk di sebelah Arini. Arini spontan menggeser duduknya.

"Habis darimana dek?" tanya Ibu itu.

"Habis cari kerja, buk! Jaman sekarang susah sekali ya cari kerjaan." keluh Arini.

"Memangnya adek ini sudah melamar kemana saja?" tanya Ibu itu lagi.

"Saya sudah melamar ke beberapa Rumah sakit dan klinik, tetapi masih tak ada yang memanggilku untuk bekerja. Dunia bekerja itu sangat sulit." jelas Arini.

"Memangnya adek lulusan apa?" tanyanya lagi.

"Saya cuma mahasiswi kedokteran yang belum lulus, mungkin kalau mau diterima saya harus jadi sarjana dulu kali ya!" ucapnya.

"Dek, maaf sebelumnya. Bukan maksud saya merendahkan sekolah tinggi mu, tapi jika berkenan untuk jadi asisten rumah tangga, saya bisa membantu. Saya bekerja sudah hampir sepuluh tahun, dan saya lelah. Anak saya sekarang sedang sakit di kampung. Kalau mau, adek bisa menggantikan saya bekerja di sana." terang Ibu itu.

Arini berpikir. Dia ingin bekerja menjadi dokter di klinik ataupun Rumah sakit, karena mengambil jurusan kedokteran, sesuai dengan keinginannya. Tetapi, susah sekali diterima di Rumah sakit, tak ada satupun panggilan dari Instansi kesehatan ketika ia telah melamar. Apakah Arini harus terima saja tawaran menjadi pembantu?

Arini bingung. Ia bercita-cita ingin menjadi dokter. Tetapi, rasanya itu hal yang tak mungkin. Kini, kuliahnya hanya bisa sampai semester 2. Ia harus tetap membiayai kedua adiknya. Kasihan Ibunya kalau harus terus berdagang dari pagi, siang hingga malam hanya untuk menghidupi mereka semua. Arini ingin mengurangi beban Ibunya.

Apakah aku terima saja tawaran menjadi pembantu ini? Selagi aku melamar, aku bisa bekerja dulu. Kalau ada Rumah sakit yang memanggilku, baru aku berhenti jadi pembantu. Aku harus meringankan beban Ibu. Aku tak mau ibu sakit karena berdagang yang tak mengenal waktu. Arini dalam hati.

"Alamatnya dimana, Buk? Jauh tidak dari daerah sini?" tanya Arini.

"Hanya sepuluh menit dari sini. Rumahnya di perumahan elit Grand Residence, Adek pasti tahu kan?" tanya Ibu itu.

"Tahu, buk! Itu perumahan terbesar di daerah ini. Baiklah, sepertinya aku bisa menerima tawaran Ibuk. Aku bersedia bekerja di sana. Tugasku apa ya, buk?" tanya Arini.

"Ibuk di sana hanya melayani Tuan muda, menyiapkan segala keperluannya, membersihkan kamar dan mencuci bajunya. Kalau untuk masak, sudah ada chef yang handal, tetapi terkadang Tuan muda ingin Ibuk yang masak, ya masak saja. Apapun keinginannya harus Ibuk turuti. Apakah adek keberatan?" tanya Ibu itu.

"Tidak, Buk! Kalau saya bisa bekerja dan mendapatkan uang, apapun resikonya saya tak peduli. Sambil menunggu panggilan dari Rumah sakit, saya akan bekerja menjadi pembantu." ucap Arini.

"Terimakasih adek mau berkenan menggantikan Ibuk. Ibuk sudah khawatir tak bisa menemukan pengganti. Oh iya, namamu siapa? Kamu sangat cantik" tanya Ibu itu.

"Nama saya Arini, Bu. Nama Ibu siapa?" tanya Arini balik.

"Nama Ibuk, Sumiyati. Tuan biasa memanggil Ibu Mbok Sum. Kapan Arini akan bersedia datang ke Rumah Tuan Dirga? Tuan Dirga mempunya anak, dan Mbok yang mengurus semua kebutuhan anaknya." tanya mbok Sum.

"Bagaimana kalau besok? Hari ini saya belum bilang kepada Ibu saya." ucap Arini.

"Baiklah, tapi Arini besok datang sendiri saja ya ke Grand Residence, No. A15. Ibuk nanti akan bilang sama majikan Ibuk bahwa Arini akan datang." jelas Mbok Sum.

"Baiklah kalau begitu. Sampai ketemu besok ya mbok Sum."

Arini telah pulang naik busway. Ia berpikir, Ayahnya menyekolahkannya sampai bisa masuk perguruan tinggi, tetapi kini ia malah akan menjadi pembantu. Apakah Ayahnya kecewa melihat Arini sekarang?

Ayah, mencari kerja itu sulit. Aku harus membayar hutang-hutang Ayah. Maafkan aku, tak bisa menjadi perawat apalagi dokter, aku malah jadi pembantu di Rumah orang kaya. Apakah Ayah kecewa padaku? Maafkan aku, kalau nanti aku sudah tak punya hutang, aku akan mengejar cita-citaku sesuai keinginanmu. Gumam Arini.

Arini berbicara pada Ibunya mengenai tawaran untuk bekerja menjadi pembantu. Ibunya khawatir Arini kelelahan. Karena, menjadi pembantu itu bukan pekerjaan yang mudah.

"Apa lebih baik Ibu saja Rin yang bekerja di sana?" usul Ibu.

"Jangan bu, ibu fokus dagang saja! Biar Arin yang bekerja. Ibu tak boleh kelelahan, Ibu jangan terlalu malam pulang dagangnya, siang Ibu pulang saja. Sekarang kan Arin bekerja! Arin bisa membantu Ibu." Arini memeluk Ibunya.

"Jadi pembantu itu capek loh, Rin! Apalagi kalau majikannya galak. Emangnya kamu sanggup?" tanya Ibu Arini yang bernama Bu Diah.

"Tidak apa-apa, Bu! Arin sudah siap menerima segala resikonya, asalkan hutang Ayah cepat lunas." jawab Arini

"Baiklah kalau itu mau mu, Ibu hanya bisa mendoakan mu." Ibu menepuk halus pundak Arini.

***

Keesokan harinya Arini sudah bersiap berangkat menuju rumah majikan barunya. Arini hanya perlu naik busway satu kali. Jarak rumahnya dengan perumahan elite itu tidak terlalu jauh.

Arini telah sampai di rumah besar itu. Ia meminta izin kepada satpam untuk masuk kedalam rumah tersebut. Satpam mengizinkannya, karena Arini berkata bahwa ia adalah pembantu baru di rumah itu.

Arini masuk dengan keadaan gugup. Belum sempat ia mengetuk pintu, kebetulan ada mbok Sum yang sedang membersihkan lantai utama.

"Eh, neng Arini sudah tiba. Mari, mbok perkenalkan pada majikan baru." mbok Sum mengajak Arini masuk.

Arini sangat gugup. Ini kali pertama ia bekerja menjadi asisten rumah tangga. Ia memang biasa melakukan aktivitas rumah tangga, tetapi untuk mengurus rumah sebesar ini ia belum pernah.

Mbok Sum mengenalkan Arini pada suami istri yang berusia sekitar 50 tahunan. Arini dipersilahkan memperkenalkan diri.

"Selamat pagi, Tuan dan Nyonya yang terhormat. Perkenalkan, nama saya Arini. Saya akan bekerja disini mulai hari ini. Saya akan bekerja dengan baik dan benar. Semoga Tuan dan Nyonya berkenan menerima saya di rumah megah ini." Arini menundukkan kepala dan bahunya.

"Kamu terlihat masih muda sekali. Kenapa mau bekerja menjadi pembantu?" tanya Nyonya yang bernama Amel itu.

"Saya harus membiayai adik-adik saya yang masih sekolah. Karena itu, saya ingin bekerja disini." ucap Arini.

"Baiklah, karena mbok Sum yang membawamu kemari, kamu boleh bekerja disini. Mbok Sum melayani anak sulung ku, Davian. Kamu harus mengenalkan dirimu padanya." ucap Nyonya Amel.

"Tentu, nyonya." ucap Arini.

"Mbok, panggil Davian kemari!" pinta Nyonya Amel.

"Nggih, Nyonya!" Mbok Sum pergi ke kamar atas.

Tak lama kemudian, turun seorang pemuda tampan yang terlihat gagah sekali. Wajahnya tampan, tetapi tatapan matanya sangar sekali.

"Ada apa?" tanya Davian sinis.

"Dav, ini asisten baru pengganti Mbok Sum yang akan melayani semua kebutuhanmu! Namanya Arini. Arini, perkenalkan dirimu pada anakku." ucap Nyonya Amel.

"Selamat pagi, Tuan Davian. Saya Arini, saya yang akan menggantikan Mbok Sum melayani Tuan." Arini menundukkan kepalanya.

"Dia? Mau jadi pembantu gue?" Davian menatap sinis kearah Arini.

"Iya, Tuan. Saya akan melakukan yang terbaik untuk melayani semua keperluan Tuan." Arini bersikap ramah.

"Nggak mungkin! Pembantu masih muda kayak gini itu cuma pengen deketin gue, iyakan? Lo gak mungkin mau jadi pembantu. Lo bilang aja mau deketin gue, mau kuras harta gue, lo itu cuma cewek matre yang berharap belas kasihan gue! Jangan pura-pura sok baik deh lu. Udah banyak tipe cewek kayak lu gini, semuanya sama. Cuma pengen duit, duit, duit." ucap Davian emosi.

"Dav, jaga mulut kamu!" Ayah Davian angkat suara.

"Davian, Mama gak suka kamu berbicara seperti itu. Arini memang ingin bekerja di rumah ini. Ia harus membiayai adiknya yang masih sekolah. Kamu jangan terlalu kasar padanya." ucap Nyonya Amel.

"Tidak apa-apa, Nyonya! Saya mengerti, Tuan Davian memang patut berhati-hati. Tetapi, saya akan bekerja sebaik mungkin, agar pandangan Tuan Davian kepada saya tidak serendah itu. Akan saya buktikan, kalau saya memang berniat bekerja, bukan mencari perhatian ataupun ingin dekat dengannya!" ucap Arini berani.

"Berani juga rupanya kau membantahku! Lihat saja nanti, aku akan membuatmu menyerah bekerja disini. Wanita muda sepertimu, tak mungkin berniat bekerja. Aku yakin, kau hanya ingin mengejar ku, Iyakan?" Davian merendahkan Arini.

"Tuan, maaf sekali. Anda bukan tipe saya! Akan saya buktikan kepada anda bahwa saya benar-bener berniat bekerja disini, karena saya ingin mencari uang. Tetapi, kalau Tuan tidak berkenan menerima saya, saya tidak apa-apa. Saya akan mencari pekerjaan lain yang bisa menerima saya dengan baik." ucap Arini.

"Hahahaha, ternyata kau punya nyali juga. Ma, biarkan dia bekerja untukku. Jangan lepaskan dia, urusanku dengannya belum selesai. Berani-beraninya dia berkata aku bukan tipenya. Kau, mulai sekarang bekerja untukku. Kau tidak boleh pergi." Davian pergi meninggalkan Arini dan keluarganya.

"Arini, ucapan Davian tak usah kamu masukan ke hati ya! Dia sebenarnya baik, hanya saja kamu belum mengenalnya." ucap nyonya Amel

"Tentu, nyonya. Saya memahami sikap Tuan Muda."

Sialan. Kenapa aku harus melayani lelaki arogan itu? Seenaknya saja menghardik orang lain tanpa memikirkan perasaannya? Lihat saja nanti, akan ku buktikan semua omongan mu itu tak benar. Aku boleh saja miskin, tapi kamu tak bisa sembarangan menghina harga diriku seperti ini. Nyonya Amel, kau tak salah? Dia sebenarnya baik? Hahahahaaaaa, rasanya aku ingin terjun dari Mount Everest mendengar ucapannya itu. Lelaki angkuh, Cih.. Lihat saja nanti. Akan ku patahkan semua omongan mu itu!

*Bersambung**

Terpopuler

Comments

Nadia

Nadia

mudah"an tegas nympk Ending, soalnya aku suka karakter perempuan tegas, gak menye mnenye 😁🤭👍👍

2024-01-11

0

Bellamoore

Bellamoore

Baguss thor❤️❤️

2023-05-30

0

Ta..h

Ta..h

ky nya seru nih arini nya bar bar.😁

2023-03-28

0

lihat semua
Episodes
1 Pengenalan
2 hari pertama
3 Majikan yang hebat
4 Untuk apa datang?
5 om Davian
6 Pijat
7 Tawaran bekerja
8 Kaget
9 Ke rumah Arini
10 Obat hati
11 Permintaan aneh 1
12 Sweet
13 Alasan
14 Sekamar?
15 Ketahuan berbohong
16 Penyesalan
17 pembantu cantik
18 Arini.. dimana?
19 Maaf..
20 Pendamping
21 Menikah!?
22 Cinta, bagaimana ini?
23 Pikirkan lagi
24 Pegang tanganku
25 Izin
26 Kesal
27 Kepergok
28 Ajakan Mas Adit
29 Ayam goreng
30 Gaun cantik
31 SAH
32 Ke salon
33 makan
34 Dalam mobil
35 Rangga jeaolus
36 Malam hangat
37 butik
38 Bioskop
39 supermarket
40 barang antik
41 Jujurlah, hati.
42 Pagi ini
43 Arini...
44 Tolong Arini
45 Masalah
46 Maukah, Arini?
47 Meminta
48 gatot kaca
49 otw camping
50 Tolong aku.
51 Oh, Tidak!
52 Minta maaf, Mas.
53 Mencetak GOL (JANGAN DIBACA DI SIANG HARI 21+)
54 jalan-jalan
55 Jangan GEER!
56 Cemburu?
57 Tentang Tasya
58 Jangan takut
59 Berpura-pura
60 Bagaimana?
61 Aku jujur
62 JANGAN DIBACA SIANG HARI, ADEGAN 21+ TAKUT BATAL PUASA KALIAN
63 Misi-ku.
64 Dilan-ku
65 Mas, tunggu!
66 Cari bukti.
67 Persentase Cinta
68 Sudah waktunya
69 Telponan?
70 Percepat
71 Berangkat lagi
72 Penjelasan Davian
73 Menolong Tasya
74 Tragedi hari H
75 Harus menemukanmu!
76 Semoga cepat pulih
77 Rasakan, Meliza.
78 Rasakan, Meliza. 2
79 Menanti hari Esok.
80 Akhirnya...
81 Mengenalkan mu..
82 Denganmu lagi.
83 kegiatan sehari-hari.
84 Terakhir
85 Bonus Chapter 1
86 Bonus Chapter 2
87 Season 2. Babak baru.
88 Season 2. Tante Meisya?
89 Aku bingung.
90 Menebus dosaku
91 Kepergiannya.
92 Malu aku!
93 Seputar Bidadari kecil
94 Terima kasih
95 Pengumuman
96 Honey Moon sekaligus Baby Moon
97 At Eiffel Tower
98 Pergi lebih baik.
99 Cemburu, ya?
100 Frekuensi hubungan
101 Timezone
102 Restoran Pizza
103 Jangan harap
104 Ke Rumah Sakit
105 Kopi bersamamu
106 7 bulanan
107 Diantar olehmu
108 Pergi ke Diskotik.
109 Harus bagaimana aku?
110 Ungkapan yang mendadak
111 Benalu!
112 Rencana gagal
113 Camping.
114 Definisi Cinta.
115 H-1 Ulang tahun.
116 Merayu Melisa
117 Hari ulang tahun Keyza.
118 Aku menyesal.
119 Dua jam sebelum kejadian
120 Ibu baru?
121 Menyerah!
122 Berkunjung ke rumah Ibu Arini.
123 Bapakable.
124 Belenggu diriku
125 Akan berlabuh pada siapa?
126 Pergi
127 Masih merenungi kesedihan
128 Part Of ...
129 Hari ini...
130 Ngidam terakhir, pertanda?
131 Masih belum melahirkan
132 DEG
133 Menjemput
134 DATANG
135 Bayi laki-laki
136 Happy and Meet
137 Babby sitter di hatiku
138 Sabar ya ...
139 Merelakan...
140 Terima kasih, atas ucapannya.
141 Akan bahagia,
142 Membesuk
143 Pernikahan bahagia (JANGAN BACA BAGIAN BAWAH, ADA ADEGAN 21+)
144 Jenis ularmu apa?
145 Ketahuan bohong, deh.
146 Gara-gara pumping ASI
147 Kamu kenapa sih?
148 Bertanya pada suhu
149 Positif kah?
150 Kelemahanku
151 Nanti nyesel
152 Aku memberanikan diri
153 Belajar mencintai
154 H.W.D
155 Sabar dulu saja
156 Cerita dong!
157 Lagi-lagi
158 (JANGAN BACA ! ADEGAN 21+ KALO PUASA KALIAN GAK MAU BATAL)
159 Tisu apa?
160 Masih di Private Island.
161 Kisah rumah tangga
162 Calandra Series 1
163 Calandra series 2
164 Calandra series 3
165 Calandra series 4
166 Calandra series 5
167 Calandra series 6
168 Calandra series 7
169 Calandra series 8
170 Calandra series 9
171 Calandra series 10-Putus
172 Calandra series 11 (Calandra marah)
173 Calandra series 12
174 Calandra series 13
175 Calandra series 14
176 Calandra series 15
177 Calandra series 16
178 Calandra series 17
179 Calandra series 18
180 Calandra series 19
181 Calandra series 20
182 Calandra series 21
183 Calandra series 22
184 Calandra series 23
185 Calandra series 24
186 Calandra series 25
187 Calandra series 26
188 Calandra series 27
189 Calandra series 28
190 Calandra series 29
191 Calandra series 30
192 Calandra series 31
193 Calandra series 32
194 Calandra series 33
195 Calandra series 34
196 Calandra series 35
197 Endless love ....
198 BACA YA GUYS....
199 JANGAN BACA, ADA ADEGAN 21+. JANGAN SAMPE PUASA KALIAN BATAL
200 Bonus Chapter 2 - Bulan madu ....
201 Yang baru guys
202 Sebuah Informasi
203 Untuk Perhatian
Episodes

Updated 203 Episodes

1
Pengenalan
2
hari pertama
3
Majikan yang hebat
4
Untuk apa datang?
5
om Davian
6
Pijat
7
Tawaran bekerja
8
Kaget
9
Ke rumah Arini
10
Obat hati
11
Permintaan aneh 1
12
Sweet
13
Alasan
14
Sekamar?
15
Ketahuan berbohong
16
Penyesalan
17
pembantu cantik
18
Arini.. dimana?
19
Maaf..
20
Pendamping
21
Menikah!?
22
Cinta, bagaimana ini?
23
Pikirkan lagi
24
Pegang tanganku
25
Izin
26
Kesal
27
Kepergok
28
Ajakan Mas Adit
29
Ayam goreng
30
Gaun cantik
31
SAH
32
Ke salon
33
makan
34
Dalam mobil
35
Rangga jeaolus
36
Malam hangat
37
butik
38
Bioskop
39
supermarket
40
barang antik
41
Jujurlah, hati.
42
Pagi ini
43
Arini...
44
Tolong Arini
45
Masalah
46
Maukah, Arini?
47
Meminta
48
gatot kaca
49
otw camping
50
Tolong aku.
51
Oh, Tidak!
52
Minta maaf, Mas.
53
Mencetak GOL (JANGAN DIBACA DI SIANG HARI 21+)
54
jalan-jalan
55
Jangan GEER!
56
Cemburu?
57
Tentang Tasya
58
Jangan takut
59
Berpura-pura
60
Bagaimana?
61
Aku jujur
62
JANGAN DIBACA SIANG HARI, ADEGAN 21+ TAKUT BATAL PUASA KALIAN
63
Misi-ku.
64
Dilan-ku
65
Mas, tunggu!
66
Cari bukti.
67
Persentase Cinta
68
Sudah waktunya
69
Telponan?
70
Percepat
71
Berangkat lagi
72
Penjelasan Davian
73
Menolong Tasya
74
Tragedi hari H
75
Harus menemukanmu!
76
Semoga cepat pulih
77
Rasakan, Meliza.
78
Rasakan, Meliza. 2
79
Menanti hari Esok.
80
Akhirnya...
81
Mengenalkan mu..
82
Denganmu lagi.
83
kegiatan sehari-hari.
84
Terakhir
85
Bonus Chapter 1
86
Bonus Chapter 2
87
Season 2. Babak baru.
88
Season 2. Tante Meisya?
89
Aku bingung.
90
Menebus dosaku
91
Kepergiannya.
92
Malu aku!
93
Seputar Bidadari kecil
94
Terima kasih
95
Pengumuman
96
Honey Moon sekaligus Baby Moon
97
At Eiffel Tower
98
Pergi lebih baik.
99
Cemburu, ya?
100
Frekuensi hubungan
101
Timezone
102
Restoran Pizza
103
Jangan harap
104
Ke Rumah Sakit
105
Kopi bersamamu
106
7 bulanan
107
Diantar olehmu
108
Pergi ke Diskotik.
109
Harus bagaimana aku?
110
Ungkapan yang mendadak
111
Benalu!
112
Rencana gagal
113
Camping.
114
Definisi Cinta.
115
H-1 Ulang tahun.
116
Merayu Melisa
117
Hari ulang tahun Keyza.
118
Aku menyesal.
119
Dua jam sebelum kejadian
120
Ibu baru?
121
Menyerah!
122
Berkunjung ke rumah Ibu Arini.
123
Bapakable.
124
Belenggu diriku
125
Akan berlabuh pada siapa?
126
Pergi
127
Masih merenungi kesedihan
128
Part Of ...
129
Hari ini...
130
Ngidam terakhir, pertanda?
131
Masih belum melahirkan
132
DEG
133
Menjemput
134
DATANG
135
Bayi laki-laki
136
Happy and Meet
137
Babby sitter di hatiku
138
Sabar ya ...
139
Merelakan...
140
Terima kasih, atas ucapannya.
141
Akan bahagia,
142
Membesuk
143
Pernikahan bahagia (JANGAN BACA BAGIAN BAWAH, ADA ADEGAN 21+)
144
Jenis ularmu apa?
145
Ketahuan bohong, deh.
146
Gara-gara pumping ASI
147
Kamu kenapa sih?
148
Bertanya pada suhu
149
Positif kah?
150
Kelemahanku
151
Nanti nyesel
152
Aku memberanikan diri
153
Belajar mencintai
154
H.W.D
155
Sabar dulu saja
156
Cerita dong!
157
Lagi-lagi
158
(JANGAN BACA ! ADEGAN 21+ KALO PUASA KALIAN GAK MAU BATAL)
159
Tisu apa?
160
Masih di Private Island.
161
Kisah rumah tangga
162
Calandra Series 1
163
Calandra series 2
164
Calandra series 3
165
Calandra series 4
166
Calandra series 5
167
Calandra series 6
168
Calandra series 7
169
Calandra series 8
170
Calandra series 9
171
Calandra series 10-Putus
172
Calandra series 11 (Calandra marah)
173
Calandra series 12
174
Calandra series 13
175
Calandra series 14
176
Calandra series 15
177
Calandra series 16
178
Calandra series 17
179
Calandra series 18
180
Calandra series 19
181
Calandra series 20
182
Calandra series 21
183
Calandra series 22
184
Calandra series 23
185
Calandra series 24
186
Calandra series 25
187
Calandra series 26
188
Calandra series 27
189
Calandra series 28
190
Calandra series 29
191
Calandra series 30
192
Calandra series 31
193
Calandra series 32
194
Calandra series 33
195
Calandra series 34
196
Calandra series 35
197
Endless love ....
198
BACA YA GUYS....
199
JANGAN BACA, ADA ADEGAN 21+. JANGAN SAMPE PUASA KALIAN BATAL
200
Bonus Chapter 2 - Bulan madu ....
201
Yang baru guys
202
Sebuah Informasi
203
Untuk Perhatian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!